Tampilkan postingan dengan label #BuiltForPhotography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #BuiltForPhotography. Tampilkan semua postingan

ASUS Zenfone 3 (ZE520KL), Berawal Dari Keraguan, Berakhir Dengan Kebanggaan (Review)

ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) - Variasi Warna
"Terlalu banyak informasi bisa membuat kita terlalu berharap."

Pendahuluan

Jauh hari sebelum informasi mengenai jadwal rilis Zenfone 3 di Indonesia diketahui, banyak peminat smartphone ASUS Zenfone 3 mencari informasi mengenai perkiraan harganya berdasarkan informasi yang disampaikan pada peluncuran Zenfone 3 di negara lain, sebut saja Vietnam, India dan Malaysia.

Secara spesifikasi, banyak yang berharap dapat menebus Zenfone 3 Deluxe kasta terendah, mengingat spesifikasi dan komponen yang ada di dalamnya tergolong yang terbaik saat ini. Dan ketika informasi harga yang disampaikan di negara lain, jika dikonversi ke Rupiah, masih tergolong tinggi, sontak banyak orang yang mencibir.

Sebagai orang teknik, gw terbiasa membaca spek, membandingkan spek, sehingga untuk pilihan terbaik, pasti ada harga yang harus dibayar. Namun mungkin banyak orang lupa, bahwa ketika Zenfone masih berbasis prosesor Intel, ada subsidi yang diterima sehingga harganya bisa ditekan sedemikian rupa sehingga Zenfone 2 Intel, menjadi smartphone yang terbaik secara price/performance di jamannya. Hal ini tidak terjadi saat Zenfone 3 diluncurkan, karena Qualcomm tidak memberikan subsidi apapun kepada ASUS.

"Don't judge the book by it's cover", mungkin jadi kata kunci yang tepat untuk kita semua, bahwa terkadang membandingkan spek semata, tanpa mencobanya, bisa menyesatkan dan membuat kita menutup sebelah mata terhadap produk yang memiliki spek lebih rendah. Padahal kenyataannya kelak akan membuat kita terbelalak.

Unboxing

Seperti biasa, gw akan share mengenai tampilan box dan isi di dalamnya.
Box kemasan ASUS Zenfone 3
Bila dibandingkan dengan box kemasan ASUS seri sebelumnya yang ceria, box kemasan Zenfone 3 ini lebih elegan. Dengan warna hitam gelap beraksen warna emas pada tulisannya, benar-benar memberikan kesan glamor walau baru melihat boxnya saja.

Mari kita buka, dan lihat sama-sama, apa saja yang ada di dalam box ASUS Zenfone 3 ini.
Isi dalam box ASUS Zenfone 3
Tidak jauh berbeda dengan 'paketan' ASUS Zenfone sebelumnya yang minimalis, box hanya berisi handset, kabel USB-C, adapter charger, buku manual, kartu garansi dan tusukan logam. Buat apa sih tusukan logam semacam 'nenek' di dunia jahit-menjahit itu?
Slot SIM card & MicroSD tersembunyi
Tusukan logam tersebut gunanya untuk menekan semacam tuas, agar slot penampang SIM card muncul keluar. 
Alokasi slot SIM 1 & SIM 2 atau MicroSD (salah satu)
ASUS Zenfone 3 ini sudah mendukung 4G untuk kecepatan dan kenyamanan berselancar di dunia maya.

Desain

Saat pertama kali melihat, menyentuh ASUS Zenfone 3 ini, kesan mewah nan glamor sudah terpancar dari material yang digunakan untuk membangun smartphone ini.
Kesan mewah dari tampilan body belakangnya
Sekarang kita simak sejenak tampilannya secara keseluruhan.
Keindahan dan keanggunan terpancar dari setiap lekukannya
Desain bodi ASUS Zenfone 3 kali ini jauh berbeda dibandingkan dengan seri ASUS Zenfone 2. Setiap tepiannya sekarang lebih melengkung, dilengkapi dengan aksen lis metal berwarna silver, membuatnya tampak lebih mewah. Selain itu, bagian cover belakangnya pun sekarang rata, tidak lagi berdesain melengkung lagi, plus lapisan kaca di bagian belakangnya menambah kesan premium dari pantulan cahaya yang dihasilkannya.

Perbandingan Desain Zenfone 2 Intel dan Zenfone 3

Bila kita coba sandingkan antara keduanya, akan nampak perbedaan yang sangat signifikan, baik dari sisi peletakan tombol, maupun material yang digunakan.
Perbedaan antara Zenfone 2 Intel dan Zenfone 3 (tampak depan - tampak belakang)
Mungkin sekilas tidak sepadan, mengingat Zenfone 2 Intel hadir dalam ukuran 5,5" sedangkan Zenfone 3 tersedia dalam ukuran 5,2" dan 5,5". Namun di sinilah letak kejelian ASUS dalam menghadirkan smartphone yang nyaman digenggam untuk segala macam ukuran tangan manusia. Gw sendiri selama menggunakan Zenfone 2 Intel berukuran 5,5", seringkali merasa smartphone tersebut masih terlalu besar untuk tangan gw. Namun sejak kehadiran Zenfone 3 berukuran 5,2" ini, smartphone ini terasa pas dan ideal untuk orang dengan ukuran tangan seperti gw. Mungkin kelak jika dimungkinkan, gw akan coba bandingkan ukuran antara Zenfone 2 Intel dengan Zenfone 3 ZE552KL yang berukuran sama #kode buat ASUS Indonesia.

Zenfone 3 vs Zenfone 2 Intel - Top
Di bagian atas Zenfone 3, hanya ada lubang jack untuk earphone dan lubang kecil untuk fitur NR (Noise Reduction) saat percakapan. Sedangkan pada Zenfone 2 Intel, ada jack untuk earphone, tombol Power dan lubang kecil fitur NR.

Zenfone 3 vs Zenfone 2 Intel - Bottom
Di bagian bawah Zenfone 3, terdapat lubang speaker dan port USB-C yang mutakhir, serta lubang microphone untuk berbicara via saluran telepon. Sedangkan pada Zenfone 2, ada port micro-USB serta lubang microphone. Lubang speaker pada Zenfone 2 ada di bagian punggung/belakang bodi.

Pada bagian samping, praktis pada Zenfone 2 tidak ada tombol apapun. Hal ini berbeda dengan Zenfone 3, di mana beberapa tombol fungsional dikembalikan ke bagian samping dari bodinya.

Tombol Volume Up/Down dan Power di bagian samping
Slot SIM Card & MicroSD
Desain cover belakang pada Zenfone 3 ini tidak memungkinkan untuk dibuka, tidak seperti pada seri Zenfone sebelumnya, di mana cover belakang bisa dibuka untuk akses pemasangan SIM Card dan MicroSD.

Zenfone 2 Intel vs Zenfone 3 - Back
Perbedaan yang cukup mencolok dari cover belakang Zenfone 2 Intel adalah desain melengkung, tombol volume up/down serta posisi kamera bulat dengan lampu flash, tanpa fitur laser auto-focus terpasang. 

Laser Auto-Focus, Lensa Kamera, Dual-tone LED Flash dan Fingerscan
Sedangkan pada bagian belakang ASUS Zenfone 3, posisi kamera di tengah dilindungi oleh lapisan kaca sapphire berbentuk kotak bersudut lengkung, diapit oleh lampu flash dan fitur laser auto-focus. Di bawahnya terdapat sensor untuk sidik jari, sebagai fitur keamanan/proteksi standar yang bisa dimanfaatkan untuk unlock phone atau mengaktifkan fungsi kamera.

Benchmark & Specs

Untuk mengetahui performa ASUS Zenfone 3 ini, gw melakukan tes sederhana dengan menggunakan aplikasi yang sudah sangat umum, yaitu Antutu. Skor yang dihasilkan bisa jadi parameter, mungkin tidak mutlak, namun cukup sebagai perbandingan dengan smartphone lain bila diperlukan.

Antutu Benchmark & Specs
CPU-Z Specification
Jika kita penasaran dengan speknya, bisa menggunakan bantuan aplikasi seperti Antutu atau CPU-Z untuk bisa mengetahui beberapa informasi dari smartphone tersebut, seperti informasi kondisi baterai, suhu device dan lain sebagainya.

Sebagai informasi lagi, spesifikasi dari ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) berdasarkan sumbernya di website resmi ASUS Indonesia adalah sebagai berikut.

Spesifikasi Zenfone 3 (ZE520KL) dari website ASUS Indonesia
Jika info di atas kurang jelas, silakan langsung mengunjungi situs ini.

Movie Test

Smartphone juga memiliki fungsi multimedia, yaitu salah satunya sebagai sarana hiburan saat sedang senggang. Menonton film misalnya, bisa saja dilakukan dengan menggunakan smartphone, sambil santai dengan keluaran suara langsung ke earphone.

ASUS Zenfone 3 ini akan gw test untuk menyetel film dalam berbagai format, yaitu 720p dan 1080p, bonusnya, film 3D dalam format 1080p. Ada 2 aplikasi yang akan gw gunakan dalam test ini, yaitu video player bawaan, dan aplikasi video player 3rd party dari PlayStore™. Baiklah, test pertama akan langsung gw lakukan.

1. Memainkan film 720p Menggunakan Video Player Bawaan


Dapat kita lihat pada tayangan video di atas, bahwa video player bawaan kurang memadai untuk memainkan film/video berformat 720p. Masih terjadi lagging/gambar tersendat ketika sedang memainkan film ini.

2. Memainkan film 720p Menggunakan Video Player 3rd Party dari PlayStore™


Berbeda dengan video player bawaan, aplikasi video player yang gw gunakan ini jauh lebih baik dan lebih nyaman dalam memainkan film dalam format 720p. Tidak ada lagging/sendatan ketika sedang memainkan film ini. Bahkan ketika film dipercepat, video player dapat merespon dengan seketika. Ajib!

3. Memainkan film 1080p Menggunakan Video Player 3rd Party dari PlayStore™


Biasanya, beberapa smartphone akan mengalami sedikit kesulitan ketika sedang memainkan film dalam format FullHD seperti ini. Ada sendatan/lagging di pertengahan film. Namun hal ini tidak terjadi pada ASUS Zenfone 3 ini ketika dimainkan dengan video player 3rd party. Gw sempat coba memainkannya di video player bawaan, namun hasilnya masih makin mengecewakan. Film FullHD 1080p terasa terlalu berat untuk dimainkan jika menggunakan aplikasi video player bawaan. Untungnya, banyak aplikasi video player 3rd party bertebaran di PlayStore™, dan kita dapat memilih salah satunya untuk kenyamanan kita dalam menonton film FullHD 1080p ini. Ajib!!

4. Memainkan film 3 Dimensi 1080p Menggunakan Video Player 3rd Party dari PlayStore™


Film 3D dalam format 1080p ini pun masih dapat dimainkan dengan mulus, nyaman di mata. Ukuran layar yang 5.2" membuatnya ramah dengan Google Cardboard yang gw punya. Bahkan, ketika gw coba untuk menontonnya dengan menggunakan Google Cardboard, serasa menonton film dalam format IMAX, luas di mata. Ditambah dengan ASUS ZenEar di kuping, komplit sudah pengalaman menonton bagaikan bioskop pribadi di mana pun kita berada. Ajib!!!

Game Test

Sekilas spek Zenfone 3 (ZE520KL)
Untuk pengetesan performa di bidang gaming, ada beberapa permainan yang gw install dan gw coba mainkan pada video berikut ini.

1. Spider-Man Unlimited


Untuk jenis permainan seperti ini, ASUS Zenfone 3 dapat menjalankannya dengan mulus, lancar, tanpa kendala.

2. Hungry Shark


Untuk memainkan permainan ini, Zenfone 3 juga tidak mengalami kesulitan. Snapdragon dan Adreno yang terpasang di dalamnya, dapat dengan mudah menjalankan segala instruksi dari permainan ini.

3. Gangstar Vegas


Permainan ini mirip sekali dengan GTA, di mana lingkungannya bagaikan dunia nyata, dengan beberapa titik untuk memulai misi tertentu. Untuk permainan jenis ini, dimana 3D dirender secara real-time, semua berjalan mulus, tidak ada lagging.

4. Real Racing 3


Permainan balap yang kualitas grafisnya termasuk terbaik, menjadi pilihan gw untuk melakukan testing pada Zenfone 3 ini. Dapat dilihat pula pada video di atas, bahwa permainan berjalan mulus.

ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini terbukti mampu menjalankan berbagai macam permainan dengan mudah, mulus dan lancar. Bisa menjadi alternatif bagi pengguna smartphone yang juga senang bermain dengan menggunakan hapenya.

Video Recording


Kemampuan ASUS Zenfone 3 untuk merekam video juga sangat menakjubkan. Format video 4K UltraHD mampu dilakukan oleh smartphone ini. Selain itu pula, fitur EIS dan OIS sudah disematkan di dalamnya sehingga gambar yang ditangkap saat merekam menjadi lebih stabil.
Adapun contoh videonya bisa dilihat di bawah ini, yaitu ketika tim kami melakukan tugas di salah satu pos saat #ASUSIncredibleRace berlangsung di Nusa Dua Bali beberapa waktu yang lalu.


ASUS SonicMaster™ dan Audio Wizard™


Untuk keluaran suaranya, ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini juga telah menggunakan speaker dengan 5-magnet, seperti yang digunakan pada ASUS Zenpad 7 Theater dulu. Hasilnya? Walau terdengar sedikit mono, namun tidak dapat dipungkiri, kualitas audio yang dihasilkannya sangat jernih dan nyaring tanpa harus terdengar pecah. Selain itu, pilihan mode pada Audio Wizard-nya juga sangat membantu dalam menentukan settingan terbaik saat menggunakan ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini, terutama saat sedang mendengarkan musik, menonton film, atau bermain game. Kualitas audionya dapat disimak pada 2 video di bawah ini.

Audio Test - Ar Tonelico


Audio Test - Bohemian Rhapsody


PixelMaster 3.0

Kekuatan kamera Zenfone 3
Sejak sebelum kemunculannya di Indonesia, bahkan setelah peluncurannya, ASUS Zenfone 3 ini sudah digembar-gemborkan sebagai smartphone yang memiliki kemampuan fotografi yang di atas rata-rata. Di forum ZenTalkID, bahkan ada event kompetisi fotografi berhadiah Zenfone 3 bertajuk "Zen in your Eyes", sedangkan ketika hari peluncuran Zenfone 3 tiba, malam harinya, di Nusa Dua Bali, diadakan lomba fotografi dengan menggunakan Zenfone 3 ini yang bertema "Beauty in the Sky" yang juga berhadiah Zenfone 3. Luar biasa bukan? Kembali ke laptop :p

Di dalam PixelMaster 3.0 ini, pilihan mode untuk kamera belakangnya sangat banyak, ada 20 mode yang bisa dipilih sesuai keinginan dan kebutuhan. Apa saja gerangan mode-modenya? Cek gambar di bawah ini.

Mode pada kamera belakang
Mode pada kamera depan juga tidak kalahnya mengalami peningkatan. Selain sekarang memiliki resolusi 8MP, sebelumnya hanya 5MP, mode-nya juga cukup banyak. Coba kita simak di gambar berikut ini.

Mode pada kamera depan
Mungkin, tidak semua mode yang ada akan kita gunakan setiap saat. Namun jika kita ingin mengetahui lebih jauh mengenai fitur-fitur yang ada pada ASUS Zenfone 3 ini, tidak ada salahnya jika kita mencoba satu per satu, jika ada kesempatan di lain waktu. Beberapa contoh foto bisa dilihat di bawah ini (klik aja gambarnya).

Contoh foto dalam beberapa mode
Untuk mode Time Lapse hasilnya bisa disimak pada video berikut ini.


Dan untuk mode Slow Motion bisa dilihat pada video yang berikut ini.


Nah, apa sih yang membuat ASUS Zenfone 3 ini memiliki tagline #BuiltForPhotography? Ternyata ada beberapa fitur yang meningkat secara signifikan bila kita menggunakan kamera dalam mode Manual. Ya, mode Manual ini membuat smartphone ini seperti layaknya mini DLSR. Salah satu kemampuan yang diunggulkan dari ASUS Zenfone 3 ini adalah kemampuannya menangkap gambar secara long-exposure, yaitu selama 32 detik. WOW!

Contoh foto long exposure - credits to Freddy Hernawan


Contoh foto long exposure - credits to Febri Tri Harmoko
Mungkin ada baiknya kita bedah kemampuan mode Manual pada ASUS Zenfone 3 ini.

Pengaturan White Balance secara manual, mulai 2500K hingga 6500K

Pengaturan Exposure Value secara manual, mulai -2 hingga +2

Pengaturan ISO Manual, mulai ISO 50 sampai ISO 3200

Pengaturan Shutter Speed secara manual, mulai 32s hingga 1/50000s

Pengaturan fokus secara manual, tinggal geser hingga obyek yang diinginkan tampak jelas
Setelah melihat setting mode manual di atas, kemampuan fotografi dari ASUS Zenfone 3 ini masih sangat terbuka luas untuk dieksplorasi. Dan bukan hal yang berlebihan jika memang ASUS Zenfone 3 ini disebut-sebut sebagai #BuiltForPhotography.

Daya Tahan Baterai

Untuk penggunaan normal, selalu online, browsing, email, dan sosial media, serta sedikit game, ASUS Zenfone 3 ini masih dapat diandalkan. Setelah ujicoba daya tahan baterai kemarin, kebetulan kegiatan gw dalam menggunakan smartphone kebanyakan adalah chatting dan sosmed, hasilnya bisa disimak pada gambar di bawah ini.

Durasi pemakaian setelah full-charging pukul 12:33 WIB s/d pukul 7:26 WIB esok harinya.

Charging full selesai pada pukul 12:33 siang, dan pemakaian smartphone seperti biasanya, tidak ada aktifitas gaming secara intens, hanya sesekali cek email dan seringnya berbalas chatting via beberapa aplikasi messaging. Malamnya online seperti biasa, gw tidak menggunakan mode power saving, masih standar, dan pagi harinya kapasitas baterai sudah menunjukkan angka 15%, dengan estimasi pemakaian kurang lebihnya masih bisa 3 jam lagi. Menjelang pukul setengah 8 pagi, indikator baterai menunjukkan angka 1% dengan estimasi pemakaian 11 menit lagi, namun untuk menghindari hal-hal yang buruk, selepas screenshot, smartphone ASUS Zenfone 3 ini langsung gw charging kembali. Jangan lupa, bahwa ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini sudah menggunakan port USB-C yang memiliki kelebihan tersendiri.


Fingerscan Untuk Keamanan Extra


Selain kode PIN atau Pattern sebagai pengaman smartphone, ASUS Zenfone 3 ini juga sudah dilengkapi dengan kemampuan fingerprint scanner untuk keamanan yang lebih ketat, di mana pengguna dapat langsung melepas kunci pengaman tanpa harus memasukan kode PIN atau Pattern terlebih dahulu.

Konklusi

Membaca dan membandingkan spesifikasi antara Zenfone 3 Basic dengan Zenfone 3 Deluxe, membuat kita berharap untuk memiliki yang terbaik. Namun kita lupa bahwa segala sesuatu yang terbaik memiliki nilai yang mungkin tidak terjangkau oleh kita, sehingga pada awalnya kita hanya bisa berkeluh kesah. Namun hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran Zenfone 3 Basic yang ternyata memberikan performa dan kemampuan fotografi yang luar biasa, dengan harga yang pantas.



[Event] ASUS Incredible Race - Zenvolution Indonesia 2016 (Day-2)

ASUS The Incredible Race Indonesia
#ASUSIncredibleRace adalah bagian dari rangkaian acara pada event ZenvolutionID 2016

Persiapan

Pagi hari, gw sudah bangun, sembari menunggu informasi mengenai waktu sarapan. Gw percaya, sarapan itu penting sebagai sumber energi sebelum kita memulai beraktifitas, dan tentu saja jangan lupa berdoa. Waktu berkumpul di titik yang ditentukan yaitu pukul 8.30 WITA di lapangan Hotel Inaya. Karena masih ada waktu, yang wajib ya kita sarapan dulu.
Sarapan ala gw
Setelah sarapan, gw pun bergegas kembali ke kamar untuk mandi. Lho kok? Bukannya mandi dulu baru sarapan? Nggak! Alasan gw sih biar gosok giginya sekalian aja pas mandi, jadi setelah mandi, kitanya bersih semua.

Day-2 | Menjelang ASUS Incredible Race

Selepas mandi, gw dan beberapa rekan blogger dan media yang memang tinggal di hotel yang sama, yaitu Courtyard Marriott Nusa Dua, berjalan kaki beriringan menuju lapangan di Hotel Inaya, tempat permainan ini dimulai. Jaraknya lumayan juga, tapi ya hitung-hitung sekalian pemanasan, walau kenyataannya sampai di sana, nafas gw sedikit ngos-ngosan :)
Semua regu berkumpul di sini
Sesampainya di lokasi, sudah nampak petugas yang memegang papan tanda regu. Gw langsung saja bergabung dengan regu gw, yaitu R25 (kelak dikenal sebagai Jigo Live!). Setiap regu, berisikan 20 peserta beratribut tas gemblok ASUS Incredible Race berisikan air mineral serta jas hujan plastik. Memang cuaca pagi itu mendung, sesekali hujan, lalu gerimis, lalu mendung lagi. Alhamdulillah, kelompok gw pesertanya lengkap 20 orang, dan gw secara aklamasi dipercaya sebagai ketua regu :) Di dalam permainan ini, kami mendapat uang saku sebesar IDR 50k dan kupon untuk ditukarkan dengan air mineral, air isotonik dan makan siang senilai IDR 150k di salah satu tempat makan di Bali Collection. Setelah semuanya mendapatkan jatahnya, gw sebagai ketua, langsung diminta berkumpul untuk briefing mengenai tata cara bermainnya.

Karena gw dan beberapa ketua regu lain datang terlambat, maka informasi yang gw dapatkan hanya segelintir, yang intinya, permainan ini mirip banget seperti Amazing Race, di mana ada 10 pos yang harus kita datangi, di tiap pos akan ada tugas/permainan yang akan mengandalkan ASUS Zenfone 3 yang sudah kita dapatkan pada hari sebelumnya (baca juga [Event] Kemegahan ASUS Zenvolution Indonesia 2016 (Day-1) bagian Technical Seminar). Setiap tugas atau jawaban yang benar akan mendapatkan 1 poin. Dalam 1 pos maksimal poin yang bisa didapat adalah 20 poin. Regu yang mampu menyelesaikan lebih cepat mendapatkan bonus poin. Regu yang finish pada urutan 1-5 berhak untuk menukarkan poinnya menjadi uang tunai, setiap poin x IDR 100k.

Day-2 | Let The Incredible Race Begin

Saatnya kita mulai perjalanan menuju pos pertama. Oya, untuk mengetahui posisi/lokasi pos pertama, kita diminta untuk men-scan QR Code pada kartu petunjuk dengan menggunakan kamera ASUS Zenfone 3 dalam mode QR Code. Nanti setelah di-scan, akan muncul koordinat lokasinya, atau nama tempat yang harus kita datangi. Keren kan?

Pos pertama kami adalah pos permainan menyusun puzzle, di mana anggota tim kami yang berjumlah 20 termasuk gw, mesti scanning QR code yang berbeda untuk memunculkan gambar yg berbeda di setiap layar ASUS Zenfone 3 yang kami miliki. Lalu seluruh smartphone ASUS Zenfone 3 tersebut mesti disusun di sebuah bingkai untuk menyusun sebuah gambar iklan produk ASUS. Ide yang brilyan dari ASUS untuk memanfaatkan smartphone yang baru saja diluncurkannya, sebagai alat untuk menyelesaikan tugas dalam permainan ini. Namun sayang, karena masih awal, kami grogi sehingga poin yang kami dapatkan tidak maksimal :(

Tak apa, namanya juga baru pertama. Pos ke-2 setelah kami scan adalah Ruang Arjuna. Di Ruang Arjuna ini, jenis permainan yang harus kami jalani adalah menebak judul lagu. Syukur alhamdulillah, anggota tim kami terdiri dari anak-anak muda yang kupingnya senantiasa mendengarkan lagu-lagu populer di radio. Dengan terpaksa, kami generasi X harus mengakui keunggulan mereka karena terus terang, tidak banyak lagu yang kami kenal di dalam list pertanyaan tersebut. Jika ada yang kami kenal pun, kami tidak tau judulnya apa :p Hahaha.. Namun demikian, alhamdulillah, nilai maksimal berhasil kami dapatkan di pos ini. Great job guys!

Selesai di pos 2, kami scan QR Code-nya dan mendapatkan pos ke-3 yang harus kami tempuh adalah sebuah lokasi dengan koordinat di dekat gedung BNDCC, ini jaraknya cukup jauh, bagaikan dari ujung selatan ke ujung utara. Namun demikian, berbekal semangat dan air mineral, kami melangkah dengan gembira. 

Sampai di pos ke-3, tugas tim kami adalah merekam perjalanan dengan kamera mode video, dengan fitur stabilizer aktif. Sepanjang perjalanan, di dalam mobil angkot nan cantik, karena kami full-team, maka posisi duduk kami pun banyak yang nggak nyaman, namun tugas tetaplah tugas. Selama perjalanan dengan mobil, kami merekam dengan gembira, hingga akhirnya kembali lagi ke Pos-3 dan serangkaian pertanyaan telah menanti kami. Di sini poin kami tidak terlalu maksimal karena memang konsentrasi kami terpecah belah :p #alibi Namun tetap saja kami gembira, karena R25 emang begitu orang-orangnya :p Selesai di pos ini, mestinya kami segera menuju Pos-4 yang tidak terlalu jauh karena berada di dalam area gedung BNDCC, namun karena jamnya makan siang, maka terpaksa kami menuju Bali Collection untuk beristirahat sembari makan siang.
Istirahat
Paket Makan Siang di Coco Resto
Di tempat makan, kami membuang banyak waktu karena pesanan salah seorang tim kami lama sekali dibuatkannya. Padahal saat tim kami datang, tempatnya masih sepi, dan seluruh tim kami makan di tempat yang sama supaya kami lebih mudah koordinasi, namun karena layanannya agak lambat, maka terpaksa menunggu dulu sampai seluruh anggota tim kami mendapatkan makan siangnya.

Selesai makan, kami segera melanjutkan perjalanan kami menuju Pos-4 yang lokasinya tidak jauh dari Pos-3 tadi, yaitu ruang Uluwatu di dalam gedung BNDCC.
R-25 menuju Pos-4
Sesampainya di sana, tugas yang harus kami lakukan adalah menirukan gerakan penari Bali, dan salah satu dari kami merekamnya dengan kamera video Zenfone 3 dalam format 4K UHD. Cukup 2x kami mengamati gerakan penari Bali yang lentur tersebut, lalu kemudian memutuskan untuk memulai permainan. Jika dulu gw pernah menari, bukan berarti sekarang kelenturan tubuh itu masih ada. Paha dan pinggang terasa mau kram pada beberapa gerakan yang kami tirukan. Walau begitu, ternyata kami berhasil mendapatkan poin maksimal pada pos ini. Luar biasa! Tidak kami sangka-sangka sebelumnya. Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih, kami pun berfoto bersama dengan 2 penari Bali tersebut.
R-25 bersama penari Bali di Pos-4 / 4K UHD
Selanjutnya kami menuju pos ke-5 yang berdasarkan lokasi pada smartphone ASUS Zenfone 3 kami, berada di ujung Peninsula Bay. Kami kembali menyusuri jalanan di belakang Bali Collection tempat kami makan siang tadi.
R-25 menuju Pos-5
Jarak tempuhnya terasa cukup jauh, mungkin karena hari sudah mulai terik, tidak lagi mendung seperti pagi hari tadi. Bekal air mineral kami pun mulai mengering. Walau pun tadi sudah makan dan minum, namun perjalanan dengan kaki dari pos ke pos lainnya, mau tidak mau, menguras kembali tenaga kami yang tadi mulai terkumpul.
Patung Arjuna, dan pos tujuan kami ada di belakangnya
Pos-5 merupakan tempat ujian yang bikin perut geli karena merinding. Tugas kita adalah berjalan di atas bambu, sambil melakukan pemotretan, dimulai dari ujung satu ke ujung lainnya. Jika terjatuh, maka dianggap gagal.
Pos-5 OIS Station
Contoh foto yang dipotret sambil meniti bambu
Di pos ini, tim kami tidak mendapat nilai maksimal, hanya 17 poin saja. Lumayan lah daripada nggak sama sekali. Nggak nyangka aja, ternyata beberapa anggota tim kami memiliki keseimbangan yang baik saat meniti bambu tersebut. Kalian ternyata keren juga, mungkin basic-nya anak gunung kali ya?

Sembari turun, tim kami sempat berfoto di depan patung raksasa.
R-25 pose levitasi :) HDR Pro Aktif
Pos berikutnya yang menjadi tujuan kami, terletak di pinggir pantai. Pos ini sebelumnya sudah sempat kami lihat saat sedang menuju Pos-5, dan di pos ini tugas kita adalah mencari lokasi dari beberapa foto dan melakukan pemotretan dengan sudut yang sama persis dengan yang di foto, dengan menggunakan fitur HDR Pro dalam keadaan aktif.
HDR Station
Dari 20 lokasi yang harus difoto sama persis, kami hanya mampu mengumpulkan 19 saja. Bukan karena yang satu tidak ketemu, tapi karena tim kami kehabisan waktu :p
Dan ini adalah salah satu contoh foto yang mesti kami setorkan.
Gang Artistik dipotret dengan ZF3 fitur HDR Pro aktif
Karena waktu permainan sudah habis, maka Pos-6 ini merupakan pos terakhir yang tugasnya kami selesaikan. Dan sesuai instruksi dari pendamping kami, kami diminta untuk menyelesaikan perjalanan menuju lapangan ITDC yang merupakan finish line bagi para peserta.

Foto dulu abis pembagian medali
Foto bareng Brand Ambassador walau hanya posternya
Alhamdulillah, walau mungkin finish ke sekian, namun semua peserta yang menyelesaikan permainan diberikan medali. Setelah foto-foto sejenak, kami pun beranjak menuju bus yang telah disediakan untuk kembali ke hotel, beristirahat sejenak menjelang acara Gala Dinner nanti malam.
Achievement di kamar hotel
Sebagai bayangan, kira-kira sejauh apa sih kami berjalan dari pos satu ke pos lainnya? Silakan disimak gambar peta di bawah ini.
Peta Nusa Dua - ASUS Incredible Race 2016
Gempor? Pegel? Pasti, tapi yang jelas, ASUS Indonesia bikin event seperti ini aja udah keren banget. Gamesnya manfaatin produk smartphone andalannya untuk bisa menjawab tantangan di setiap posnya. Great work ASUS Indonesia!

Day-2 | Gala Dinner

Arena Gala Dinner
Boleh dibilang, Gala Dinner merupakan acara puncak dari rangkaian acara ASUS Zenvolution di Nusa Dua Bali tahun 2016 ini. Dan pada malam ini, acara dipandu oleh dua orang host yaitu Aline dan Imam Wibowo.
Host Imam Wibowo & Aline
Sebagai pembukaan, band Jam Piro menyanyikan beberapa lagu yang cukup 'nendang' dan bikin kita semua ingin bergoyang. Sampai tiba saatnya artis utama tampil menghibur kami semua.
Live Performance by Jam Piro Band
Dan artis sekaligus Brand Ambassador ASUS yang baru, Bunga Citra Lestari, menghibur kami semua, para undangan, dengan lantunan lagu-lagu hits yang dia miliki. Sambil mendengarkan BCL bernyanyi, serangkaian menu hidangan makan malam silih berganti mengisi meja kami.
Gala Dinner Menu Set
Hidangan yang disajikan namanya susah-susah, tapi pas dirasain, enak-enak semua. Gak tau kenapa, urusan makanan, nggak lokal nggak internasional, lidah gw doyan-doyan aja :p (bukan kemaruk ya, catet).

Setelah membawakan beberapa buah lagu, tiba-tiba BCL memberikan kejutan. Apa coba kejutannya? Dia mengajak Joe Taslim, our other ASUS Zenfone 3 Brand Ambassador, untuk bernyanyi bersama. Dan apa yang terjadi?
Duet Spektakuler antara BCL dan JT
Ternyata suara Joe Taslim oke juga. Sumpah, kami nggak menyangka. Dan lagu yang dibawakan merupakan lagu baru dari single BCL yang akan segera dirilis. Mau liat bagaimana mereka bernyanyi? Simak aja videonya di bawah ini.
credits to uploader Gie Wahyudi

Dan di malam ini juga, MURI menyerahkan piagam penghargaan kepada ASUS Indonesia karena telah membuat rekor kompetisi dengan pemain terbanyak yang diselenggarakan oleh perusahaan teknologi informasi. Dari kurang lebih 800 undangan, 551 peserta tercatat ikut andil dalam ASUS Incredible Race pada pagi hingga sore hari tadi. WOW! Incredible bukan?!?!

Ibu Juliana Cen menerima penghargaan dari MURI
photo credits to Putra Senapelan
Oya, di malam ini juga diumumkan para juara lomba/kompetisi yang diadakan oleh ASUS Indonesia yaitu lomba foto "Beauty in the Sky Photo Competition" dan tentunya para juara "ASUS The Incredible Race". Alhamdulillah, walau gw nggak menang, tapi ternyata beberapa rekan yang gw kenal, berhasil menjadi yang terbaik pada kompetisi tersebut.
Winners - ASUS Beauty in the Sky Photo Competition
photo credits to Febri & Freddy
Salah satu tim yang jadi juara Incredible Race
photo credits to Bairuindra
Satu hal yang mengagumkan buat gw selama menjadi undangan Gala Dinner ASUS adalah, para petinggi ASUS, Pak Rex Lee dan rekan lainnya menghampiri seluruh meja undangan untuk bersulang. Ya, bersulang! Sekali lagi gw dan mungkin rekan-rekan lainnya benar-benar merasa dihormati dan diapresiasi. Padahal yang diundang kami, namun penghargaan mereka terhadap kami para undangan, juga harapan mereka pada kami sebagai salah satu cara mereka untuk mengenalkan produk-produk mereka kepada khalayak umum melalui tulisan-tulisan kami, sekali lagi sedikit membuat gw merasa haru (mellow beut gw yak? bodo amat :p). Dan bila biasanya saat bersulang disediakan anggur merah (yang slalu memabukan diriku kuanggap belum seberapa), namun kali ini, untuk menghormati undangan lain yang mungkin tidak meminumnya, disediakan sirup anggur orson yang disajikan secara free-flow (mau habis isi lagi, gitu terus sampe kembung :p).
Sirup anggur pengganti red wine
Dan dengan berakhirnya prosesi Pak Rex Lee dan rekan-rekan berkunjung ke setiap meja undangan, maka berakhir pula acara Gala Dinner yang dilaksanakan sejak pukul 7 malam waktu setempat. Dan saat ini, waktu menunjukkan pukul 10 malam waktu Nusa Dua Bali. Tak banyak yang gw lakukan selepas itu, hanya mencoba menghampiri beberapa rekan ASUS di meja belakang sembari mengucapkan terima kasih banyak atas segala yang telah mereka lakukan untuk mewujudkan acara nan fenomenal ini, insya ALLAH komunikasi akan selalu terjalin hingga waktu mempertemukan kita kembali di event ASUS selanjutnya. Dan gw bersama rekan-rekan gw yang memutuskan untuk segera kembali ke hotel, langsung menuju bus yang kosong.

Day-3 | Bonus, Back to Reality

Subuh. Gw udah bangun. Emang udah kebiasaan sih. Cuman di sini, niatnya mau nyobain kolam renang pagi hari sebelum waktu sarapan tiba. Tapi, di sini paginya gelap sekali. Udah gitu kolamnya deketan sama resto tempak sarapan. Berasa kurang nyaman kalo orang-orang udah pada turun untuk sarapan. Terpaksa keinginan untuk berenang gw batalkan, dan menanti saatnya tiba bagi kami untuk sarapan. Oya, flight gw jam 12 siang, beda dengan yang lain, karena pesawat yang gw naiki berangkat dan mendaratnya di bandara Halim. Menurut instruksi dari panitia, yang flight jam 12 siang, mesti udah check-out dari hotel jam 10 pagi. Masih ada waktu untuk sarapan dan sedikit packing yang belum dimasukin ke dalam tas.
Sarapan hari ke-3
Kapan ya bisa begini lagi?
Selagi sempat, selagi ketemu, foto-foto dulu bareng rekan-rekan blogger yang hadir, yang entah kapan bisa ketemu lagi di dunia nyata.
Random Shots
Jam 12 kurang, gw udah boarding ke dalam pesawat yang dijadwalkan take-off pada pukul 12.15 WITA. Maskapai yang gw gunakan adalah Citilink dengan tujuan Halim Perdanakusuma. Dengan keunikan pantunnya, Citilink melayani penumpang dengan target tanpa telat, sampainya selamat.
Persiapan take-off dari Bandara Ngurah Rai

Touchdown! Safe landing di Bandara Halim Perdanakusuma
Alhamdulillah, sampai kembali ke Jakarta dengan selamat. Sebelum gw mencari taksi untuk membawaku kembali kepada keluargaku, gw ingin mengucapkan terima kasih kepada Citilink yang telah mengantarkan gw dari Jakarta ke Denpasar, juga kembali lagi ke Jakarta, tanpa delay, dengan selamat pula. Dan terutama tentunya kepada ASUS Indonesia yang telah berkenan menjadikan gw sebagai salah satu undangan dalam perhelatan ASUS Zenvolution Indonesia 2016 yang menurut gw pribadi sangat berbeda dari perhelatan sebelumnya, sangat spektakuler, megah, mewah, sesuai citra yang ditampilkan dalam setiap produk yang dirilisnya dan satu lagi, jenius! Mengapa? Karena dalam perhelatan ini diagendakan permainan yang setiap pesertanya harus memanfaatkan fitur dari smartphone ASUS Zenfone 3, sehingga setiap kita mampu mengenali dan mengakui kemampuan dan kecanggihan fitur-fitur yang ada di dalam smartphone ASUS Zenfone 3 tersebut.

Akhir kata, semoga yang baca betah, dan kelak bisa terpilih menjadi salah satu undangan. Sekali lagi terima kasih. I'm out, back to reality!