Mengurus Perpanjangan SIM di Pelayanan SIM Keliling X-Bata

Hari Jumat lalu, gw iseng buka² dompet gw, membaca beberapa surat penting dan akhirnya terhenyak, karena ternyata SIM A gw dah expired sebulan yang lalu :p Owh Mat Gay, kenapa gw bisa lupa??? Padahal mestinya inget krn selalu bersamaan dengan HUT gw :( 

Pas Senin malamnya, ketika pulang kantor, ban belakang si cemonk mendadak bocor pula kena paku. Alhamdulillah, masih ada sedikit dana buat nebus ban dalem baru, padahal sisa duit yg ada di ATM rencana buat ngurus SIM. Yawda, dengan doa dan keyakinan bahwa esok ada duitnya, gw pun pulang ke rumah.

Nah, hari ini nih, tadi jalan dari rumah sengaja agak siangan, takutnya kepagian malah mati gaya di TKP :p Pas gw sampe di lokasi, orang udah banyak antri, trus pas gw daftar, lsg dibantu sama mas²nya untuk isi data. Gw cukup serahin SIM asli, fotokopi KTP dan SIM. Lalu tanda tangan di kertas kuning, dan menanti giliran dipanggil. Subhanallah, dg alasan komputer buat entry datanya cuman 1, alhasil nunggunya lumayan lama, hampir 2 jam :D Yawda, sambil buang waktu, terpaksa mainin hp. Setelah sekian kelompok masuk, tiap kelompok isi 5 orang, akhirnya nama gw disebutkan melalui corong :p Saatnya masuk ke mobil :) 


Di dalem, gw dpt urutan kedua. Abis si mbaknya difoto dan scan sidik jari, giliran gw lah. Pertama, kertas kuning berisi tandatangan itu gw serahkan kepada petugasnya, lalu gw difoto dan diambil sidik jari jempol kiri dan kanan. Lalu nunggu SIM dicetak kemudian bayar biayanya. Sebetulnya, pas proses didalem mobil SIM itu nggak lama, yg lama itu emang data entrynya. Padahal kan tiap 5 tahun biasanya pasti perpanjang SIM, ada nggak online ya databasenya? Entah :D

Karena gw hanya urus SIM A doang, biayanya sekarang 140rb saja, bandingkan dengan biaya SIM A 5 tahun lalu yang hanya sebesar 85rb saja. Oya, biaya ini sudah termasuk asuransi lho. Pas keluar mobil, masih kena biaya lapis semacem screen guard agar SIM tidak mudah patah sebesar 5rb rupiah (katanya sih gitu).

Yak, itulah pengalaman hari ini dalam mengurus SIM, prosedurnya mudah, nggak ribed selama syaratnya dipenuhi, yaitu SIM sesuai wilayah penerbitan (DKI ya DKI, Depok nggak bisa di situ) dan siapkan fotokopi SIM dan KTP agar nggak kena biaya tambahan macam² (ongkos kopi + cetak printer sebesar 2rb rupiah).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

Masalah Whiteline pada ASUS Zenfone Zoom S