Nasi kecap, belakangan ini sering dijadikan meme atau candaan bagi orang-orang yang khilaf karena hobi. Mungkin belum banyak yang paham kenapa hal ini terjadi. Hobi, bagi sebagian orang, seringkali menggoyang tatanan ekonomi rumah tangga, sehingga mengubah pola makan yang tadinya 4 sehat 5 sempurna, menjadi seadanya saja. Sebelumnya di kalangan komunitas hobi, stok mie instan sekardus jadi bahan candaan untuk meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja setelah khilaf belanja. Namun, semua itu bergeser ke sebuah menu yang mungkin lebih sehat, yaitu nasi dan kecap.
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Antara Nasi, Kecap dan Bawang Goreng
Nasi kecap, belakangan ini sering dijadikan meme atau candaan bagi orang-orang yang khilaf karena hobi. Mungkin belum banyak yang paham kenapa hal ini terjadi. Hobi, bagi sebagian orang, seringkali menggoyang tatanan ekonomi rumah tangga, sehingga mengubah pola makan yang tadinya 4 sehat 5 sempurna, menjadi seadanya saja. Sebelumnya di kalangan komunitas hobi, stok mie instan sekardus jadi bahan candaan untuk meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja setelah khilaf belanja. Namun, semua itu bergeser ke sebuah menu yang mungkin lebih sehat, yaitu nasi dan kecap.
Invasi ke Bogor Permai, Toko Roti Nomor 1 di Bogor
Jalan pagi!
Aktifitas yang rutin kami lakukan sekeluarga di hari Minggu pagi yang biasanya sejuk dan cerah, di bumi Condet, Jakarta Timur. Namun minggu lalu, ada yang berbeda, karena rencana kami untuk jalan kaki di pagi hari sembari menyambangi toko roti ternama di kota Bogor, akhirnya dapat terwujud.
Kami berangkat menuju Stasiun Kereta Pasar Minggu dengan 2 motor, dan membiarkan motor parkir di sana. Sembari istri mengantri tiket PP untuk 3 orang, saya memeriksa saldo pada kartu emoney yang saya miliki. Cukuplah! Pikir saya setelah melihat deretan angka-angka di layar mesin pembaca kartu. Setelah masing-masing memegang tiket, kami pun masuk menuju peron.
Yang menyenangkan dari perjalanan menuju Bogor adalah, keretanya banyak dan sering. Ini berbeda ketika kami melakukan kunjungan ke Cibinong untuk belajar bisnis beberapa waktu lalu. Kereta tujuan Nambo, sangat langka dan lama. Alhamdulillah, masa-masa itu sudah lewat, hahaha..
Tanpa menunggu terlalu lama, kereta tujuan Bogor pun tiba. Alhamdulillah, anak-anak dan mamanya masih dapat tempat duduk. Saya sendiri bersandar di tiang dekat pintu, sambil sesekali membaca linimasa di hape. Anak-anak pun menikmati perjalanan dengan caranya sendiri-sendiri.
Perjalanan dari Stasiun Pasar Minggu menuju Bogor ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam. Namun karena kondisi gerbong yang nyaman, perjalanan jadi terasa menyenangkan. Dan akhirnya, kami sampai di Stasiun Bogor!
Karena temanya adalah jalan pagi, maka kami semua memang berniat untuk berjalan kaki, dari Stasiun Bogor menuju Toko Roti Bogor Permai. Oya, toko roti Bogor Permai ini direkomendasikan oleh Ceu Ely, salah satu pelaku UKM sukses di Bogor. Kata beliau, toko roti Bogor Permai ini nomor 1 di Bogor, kita semua mesti cobain rotinya. Dan alhamdulillah, kesempatan itu tiba juga akhirnya.
Menurut Google Maps, jarak tempuh dari Stasiun Bogor menuju Bogor Permai Bakery dan Resto, demikian nama lengkapnya, hanya 1,5 km saja. Ini tentu saja jarak yang biasa bagi kami, karena jalan pagi memutari Batu Ampar, Condet setiap Minggu pagi, bisa menempuh sekitar 3 kiloan.
Kami berjalan cukup santai, sambil melihat suasana pagi hari di kota Bogor, sembari waspada karena kendaraan angkutan umum yang melimpah ruah di jalanan. Dan karena ini perdana bagi kami untuk menelusuri rute yang disarankan oleh Google Maps, maka kami baru tahu jika rute yang kami ambil itu melewati pasar. Kebayang dong, betapa ramai dan riuhnya kondisi jalanan di sana? Pokoknya, jalan kaki aja, mesti berhenti-berhenti, gantian sama kendaraan lain yang mau lewat. Menurut catatan perjalanan via aplikasi, jarak tempuhnya sekitar 1,8 km dan ditempuh selama kurang lebih 30 menitan.
Alhamdulillah, akhirnya kami pun sampai juga di lokasi. Sebelum masuk ke dalam tokonya, foto dulu di depan gedung bernuansa heritage ini yes?!
Di dalam, kami segera menuju ke area roti, sedangkan Ai yang nampaknya lelah, ingin segera duduk di area resto. Ya! Di dalam gedung ini, seakan terbagi menjadi 2 area, resto dan roti. Bahkan di belakang sana, ada rak-rak semacam minimarket juga. Jadi kebagi 3 dong ya? Bukan dua.. Oke sip..
Untuk rotinya, kami memesan masing-masing 1 untuk tiap isian rasanya. Namun sayang, karena ramai juga yang pada memilih dan memesan roti, isian sosis dan abon nampaknya lupa disiapkan oleh Mbaknya. Tak apa, next time kita paranin lagi lah..
Rupanya, selain lelah, Ai juga sudah merasa lapar. Maklum, kami semua sejak berangkat tadi memang belum makan, dan niatnya menyantap roti di lokasi langsung. Seperti biasa, ada saja keinginan bocah yang berbeda. Ai ingin makan kwetiauw goreng! Hahaha.. Ya sudah, sembari menemani dia makan, saya pun memesan kopi susu panas.
Uniknya, kopi dan susu di sini, disajikan terpisah. Kopinya sendiri pahit dan pekat, sedangkan SKM yang disiapkan terpisah, membuat kita bisa menentukan sendiri kadar kemanisan kopi susu sesuai yang kita inginkan.
Setelah kenyang dan menanti sebentar agar makanan turun, kami pun bersiap untuk kembali ke Stasiun Bogor. Namun sebelum itu, kami sempat ke toilet dulu, melaksanakan panggilan alam. Toiletnya bersih dan wangi, higienis dah pokoknya.
Baiklah, untuk rute kembali, mirip seperti berangkat tadi, hanya saja ada sedikit modifikasi menjelang stasiun, kami belok kanan, menelusuri semacam pasar kaget di sisi gedung-gedung milik PT KAI.
Di belokan tersebut, seperti lorong. Namun setelah mentok, tampak gedung perkantoran PT KAI. Kami pun belok kiri, dan di sana nampak gedung-gedung yang kesannya tua, namun bersih karena habis dipugar. Selain itu ada jalan yang cukup lebar dan 2 pohon besar di sisi kiri. Sayangnya, istri melarang saya untuk memotret/mengambil gambar pohon tersebut.
Di sini kami sempat berfoto di depan gedung bertuliskan 1881 BOGOR. Persis di depan gedung tersebut, terdapat 2 pohon besar yang saya maksud. Lalu jalanannya pun sudah cukup keren, dengan paving blok dan lampu hias di sisi kanan dan kirinya.
Berhubung saat kami kembali, waktu telah menunjukkan pukul 11 siang, makanya terasa panas dan haus. Kami sempat membeli minuman di ujung jalan ini, di semacam pasar kaget/senggol, persis di samping Stasiun Bogor.
Karena tiket kami PP, maka kami tak perlu mengantri lagi. Langsung tap dan masuk ke dalam peron. Sebetulnya sudah ada kereta yang siap berangkat menuju Jakarta, namun kami menunggu kereta lain agar kami dapat duduk. Kaki kami mulai terasa pegal dan lelah jika kami mesti berdiri.
Tak berapa lama, kereta yang ingin kami tumpangi pun tiba. Kami segera bergegas memasuki gerbong agar kami mendapatkan tempat duduk yang berdekatan. Kurang lebih 5 menit kami menunggu di dalam gerbong sebelum akhirnya kereta berangkat, membawa kami kembali ke Stasiun Pasar Minggu.
Dengan berangkatnya kereta, maka berakhir pula aktifitas kami di hari Minggu kala itu. Namun, ini bukan akhir bagi kami untuk kembali ke Bogor, karena kelak kami akan kembali mengunjungi Kebun Raya Bogor, berjalan kaki lagi dari Stasiun Bogor.
Salam kompak persahabatan selalu..
Kopi Sugeng Hadirkan Selera Kopi Indonesia untuk Para Penikmat Kopi Sejati
Kopi, merupakan salah satu jenis minuman yang digemari oleh masyarakat dan belakangan ini mulai naik pamornya. Bukan sekadar minuman penghilang rasa kantuk, kopi memiliki pesonanya tersendiri. Bagi para pecinta kopi, setiap biji kopi dari berbagai pelosok nusantara, memiliki aroma dan citarasa yang khas, sehingga mampu memperkaya khasanah perkopian bagi dirinya. Tak hanya sekadar minuman yang diproses secara murni, kopi juga memiliki varian populer yang umum ditemui di gerai-gerai kopi ternama.
Kehadiran kedai Kopi Sugeng di EatStreet yang berlokasi di Mal Artha Gading, seakan ingin meyakinkan siapa pun yang mencintai minuman kopi, bahwa kopi dari seluruh pelosok nusantara, bisa dinikmati oleh siapa saja, dengan harga yang terjangkau.
![]() |
| Menu makanan dan minuman dari Kopi Sugeng |
Selain variasi minuman kopi populer seperti espresso, cappucino, latte dan lain sebagainya, Kopi Sugeng juga menyajikan beragam variasi biji kopi yang berasal dari berbagai penjuru nusantara. Itu sebabnya Kopi Sugeng mengusung semboyan Selera Kopi Nusantara. Bagi beberapa kalangan awam, mungkin hanya segelintir jenis kopi saja yang dikenal, antara lain, Toraja, Bali, Gayo. Sisanya, masih terdengar asing. Namun bagi pecinta kopi sejati, ini adalah kesempatan untuk bisa menikmati beragam racikan kopi terbaik yang disajikan oleh barista profesional dari Kopi Sugeng.
![]() |
| Ragam pilihan biji kopi Nusantara di Kopi Sugeng |
![]() |
| Barista Profesional Kopi Sugeng |
Saya beruntung bisa hadir tepat di saat momen Grand Launching Kopi Sugeng di EatStreet Mal Artha Gading pada hari Minggu yang lalu, karena pada kesempatan ini, Bapak dan Ibu Sugeng selaku pemilik usaha, berkenan untuk membuka kedai perdananya secara langsung. Selain itu, Mas Aji juga menjelaskan mengenai konsep Kopi Sugeng yang menerapkan Coffe Ecosystem, di mana Kopi Sugeng tidak hanya bergerak di bisnis jaringan kedai kopi semata, namun berupaya untuk mengembangkan konsep edukasi dengan menyelenggarakan program pelatihan bersertifikasi untuk mereka yang ingin menjadi barista, belajar trading dan retail biji kopi, sebagai EO untuk industri kopi dan juga konsultan.
![]() |
| Bapak Wahyu (perwakilan EatStreet MAG, Bapak dan Ibu Sugeng, serta Mas Aji |
Nah, pada kesempatan ini, undangan yang hadir, diperkenankan untuk mencoba langsung citarasa kopi yang dipersembahkan oleh Kopi Sugeng ini. Saya sendiri memang dasarnya suka kopi, walau pernah kena maag, tapi belum, kapok juga. Sebagai menu pembuka, sembari menanti saat makan siang, saya memilih kopi Affogato, racikan kopi single shot espresso dengan topping es krim vanilla di atasnya. Umumnya ini merupakan dessert atau pencuci mulut, namun saya memilih ini karena supaya efek ke perutnya nggak terlalu keras. Maklum, kondisi perut masih kosong, hehehe.. Play safe dulu lah..
![]() |
| Kopi Sugeng Affogato |
Buat yang masih pemula, biasanya saya menyarankan latte atau cappucino, supaya nggak kaget. Ini juga berlaku buat saya sendiri ketika kondisi perut sedang kurang nyaman. Masalahnya, sehari nggak ngopi itu terasa hampa, makanya biasanya saya selingi dengan racikan kopi yang komposisinya ringan seperti latte atau cappucino tadi. Dan biasanya, teman saya yang mengawali dengan latte, akan tertarik untuk mencoba racikan lain yang murni, seperti long black atau americano. Entah kalau espresso, biasanya banyak yang terkejut dengan rasanya saat pertama kali mencobanya.
Saat makan siang, saya mencoba mengkombinasikan antara gudeg komplit dari Jogja, dengan sensasi kopi Sumatera Mandheling yang punya ciri khas pahit dan memiliki rasa keasaman seperti buah.
![]() |
| Gudeg Jogja Komplit |
![]() |
| Kopi Sumatera Mandheling |
Alhamdulillah, sebagai sesama kuliner nusantara, keduanya bisa saling melengkapi. Gudeg Jogja yang manis pedas, dan kopi Sumatera Mandheling yang pahit keasaman, menjadikan kombinasi makan siang saya lebih sempurna dalam kearifan lokal nusantara.
![]() |
| Biji Kopi Sugeng - Selera Kopi Indonesia |
Oiya, buat kalian yang ingin mencoba sensasi selera kopi Indonesia di Kopi Sugeng ini, kalian bisa datang langsung ke Mal Artha Gading. Lokasinya ada di EatStreet, sebelah MM Juice di lantai 2. Nggak susah kok cari lokasinya, karena logo wayang gunungan yang khas serta aroma kopi yang semerbak.
![]() |
| Kedai Kopi Sugeng di EatStreet Mall Artha Gading |
Dalam waktu dekat ini, Kopi Sugeng juga akan membuka kedainya di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Timur, tunggu saya perkembangan informasinya.
![]() |
| Pak Sugeng (founder Kopi Sugeng) bersama Maseko |
Dengan kehadiran Kopi Sugeng ini, saya sebagai penikmat dan pecinta minuman kopi merasa seperti mendapatkan solusi pelepas dahaga yang absolut, karena bisa leluasa mencicipi beragam kekayaan varietas kopi dari seluruh Indonesia, cukup dengan datang ke kedai Kopi Sugeng terdekat. Harganya hemat, nggak bikin dompet sekarat. Harapannya tentu Kopi Sugeng bisa membuka banyak gerai di seluruh Indonesia, supaya Selera Kopi Indonesia bisa benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia di seluruh penjuru nusantara.
![]() |
| Pak Sugeng bersama para undangan |
Demikianlah kisah saya saat menghadiri acara pembukaan Kopi Sugeng bersama rekan-rekan blogger pecinta kopi. Lain waktu, bisa lah kita nongkrong lagi sambil menikmati kopi di sana.
Salam kompak persahabatan selalu..
Langganan:
Postingan (Atom)



























