Zenfone Generasi ke-5 di MWC 2018, Pertanda Kembalinya ASUS ke Posisi 3 Besar?

Perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2018 kembali menjadi pilihan bagi ASUS untuk memperkenalkan lini produk smartphone andalan mereka, Zenfone 5 Series.


Dengan tagar #Backto5, ASUS seolah melupakan segala kesalahan masa lalu, dan fokus untuk kembali meraih sukses di masa depan, seperti halnya kesuksesan ASUS Zenfone 4, 5 dan 6.

Pertama-tama, kita akan bahas sedikit mengenai ASUS Zenfone 5z dan Zenfone 5, yang keduanya memiliki ukuran layar 6,2 inci, memiliki kecerdasan tiruan, dengan layar all-screen display dengan rasio screen-to-body hingga 90%, namun berukuran genggam layaknya smartphone 5,5 inci. Sebelum itu, mari kita simak videonya di bawah ini.



ASUS Zenfone 5z merupakan smartphone dengan spesifikasi terbaik, memanfaatkan dukungan Qualcomm Snapdragon 845 + engine kecerdasan buatan dari Qualcomm (AIE). Berbekal RAM 8GB dan ROM seluas 256GB, memastikan kinerja dan pengalaman AI tercepat dan menakjubkan. Sedangkan Zenfone 5 merupakan smartphone turunan dari Zenfone 5z dengan dukungan Qualcomm Snapdragon 636, terbaru dan pertama di dunia.

Penampakan ASUS Zenfone 5 yang mirip Iphone X

Selain kedua smartphone flagship di atas, ASUS juga memperkenalkan Zenfone 5 Lite, yang memiliki  layar seluas 6 inci serta sistem 4 kamera beresolusi tinggi, lensa wide-angle 120° baik kamera depan maupun belakang.

ASUS Zenfone 5 Lite dengan Snapdragon 630

Penasaran sama Zenfone 5 Lite? Bisa simak videonya di bawah ini.



Sepertinya, ASUS Zenfone 5 Lite ini difokuskan untuk kegiatan selfie/wefie, karena resolusi kamera depannya yang sebesar 20MP dan 16MP untuk kamera belakangnya, didampingi oleh masing-masing kamera lensa lebar bersudut 120° baik di depan maupun di bagian belakang. 

Resolusi layar FullHD + IPS 6 inci, dengan aspek rasio layar penuh 18:9 dan bezel yang ultraslim, membuat Zenfone 5 Lite ini terasa bagaikan menggenggam smartphone berukuran 5,5 inci saja.

Snapdragon 630 dipilih untuk dipadukan dengan baterai berkapasitas 3300mAh, dipercaya  akan menghasilkan kinerja yang maksimal dengan efisiensi daya yang optimal. Fitur keamanan canggih seperti pengenalan wajah yang cepat dan akurat, serta pemindai sidik jari juga telah tertanam di dalamnya.

Selain Zenfone generasi ke-5 ini, ASUS juga membawa serta beberapa produk lainnya seperti ZenFone Max (M1)dan ASUS NovaGo. ZenFone Max (M1) adalah model terbaru di ZenFone Max Series - satu-satunya rangkaian smartphone berkapasitas baterai tinggi di dunia. ZenFone Max memiliki tampilan full view 5,5 inci dalam tubuh yang sangat compact yang tidak lebih besar dari smartphone standar 5 inci, namun dilengkapi dengan baterai berkapasitas tinggi 4000mAh.

Dengan area tampilan yang diperluas, ukuran compact, kamera belakang ganda dengan lensa wide angle 120°, dan sistem penguncian berbasis sidik jari yang mudah, ZenFone Max menawarkan kombinasi fitur kelas atas, dengan desain metalik yang ergonomis dan nyaman untuk dipegang.

Mr. Jerry Shen memperkenalkan ASUS Zenfone 5 series di MWC 2018

Sedangkan ASUS NovaGo adalah laptop Gigabit LTE pertama di dunia yang dirancang untuk mobilitas yang benar-benar terhubung, memberi pengguna pengalaman always-on, always-connected. Laptop ultrathin dan convertible ringan ini didukung oleh Snapdragon 835 Mobile PC Platform, dan dilengkapi dengan modem Snapdragon X16 Gigabit LTE untuk kecepatan download hingga 3-7 kali lebih cepat daripada kecepatan broadband rata-rata serta memiliki 2x2 11ac Wi-Fi dan Bluetooth  5 terintegrasi. 

NovaGo adalah jenis laptop baru yang dirancang untuk pengguna yang mengerti teknologi yang selalu terhubung, dan selalu menghubungkan kemungkinan dan memberikan pengalaman Windows yang familiar ditambah semua fitur baru seperti Windows Ink, Windows Hello dan Cortana dengan konektivitas yang sangat cepat dan efisiensi daya on-the-go yang luar biasa.











Evercoss U50A Max, Smartphone Lokal 4 Kamera Termurah, Pertama di Indonesia


Setelah sukses dengan produk Evercoss U50A+, yang iklannya viral di dunia maya dan media sosial (lihat iklannya di sini jika lupa), kali ini Evercoss kembali melanjutkan kedigdayaannya dengan merilis smartphone barunya yang masih memiliki kemampuan layar tangguh, namun dengan tambahan 4 kamera di dalamnya. Dialah Evercoss U50A Max.

Evercoss U50A Max mengadopsi teknologi kamera ganda, baik kamera utama di bagian belakang, maupun kamera selfie di bagian depan. Kamera belakangnya memiliki resolusi 13MP dan 2MP, sedangkan kamera depannya, untuk selfie, memiliki resolusi 8MP dan 2MP. Masing-masing kamera tersebut, akan bekerja secara simultan, di mana kamera yang memiliki resolusi lebih besar, akan menangkap gambar secara jelas, sedangkan kamera keduanya akan menangkap gambar yang lebih blur/tidak fokus untuk mendapatkan efek bokeh/kedalaman bidang. 

Mode Bokeh pada Evercoss U50A Max

Seperti produk pendahulunya, Evercoss U50A Max menggunakan layar berteknologi Kingkong Glass, yang memiliki kekuatan 6x lebih baik daripada layar biasa, kurang lebih setara Gorilla Glass 3. Ketangguhan layarnya memang menjadi nilai jual yang menarik, selain tentu saja kemampuan kameranya.

Evercoss U50A Max memanfaatkan VOS UI yang dikembangkan secara khusus agar tetap optimal pada spesifikasi yang cukup lumayan ini. RAM 2GB dengan internal sebesar 16GB, dipadukan dengan prosesor berkecepatan 1.3GHz Quad-core dari Spreadtrum, memastikan pengalaman digital harian di layar HD720 dengan diagonal 5" ini tetap nyaman dan tahan lama, dengan dukungan baterai berkapasitas sebesar 2600mAh berjalan di atas jaringan 4G LTE.

Isi dalam paket penjualan Evercoss U50A Max

Mengusung sistem operasi Android 7.0, Evercoss U50A Max ini telah mendukung split-screen. Fitur keamanan juga tak dilupakan begitu saja. Evercoss menyematkan fingerprint scanner di bagian depan bawah layar untuk kenyamanan penggunanya, berdasarkan riset pengguna yang kurang menyukai lokasi fingerprint scanner di bagian belakang. Apps Lock serta Face Unlock juga telah bisa dimanfaatkan. Oya, smartphone ini juga sudah mendukung USB OTG lho.

Lalu bagaimana dengan harganya? Di bulan Maret mendatang, Evercoss bekerjasama dengan Shopee akan meluncurkan program promo Evercoss U50A Max dengan harga yang sangat terjangkau dan menarik. Evercoss U50A Max akan dijual dengan harga Rp. 1.250.000,- dengan bonus tambahan merchandise ekslusif dari Evercoss.

Kamera ganda dengan LED Flash di bagian belakang

Evercoss berupaya menghadirkan fitur premium yang biasanya terdapat pada smartphone dengan harga 4 jutaan, 4 kamera dengan kemampuan bokehnya, di harga yang sangat terjangkau, boleh dibilang termurah untuk saat ini, yaitu di kisaran harga 1 jutaan saja. Gokz!


Dua Karya Anak Indonesia Berjaya di Ajang Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-Anak ke-8

Penghargaan Eco Friend Prize

Pada tanggal 24 Februari 2018, KAO menyelenggarakan sebuah event penyerahaan penghargaan untuk anak-anak Indonesia yang karya lukisannya meraih penghargaan di ajang Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-Anak yang ke-8

Kao Indonesia bersama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) bekerja sama untuk memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan, melalui Program Anak Kao. Media lukisan menjadi pilihan agar anak-anak dapat mengekspresikan harapannya terhadap lingkungan yang ada di sekitar mereka. Adapun tema yang diangkat kali ini adalah "Eco Together", semangat bersama-sama untuk menjaga dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, indah dan sehat. 

Indonesia tercatat sebagai negara yang mengirimkan  karya terbanyak, yaitu sebanyak 3.703 buah karya, pada acara yang diselenggarakan secara rutin oleh Kao setiap tahunnya, sejak 2010 silam. Dan antusiasme anak-anak Indonesia ini terbayar dengan keberhasilan meraih 2 penghargaan di ajang Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-Anak yang ke-8 ini.

Viola Arielle Suliandy

Di ajang Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-Anak yang ke-8 ini, dua orang anak Indonesia yang berhasil mendapatkan penghargaan "Eco Friend Prize" adalah:

  • Viola Arielle Suliandy, dengan karya berjudul "Alam Menyelamatkan Dirinya Sendiri Melalui Tangan Kita".
  • I Wayan Amerta Nur Pradnyana, dengan karya berjudul, "Reuse".


Pengumuman pemenang telah dilakukan pada tanggal 30 November 2017 yang lalu. Pemenang Kategori ‘Planet Earth Grand Prix’ dan ‘Kao Prize’ dari seluruh dunia diundang ke Tokyo, Jepang, untuk berpartisipasi dalam acara penyerahan hadiah dan penghargaan. Lukisan-lukisan yang menjadi pemenang seluruh kategori individu dipamerkan di booth Kao pada acara pameran Eco-Pro yang diselenggarakan di Tokyo Big Sight pada tanggal 7-9 Desember2017.

Selain dari kategori individu, ada pula kategori Group Prize. Untuk kategori Group Prize, 3 dari 5 dari total  pemenang Group Prize adalah perwakilan dari Indonesia yakni: 

  • MTs Negeri 1 Pasuruan, Indonesia, dengan 907 karya
  • SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Indonesia, dengan 434 karya
  • SMPN 2 Bangil Pasuruan, Indonesia, dengan 425 karya


Dalam acara yang sama, Kao Indonesia juga mengumumkan kelanjutan kerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) lewat program Anak KAO. Program Anak KAO bertujuan untuk mendidik anak menjadi semakin Kreatif dalam menemukan cara menjaga kebersihan lingkungan. Aktif berperan dalam perilaku sehari-hari yang ramah terhadap kebersihan lingkungan, sehingga Optimis menatap masa depan dengan lingkungan yang jauh lebih baik. 

I Wayan Amerta Nur Pradnyana

Program ini berhasil memberikan manfaat kepada lebih dari 5.000 siswa di 40 sekolah yang tersebar di Cikarang, Karawang, dan Jakarta. Lewat program Anak KAO, siswa Sekolah Dasar (SD) mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif mengenai cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dalam kegiatan ini, peserta Anak KAO juga diajak untuk mengikuti Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-anak sehingga akan timbul kesadaran mengenai lingkungan.


ASUS ZenPower Slim, Powerbank Ringan Rasa Baterai Cadangan


Pertama kali mendapat informasi bahwa ASUS merilis 3 jenis powerbank barunya beberapa waktu lalu (baca 3 Varian Baru ASUS ZenPower), membuat saya penasaran. Karena, setelah eranya powerbank berkapasitas besar, yang notabene, jadinya berat (alhasil malah jadi males dibawa-bawa), beberapa produsen powerbank merombak strateginya dengan meluncurkan beragam jenis powerbank dengan desain tipis dan elegan. Dan salah satunya adalah ASUS dengan lini produk ZenPowernya.

Dan kali ini saya berkesempatan untuk merasakan sensasi menggunakan ASUS ZenPower Slim, yang merupakan salah satu varian terbaru dari ASUS. Mari kita bongkar bersama-sama.

Isi dalam boxnya

Di dalam box ASUS ZenPower Slim ini, kita akan mendapatkan 1 unit powerbank berkapasitas 3000mAh, 1 buah kabel USB micro, kartu garansi dan petunjuk penggunaan. Sejujurnya, sangat disayangkan karena ASUS tidak menyertakan konverter microUSB ke Type-C yang belakangan ini mulai ramai digunakan. Sedangkan beberapa kompetitor justru menyediakannya sebagai perlengkapan standar.

kabel microUSB

Dari sisi desain, powerbank ini sangat tipis bila dibandingkan dengan model ZenPower sebelumnya. Indikator lampu di sisi depan, samping logo ASUS, dan keterangan kapasitas baterai tertera di belakangnya.

Desain tipis menggoda iman

Sementara di bagian bawahnya, terdapat 2 buah port USB, yang besar untuk output, sedangkan yang kecil untuk inputnya/recharging. Sedangkan di bagian ujungnya ada tombol Power, dan di ujung satunya lagi terdapat lampu LED. Untuk menyalakan lampu LED, cukup tekan tombol Power sebanyak 2x secara berturutan.

ASUS Zenfone 3 dan ASUS ZenPower Slim, serasi

Karena kapasitasnya yang hanya sebesar 3000mAh, saya tergoda untuk menyandingkannya dengan ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) milik saya. Sebagai informasi, ASUS Zenfone 3 saya ini hanya memiliki kapasitas baterai sebesar 2600mAh saja, sehingga asumsi saya, powerbank ASUS ZenPower Slim ini, dapat memenuhi kebutuhan pengisian ulang daya saat diperlukan hingga maksimal. Mari kita lihat pengujiannya seperti apa.

Kapasitas baterai penuh

Pertama-tama, saya pastikan kapasitas ZenPower Slim terisi penuh. Hal ini dapat dilihat dari indikator LED pada powerbank sebanyak 3 buah lampu, yang merepresentasikan kapasitasnya, 1 lampu sekitar 1000mAh.

Kondisi Zenfone 3 sebelum dicharge

Kondisi hape dalam keadaan lowbatt dengan persentase 2% saja. Dan proses charging dimulai pada pukul 11.29 WIB.

Kondisi hape selesai charging

ASUS ZenPower Slim berhenti mengisi setelah kurang lebih 2 jam 9 menit, dan kapasitas baterai yang terisi hanya mencapai 91% saja.

Rampingnya setara ASUS Zenfone 3

Untuk pengisian ulangnya lagi, ASUS ZenPower Slim ini memerlukan waktu kurang lebih 3 jam agar terisi penuh, hingga indikator lampu LED-nya tidak ada lagi yang berkedip.

Yang menyenangkan dari ASUS ZenPower Slim ini adalah bentuknya yang tipis, ringkas, dan ringan, sehingga nyaman untuk dibawa kemana saja. Fungsi tambahan sebagai senter juga tergolong sangat berguna. Kekurangannya adalah, kapasitasnya yang hanya 3000mAh, membuat saya berpikir, ini hanya sekadar baterai smartphone yang diberi casing saja. Output daya untuk pengisiannya juga tergolong kecil, hanya 1A, yang berdampak pada lamanya pengisian smartphone. Selain itu, tidak adanya adapter Type-C juga sedikit merepotkan, sehingga harus membawa kabel USB Type-C tersendiri.

Menurut saya, ASUS ZenPower Slim ini cocok untuk dibawa saat sedang menghadiri event setengah hari, yang tidak terlalu banyak membutuhkan interaksi media sosial. Selain itu, karena kapasitasnya yang hanya 3000mAh, terasa timpang jika mesti disandingkan dengan smartphone berkapasitas baterai besar. 


Sekian review dari saya mengenai powerbank ASUS ZenPower Slim ini. Semoga di lain kesempatan, saya bisa kembali berbagi pengalaman dengan mereview ASUS ZenPower Pocket yang memiliki kapasitas lebih besar, namun tetap dengan desain body yang ramping dan menawan.

Salam kompak persahabatan selalu..



OPPO A83, Versi Hemat dari OPPO F5


Akhirnya OPPO merilis smartphone terbarunya, yaitu OPPO A83. Sebelumnya, perangkat ini hanya dapat dipesan secara online melalui salah satu platform e-commerce saja. Namun sejak tanggal 6 Februari 2018 lalu, OPPO A83 sudah tersedia di OPPO Store maupun toko-toko offline di seluruh Indonesia.

Yang menarik dari OPPO A83 ini adalah spesifikasinya yang tidak jauh berbeda dengan sang kakak, OPPO F5, hanya sedikit berbeda dengan hilangnya fingerprint scanner di sisi belakang bodinya. Tetap memanfaatkan prosesor Helio P23, RAM 3GB dan baterai sebesar 3.180mAh, serta sistem operasi ColorOS 3.2 berbasis Android Nougat 7.1, OPPO A83 memiliki efisiensi daya yang impresif. Storage internalnya sendiri cukup standar untuk saat ini, yaitu 32GB yang bisa diekspansi melalui kartu MicroSD hingga sebesar 256GB. Yang mencengangkan, performa benchmark Antutu, OPPO A83 mengukir angka lebih tinggi daripada OPPO F5 Youth, yaitu di kisaran 80 ribu.

Ki-ka : OPPO A83 - OPPO F5 Youth

Layarnya sendiri sudah mengikuti jejak sang kakak, yaitu Full-View Display seluas 5.7" dengan rasio 18:9 dan resolusi HD+ 1440 x 720. Resolusi sebesar ini cukup nyaman untuk dipandang, serta memberikan peningkatan efisiensi terhadap pemakaian baterai secara signifikan.

Sebagai Smart Selfie-phone, OPPO A83 masih mengusung fitur A.I Beauty Technology dengan kamera depan 8 MP, akan memindai 254 titik wajah, untuk menghasilkan foto wajah yang lebih natural, nyata, dan unik.

Contoh hasil foto selfie OPPO A83

Dengan ditiadakannya fingerprint scanner, bukan berarti fungsi keamanan pada OPPO A83 diabaikan begitu saja demi menekan harga. Tidak sama sekali. Fitur Face Unlock masih tersemat di dalam smartphone ini, memudahkan pengguna saat harus mengakses smartphone ketika tangan sedang memakai sarung tangan. Kecepatan akses bukanya pun tergolong cepat, hanya 0,08 detik saja, hadapkan wajah ke layar, dan voila, smartphone dapat langsung digunakan. Jikapun enggan memanfaatkan face unlock, fitur keamanan pattern maupun PIN masih tersedia, jadi jangan kuatir.

OPPO A83 hadir dalam 2 warna pilihan, Black dan Gold

OPPO A83 yang tersedia dalam 2 warna ini, Gold dan Black, dijual dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu Rp. 2.999.000,- Jadi, jika kalian ingin memiliki smartphone bergaya OPPO F5 namun anggaran terbatas, OPPO A83 bisa jadi alternatif bagi kalian yang tidak begitu mendewakan kehadiran fingerprint scanner di dalamnya.


Redmi 5 dan Redmi 5 Plus Koreksi Pasar Smartphone Full View Display Indonesia


Bertepatan dengan hari kasih sayang dunia yang dikenal sebagai hari Valentine, pada tanggal 14 Februari 2018 lalu, Xiaomi kembali merilis 2 smartphone terbarunya. Kedua smartphone terbaru Xiaomi ini, sama-sama mengusung teknologi full-view display pada layarnya, dan sintingnya, dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Hal ini semakin memperkuat komitmen Xiaomi untuk senantiasa menghadirkan teknologi smartphone terkini dengan harga yang mencengangkan.

Biasanya, smartphone dengan teknologi ini, hanya dapat dinikmati di lini produk premium atau mainstream dengan kisaran harga 3 jutaan rupiah ke atas. Namun Xiaomi melalui Redmi 5 dan Redmi 5 Plus, seakan mengkoreksi kisaran harga yang pantas untuk smartphone dengan teknologi ini, dan tentunya dengan spesifikasi yang tidak asal-asalan.

Tetap mempertahankan tradisi baterai Xiaomi yang tahan lama, Redmi 5 dan Redmi 5 Plus menanamkan baterai berkapasitas 3300mAh dan 4000mAh di dalamnya. Prosesor Snapdragon dipilih untuk menemani MIUI 9 yang makin mulus performanya, namun tetap hemat dan efisiensi daya.

Hadir dengan 2 dimensi ukuran, 5,7 inci dan 5,99 inci, keduanya mengadopsi rasio layar 18:9 dengan tepian layar melengkung. Walau berukuran besar, namun smartphone ini tetap didesain nyaman untuk digenggam. 

Kemampuan fotografinya tidak dilupakan oleh Xiaomi. Memanfaatkan sensor berukuran besar, yaitu 1.25μm, dipastikan hasil tangkapan dari kamera belakangnya yang memiliki resolusi 12MP, atau kamera depannya yang memiliki resolusi 5MP dengan aperture f/2.2, tetap indah walau dalam kondisi kurang cahaya. LED Selfie Light yang dimilikinya, dikombinasikan dengan fitur Beautify 3.0 dari Xiaomi, akan membantu hasil foto selfie tetap tajam dan natural.

Setiap lini produk dari Xiaomi didesain khusus untuk meredam beragam benturan yang terjadi saat Redmi 5 atau Redmi 5 Plus dijatuhkan. Dengan struktur yang diperkuat, tepian smartphone mampu meredam benturan yang dapat merusak layar saat smartphone dijatuhkan. Selain itu, peningkatan  juga dilakukan terhadap bagian lubang suara, termasuk tambahan lapisan tahan air yang membantu melindungi Redmi 5 dan Redmi 5 Plus dari keringat dan debu.

Redmi 5 dan Redmi 5 Plus dilengkapi dengan body metal dan tersedia dalam warna hitam, biru dan
gold. 


Redmi 5 hadir dengan dua opsi penyimpanan: Versi 2GB + 16GB dengan harga Rp 1.699.000 dan versi 3GB +32GB dengan harga Rp 1.899.000


Sementara Redmi 5 Plus hadir dalam versi 3GB + 32GB dengan harga Rp 2.199.000 dan versi 4GB + 64GB dengan harga Rp 2.699.000.

Honor Incar Posisi 3 Besar di Blantika Smartphone Dunia


Perkembangan pasar remaja dan dewasa muda yang sangat pesat, tak dapat dipungkiri, menjadikannya sebagai tambang emas bagi industri di era digital ini. Cina sebagai raja e-commerce  dunia di era ekonomi digital ini, tak diragukan lagi, menjadi tempat kelahiran raksasa bisnis internet seperti Alibaba, Baidu dan lain sebagainya.

Industri smartphone di masa kini, menjadikan generasi muda masa kini yang berusia antara 18 hingga 35 tahun, sebagai target sasaran bagi produk teknologi digital termutakhir yang bisa ditawarkan. Honor, sebagai satu merk smartphone yang diprakarsai oleh Huawei pada tahun 2013 lalu, dikembangkan secara khusus untuk menguasai pangsa pasar generasi digital saat ini. Honor memiliki reputasi yang sangat baik di negara-negara berkembang, dan juga sangat dikenal di negerinya sendiri, Cina.

Walau terbilang baru, Honor telah mengukir prestasi di Cina, sekaligus  pasar Internasional. Saat "Singles Day" di Cina (momen perayaan tahunan untuk produk konsumtif dan ecommerce yang lebih besar daripada Black Friday), Honor mampu menghasilkan $605 juta pemasukan pada dua platform e-commerce terbesar di Cina, yaitu Jingdong (JD.com) dan Alibaba melalui Tmall.com, melampaui Apple di JD.com.

Di luar Cina, Honor sendiri juga telah menancapkan kukunya di beberapa wilayah, seperti Eropa Barat, Rusia dan Amerika Utara. Bahkan riset pasar terkini yang dilakukan Gfk menunjukkan volume penjualan dan pendapatan Honor di Rusia berada pada posisi 3 besar, persis di belakang Samsung.

Menurut Presiden Honor, George Zhao, ada 3 hal yang ditawarkan dalam setiap produk smartphone Honor, yaitu teknologi terbaru, estetika, serta akses kepada generasi muda.


Lini Honor sendiri saat ini dibagi menjadi 4 produk yang masing-masing memiliki daya tarik tersendiri.

Flagship series : Honor 8, dengan 3D glass premium yang terdiri dari 15 lapisan, mendapatkan penghargaan desain dari IF dan IDA Design.

X series : Honor 7X merupakan smartphone terjangkau dengan fitur premium, memberikan pengalaman baru pada layarnya yang full-screen.

Super-flagship View series : Honor View 10, telah membenamkan kemampuan AI sebagai inovasi teknologinya, mampu mengenali kebiasaan pengguna dan memberikan beragam saran dan kemudahan di dalamnya.

Lite series : menawarkan smartphone dengan harga yang jauh lebih terjangkau, namun tetap dengan teknologi berkualitas dari Honor. Menitikberatkan pada elemen fashion dan gaya hidup, menyasar pengguna muda yang trendy gaya masa kini.

Dengan kekuatan ini, Honor memiliki keyakinan untuk menjadi merk smartphone 5 terbaik dunia dalam 3 tahun, dan menjadi 3 yang terbaik dunia dalam 5 tahun ke depan.

Kenalin! 3 Laptop ASUS ROG, Hero, Scar dan Chimera..

Yo Gamers! Persis pada tanggal 1 Februari 2018, ASUS ROG menggelar resepsi, eh, peluncuran laptop gaming terbaru mereka, yaitu Hero, Scar dan Chimera, yang berasal dari lini Strix. Apa sih perbedaan ketiganya? Kuy, simak bareng di tulisan saya berikut ini.


Tapi sebelum itu, saya mau cerita dulu nih. Seperti biasa, kalau ada event semacam ini, pasti juga jadi ajang silaturohim dengan sesama rekan blogger, media, youtuber dan tentunya tim PR. Banyak teman, jadi banyak sodara, kalo kata Susan.


Karena acaranya siang, seperti biasa, sebelum dimulai, undangan dipersilakan untuk makan dulu. Sembari nunggu undangan yang lain kumpul juga sih. Sebab, beberapa datengnya suka belakangan. Nah, kelar makan, baru deh acara dibuka langsung sama Mas Galip Fu, yang berdandan layaknya Neo dari film Matrix.


Presentasi singkat dari beliau, terutama mengenai posisi ASUS yang masih 'megang' di pasar Indonesia dengan 64% market share, menjadikan laptop ASUS sebagai pilihan pertama masyarakat di Indonesia. Luar biasa!

Selanjutnya adalah presentasi dari Mas Alistair, yang namanya mirip hero Mage di AoV, yang membahas soal 2 varian laptop gaming ASUS ROG dari seri Strix, yaitu Hero dan Scar. Apa sih perbedaannya? Kuy simak sejenak..


ASUS ROG Strix GL503 Hero Edition



Main Spec.
ROG Strix Hero Edition
CPU
i7-7700HQ 2.8 GHz (6M Cache, up to 3.8 GHz)
Memory
16GB /  8GB DDR4 RAM
Storage
1TB SSHD + 256GB PCIe NVMe SSD / 1TB SSHD + 128GB SSD SATA
Display
Layar 15.6” IPS FHD (1920x1080) 120 Hz / 15,6”  Non-glare IPS Full HD (1920 x 1080)
Graphics
NVIDIA GeForce GTX1060 6G DDR5 / NVIDIA GeForce GTX1050 4G DDR5
Input/Output
3x USB 3.0, 1x USB 3.1 Type-C, 1x USB 2.0 1x HDMI port, 1x Mini port, 3-in-1 cardreader (SD/SDXC)
Camera
Built-in HD Camera and array mic
Connectivity
802.11AC+BT
Audio
2 x 3.5W speaker with Smart AMP technology
Array microphones
Weight 
2,5 Kg
Dimension
38,4(W) x 26,2(D) x 2,4 (H) cm
Keyboard
Backlit chiclet keyboard, RGB 4 zones, Marked QWER keys, Hot keys: Volume up / Volume down / Mute / ROG Gaming Center, 1.8mm travel distance
0.25mm keycap curve
Special Design
Alumunium alloy body, Elegant and modern lines, New ROG Strix design
Battery
Up to 9-hour battery life
OS
Microsoft Windows 10
MSRP
Rp27.299.000 / Rp16.799.000
Warranty
2 years full global warranty

Varian ini ditujukan bagi para pencinta game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), dengan menghadirkan teknologi display dengan refresh rate 120Hz, yang biasanya difokuskan untuk gaming dan tergolong panel display level premium. Layar ASUS ROG Strix GL503 Hero Edition memiliki akurasi warna 100% sRGB, sehingga tampilan gameplay menjadi tampak lebih detail. Teknologi Wide View juga membuat layar dapat dinikmati dari berbagai sudut pandang.

ASUS ROG Strix GL503 Hero Edition tampil menawan dengan desain ala ROG Zephyrus pada cover-nya, yang disempurnakan dengan hadirnya pattern suku maya berwarna keabuan dan logo ROG yang bisa menyala. Perangkat ini memiliki berat hanya 2,5kg dengan ketebalan 2,4cm. Sungguh menggoda iman.


ASUS ROG Strix GL503 Scar Edition


Main Spec.
ROG Strix GL503VD / GL503VM Scar Edition
CPU
i7-7700HQ 2.8 GHz (6M Cache, up to 3.8 GHz)
OS
Windows 10 Home
Memory
16GB DDR4 2400MHz up to 32GB
Storage
1TB SSHD + 256GB M.2 SSD / 1TB SSHD + 256GB M.2 SSD
Display
15,6” FHD (1920x1080) 120Hz, 5ms Response Time
Graphics
NVidia GeForce GTX1060 / GTX1050 6GB DDR5 VR Ready
Input/Output
3x USB 3.0, 1x USB 3.1 Type-C, 1x HDMI port, 1x Mini port, 3-in-1 cardreader (SD/SDXC)
Camera
Built-in HD Camera and array mic
Connectivity
802.11AC+BT
Audio
Built-in Stereo 3.5 W Speakers And Microphone, ASUS Sonic Studio
Support Windows 10 Cortana with Voice
Weight 
2.3Kg
Dimension
38.4 x 26.2 x 2.3 cm (WxDxH)
Keyboard
Illuminated chiclet keyboard, 1,6mm of key travel distance, specially designed WASD cursor keys
Special Design
Alumunium alloy body, Elegant and modern lines, New ROG Strix design
Battery
64 Whrs 4 Cells Battery
MSRP
Start from Rp19.299.000
Warranty
2 years full global warranty

Varian ini ditujukan bagi penggema game berbasis First Person Shoot (FPS). ASUS ROG Strix GL503 Scar Edition telah dilengkapi dengan teknologi display dengan refresh rate 120Hz, sama seperti pada varian Hero Edition. Selain itu, ASUS ROG Strix GL503 Scar Edition mempunyai respons time 5 ms (milisecond) yang membuatnya mampu menampilkan kualitas gambar akurat serta smooth saat bermain. Kemampuannya mengeliminasi motion blur dan tingkat kecerahan layar 400cd/m2 menjadikannya sanggup memberikan kualitas visual 60 persen lebih terang dibanding panel LCD IPS yang biasa digunakan, satu faktor penting bagi penggemar game FPS yang mesti bereaksi cepat saat sedang di dalam permainan.

ASUS ROG Strix GL503 Scar Edition tampil dengan mewah dan elegan dengan membawa desain ala ROG Zephyrus pada bagian LID covernya. Logo ROG yang biasanya terletak di tengah, kini bergeser sedikit ke kanan cover yang dibelah garis diagonal yang menimbulkan kesan tangguh. Secara keseluruhan, perangkat ini memiliki berat 2,3kg dengan ketebalan hanya 2,3cm.


ASUS ROG G703 Chimera


Main Spec.
ROG G703
CPU
Intel® Core™ i7 7820HK Processor
OS
Windows 10 Home 64-bit
Memory
32GB DDR4 RAM up to 64GB (4 Slot DIMM)
Storage
1TB HDD 7200rpm + 2x 256GB PCIe SSD
Display
17.3" FHD (1920x1080) Wide-View Anti- Glare (144Hz, 9ms)
Graphics
NVIDIA GeForce GTX1080 8G DDR5
Input/Output
2x Headphone-out jack (Audio-in Combo), 1x SD card reader, 1x mini Display Port, 4x Type A USB3.0 (USB3.1 GEN1), 1x RJ45 LAN Jack for LAN insert, 1x HDMI, 1x Type C USB3.1 (GEN2) Thunderbolt, 1x Multi-format card reader (MMC/SD)
Camera
Built-in HD Camera and array mic
Connectivity
Built-in Bluetooth V4.2, 10/100/1000 Base T, Integrated 802.11 AC (2x2)
Audio
ASUS Sonic Studio, Built-in Stereo 3 W Speakers And Array Microphone
Weight 
4,7 Kg
Dimension
425 x 319 x 47.5 ~51 mm (WxDxH)
Keyboard
Illuminated Chiclet Keyboard, Chiclet keyboard with isolated Num key
Special Feature
VR Ready, Anti-Dust Cooling System, Xbox Feature, Trinity Display Technology, Aura RGB Individual Key Lighting
Battery
74 Whrs 8 Cells Battery
Warranty
2 years full global warranty

ASUS ROG G703 berkode Chimera ini merupakan laptop gaming premium yang dirancang untuk mendobrak batas tertinggi. Oleh karena itu, untuk mencapai cita-cita tersebut, ASUS ROG G703 dirancang dan dibekali komponen terkuat serta fitur terbaik.

Layar 17,3 inci milik ROG G703 merupakan laptop pertama di dunia, yang memiliki refresh rate 144Hz. Konfigurasi hardware yang tertanam di dalamnya, memungkinkan pengguna memainkan game AAA dengan setting tertinggi. Desain bodi nan kokoh, yang terinspirasi dari Bio-Armor, juga disiapkan sebagai rumah bagi sistem pendingin yang efisien serta berteknologi Anti-Dust Cooling (ADC) system.


Walau produk yang dikenalkan pada kesempatan ini hanya 3, namun antusiasme para undangan dalam mencoba komputer gaming ASUS ROG ini sangatlah tinggi. Beberapa Youtuber kenamaan, saya lihat sedang mencoba memainkan permainan yang telah terpasang di komputer yang ada di demo booth.


Bahkan, ada satu spot yang didesain layaknya kokpit mobil balap, supaya kita bisa merasakan atmosfer bermain balap mobil layaknya balapan beneran. Yang ini bahkan dilombain, dan pesertanya berhak memperebutkan beberapa macam hadiah yang sudah disediakan oleh ASUS ROG Indonesia.


Jadi, bagaimana dengan harganya? Tenang! Varian ROG Strix Hero dan Scar edition tergolong terjangkau untuk kasta laptop gaming medium/mainstream.


Harga laptop gaming ASUS ROG GL503 ditawarkan dengan harga mulai dari 15 jutaan rupiah saja. Hero edition di kisaran 16 juta rupiah, sedangkan Scar edition lebih mahal, yaitu 19 jutaan rupiah.

Yang cukup sadis adalah harga dari G703 Chimera, yang angkanya menyamai laptop gaming tertipis di dunia, ASUS ROG Zephyrus yang diperkenalkan beberapa waktu lalu.


Tapi memang, harga segitu itu sesuai dengan spesifikasi yang ditanamkan di dalamnya. Betapa beragam komponen komputasi terbaik saat ini, sudah termaktub di sana. Hanya memang, secara desain, jika dilihat dari ketipisannya, masih menang Zephyrus, namun tipe Chimera ini juga tak kalah menariknya.

Gimana? Seru banget kan? Bisa ketemu beragam undangan, dari rekan blogger, youtuber ternama, cosplayer kondang, sampai tim esports kebanggaan ASUS ROG, seperti Female Fighters yang cantik namun 'mematikan' di arena permainan digital.

Oiya, hampir lupa. Di kesempatan ini juga, ASUS memperkenalkan Brand Ambassador baru mereka untuk urusan gaming, yaitu tim RRQ esports.


Tentu saja bukan tanpa alasan bila ASUS memilih RRQ Team. Mereka adalah salah satu tim terbaik yang ada di Indonesia, dan memiliki banyak divisi seperti Point Blank Division, Mobile Legend Division, Dota2 Division, Arena of Valor Division, Player Unknown's Battle Ground Division.

Di tahun 2017, RRQ Team meraih 3 gelar juara di turnamen Point Blank tingkat nasional serta global dan merupakan tim pertama yang memenangkan 3 major turnamen Point Blank dalam setahun. 

Demikian pula untuk divisi Mobile Legend. Saat ini mereka tidak terkalahkan di seluruh turnamen lokal yang digelar. Sedangkan pada game Dota2, RRQ merupakan tim asal Indonesia pertama yang mendapatkan undangan dalam Regional Qualifier turnamen skala besar.


Jika melihat prestasi mereka saat ini, sungguh saya tidak pernah menyangka, kegiatan bermain game yang dahulu dipandang sia-sia dan hanya membuang-buang waktu belaka, kini menjadi salah satu profesi yang memiliki potensi sumber penghasilan luar biasa.

Pesan saya untuk generasi muda, lakukan segala hal dengan serius, termasuk bermain game. Karena kita tidak tahu, dari arah mana rejeki kita akan datang menghampiri.

Sekian dari saya, sampai jumpa lagi di tulisan saya berikutnya. Salam kompak persahabatan selalu.


Waspada Penipuan Kartu Kredit Atas Nama HaloBCA

Transaksi dengan menggunakan mobile banking, internet banking, mobile apps, belakangan ini sudah mulai jamak dilakukan oleh banyak oran...