Artikel Unggulan

Makna IP Rating pada Gawai

Kita sering menemukan istilah IP sekian-sekian ketika sedang membaca spesifikasi teknis sebuah gawai. Kode ini umumnya digunakan untuk meruj...

Akun Instagram Tidak Dapat Diakses? Panik Itu Wajar!

Baru saja pada hari ini, gue mengalami suatu hal yang menegangkan. Salah satu akun Instagram gue tiba-tiba tidak dapat dibuka.Padahal sebelumnya tidak pernah mengalami kendala.


Gue menggunakan satu smartphone untuk mengelola kedua akun Instagram yang gue miliki. Seperti biasanya, perpindahan antar akun tidak pernah mengalami masalah, sampai tiba saatnya yang gue alami pada siang hari ini.

Akun instagram tidak bisa dibuka!


Panik? Jelas! Karena masih ada sisa job sebagai buzzer produk yang mesti tetap tayang selama periode tertentu. Beberapa informasi mengarahkan gue untuk membuka FAQ pada situs resmi Instagram, yang gue sendiri nggak merasakan dampak dan manfaatnya terhadap kasus yang sedang gue alami.

Dari kedua akun yang gue miliki, yaitu atas nama @masekoID dan @maseko_toysgraphyid, gue tidak bisa mengakses akun yang @masekoID, yaitu akun yang gue buat untuk berbagi informasi maupun hal-hal yang sifatnya umum/general. Sedangkan akun toysgraphyid, yang gue buat khusus untuk fotografi mainan, malah lancar jaya diaksesnya. Sempat 'maksa' Instagram untuk berulangkali mengirimkan kode rahasianya ke nomor gue yang udah terdaftar sejak pertama kali gue bikin akun, tapi kode yang gue harapkan tak kunjung hadir juga. Oya, akun yang tidak bisa diakses berubah namanya menjadi Instagrammer, seperti pada gambar di bawah ini.


Akhirnya dengan perasaan gemas, gue me-logout seluruh akun Instagram yang gue miliki, baik di smartphone yang baru, maupun di smartphone yang lama. Ya, gue masih menyisakan aplikasi Instagram beserta kedua akunnya di smartphone yang lama, sebagai cadangan bila terjadi masalah pada smartphone utama gue. Dan di sinilah keajaiban terjadi.

Pisah akun, pisah smartphone!


Gue lalu mencoba untuk login akun Instagram toys gue di smartphone yang Zoom S, lancar! Semua username dan password diterima dengan baik. Seluruh foto yang pernah gue unggah muncul semua. Lalu gue beralih ke smartphone lama gue, yaitu ZE520KL. Di sini gue mencoba memasukkan username gue yang @masekoID dan memasukkan passwordnya. Ajaib! Muncul permintaan nomor telpon, di mana ketika gue memasukkan nomor XL gue, tidak ada kode yang dikirimkan. Di sini gue 'iseng' memasukkan nomor Smartfren 4G GSM+ yang gue punya dan kebetulan terpasang di smartphone tersebut. Jengjeeettt!! Lha kok mau masuk dan terbuka?!?! Ini membuat gue bingung, takjub sekaligus bahagia. Apa yang terjadi dengan fitur multiple account pada Instagram kali ini? Apakah memang harus dipisahkan, satu akun untuk satu nomor saja? Entahlah, yang jelas gue langsung bersyukur karena akun gue yang jadi andalan dalam meraup job-job buzzer karena followernya sudah mulai tembus 4 digit ini kembali ke haribaan.


Jadi, jika kalian mungkin memiliki dua akun dalam satu smartphone dan satu nomor, mungkin sebaiknya segera dipisahkan, agar kode rahasia yang dikirimkan via SMS dapat meluncur tanpa kendala saat dibutuhkan.

Nonton Spiderman Homecoming bareng OPPO Indonesia


Segalanya terjadi begitu cepat. Pagi hari, gue masih kerja di kantor, sembari iseng buka FB, lalu tak sengaja (untungnya) membaca status dari Mas Aryo. Eh? Ada apa ini? Komentar seperlunya, dan langsung difollow-up nggak pakai lama. Jengjett!!! Email undangan nonton bareng pun masuk ke inbox email gue. Dan hal yang menyenangkan seperti ini sudah selayaknya untuk dikonfirmasi segera! Ya! Gue berangkat ke lokasi nobar bersama OPPO Indonesia!

Alhamdulillah, ternyata beberapa kawan gue juga mendapatkan kesempatan nonton bareng, undangan dari OPPO Indonesia melalui berbagai jalur informasi. Ada yang dari komunitas blogger, ada juga yang dari media online. Bahkan di sana, gue sempat bertemu kawan ex Jaktv era JakChat masih menjadi primadona.

Lalu, apa hubungannya OPPO Indonesia dengan pemutaran film perdana Spiderman : Homecoming ini? Begini ceritanya. Sebelumnya sudah tau kan kalo OPPO F3 udah ngerilis versi Reza Rahadian yang warnanya hitam bertandatangan itu? Nah, promo berikutnya adalah OPPO Indonesia menggandeng Sony Pictures untuk melakukan promosi bersama, yaitu OPPO F3 Black Edition, berbarengan dengan pemutaran perdana film Spiderman : Homecoming di Indonesia.


Nah! Mumpung momennya pas nih, yang udah pada beli OPPO F3 segala warna, bukan cuma Black Edition doang, selama periode Mei sampai Juli 2017, bisa dapetin kesempatan buat memiliki limited collection pack Spiderman : Homecoming lewat serangkaian aktifitas yang bisa diakses di URL sebagai berikut :

"http://spiderman.oppomobile.id/"


Aktifitas ini berlangsung mulai tanggal 3 Juli dan akan berakhir pada tanggal 16 Juli 2017. Bakalan ada 500 biji limited collection pack Spiderman : Homecoming yang disediain sama OPPO Indonesia. Hmm.. Menarik dan menggiurkan buat penggemar OPPO maupun penggila tokoh superhero Spiderman.


Nah, karena kali ini kesempatannya nonton Premiere, alias duluan sebelum bioskop lain nayangin secara massal, maka, ketika akan masuk ke dalam studio, semua smartphone dan batre kamera kudu 'disita' untuk mengantisipasi pembajakan/live streaming dari dalam. Ya nggak kenapa sih, cuma jadi berkurang kesempatan mendokumentasikan momen aja :)

Event nonton bareng ini juga dihadiri oleh banyak seleb ternama, antara lain yang gue liat sendiri ada Robby Purba dan Aditya Alkatiri (yang jadi Azazel di serial Bima-X). Yang cewek gue nggak begitu kenal namanya, tapi gue liat ada beberapa juga yang hadir di sana. Ditambah lagi, beberapa cosplayer berkostum ala Spiderman juga hadir memeriahkan suasana nonton bareng di XXI Gandaria City malam itu.


Cerita filmnya sendiri sangat menarik, baik bagi kalangan awam maupun fans film superhero yang mengikuti rangkaian cerita film dari Marvel Cinematic Universe. Desain kostum yang sederhana namun modern menjadi daya tarik tersendiri, ditambah lagi kisah remaja Spiderman yang diperankan dengan sangat apik oleh aktor Tom Holland yang aslinya orang British. Bagi kami, penggemar film superhero yang mengikuti MCU sejak Phase-1 berlangsung, Marvel Studios berhasil meramu dan menjahit bagian demi bagian cerita dari film superhero Marvel yang lain dengan sangat menarik. Memang, film Spiderman : Homecoming ini menandai kembalinya karakter Spiderman ke Marvel Studios sehingga memungkinkan penulis cerita untuk mengaitkan event-event yang terjadi pada film Marvel sebelumnya seperti Avengers Pertama, Avengers : Age of Ultron, hingga event Civil War yang menampilkan Spiderman untuk pertama kalinya di MCU. Dan karakter antagonis pada film ini adalah Vulture yang sangat hi-tech serta The Shocker sebagai penjahat pendukungnya. Dan Michael Keaton yang memerankan karakter Adrian Toomes sebagai Vulture termasuk sukses dalam menghadirkan aroma kekejaman seorang penjahat terhadap Spiderman pahlawan kita.


So, jika kalian penasaran dengan filmnya, buruan hadir di bioskop terdekat, karena setiap kali mau nonton, pasti ngantri + susah dapet tempat duduk terbaik. Atau justru penasaran sama smartphone OPPO F3 Black Edition-nya? Smartphone ini sudah bisa diperoleh di mana-mana dengan harga Rp. 4.099.000, sedangkan untuk warna sebelumnya mengalami penurunan harga sejak menjelang Lebaran, yaitu Rp. 3.999.000.



Masalah Whiteline pada ASUS Zenfone Zoom S

Mungkin kalian sudah mengetahui isu garis putih yang muncul pada layar ASUS Zenfone Zoom S edisi perdana. Panik? Kesel? Marah? Gondok? Silakan saja jika memang bisa membantu memberi solusi, namanya juga smartphone mahal. Namun alih-alih menumpahkan kekesalan di sosial media, ada baiknya mencari tahu prosedur klaim garansi dari sumber yang terpercaya, insya ALLAH blog gue ini salah satunya. Aamiin.

Gambar credits to Ditya Tuxlin

Apa sih White Line itu?

White line adalah garis putih yang muncul (umumnya) di bagian bawah layar ASUS Zenfone Zoom S. Namun tidak menutup kemungkinan munculnya garis sejenis di bagian lain pada layar ASUS Zenfone Zoom S. Mengenai penyebabnya apa, gue kurang tau persis, namun menurut informasi yang gue dapat dari sumber yang dapat dipercaya, ini merupakan cacat produksi yang terjadi pada batch pertama perakitan Zenfone Zoom S di Indonesia. Hmm.. Tapi, jangan dipukul rata ya? Sebab pada beberapa unit batch 1 yang lain, termasuk unit yang gue pakai saat ini, dan beberapa kawan lain, masalah ini tidak muncul sama sekali setelah beberapa minggu pemakaian.

Jenis White Line yang berbeda - credits to Alung

Apa yang harus Dilakukan?

Segera klaim garansi unit dengan membawa kelengkapan lainnya ke ASUS Service Center terdekat.
Secara SOP dari ASUS adalah unit DIGANTI BARU.

"Hubungi 1500 128 untuk menanyakan ketersediaan unit pengganti di lokasi ASC tertentu"

Tidak perlu kuatir jika ternyata diganti dengan ASUS Zenfone Zoom S dari batch pertama karena tidak semua unit pada batch awal mengalami masalah White Line ini. Coba hubungi nomor Call Center ASUS Service Center untuk menanyakan stock unit Zoom S batch berikutnya agar unit yang akan anda tukarkan mendapatkan pengganti yang sesuai dengan keinginan. Proses penukaran tidak rumit dan cepat, selama unit penggantinya tersedia di lokasi, One to One Replacement.

credits to ponselcanggih.com

"Alamat ASUS Service Center di Indonesia"

Jika kalian masih merasa kurang puas dengan produk atau layanan dari ASUS Service Center, silakan layangkan aduan anda ke alamat email sebagai berikut :
asus_indonesia [at] asus [dot] com
Gue juga mendengar informasi mengenai Erafone yang bisa kasih garansi penukaran selama 45 hari setelah pembelian, tukar unit baru. Untuk hal ini, gue belum dapat konfirmasi langsung dari Erafone-nya, namun jika di antara kalian ada yang punya pengalaman seperti itu, silakan tuliskan di kolom komentar agar informasinya dapat tersebar dan membantu sesama pengguna Zenfone Zoom S yang sedang mengalami masalah White Line pada unitnya.

Update!
Yang beli unit bermasalah di Erafone, bisa menukarkan unitnya sampai 3x, sebelum akhirnya dimohon untuk melakukan penukaran di ASC.

Terima kasih dan have a nice day..

Cetak Foto Digitalmu di Wonder Photo Shop Indonesia!

Cetak foto digital hari gini? Huu.. Kuno.. Mungkin itu yang sekarang umum disampaikan oleh masyarakat. Ya! Anggapan itu tidak salah, karena biasanya orang cetak foto itu hanya jika ada momen pernikahan, atau ya cetak pas foto saja. Era digital sekarang ini, orang dimudahkan dengan Internet of Things yang serba terhubung dan berbasis cloud. Beragam layanan berbagi foto ada di internet seperti Flickr, Google Photos, ZenCircle, Instagram, dan masih banyak lagi. Tapi, tahukah anda, jika pada akhirnya semua kenangan digital itu bisa saja sirna saat penyelenggara layanan sudah tidak lagi menekuni bisnis tersebut?

Wonder Photo Shop merupakan sebuah gerai original dan berkonsep retro dari FujiFilm Indonesia bekerjasama dengan Oorigami, anak perusahaan dari Erajaya Group, pertama di Indonesia, yaitu berlokasi di lantai 3 Mall Kota Kasablanka. Gerai ini menyusul kehadiran di kota-kota besar dunia dan negara lain seperti Tokyo, Barcelona, Bogota, Manila, Shanghai, Singapura, Australia, Brazil, Vietnam, Russia, Turkey, Thailand, Jerman dan Malaysia.

Mr. Masatsugu Naito & Bapak Hasan Aula

Jika dahulu kala kita mungkin mengenal adanya Fuji Image Plaza, yang iklannya cukup sering kita lihat di mana-mana era 2000-an, kira-kira tadinya di bayangan gue, konsep Wonder Photo Shop itu seperti itu. Ya mungkin eranya berbeda karena dulu, orang cetak foto masih pakai film, sedangkan sekarang sudah pakai media digital, namun konsep tokonya mirip. Ternyata gue salah, karena Wonder Photo Shop lebih dari itu. Gerai in menawarkan sebuah ide dan aktifitas yang fresh, yang memungkinkan kita untuk melakukan sendiri apa yang kita inginkan, lalu mencetaknya di meja kasir dan membayarnya.

Wonder Photo Shop tidak hanya sekadar menawarkan layanan pencetakan foto digital dari gawai atau ponsel pintar semata, namun juga pernak-pernik pendukungnya seperti pigura, stiker, maupun penjualan perangkat kamera juga. Sebagai one-stop-service, gerai ini juga menyediakan lokasi untuk berkreasi di lantai atas.  Karena konsepnya retro, segala menu layanan ditulis dengan kapur berwarna, sepintas mirip dengan kafe atau coffee-shop ternama. Oya, untuk yang tidak ingin mencetak foto dari gawainya, gerai ini juga menyediakan photobooth untuk swafoto baik sendirian maupun beramai-ramai lho.

Salah satu sudut gerai WPS Indonesia

Target pengunjung dari gerai Wonder Photo Shop ini adalah kalangan generasi muda yang rajin eksis di dunia maya, namun ingin memiliki fotonya secara fisik. Dan hal ini dimungkinkan dengan adanya salah satu layanan DIY (Do It Yourself) di dalam gerai Wonder Photo Shop ini, yaitu Quick Print Station. Pengunjung dapat memindahkan foto yang ingin dicetak ke mesin ini melalui aplikasi yang dapat diunduh dari Google PlayStore (android), lalu melakukan rekayasa pada foto di mesin ini. Berbagai macam template telah disediakan di mesin ini, sehingga kita tinggal memilih mana yang sesuai untuk kita cetak kemudian. Walaupun gerai ini kerjasama antara FujiFilm Indonesia dengan Erajaya, namun perangkat kamera dan gawai yang fotonya ingin dicetak tidak terbatas pada merk itu saja. Sangat fleksibel bukan?

Variasi efek dan pigura yang tersedia di WPS

Jadi, abadikan momen berharga kalian dengan tidak sekadar menggunggahnya ke media sosial, namun juga cetaklah fisik fotonya, sehingga kelak anak cucu kita dapat mengetahui momen apa yang sedang terjadi pada saat foto itu dibuat. Syukur-syukur jadi koleksi foto album seperti masa-masa kejayaan kamera dengan film seluloid dulu.