[Review] Antena Omni DS Jaberpara ver 2.0

Alhamdulillah, masih dipercaya dan diberi kesempatan untuk mencicipi antena omni hasil karya anak bangsa yang bukan kebetulan merupakan kawan lama sejak masa² overclocking komputer berjaya.
Ya, kali ini gw akan melakukan ujicoba penerimaan siaran TV analog dengan menggunakan antena omni DS Jaberpara versi 2.0 yang digadang² memperbaiki kualitas penerimaan sinyal dari produk sebelumnya. Sudah siap kawan² pembaca? Ikimasu!!

Bentuk Fisik
Berikut ini adalah wujud fisik antena DS Omni versi 1 (kiri) dan versi 2 (kanan)
Apa sih bedanya? Sekilas mata, wujudnya sama saja, tiada berbeda. Sabar! Karena ini versi perbaikan, tentu saja ada bedanya, yaitu terletak pada ketebalan lempeng logamnya. Dapat kita lihat pada foto di bawah ini.
Di situ nampak dengan cukup jelas, bahwa pada versi 2 ini, logam yang digunakan lebih tebal daripada versi terdahulu.
Bila masih kurang jelas, silakan simak foto di atas.

Perbandingan Hasil Penerimaan Siaran
Setelah antena diganti dengan versi 2 ini, ada beberapa kanal siaran yang mengalami sedikit peningkatan kualitas gambar. Agar lebih jelasnya, mungkin bisa dilihat beberapa foto di bawah ini.
Kiri : antena versi 1; Kanan : antena versi 2
Kiri : antena versi 1; Kanan : antena versi 2
Sebagai informasi, posisi antena masih diletakkan pada lokasi yang sama, namun sedikit ditinggikan sekitar 20-25cm dari posisi yang lama.

Apa Lagi?
Selain peningkatan, ada beberapa catatan yang mungkin menarik untuk disimak. Kanal Net.tv jadi lebih layak untuk dinikmati setelah sebelumnya mengalami gambar hancur dan hanya suara saja yang terdengar.
Net.tv
Kanal Indosiar juga mengalami peningkatan kualitas gambar. Mohon maaf sebelumnya karena tidak ada foto saat masih menggunakan antena lama karena bukan merupakan kanal yang sering kami tonton :p #harapmaklum
Indosiar
Namun kanal SCTV hanya mengalami sedikit saja kenaikan kualitas, karena sebelumnya juga sudah layak untuk ditonton.
SCTV - ada pesawat lewat makanya ada interferensi
Kanal GlobalTV juga tidak terlalu signifikan kenaikan kualitasnya, karena memang sudah cukup baik sebelumnya.
GlobalTV
Dan saluran dengan kualitas gambar paling 'megang' masih dikuasai oleh RTV.
rtv
Sedangkan kanal kesayangan, masih harus lebih keras lagi berjuang dengan airmata darah, doa dan dana untuk bisa memberikan kualitas gambar sempurna bagi pemirsanya.
Jaktv
Demikian hasil ujicoba yang bisa gw share untuk para pembaca blog ini, di mana memang sebetulnya antena ini didesain untuk persiapan penerimaan siaran TV digital kelak di medio 2017, namun gw manfaatkan untuk mendukung penerimaan siaran TV di rumah gw karena gw tidak menggunakan TV kabel :) Untuk kisah antena omni DS Jaberpara versi terdahulu bisa dibaca pada tautan berikut ini. Sebagai catatan tambahan, posisi rumah gw itu mojok, berdampingan dengan sebuah ruko 3 lantai yang mempengaruhi kualitas penerimaan siaran TV di rumah kami :)

Konklusi
Antena Omni DS Jaberpara versi 2 ini terbukti mengalami perbaikan dan peningkatan yang lumayan signifikan bila dibandingkan dengan versi 1, namun gw yakin sangat² signifikan jika dibandingkan dengan antena analog model panah yang juga tenar sebagai 'antena Mandra', karena dengan menggunakan antena Omni DS ini, tidak perlu lagi memutar² antena untuk memperoleh hasil siaran yang lebih bagus di kanal² tertentu. Dan ini sudah gw buktikan sendiri dengan memanfaatkan siaran TV analog yang memang masih memiliki kendala di sisi penerimaan (biasanya putar-puter antena agar kanal yang sedang kita tonton mendapatkan kualitas gambat yang lebih baik). Dan gw yakin, jika diberi kepercayaan dan kesempatan, hasil penerimaan siaran TV digital akan jauh² lebih jernih lagi daripada yang gw saksikan pada kesempatan kali ini.

Terima kasih atas atensinya, semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian semua.

[Review] Dilwale 2015


Setelah sekian waktu gw belum nonton lagi film India yang baru², karena biasanya nonton yang diputar di TV semata, kali ini gw mencoba untuk menikmati kembali alur khas film dari jagad Bollywood yang sudah ternama.

Film ini menceritakan tentang kisah asmara 2 anak boss mafia yang saling berseteru, yaitu Kaali yang diperankan secara matang oleh Shah Rukh Khan, serta Meera yang diperankan oleh Kajol. Awalnya aksi tipu-menipu terjadi di antara keduanya, namun ternyata rasa cinta tidak dapat membohongi keduanya. Hingga pada suatu saat, kedua boss mafia tersebut berencana untuk bertemu dan berdamai, demi kebahagiaan anak-anak mereka. Namun pengkhianatan dan kesalahpahaman terjadi di antara mereka berdua, sehingga mereka pun gagal untuk bersatu dan harus terpisahkan.

15 tahun berlalu, Kaali dan kelompoknya berusaha untuk menjalankan kehidupan secara normal sambil menyembunyikan identitas mereka di masa lalu. Tiada lagi aksi ala gangster, sampai pada suatu ketika, di kampung tersebut, ada kelompok baru yang dipimpin oleh King, yang berusaha menjual narkoba untuk generasi muda di sana. Kaali yang sekarang dipanggil Raj Bhai (abang Raj), memiliki usaha bengkel modifikasi mobil, dan seorang adik yang sangat disayanginya, Veer. Veer tanpa sengaja bersitegang dengan kelompok King saat sedang jalan-jalan malam bersama Ishita, seorang gadis yang disukainya. Dan hal ini menyebabkan Raj Bhai kembali beraksi bersama rekan-rekannya sebagai Kaali,

Hingga pada suatu hari, Veer ingin menikahi Ishita, dan kakaknya, Raj, bersedia menemui keluarga Ishita. Namun apa yang terjadi setelah pertemuan tersebut? Ternyata pihak keluarga Ishita tidak menyetujui hubungan antara Ishita dan Veer, dan menyarankan agar mereka tidak bertemu lagi. Ada apa dengan keluarga Ishita? Apakah hal ini ada kaitannya dengan masa lalu Raj?

Film dengan alur flashback ini mampu memberikan rangkaian cerita cinta yang pedih, tragis dengan indahnya. Permainan sudut kamera dan warna-warni kostum serta latar belakang pemandangan yang indah, mampu memuaskan dahaga akan cerita film India yang benar-benar menghibur, walaupun mungkin dari sisi cerita, nampak dangkal dan seolah mudah untuk ditebak, namun hal ini mampu tertutupi oleh kelebihan lainnya dari film ini.

Perkembangan karakter Kaali yang diperankan oleh Shah Rukh Khan, benar-benar menunjukkan kualitas SRK sebagai aktor yang profesional. Didukung oleh pasangan mainnya yaitu Kajol sebagai Meera, setelah pertama kali dipertemukan dalam film Dilwale Dulhania Le Jayenge, dan booming dengan film Kuch Kuch Hota Hai yang fenomenal di akhir tahun 1998, tidak membuat mereka canggung dan kehilangan chemistry.

Jadi, bagi kalian penggemar film India, atau yang ingin mencoba menikmati film India untuk pertama kalinya, film ini bisa jadi rekomendasi yang sangat bagus.

Sebagai bonus, silakan disimak trailer filmnya berikut ini..

[Review] ASUS Zenpad 7.0, Hadirkan Layar Bioskop Pribadi Ke Pangkuan!

Halo! Jumpa lagi sama gw di blog yang sederhana ini. 
Beberapa waktu lalu, gw mendapatkan kiriman paket lagi dari ASUS Indonesia, sebagai bagian dari User Experience Program yang ASUS canangkan.

Paket via JNE
Packing yang cukup kokoh untuk pengiriman barang elektronik. Sudah menjadi standar operasional prosedur dari ASUS Indonesia.

Unboxing

Setelah dibongkar paksa, isinya merupakan sebuah box yang cukup besar. Kira² ukurannya 2x box kemasan fonepad.

Box kemasan dan sekilas informasi
Kemudian, kedua box di dalam box gw keluarkan untuk memastikan apa saja isi di dalamnya.

2 box terpisah
Ada 2 box di dalamnya, yaitu 1 box untuk unit tablet utamanya, serta 1 box lagi merupakan audio covernya. Dengan sedikit tidak sabar, serta bantuan kawan kantor yang juga kepo, maka terbongkarlah isi kedua box tersebut. Seperti nampak di bawah ini.

Isi dalam kedua box
Lalu, isi box unit utama gw keluarkan seluruh isinya. Seperti biasa, isinya sangat minimalis, yaitu berupa kabel usb, kepala charger serta buku manual dan garansi.

Isi box utama
Sedangkan pada box cover, isinya juga sangat minimalis, yaitu cover audio dan usb adapter untuk charging audio cover.

audio cover + adapternya
Adapter untuk chargingnya cukup unik, belum pernah gw liat sebelumnya.

adapter untuk charging audio cover

Spesifikasi
Menurut informasi yang gw dapatkan dari situs resmi ASUS, spesifikasi ASUS Zenpad 7.0 ini adalah sebagai berikut.

spesifikasi
Sedangkan informasi yang diperoleh melalui aplikasi Antutu adalah sebagai berikut.

Antutu Info
Selanjutnya mari kita tengok secara lebih mendetil lagi untuk masing² unitnya.

Stripping The Unit
Mula² kita lihat bagian belakang unit tabletnya. Nampak back cover yang bisa diganti², akan ada beberapa pilihan warna.

Back cover detail
Setelah cover dibuka, akan nampak beberapa informasi seperti di bawah ini.

Info & slots
Nampak slot untuk tambahan memori microSD, slot untuk SIMcard, serta konektor khusus yang menghubungkan tablet dengan audio cover nantinya. SIMcard yang didukung masih mengandalkan 3G saja, belum sampai 4G/LTE. Dan informasi tambahan untuk baterainya menggunakan non-removable Li-Po sebesar 13Wh.

Audio Cover Details
Pada sisi Audio Cover yang terpisah, dapat kita lihat bahwa bagian ini nampak elegan, mewah dan terasa cukup berat saat dipegang.

Audio Cover
Menurut informasi, audio cover ini sudah termasuk baterai cadangan sebesar 3450mAh. Jadi, pada ASUS Zenpad 7.0 ini, terdapat 2 baterai yang dapat dimanfaatkan untuk kenikmatan penggunaannya. Kemudian, jika kita lihat lebih detil lagi, di sana ada konektor untuk adapter pengisian baterai yang berupa kotak hitam tadi. Jadi, saat audio cover sedang tidak ditandemkan, unit ini bisa dicharge secara terpisah.

Connector & info PN/SN

The Look
Jika kita ingin memanfaatkan audio covernya, maka sebelumnya kita harus melepaskan cover pada unit tabletnya terlebih dahulu, dan langsung menggunakan audio covernya. Saat telah digabungkan, unit ini terasa lebih mantap, lebih elegan.

Up : kover atas, down : kover bawah
Dan karena covernya sudah termasuk speaker dan baterai cadangan, maka unit ini pun nampak lebih tebal daripada tablet lainnya.

Bold, buttons & connectors
Pada sisi²nya nampak port micro USB untuk charging, tombol power dan volume (up/down), serta port audio jack. Selain itu, detil pada speakernya pun nampak jelas, menampilkan informasi teknologi yang diandalkannya.

teknologi audio andalan
Benchmark
Untuk sekedar mengobati rasa penasaran terhadap skor performanya, gw hanya menggunakan 1 aplikasi saja, yaitu Antutu yang sudah ternama. Dan berikut ini adalah skor yang dihasilkannya.
Antutu Score
Tidak besar, namun juga tidak terlalu mengecewakan.
Sebagai tablet yang juga dikenal sebagai ZenPad Theatre, unit ini ternyata sudah mendukung teknologi USB On The Go, seperti tampak pada tampilan berikut ini.


USB OTG Ready!
Saat tablet dalam wujud docking dengan audio-cover, setiap port USB digunakan, maka akan muncul pesan bahwa audio akan dikembalikan ke unit utama, artinya, speaker cover tidak akan berbunyi. Dalam kondisi ini, maka tidak memungkinkan bagi kita untuk menonton via USB dengan harapan, suaranya muncul dari speaker cover. Begitu pula saat dihubungkan dengan kabel USB ke PC dengan maksud untuk transfer file. Unit tablet tidak terdeteksi sebagai storage, hanya fungsi charging saja yang berjalan.

ASUS Audio Wizard™
Agar lebih optimal dalam menikmati kemegahan fasilitas audio cover pada ZenPad ini, ASUS telah menyediakan pre-configured mode pada aplikasi Audio Wizard. Ada 5 pilihan mode pada aplikasi ini, yaitu Movie, Music, Smart, Gaming dan Vocal. Masing² mode memiliki keunikannya sendiri². Secara grafis, bisa disimak pada rangkaian gambar di bawah ini.


Mode Movie 
Mode Music
Mode Gaming
Mode Vocal
Mode Smart
Untuk mengetahui perbedaan masing² mode, silakan hubungi asus store terdekat untuk melakukan demo atau hands on, karena urusan audio seperti ini cukup subyektif sekali penilaiannya.

Movie Test
Kemudian, gw akan melakukan ujicoba pemutaran film dengan 2 aplikasi dan 2 format video. Pertama-tama, gw akan memutar sebuah film dengan format mp4 HD720p dengan menggunakan aplikasi Video Player bawaan. Dan hasilnya bisa disimak pada video berikut ini.



Film dengan format mp4 beresolusi HD720p dapat dengan lancar dimainkan. Lalu bagaimana dengan format film FullHD1080p. Pada video di bawah ini, gw juga melakukan ujicoba pemutaran film dengan resolusi FullHD1080p dengan format mkv menggunakan aplikasi Video Player bawaan. Simak video di bawah ini.



Nampak dengan jelas bahwa film kurang lancar, adegan patah², seolah unit ini dipaksa memainkannya hingga terengah-engah. Namun, apakah ini berarti ZenPad Theater tidak sanggup memainkan film FullHD1080p dengan lancar dan nyaman untuk dinikmati?

Gw mencoba aplikasi alternatif yang gw ambil dari PlayStore, yaitu Video Player HD. Harapannya, aplikasi ini mampu memutar film HD jenis apapun tanpa kendala berarti. Film yang akan gw putar masih sama dengan di atas, yaitu format HD720p mp4 dan FullHD1080p mkv.



Hasilnya? Masih sama seperti di atas bahwa unit ini tidak memiliki kendala dalam memutar film dengan format HD720p mp4. Lalu, apakah unit ini masih sanggup memutar film dengan format FullHD1080p mkv tanpa harus terengah-engah dengan menggunakan aplikasi Video Player HD ini? Simak video berikut ini.


Ternyata aplikasi mempengaruhi performa. Film FullHD mkv dengan lancar dimainkannya. Dan sebagai catatan khusus, untuk aplikasi ini ternyata sudah mendukung file subtitle terpisah. Nice apps :)

Audio Test
Selanjutnya, gw akan share mengenai perbedaan suara yang terdengar saat mode off, mode on dengan berbagai macam pilihannya. Video ada di bawah ini.



Pada video di atas, gw mencoba mendengarkan sebuah lagu dengan memanfaatkan seluruh efek yang ada pada audio wizard, dan tanpa efek sama sekali.

Berikutnya, gw akan memutarkan sebuah lagu yang agak nge-jazz untuk dapat mengetahui secara lebih dalam lagi mengenai jangkauan frekwensi suara serta kedalaman bass-nya. Simak videonya!



Jadi, setakat ini, selain untuk nonton, ZenPad ini juga cukup mumpuni untuk mendengarkan musik bareng, mungkin saat sedang mengerjakan tugas kuliah, kerjaan kantor atau apapun. Tidak tertutup kemungkinan untuk mendengarkan siaran radio via streaming juga lho..


Dengerin radio, nonton TV pake streaming apps
Camera Test
Lalu? Apa kabar dengan kemampuan kameranya? Sebagai tablet hiburan, fitur kameranya boleh dibilang standar. Bisa dilihat sendiri contoh foto dengan menggunakan kamera belakang dan depan pada rangkaian foto di bawah ini.


Foto menggunakan kamera belakang
Foto menggunakan kamera depan
Untuk perekaman video-nya, ada 2 pilihan resolusi, yaitu TV dan HD. Walaupun gw kerja di TV, tapi sekarang sudah jamannya HD, jadi tes rekam video gw menggunakan resolusi HD. Silakan disimak video di bawah ini.



Bagaimana? OK juga kan hasilnya? 

Konklusi alias kesimpulan
ASUS Zenpad 7.0 dengan Audio Cover ini dapat dipertimbangkan sebagai tablet hiburan bagi keluarga maupun pribadi. Dikenal juga sebagai Zenpad Theater, unit ini kemungkinan besar ditujukan bagi pengguna yang hobi nonton bareng². Didukung oleh kemampuan speaker pada cover yang cukup memadai dalam menikmati segala bentuk hiburan dalam tablet ini, membuatnya layak untuk dipilih sebagai gadget pribadi, maupun hadiah bagi orang² yang kita sayangi.

ASUS Zenpad 7.0 Theater w/ Audio Cover ini dapat ditebus di toko online resmi ASUS Indonesia.

Semoga review dari gw ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca blog yg sedang mempertimbangkan untuk membeli tablet baru :)

Terima kasih.

[Proof of Concept] Dapatkah Memori Internal Smartphone Ditingkatkan?

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah forum pengguna smartphone, seorang kawan gw melontarkan sebuah gagasan untuk meningkatkan memori penyimpanan internal menjadi 2x lipat dari standarnya. Tentu dengan gaya pernyataan beliau yang seringkali sulit diterima oleh logika awam. Bahkan dalam thread tersebut, walaupun beliau telah menunjukkan bukti², masih banyak yang belum bisa menerima kejeniusan beliau dengan lapang dada. Dan ketika beliau menantang seisi forum untuk membuktikannya, dengan memberikan upgrade gratis untuk 3 orang member yang pemberani, nampaknya tidak ada satupun yang tertarik, kecuali gw. So, secara bilateral gw hubungi beliau untuk konfirmasi, apakah benar demikian adanya tawaran tersebut, dan beliau mengiyakan, segera saja gw mempersiapkan sebuah smartphone dari ASUS yang bertipe Zenfone 5 generasi awal sekali.

Lokasi workshop : iBenerin
Keesokan harinya, sesuai janji pertemuan dengan beliau, akhirnya gw berangkat ke workshop beliau yang berlokasi di daerah Tebet, tepatnya di sebuah gedung kantor di belakang martabak Bazinga (tanpa n). Karena janjinya sebelum pukul 12 siang, karena beliau mau pulkam, gw sampai lokasi pukul 10 pagi, dan ternyata beliau baru saja terlelap. Maklum, beliau ini termasuk mahluk nocturnal :p Tunggu punya tunggu, akhirnya beliau bangun juga, dan segera gw menyerahkan smartphone gw untuk ditingkatkan. Waktu penyerahan adalah pada tanggal 9 Desember 2015, dan dijanjikan bahwa smartphone dapat diambil kembali selepas tanggal 15, yang mana akhirnya gw baru bisa luangkan waktu ke sana pada tanggal 17 Desember 2015, malam, selepas acara live Trending Topic edisi Spesial Star Wars.

Nah, sebelum smartphone diserahterimakan, gw sempat melakukan screenshot melalui aplikasi CPU-Z untuk memastikan kapasitas internal storagenya. Dan berikut ini adalah informasi unit gw sebelum ditingkatkan kapasitasnya.

Internal storage 8GB, tersedia ± 5GB
Kapasitas penyimpanan internal tidak akan pernah murni full karena juga ditumpangi oleh OS dan file system lainnya. Hal ini juga berlaku ketika kapasitas penyimpanan sudah ditingkatkan, dan berikut ini adalah screenshot yang gw ambil selepas pekerjaan selesai dilakukan.

Internal storage 16GB, tersedia ± 12GB
Isu yang sering terjadi saat mengganti internal memori adalah informasi baseband dan IMEI yang kosong. Seperti yang kebetulan terjadi pada kasus di bawah ini. 


Informasi baseband dan IMEI kosong
Hal ini tidak terjadi pada smartphone yg gw relakan untuk dijadikan ajang pembuktian peningkatan kapasitas memori internal. Seperti nampak pada screenshot di bawah ini.

Ki : Sebelum, Ka : Sesudah
Alhamdulillah, fungsi telpon, sms dan mobile data lainnya, termasuk wifi serta kamera berjalan dengan normal.

So, What's The Handicap??
Dari hasil obrolan semasa pengambilan unit, beliau menyatakan bahwa pada prinsipnya, semua merk smartphone memungkinkan untuk ditingkatkan kapasitas penyimpanan internalnya, hanya saja tipe emmc yang sesuai masih sulit didapatkan. Namun beliau berani mengklaim bahwa semua smarpthone ASUS generasi awal (Zenfone 4, 5, 6) serta tablet ASUS generasi awal (Fonepad) bisa ditingkatkan penyimpanan internalnya dengan tingkat keberhasilan 100%. Benar² luar biasa.

What's Next?
Banyak kawan yang berharap dan menanyakan, apakah mungkin jika kapasitas RAM yang ditingkatkan? Beliau menyatakan, hal itu mungkin saja, namun perlu diingat bahwa diperlukan teknik dan perangkat yang berbeda untuk melakukan itu, di mana faktor harga alatnya juga tidak bisa dikatakan murah.

Is It Worth?
Untuk saat ini, mungkin secara biaya masih tergolong tinggi, namun beliau menyatakan, harga itu fleksibel, bahkan jika emmc penggantinya bawa sendiri, cukup bayar ongkos jasa saja. Solusi yang umum, jika smartphone sudah menyediakan slot microSD, kebanyakan akan memilih itu. Mending beli microSD daripada cangkok emmc. Perlu diingat bahwa kecepatan baca/tulis memori internal tentunya lebih cepat daripada kecepatan baca/tulis pada microSD. Dan dari sudut pandang gw, solusi ini lebih cocok untuk  smarpthone yang tidak menyediakan opsi microSD, tentunya kembali kepada kemampuan finansial masing² pengguna.

Conclusion
Bahwa teori peningkatan kapasitas penyimpanan internal bukan lagi sekedar mitos belaka. Hal ini dimungkinkan dengan adanya perangkat yang memadai, emmc pengganti yang sesuai, serta keahlian dari sang eksekutornya tentu saja, seperti pada teori komputerisasi di mana faktor yang berperan penting ada 3, hardware, software dan brainware. 

Notes!
Ada baiknya kita sedikit menahan diri dalam melontarkan sebuah pernyataan. Lakukan sedikit information gathering, background checking, sebelum mencetuskan pernyataan yang cenderung memojokkan, merendahkan, bahkan menghakimi suatu hal yang mungkin pada kenyataannya, ilmu kita yang belum sampai pada tataran itu. Ini juga jadi catatan bagi gw pribadi dalam memberikan komentar, pernyataan maupun menyimpulkan sesuatu.

Sedikit bocoran, beliau memperbolehkan gw untuk mengambil gambar alat yg digunakan beliau untuk melakukan pekerjaan ini.

Alat yang nampak sederhana

Dan tentunya maskot workshop yang menjadi kawan beliau dalam setiap aktifitas, baik yang produktif, maupun non produktif :)

Sang maskot : iRongrong

Tidak lupa, salam dari beliau. Jangan sungkan untuk sekedar mampir dan berdiskusi tentang hal apapun :)

The Executor : Kang MAS / Mbah ITP
Terima kasih.