Artikel Unggulan

Makna IP Rating pada Gawai

Kita sering menemukan istilah IP sekian-sekian ketika sedang membaca spesifikasi teknis sebuah gawai. Kode ini umumnya digunakan untuk meruj...

ASUS Zenfone 4 Max Pro Resmi Diluncurkan di Hard Rock Cafe Pacific Place SCBD

Pada tanggal 7 September 2017, berlokasi di Hard Rock Cafe di sebuah kawasan bisnis di Sudirman, Jakarta, ASUS Indonesia secara resmi meluncurkan produk pertama dari lini Zenfone generasi 4.


"We 💙 Photo And Energy"


ASUS Zenfone 4 Max Pro, dipilih menjadi produk pertama yang dirilis dari rangkaian lini Zenfone 4 di Indonesia. Smartphone ini mengusung tema terbaru dari ASUS yaitu "We Love Photo And Energy" di mana, selain mengusung keunggulan pada kameranya, Zenfone 4 Max Pro ini juga memiliki baterai berkapasitas 5000 mAh di dalamnya.


Sebagai bagian dari lini Zenfone generasi 4 yang seluruhnya mengusung dual-camera system, demikian halnya dengan ASUS Zenfone 4 Max Pro. Kedua kamera belakangnya sama-sama memiliki resolusi sebesar 16 MP, kamera normal memiliki sudut selebar 80°, sedangkan kamera ultra-wide-nya memiliki sudut selebar 120°, sehingga wilayah yang bisa diambil oleh kamera smartphone ini menjadi jauh lebih luas lagi.


Fokus pada smartphone ASUS Zenfone 4 Max Pro ini juga relatif cepat, walau tanpa teknologi laser auto-focus. Cukup 0,03 detik saja dengan teknologi PDAF dan sudah memiliki teknologi EIS (Electronic Image Stabilization)

Kamera depan pun tak kalah cemerlangnya. Sama-sama mengusung resolusi sebesar 16 MP ditambah LED Softlight agar rona wajah tetap cerah mempesona. Selain itu, ada 10 level mode kecantikan serta lebar sudut lensa kamera depan seluas 140° menjadikan selfie bersama kawan tak perlu kuatir tidak muat.


Daya tahan baterai juga tidak luput dari perhatian dan selalu jadi pertimbangan. Karakteristik pengguna di Indonesia yang mulai ketergantungan pada powerbank, mengilhami ASUS untuk tetap menyematkan baterai berkapasitas besar pada Zenfone 4 Max Pro ini, yaitu sebesar 5000 mAh. Dengan baterai sebesar ini, tentu saja daya tahannya jadi jauh lebih lama, selain itu, fungsi Reverse Charging sebagai ciri khas lini Max pada Zenfone, tetap tersedia dan mengalami peningkatan performa yang cukup signifikan, 2x lebih cepat dengan OTG.


Dan smartphone ASUS Zenfone 4 Max Pro ini sudah bisa didapatkan di berbagai toko baik offline maupun online dengan harga yang cukup menarik berbagai kalangan, yaitu IDR 2.999.000,- saja.


Informasi tambahan lagi, bagi peminat ASUS Zenfone 4 Max Pro yang melakukan pembelian selama periode 7.9 hingga 17.9.2017 akan mendapatkan bonus gratis speaker bluetooth.



Vanishing Time - A Boy Who Returned (Film Korea)

"Apa yang akan kalian lakukan jika seketika waktu di sekitar kalian terhenti, dan hanya waktu kalianlah yang tetap berjalan?"


Soo Rin adalah seorang anak perempuan yang tinggal bersama ayah tirinya. Ibunya wafat karena kecelakaan lalu lintas. Karena tuntutan pekerjaan, pembangunan terowongan di sebuah pulau di Korea, Soo Rin beserta ayah tirinya pindah ke sana. Hubungan mereka nampaknya tidak terlalu baik. Di sekolah pun Soo Rin dikenal sebagai anak yang aneh, blognya penuh dengan tulisan mengenai hal-hal mistis.


Suatu hari, sepulang sekolah, Soo Rin bertemu dengan seorang anak laki-laki, Seong Min namanya. Di antara seluruh kawannya, hanya Seong Min yang mau berkawan dengannya. Bahkan tulisan di blog Soo Rin pernah dipraktekkannya, walau menurut Soo Rin itu semua dusta belaka. Lambat laun hubungan mereka makin dekat dan akrab. Soo Rin memiliki tulisan rahasia yang hanya bisa dibaca olehnya, dan Seong Min diminta untuk menghafalkannya juga. Tulisan mereka dikumpulkan dalam sebuah buku bersampul merah.


Karena memiliki kesamaan minat, pada suatu ketika Seong Min mengajak Soo Rin ke sebuah rumah yang sudah terbengkalai cukup lama, dan nampaknya tak seorang pun menyadari keberadaan rumah ini. Di sana, mereka berdua saling bercerita mengenai latar belakang kehidupan masing-masing. Seong Min yang rupanya memiliki minat seni pahat, membuatkan pahatan wajah Soo Rin di sebuah sabun, yang sayangnya, sabun itu terjatuh ke dalam lubang di tangga kayu yang lapuk.


Pada suatu hari, Soo Rin berjumpa dengan Seong Min dan kawan-kawannya, Tae Sik dan Jae Wook. Mereka berencana pergi ke gunung untuk melihat proses peledakan pembuatan terowongan, proyek yang sedang dikerjakan oleh ayah tiri Soo Rin. Tak dinyanya, di atas sana, mereka justru menemukan sebuah gua yang memiliki kisah legenda, namun tak seorang pun mempercayainya.


Mereka berempat nekat masuk ke dalam gua tersebut, dan di dalamnya, mereka menemukan sebuah telaga yang bercahaya dari dalam dasarnya. Ternyata, cahaya itu berasal dari sebuah telur yang mirip fosil dinosaurus. Seong Min nekat mengambil telur tersebut dan membawanya ke permukaan. Sesampainya di atas, mereka penasaran dengan isi telur tersebut, dan hendak memecahkannya. Namun Soo Rin panik, karena jepitan rambut pemberian alm. ibunya hilang terlepas. Soo Rin pun kembali ke dalam gua untuk mencarinya, sementara ketiga anak lelaki di atas memecahkan telur tersebut tanpa menunggu Soo Rin.


Keanehan terjadi, ketika telur sudah pecah, ternyata tidak ada isinya. Seong Min berinisiatif kembali ke dalam gua untuk menjemput Soo Rin, namun yang dilihatnya adalah Soo Rin berdiri mematung di tepi telaga. Seong Min pun kembali ke atas menemui teman-temannya. Sejak saat itulah, waktu terhenti di sekitar mereka, dan hanya waktu merekalah yang tetap berjalan seperti biasa, tanpa tau siang dan malam, karena saat telur dipecahkan, waktu masih siang.

Di dunia Soo Rin, akhirnya Soo Rin berhasil diketemukan, sedangkan 3 kawan lainnya menghilang tanpa jejak. Soo Rin nampak masih terpukul, dan cerita yang disampaikannya pun tidak seorang pun mempercayainya. Di tambah lagi, perilaku Soo Rin di sekolah yang dinilai tergolong aneh di mata kawan-kawannya.

Hingga pada suatu hari, Soo Rin mendengar suara berisik dari luar rumahnya, dan melihat tempat rahasianya, yang hanya diketahui oleh dirinya dan Seong Min, telah dibuka. Sontak dia pun mengejar sosok bayangan yang lari ke dalam hutan. Di sana dia menemukan sosok seorang lelaki dewasa yang anehnya mengenal dirinya dan mengatakan jika dirinya adalah Seong Min. Soo Rin yang panik dan ketakutan lalu berteriak keras sehingga mengagetkan sosok tersebut, dan buku bersampul merah yang akan diberikannya terjatuh, lalu dia pun melarikan diri untuk bersembunyi.


Soo Rin menceritakan yang terjadi pada ayah tirinya, juga kepada polisi, hingga akhirnya mereka menemukan buku merah itu. Tak lama kemudian, Soo Rin mencabut laporannya, setelah membaca isi buku tersebut sampai habis.


Kemudian Soo Rin berusaha mencari keberadaan lelaki tersebut, dan berhasil menemukannya di rumah tua tempat mereka pertama kali bertukar cerita. Dari buku tersebut, Soo Rin akhirnya mengetahui apa yang terjadi pada Seong Min dan kawan-kawannya, ketika mereka semua ternyata terjebak dalam lingkaran waktu yang tak pernah berganti. Kecemasan akan keadaan yang membuat mereka kehilangan keyakinan untuk bisa kembali ke dunia yang mereka jalani bersama sebelumnya.


Lalu apakah Soo Rin dapat meyakinkan orang-orang bahwa sosok lelaki itu adalah Seong Min yang hilang? Bagaimana cara Seong Min agar dia bisa kembali dari jebakan waktu? Dapatkah Seong Min kembali menjalani kehidupannya secara normal? Mampukah Soo Rin menerima keadaan Seong Min seperti sekarang ini? Saksikan saja film yang bertema fantasi tentang waktu ini dan temukan jawabannya di sana. Bagi yang senang dengan tema time-paradox, film ini layak untuk menambah portofolio tontonan kalian.



Nubia M2, Kuda Hitam Smartphone Fotografi

Trend smartphone belakangan ini mulai mengarah pada kemampuan fotografi yang mendekati kamera digital. Walau mungkin belum setara, namun beberapa smartphone memiliki kemampuan kamera yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dan ini adalah salah satu smartphone yang menawarkan kemampuan fotografi di atas rata-rata smartphone lainnya.


Diperkenalkan secara resmi di Indonesia pada bulan April 2017 lalu, Nubia M2 diyakini dapat menggoyang pangsa pasar smartphone fotografi di Indonesia, dengan kemampuan yang dimilikinya. Penasaran dengan potensinya? Mari kita simak bersama beberapa fitur unggulannya.

Desain

Memiliki desain melengkung nan elegan, dengan ketebalan hanya 7.0 mm saja, terbentuk dari dua metal-frame unibody yang kuat, serta diproses dengan teknologi diamond-cut yang presisi, Nubia M2 telah mengadopsi 2.5D Gorilla Glass untuk perlindungan layar dari goresan. Nubia M2 hadir dalam dua warna pilihan, Champagne Gold dan Black Gold. Khususnya Black Gold, yang memberi aksen warna emas mengelilingi frame, keduanya memberikan kesan mewah nan premium.


Layarnya cukup standar untuk ukuran smartphone masa kini, yaitu 5.5" saja. Namun demikian, resolusi FullHD dan display AMOLED pada Nubia M2, menjanjikan kenyamanan pada mata saat memandang layarnya.

Spesifikasi

Nubia M2 mempercayakan prosesornya pada Qualcomm sebagai pusat komando smartphone tipis, mewah nan elegan ini. Dan berikut ini ringkasan singkat dari spesifikasinya :

Snapdragon 625(MSM8953) | CPU
Adreno 506 | GPU
14nm | Process
64-bit | Kyro
4GB + 64GB | RAM + ROM


Dengan spesifikasi seperti di atas, smartphone Nubia M2 ini tergolong dalam kasta mainstream, dan tentunya diperlukan baterai yang mumpuni untuk mengimbangi kinerjanya. Nubia M2 menanamkan baterai berkapasitas 3630mAh dengan teknologi NeoPower 2.5 sebagai manajemen dayanya, sehingga performa dapat disesuaikan dengan kondisi dan skenario terbaik yang sedang dijalankan. Untuk pengisian dayanya sendiri, teknologi NeoCharge yang berdaya rendah, namun mampu meningkatkan efisiensi pengisian hingga 96% tanpa kuatir smarthone akan mengalami panas yang berlebihan.

Fotografi dan Kamera



Nubia M2 memiliki dua kamera belakang dan satu kamera depan. Kamera belakangnya memiliki resolusi sebesar 16MP dengan sensor SONY IMX, aperture f/2.2, dua sensor terpisah antara RGB dan monochrome, serta Hybrid Focus PDAF dengan kecepatan 0,1 detik saja. Sebelum membahas fitur kamera belakang yang menakjubkan, sekilas saya akan membahas fitur kamera depannya.

Kamera depan Nubia M2 memiliki resolusi sebesar 16MP, dengan aperture f/2.0, sensor ISOCELL CMOS, serta Screen Flash untuk menerangi wajah saat selfie. Selfie saat kondisi temaram bukan masalah lagi karena Nubia M2 memiliki algoritma untuk mengurangi noise pada hasil fotonya.


Kamera belakang Nubia M2 mengadopsi dual-camera system beresolusi 13 MP, dengan dual sensor SONY CMOS, yang meliputi RGB CMOS dan Monochrome CMOS. Dengan aperture sebesar f/2.2, dan teknology Hybrid Focus PDAF 0,1 detik saja, kameranya cukup mumpuni untuk pengambilan momen di mana saja kapan saja. Beberapa fitur yang sangat mendukung fotografi antara lain mode prioritas aperture dan penyesuaian fokus setelah pengambilan foto.

Aperture Priority Mode

Focus Adjustment pasca Shooting

Kedua fitur ini saja terasa sangat membantu sekali dalam menghasilkan karya fotografi layaknya profesional, tak kalah dengan pengambilan foto dengan menggunakan kamera DSLR.

Dibandrol dengan harga IDR 4,4 jutaan, smartphone Nubia M2 berhadapan langsung dengan OPPO F3, namun keduanya bertolak belakang dalam hal kemampuan kamera, karena OPPO F3 lebih menonjolkan kemampuan kamera depannya yang memang istimewa. Namun bila dicari lawan yang sepadan dari sisi keunggulan kamera belakang, maka Nubia M2 akan menjadi penantang serius bagi ASUS Zenfone Zoom S, Huawei P9, Xiaomi Mi6, serta Iphone 7.

Jadi, pilihan ada di tangan anda. Sesuaikan kebutuhan dengan anggaran. Jika fotografi menjadi pertimbangan, maka Nubia M2 bisa dijadikan pilihan.






ASUS Siapkan Lini Zenfone 4

ASUS memastikan kehadiran smartphone Zenfone generasi ke-4 pada pertengahan bulan Agustus 2017 lalu di Taiwan. Momen tersebut sekaligus mengukuhkan keseriusan ASUS dengan Zenfonenya sebagai smartphone dengan kemampuan kamera yang mumpuni, dengan semboyan baru, We Love Photo.


Pada generasi ke-4 ini, seluruh smartphone ASUS Zenfone memiliki fitur dual-camera system. Sebagai pembukaan, ASUS akan merilis secara resmi ASUS ZenFone 4 Max Pro ZC554KL pada tanggal 7 September 2017 nanti. Smartphone ini memiliki tema We Love Photo dan We Love Energy

We Love Photo

ASUS ZenFone 4 Max Pro menggunakan kombinasi dua buah kamera 16MP di bagian depan dan di bagian belakang. Dengan aperture f/2.0, ditambah kombinasi dual-camera system di bagian belakang, pengguna dapat berpindah dari mode normal ke mode wide yang memiliki sudut selebar 120° hanya dengan sentuhan satu tombol saja. Sedangkan pada kamera depan, disediakan Soft LED untuk memotret selfie dalam kondisi redup.


We Love Energy

ASUS menggunakan sebuah baterai lithium polymer berkapasitas ekstra lega, yakni 5.000mAh, untuk Zenfone 4 Max Pro ini. Desain baterai ini sangat tipis, namun dapat menghasilkan energi maksimal. ASUS ZenFone 4 Max Pro dapat digunakan selama 26 jam non-stop untuk menjelajah web via Wifi, memutar film selama 22 jam non-stop, atau berbicara di jaringan 3G selama 40 jam berturut-turut, berdasarkan hasil pengujian di lab. ASUS. Jika dibiarkan dalam keadaan standby, daya tahan baterainya mampu mencapai hingga 46 hari lamanya.