Monday, January 16, 2017

Besar, Panjang, dan Tahan Lama! Inilah dia, ASUS ZenPower Ultra!

Belakangan ini, kebutuhan umat manusia mulai bergeser dari fitrah awalnya. Yang tadinya hanya berupa sandang, pangan dan papan, sekarang mulai bertambah menjadi smartphone, koneksi internet dan colokan listrik/baterai yang awet. Beberapa produsen perangkat elektronik secara jeli melihat peluang ini sebagai prospek bisnis yang menjanjikan. Dan hadirlah sebuah perangkat pendukung gawai berupa alat penyimpan daya, yang senantiasa kita sebut dengan istilah asingnya, power bank.

Berbagai merk berlomba-lomba menghadirkan berbagai jenis dan kapasitas power bank supaya diserap oleh pasar, namun sayangnya, merk yang tercantum di sana, walau terdengar ternama, belum jaminan bahwa itu merupakan produk asli yang mereka ciptakan. ASUS menghadirkan sekaligus memberikan jaminan bahwa setiap produk powerbank yang mereka buat, selama dibeli di rantai distribusi resmi, merupakan produk asli yang berkualitas tinggi. ASUS pertama kali merilis ZenPowernya dengan kapasitas 9600mAh dan 10500mAh, sebuah power bank berukuran kartu kredit, namun tebal dan mantap. Dilanjutkan dengan ASUS ZenPower Pro yang memiliki kapasitas 10500mAh namun dengan sedikit perbedaan dibandingkan dengan ZenPower terdahulu.


Kali ini, gue akan membedah satu lagi produk power bank terbaru dari ASUS, yaitu ASUS ZenPower Ultra, dan akan dimulai dalam segmen..

UNBOXING

Box Kemasan ASUS ZenPower Ultra

Kemasan ASUS ZenPower Ultra ini sangat berbeda dengan ZenPower sebelumnya yang pipih. Kali ini kemasannya seperti balok panjang, tinggi menjulang. Ketika dibuka, di dalamnya masih ada box berwarna putih, dengan dua kompartemen yang membagi ruang di dalamnya, satu berisikan unit power bank, dan satu lagi berisi buku dokumen, kabel dan sarung/pouch untuk melindungi power bank supaya mudah dibawa lengkap dengan kabelnya, serta supaya tidak baret karena benturan.

Isi di dalam paket penjualan ASUS ZenPower Ultra

ASUS ZenPower Ultra ini tercatat memiliki kapasitas daya sebesar 20100mAh, kurang lebih 2x kapasitas ASUS ZenPower/Pro. Pada bagian ujungnya terdapat dua port USB untuk mengisi daya gadget, satu port micro-USB untuk mengisi daya power bank, serta satu lampu LED yang dapat menyala dan berfungsi sebagai senter bila sedang diperlukan. Sebuah tombol power untuk mengaktifkan pengisian daya saat mengisi baterai gadget, bila ditekan lama, maka lampu LED yang akan menyala. Untuk mematikannya, tekan saja kembali tombol power tersebut. Selain itu, ada empat lampu indikator untuk menunjukkan kapasitas daya yang ada di dalam ASUS ZenPower Ultra ini.

Tampak kedua ujung dari ASUS ZenPower Ultra

Ukuran fisik dari ASUS ZenPower Ultra ini kurang lebih dua kali daripada ukuran ASUS ZenPower versi sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Perbandingan ukuran dengan ASUS ZenPower terdahulu

Dengan ukuran ekstra panjang, tentunya akan memiliki dampak pada berat power bank secara keseluruhan. Benar saja, ASUS ZenPower Ultra ini memiliki berat hampir setengah kilogram. Cukup lumayan mantap bila dibawa-bawa ke mana saja, asalkan jangan sampai ketiban/kejatuhan, hati-hati saat sedang menggunakannya.

Berat ASUS ZenPower Ultra tidak sampai 0,5 kg

Sebelum gue melakukan tes beban, seberapa banyak gadget yang bisa diisi ulang baterainya dengan menggunakan ASUS ZenPower Ultra ini, pertama-tama gue harus mengisinya hingga penuh terlebih dahulu. Dan hal ini akan gue bahas di segmen..

ReCharging!

ASUS ZenPower Ultra ini diklaim telah memiliki kemampuan Quick Recharge, yang menjamin pengisian daya power bank lebih cepat, karena telah mendukung input pengisian sebesar 2A pada tegangan 5V dan atau 9V. Tak perlu banyak kata, gue langsung melakukan pengisian daya sekaligus pencatatan waktu. Untuk adapter chargernya, gue menggunakan kepala charger milik ASUS Zenfone 2 Intel yang memiliki keluaran sebesar 2A. Dan inilah durasi yang berhasil gue catat ketika sedang mengisi daya pada ASUS ZenPower Ultra.

Lama Charging dari 0 sampai Full

Tidak sampai 8 jam, ASUS ZenPower Ultra sudah terisi penuh, dan dapat langsung dimanfaatkan untuk mengisi gadget lain yang sedang membutuhkan daya karena low-batt. Durasi pengisian akan berbeda jika kita menggunakan kepala charger milik Zenfone lain yang umumnya hanya sebesar 1.5A saja, di mana kemungkinan besar, lama pengisiannya akan melebihi waktu psikologis pengisian powerbank, yaitu 8 jam.

Unleashed The Power!

Setelah terisi penuh, maka tes pertama yang gue lakukan adalah mengisi ulang baterai ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) yang menjadi smartphone utama gue saat ini. Aplikasi pengukuran arus yang gue gunakan adalah Ampere, bisa diunduh dari Google PlayStore™. Pengisian gue lakukan dengan menggunakan kabel charger USB-C bawaan ASUS Zenfone 3, dimulai ketika kapasitas baterai pada smartphone berada pada level 5%.

Kondisi baterai smartphone sebelum dicharge

Untuk mencatat durasi pengisian, kabel charger gue colok pada saat waktu menunjukkan pukul 12.03 WIB.

Mulai charging pada 5%

Pengisian baterai dari 5% ke 50% ditempuh dalam waktu 50 menit. Berdasarkan pencatatan melalui aplikasi, arus yang dialirkan dari power bank ke smartphone juga relatif fluktuatif.

Terisi 50%

Setelah berlangsung selama kurang lebih satu jam, akhirnya baterai smartphone gue, ASUS Zenfone 3, mencapai 60%.

Mencapai 60%

Dan akhirnya, baterai smartphone terisi penuh setelah dicharge selama kurang lebih 2 jam 24 menit. Kondisi smartphone saat diisi adalah idle normal, mobile data aktif, bukan dalam keadaan airplane mode.

Terisi penuh - 100%

Selanjutnya, gue melakukan charging pada unit yang kedua, yaitu ASUS Zenfone 2 Intel, dengan menggunakan kabel bawaan dari ASUS ZenPower Ultra. Mulai pengisian pada level 15%, dan hasilnya dapat disimak pada gambar berikut ini.

Durasi Charging Zenfone 2 Intel (Fast Charging Aktif)

Unit ke-tiga yang mendapat giliran pengisian adalah smartphone Andromax A dari Smartfren. Pengisian dimulai pada level 9%, aplikasi yang digunakan tetap Ampere, dan kabel yang digunakan masih dari bawaan ASUS ZenPower Ultra.

Kondisi awal sebelum pengisian baterai pada 9%

Posisi kapasitas baterai tertera 61% setelah mengalami pengisian selama kurang lebih 1 jam 34 menit.

Terisi 61%

Namun ternyata, untuk mencapai pengisian full 100%, Andromax A ini menempuhnya selama 3 jam 14 menit pengisian. Memang saat diukur, arus yang masuk tergolong kecil, rata-rata hanya 600mA saja. Mungkin ini yang menyebabkan proses pengisian jadi lebih lama daripada unit yang lainnya, atau mungkin juga, khusus unit ini belum mendukung fitur Quick Charge yang diusung oleh ASUS ZenPower Ultra ini.

Terisi penuh 100%

Hingga saat ini, jumlah unit yang sudah diisi dengan menggunakan ASUS ZenPower Ultra sebanyak 3 unit. Selepas masa uji coba terukur ini, gue masih sempat melakukan charging untuk ASUS Zenfone 3 sekali lagi, sehingga totalnya sudah 4 kali unit yang diisi hingga penuh.

Kondisi saat ini, tinggal 1 saja lampu indikator pada ASUS ZenPower Ultra yang menyala. Percobaan terakhir adalah melakukan dual charging secara bersamaan antara ASUS Zenfone 3 dan ASUS Zenpad 7. Kedua unit mulai diisi pada level 10%, dan pada akhirnya, daya pada power bank tersebut habis sama sekali, dan kapasitas baterai pada gadget yang diisi adalah 63% untuk Zenpad 7, dan 51% untuk Zenfone 3. Gue nggak tau deh ini hitungannya 1 atau setengah, karena memang pas saat terakhir, gue sengaja ngetes drain power dari kedua port USB secara bersamaan.

Sebagai kesimpulan sementara, pada unit smartphone yang sudah mendukung fast-charging, pengisian baterai pada smartphone terasa cukup cepat, hingga mencapai level 60%. Ini terbukti dan terasa pada ASUS Zenfone 2 Intel yang gue miliki.

ASUS PowerSafe Technology

ASUS juga memastikan soal keamanan perangkat powerbank ini, dimana biasanya kita sering melakukan charging sambil ditinggal tidur atau perangkat smartphone kita terlalu lama terkoneksi dengan powerbank saat sedang melakukan pengisian daya. Istilahnya kebanyakan dalam bahasa Inggris, bisa disimak pada gambar berikut ini.

Fitur Proteksi pada ASUS ZenPower Ultra

Kurang lebihnya, ASUS telah memberikan perlindungan untuk temperatur, hubungan pendek/korsleting, over voltase, over arus/current, over charging/discharging, input reverse direction dan adapter. Intinya, ASUS ZenPower Ultra ini aman untuk digunakan.

Konklusi

Bila anda sering bepergian, dan kebetulan gadget anda lebih dari satu, maka ASUS ZenPower Ultra ini bisa jadi solusi yang tepat saat sekitar anda tidak ada sumber listrik. Ya! Kapasitas besarnya, mampu menangani dua gadget sekaligus tanpa kendala. Dengan berat tidak sampai 0,5 kilogram, ASUS ZenPower Ultra ini layak untuk diandalkan sebagai penyedia sumber daya mobile gadget anda. Oya, menurut informasi di toko online, harga ASUS ZenPower Ultra ini sekitar Rp. 750.000,- saja. Namun ketika gue cek saat tulisan ini dibuat, stoknya sangat terbatas (referensi blibli.com).

Saturday, January 7, 2017

ASUS Perkenalkan 2 Smartphone Baru di CES 2017


Akhirnya, setelah informasinya beredar sejak akhir tahun lalu, ASUS kembali menginformasikan kehadiran 2 smartphone terbarunya di event CES 2017 yang berlokasi di Caesars Palace, Las Vegas pada 4 Januari kemarin, yang dapat ditonton secara streaming live pada tanggal 5 Januari 2017 sekitar pukul 1 dinihari.


ASUS Zenfone 3 Zoom | Built for Photography

Zenfone 3 Zoom
Banyak hal dan aspek yang berbeda dari generasi Zoom sebelumnya, di mana kali ini Zenfone 3 Zoom mengukuhkan dirinya pada segmentasi mobile fotografi, bersamaan dengan tagline lini Zenfone 3 pada umumnya, yaitu Built for Photography.

Ada beberapa poin yang menjadi keunggulan dari ASUS Zenfone 3 Zoom ini, yaitu :
  • Dual Rear Lens - 12MP each, f/1.7, IMX 362, 
  • Super Pixel Technology - 2.5x Light Sensitivity compared to Iphone 7+
  • 12x Total Zoom
  • 2.3x Optical Zoom
  • ASUS SuperPixel™ Technology - 0.03s Laser Auto Focus, Dual Pixel PDAF
  • Selfie Camera - 13MP, f/2.0, IMX 214
  • Manual Mode - DSLR-like experience, RAW support, switchable lens
  • Battery - 5000mAh, 42 days standby, 48hrs 3G Talktime, Power Bank capability
  • Performance - Qualcomm SnapDragon S625 CPU, Adreno 506 GPU, USB-C port
  • 5 Magnet Speakers - Sonic Master, Hi-Res Audio, DTS Headphone:X
  • AMOLED Display - 1080 FullHD, 500 nits, 76.5% screen-to-body ratio, Gorilla Glass 5
  • Full Metal Design - 5.5 inch, 7.99mm thickness, 170g weight


Simak cuplikan presentasi Zenfone 3 Zoom di bawah ini.


Gallery
 Zenfone 3 Zoom - Gallery

ASUS Zenfone AR | Built for augmented reality

Zenfone AR
Satu lagi smartphone yang menarik dari ASUS adalah Zenfone AR. Seperti halnya ASUS Zenfone 3 Zoom di atas, ASUS Zenfone AR ini memiliki beberapa poin yang menjadi keunggulan teknologi smartphone untuk saat ini, yaitu :

  • Tango Enabled & DayDream Ready - Future Technology, Now!
  • TriCam System - 23MP, Motion Tracking, Depth Sensing
  • Utility - Do More using this versality tools
  • Entertainment - Play More, interact with virtual objects, lively
  • New VR Experience - Super AMOLED, WQHD Resolution, 79% screen-to-body ratio, Gorilla Glass 4
  • Performance - Optimized S821 CPU, World's First 8GB RAM, Advanced Vapor Cooling System
  • Sonic Master 3.0 - 5 Magnet Speakers, Hi-Res Audio, DTS Headphone:X, DTS-HD Premium Sound, 7.1 channel
  • Pixel Master 3.0 - 23MP, IMX 318, f/2.0, 0.03s TriTech AF, 4K Video
  • Design - Beautiful Minimalist, Leather Rear Surface blend with metal frame, Sleek Stainless steel accent protects the camera lens from scratches

Simak cuplikan video presentasinya di bawah ini.


Gallery

Menurut informasi dari Mr. Johnny Shih, ASUS Zenfone 3 Zoom akan mulai didistribusikan pada Februari 2017, sedangkan Zenfone AR baru pada Q2 2017. Bagaimana pendapat kalian tentang kedua  smartphone ini? Apakah kelak akan ada kemungkinan gagal masuk akibat peraturan TKDN dari pemerintah? Tinggalkan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini, semoga bisa jadi bahan diskusi dan masukan bagi para pemegang kebijakan di atas sana.

Thursday, December 29, 2016

Mengapa Harus Ngeblog Dengan ASUSPRO?

Dulu, gue melihat orang yang membawa laptop kecil, ringkas, mudah dibawa, itu memberikan kesan aktif, dinamis dan professional. Dari kesan tersebut, akhirnya gue sempat memutuskan untuk memiliki sebuah laptop yang mungil, lucu, imut, untuk mendukung kegiatan gue, baik sebagai karyawan, maupun sebagai blogger. Namun ternyata, makin ke mari, kebutuhan gue akan komputasi, tidak lagi mampu ditangani oleh laptop tersebut, bukan hanya karena keterbatasan spesifikasi yang dimilikinya, tapi terutama karena kebutuhan visual gue mulai meningkat dari sebelumnya.

Lalu, gue mulai cari informasi mengenai laptop seperti apa yang kiranya sesuai dengan kebutuhan gue tersebut. Pertama-tama, gue mencari informasi mengenai prosesor yang memiliki kinerja serta performa yang terbaik. Setelah memahaminya dengan seksama, akhirnya pilihan gue jatuh pada prosesor intel Core i-series. Sebagai informasi, Intel Core i series memiliki 3 varian umum, yaitu Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor. Secara singkat, bisa gue jelaskan mengapa gue memilih prosesor Intel Core i-series ini.

Mengapa Harus Prosesor Intel Core i-Series?

1. Performa yang Gesit namun Efisien
Prosesor Intel Core dibangun di atas mikroarsitektur yang sangat efisien dalam mengelola daya. Teknologi Intel Speed Shift dan Intel Turbo Boost 2.0 akan memberikan performa yang maksimal hanya jika sedang diperlukan, sehingga lebih menghemat daya ketika sedang dalam keadaan idle. Kedua teknologi tersebut memberikan keseimbangan antara performa dengan mobilitas.

2. Pengalaman yang Menakjubkan
Intel HD Graphics memungkinkan pengguna untuk menayangkan konten premium hingga 4K UHD. Selain itu juga, proses editing foto dan video menjadi lebih cepat sehingga dapat segera dinikmati hasilnya.

3. Sederhana & Nyaman
Pada laptop dengan kamera, proses login menjadi lebih aman dengan teknologi pengenal wajah dari Windows Hello. Tak perlu lagi menghafal dan memasukkan password secara manual.

4. Usia Baterai Lebih Panjang
Seperti dibahas pada poin 1 di atas, teknologi yang efisien pada prosesor berimbas pada daya tahan baterai secara keseluruhan. Berdasarkan hasil tes lab, daya tahan baterai menjadi 3x lebih panjang ketika sedang menayangkan video dengan resolusi 4K.

5. Dukungan I/O
Teknologi Intel Rapid Storage mendukung NVMe PCIe x4 SSD. Selain itu juga, teknologi Thunderbolt 3, dengan USB-C yang mulai marak digunakan, mampu memberikan kenyamanan dalam penggunaannya. Satu kabel USB-C mampu menghantarkan kecepatan transfer data sebesar hingga 40Gbps, dua tampilan 4K 60Hz, kemampuan charging hingga 100W, grafik external, dan kemampuan lainnya.

Ke-5 poin tersebut di atas merupakan teknologi mutakhir yang dimiliki oleh prosesor Intel Core i-Series.

ASUS Intel Logo

Nah, setelah itu, baru gue cari tau merk apa yang sekiranya punya reputasi bagus di bidang laptop. Saat itu, gue terpikir tentang merk ASUS. Namun ternyata, pas gue mencari-cari di internet, ada merk bertajuk ASUSPRO. Apa!? ASUSPRO?! Merk apa lagi itu? Karena penasaran, akhirnya gue malah iseng-iseng cari tau segala informasi tentang ASUSPRO. Dari informasi yang gue dapat, ASUSPRO adalah lini produk dari ASUS yang secara khusus ditujukan bagi pengguna korporat. Lalu, apa saja perbedaan dengan lini konsumer yang biasa kita temui? Sabar! Sebentar lagi gue akan bahas mengenai laptop ASUSPRO P2430UJ yang jadi incaran gue, dan gue akan bahas sekilas perbedaannya dengan lini konsumer. Namun sebelum itu, kita bisa lihat bersama-sama, video mengenai lini produk ASUSPRO dari ASUS.



ASUSPRO P2430UJ

Laptop ASUSPRO tipe P2430UJ ini jadi pilihan gue bukan tanpa alasan. Selain karena sudah dibekali prosesor intel Core generasi terkini, ada beberapa aspek yang menyebabkan laptop ini dapat mendukung pekerjaan gue dengan nyaman. Gue akan bahas secara singkat satu demi satu.

- Layar 14” dengan Anti-Glare
Layar seluas 14” ini sudah cukup memadai untuk mendukung pekerjaan gue, baik untuk menulis, menyunting foto maupun untuk menyunting video sebagai bahan pendukung tulisan gue. Rasio 16:9 HD sudah cukup memadai juga dalam menyajikan fungsi entertainment seperti memutar film favorit di laptop. Fitur anti-glare-nya juga meminimalisir pantulan cahaya yang mengganggu saat kita sedang bekerja. Layar LCD-nya juga sudah dilengkapi dengan anti-gores. Top!
Layar Anti-Glare

- One-Piece Chiclet Keyboard
Tombol keyboard pada laptop ini disusun dengan kerenggangan tertentu yang membuatnya nyaman ditekan serta tetap akurat dalam memunculkan setiap ketikan.
Keyboard ASUSPRO

- Multi-Gesture Touchpad
Dapat menggantikan beberapa fungsi mouse yang cukup esensial seperti click, drag, zoom in/out dan web-scroll.
Multi-touch Gesture

- Port I/O Yang Canggih
Selain port VGA untuk external display, laptop ini juga sudah menggunakan port HDMI. Empat port USB, 1x USB 2.0 dan 3x USB 3.0 juga siap digunakan untuk transfer data, baik berupa foto maupun video dari kamera, atau external device lainnya, dengan cepat.
Port I/O

- Memori DDR4 4GB + Harddisk SATA 1TB + Nvidia 920M
Kombinasi ketiganya mampu menyajikan performa komputasi, terutama saat sedang melakukan editing video maupun saat rendering animasi/transisi pada setiap adegannya, tanpa rasa was-was kehabisan space penyimpanan. RAM yang lega juga akan menjaga performa dalam keadaan kita sedang melakukan Multi-Tasking.

- ASUS SonicMaster Technology
Pada sisi audionya, ASUS sudah menyematkan teknologi SonicMaster, dengan built-in 2 speaker pada laptop ini. Memastikan bahwa keluaran audio pada vokal maupun musik pada latar belakang senantiasa jernih dan jelas.

Hal-hal di atas merupakan aspek-aspek yang dapat membantu gue menciptakan beberapa konten kreatif dalam mendukung isi tulisan yang sedang gue buat, di mana biasanya gue banyak memanfaatkan aplikasi manipulasi foto/grafis, maupun aplikasi untuk editing video.
Aplikasi Video Editing pada ASUSPRO

Selain itu pula, ada aspek lain yang juga menarik perhatian gue sebagai pengguna, yaitu dari segi desain. Desain laptop ASUSPRO P2430UJ ini tergolong tipis. Ketebalannya berkisar antara 2,3 cm – 2,6 cm saja, dan beratnya tidak sampai 2 kg, tepatnya hanya 1,95 kg, itupun sudah termasuk dengan baterai 4-cell yang digunakan. Cukup ringan bila sering dibawa untuk bekerja di mana pun berada. Bodinya pun tak kurang mengagumkan.  Berwarna gelap, dengan tekstur hairline aluminium, membuat laptop ini nampak kokoh, tangguh namun tetap berkesan premium nan elegan.
Desain premium nan elegan

Ada lagi hal yang cukup berguna, yaitu baterai dapat dilepas dan diganti dengan kapasitas yang lebih besar bila diperlukan. Hal yang belakangan ini jarang ditemukan pada laptop kelas konsumer. Selain itu juga, laptop ini memiliki fitur alarm yang senantiasa memeriksa konektor daya, yang akan memberitahukan pengguna jika ada kerusakan pada power supply, untuk meminimalkan resiko shutdown secara tiba-tiba, yang dapat merusak komponen saat sedang digunakan untuk bekerja. Satu poin penting mengenai proteksi sudah dihadirkan di sini. Nice ASUS!
Baterai dapat dilepas/ganti

Keamanan Data

Di sisi keamanan, ASUSPRO ini juga memberikan fitur yang cukup kompleks dan berlapis. Fitur keamanan yang terdapat di dalam laptop ASUSPRO P2430UJ ini antara lain adalah :

- BIOS Booting User Password Protection
- HDD User Password Protection & Security
- USB User Password Protection

Ketiga hal di atas, termasuk pula fitur keamanan dengan fingerscan, akan memastikan bahwa data yang ada di dalam laptop tersebut aman, tak seorang pun dapat melakukan akses pada data yang kita miliki tanpa seijin empunya. Dan itu semua dapat diatur dengan mudah melalui ASUSPRO Business Manager yang intuitif.
ASUS Business Manager GUI

Produk ASUSPRO juga dikenal sebagai produk yang ramah lingkungan. Teknologi yang dikandungnya mampu meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Hal ini dikukuhkan dengan beberapa sertifikasi yang berhasil diraihnya, yaitu antara lain dari Epeat, Energy Star & RoHS.
Sertifikat Ramah Lingkungan

Jadi, bila kalian memerlukan laptop yang memiliki performa tinggi, dengan desain premium nan elegan, serta fitur keamanan ekstra yang memberikan ketenangan dalam proteksi data, ASUSPRO P2430UJ ini bisa jadi solusinya! Karena ngeblog, bukan hanya menulis semata, tapi juga memperkaya pengalaman para pembaca dengan citra dan visual yang mempesona, sehingga informasi yang disampaikan, bisa lebih berkesan dan tetap bermakna.


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.







Thursday, December 22, 2016

Infinix Luncurkan Zero 4 dan Zero 4 Plus, Smartphone Deca-Core Pertama di Indonesia!

Mengusung Kamera 20.7 MP lengkap dengan OIS dan Laser Fokus 
Infinix Zero 4 Plus
Mengambil lokasi nan strategis di kawasan Sudirman, tepatnya di Empirica Event Space & Club, SCBD Lot 8 Hall A, Jakarta Selatan, Infinix Indonesia dengan percaya diri meluncurkan 2 varian terbarunya, yaitu Zero 4 dan Zero 4 Plus. Seperti apa kiranya penampakannya? Silakan simak video berikut ini.


Bicara tentang Zero, berarti bicara tentang seri flagship dari Infinix yang merupakan produk premium, yang memiliki teknologi mutakhir pada perangkat keras maupun lunaknya. Adapun Zero 4 series ini memiliki tagline The PRO, di mana berbagai keunggulan fitur dan perangkat keras tersemat di dalamnya.

Why [The PRO] ?

Bukan tanpa alasan, mengapa smartphone Infinix Zero 4/Plus ini disebut sebagai The PRO. Ada 3 hal yang membuat smartphone ini layak disebut sebagai The PRO, antara lain :

  1. Kamera Mode Pro dengan OIS dan Laser Fokus
  2. Desain metal aluminium unibodi dengan layar 2.5D dan proteksi Gorilla Glass Generasi ke-3
  3. Prosesor 10 inti dengan RAM 4GB pertama di Indonesia pada Zero 4 Plus

Ya! Dari berbagai fitur yang disematkan, nampaknya memang smartphone ini ditujukan bagi penggemar mobile-fotografi yang sedang marak belakangan ini. Betapa tidak, kedua smartphone Infinix Zero 4 dan Zero 4 Plus sudah memiliki kemampuan Optical Image Stabilization (OIS) yang umum terdapat pada digital kamera, juga Laser Autofocus untuk mendapatkan fokus pada obyek yang difoto dengan cepat, serta 4x Sharper Zoom, di mana gambar yang diperbesar 4x tetap tajam dan indah dipandang. Selain itu, mode kamera PRO membuat penggunanya dapat mengeksplorasi kemampuan kamera serta kreatifitasnya secara lebih jauh lagi.

Mode kamera PRO
Untuk keamanan, selain menggunakan PIN dan Pattern yang umum, Infinix Zero 4/Plus ini juga telah memanfaatkan fingerprint scanner di bagian belakang bodinya yang elegan, kuat dan nyaman di genggaman. Oya, membedakan antara Zero 4 dan Zero 4 Plus secara fisik sangat mudah, karena Zero 4 memiliki ukuran 5.5" sedangkan Zero 4 Plus memiliki ukuran 5.98", nyaris 6".

Ringkasan Spesifikasi Unggulan Pada Zero 4/Plus

  • Kamera belakang 20.7MP Sensor Sony IMX 230 (Zero 4 Plus), 16MP Sensor Sony IMX 298 (Zero 4), Aperture f/2.0, True tone flash LED dengan OIS (Optical Image Stabilization)
  • Laser Auto Fokus untuk menangkap obyek foto dengan cepat dan akurat
  • 4x Sharper Zoom memungkinkan pembesaran tanpa membuat gambar menjadi pecah
  • Kontrol Kamera Mode PRO, bebas mengatur konfigurasi fokus, exposure, WB, shutter speed dll
  • Wide Angle Lens 78­° untuk kamera depan 13MP (Zero 4 Plus) dan 83° untuk kamera depan 8MP (Zero 4) dengan Soft LED Flash dan Wide Selfie
  • Prosesor 8 inti dengan RAM 3GB dan ROM 32GB pada Infinix Zero 4
  • XOS Terbaru berbasis Android M dengan XUI yang trendi, siap upgrade ke Android N

Fitur Ekslusif Pada Infinix Zero 4 Plus X602

  • Helio X20 Performance Pro 64-bit 10 inti dengan RAM 4GB
  • Smart PA + 5.3V untuk konfigurasi suara dengan lingkungan sekitar + produksi suara speaker yg jernih
  • Kontrol Suara Pintar seperti fitur pada Siri
  • Kemampuan Multi Akun untuk sosial media dalam satu smartphone

Keduanya telah mendukung jaringan 4G LTE tanpa modifikasi. Tiga slot kartu disediakan untuk Infinix Zero 4, 2 sim card dan 1 memori card eksternal, sedangkan Infinix Zero 4 Plus mengadopsi sistem slot kartu hybrid, di mana slot memori eksternal dapat dimaksimalkan hingga 128GB.

Harga

Infinix Zero 4 - IDR 2.999.000,-
Infinix Zero 4 Plus - IDR 3.699.000,-

Keduanya dapat diperoleh mulai bulan Januari 2017 hadapan.

Garansi

Infinix Zero 4 dan Zero 4 Plus dijamin garansi resmi selama 1 tahun. Pusat layanan pelanggan telah disiapkan di seluruh penjuru kota di Indonesia.