ASUS Rilis ZenBook S UX392 dan ZenBook Flip UX362, UltraBook 13 Inci Paling Tipis dan Ringkas

Beberapa hari lalu, ASUS Indonesia kembali meluncurkan dua ultrabook premium mereka dari seri ZenBook. Tak tanggung-tanggung, dua orang...

Kupi Jali Condet, Tempat Ngupi Asyik di Bagian Timur DKI


Malam Minggu malam yang panjang, malam yang asyik buat pacaran.. Itu mah dulu.. Kalo sekarang, malam Minggu waktunya kumpul sama keluarga. Dan karena sudah keseringan ditagih melulu sama si kecil Ai, karena pernah berjanji untuk ngupi di kedai Kupi Jali Condet.

Awalnya, saya sendiri kurang mengetahui keberadaan kedai Kupi Jali ini. Namun seiring dengan posting saya di Instagram dengan tagar #coffee, muncul suggestion dan sponsored post dari beberapa akun resmi kedai kopi, salah satunya adalah Kupi Jali ini. Iseng-iseng cek lokasinya, lha kok dekat? Sayangnya, pas dicek via Google Maps, rupanya nggak sesuai dengan lokasi aslinya yang justru lebih dekat dengan rumah. Kalau di Maps, lokasinya dekat GOR Bale Kambang. Lokasi aslinya justru saya temukan setelah menelusuri jalan alternatif sejajar dengan Jalan Raya Condet.

Dan setelah sekian lama menabung (ceileee..) akhirnya keinginan Ai dan kami semua terwujud. Malam Minggu yang lalu, kami semua nongkrong ngupi ceria di kedai Kupi Jali Condet. 

Kedai Kupi Jali Condet

Kedai Kupi Jali menempati sebuah bangunan sederhana berlantai 2, di mana bagian bawahnya merupakan area kasir dan barista, dengan wilayah dapur yang tersembunyi. Sedangkan di lantai atas, merupakan area nongkrong yang lebih luas, cocok untuk acara ulang tahun atau meeting. Waktu kami ke sana, area lantai atas sedang dibooking untuk sebuah acara anak muda, jadi kami menempati meja di area bawah yang alhamdulillah sangat bersih dengan mural yang ceria.

Lokasinya di sini ya gaess..


Tujuan kami ke sini adalah untuk menikmati kopi sekaligus makan malam. Anak-anak saya tumben sekali memesan minuman iced vanilla latte, sedangkan mamanya memesan iced caramel latte. Saya sendiri memesan hot latte dan iced vanilla latte, sama seperti anak-anak.

Minuman dingin, iced vanilla latte dan caramel latte pakai botol di kiri, sedangkan hot latte pakai gelas di kanan

Untuk makanan pembuka, tadinya kami pesan kentang goreng. Namun apa daya rupanya sedang kosong, sehingga kami mengubah pesanan menjadi cilok spesial.

Kombinasi cilok dengan cocolan bumbu yang sedap

Untuk menu utamanya, kami memiliki selera yang berbeda-beda. Saya agak malas makan malam, hanya memesan roti pisang bakar, istri pesan ayam bakar, sedangkan anak-anak memesan nasi goreng spesial Kupi Jali.

Roti Pisang Bakar

Ayam Bakar

Nasi Goreng Spesial

Dengan harga yang relatif terjangkau untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, citarasa minuman berbasis kopi yang ditawarkan boleh dibilang nggak dusta. Enaknya pas, cocok buat nongkrong sembari ngobrol atau bikin vlog atau sekadar nulis di blog. Untuk makanannya sendiri, roti pisang bakarnya royal dengan taburan coklat dan keju, pisangnya sendiri pas matangnya. Untuk ayam bakar, istri saya suka. Maklum, selera chef kan sedikit detil, jadi kalau istri saya bilang enak, ya memang enak beneran. Untuk nasi goreng, saya sempat mencicipi karena porsinya tergolong banyak untuk anak saya yang kecil. Nah, sensasi nasi goreng di Kupi Jali ini tergolong unik karena ada tambahan rempah apa gitu, jadi kayak rada-rada Arab/India gitu. Jujur aja sih ya? Kalo buat saya, ini kurang cocok karena cenderung manis. Mungkin nanti cobain menu yang lainnya lagi, karena saya masih penasaran sama racikan minuman kopi lainnya di sini.

Beberapa varian biji kopi single origin yang tersedia

Karena tempatnya yang cerah dan hangat, saya sekalian mengerjakan beberapa pekerjaan di sini, sementara anak-anak sibuk bermain dengan hapenya masing-masing.

Ngetes ASUS ZenBook

Nggak terasa saking asyiknya ngetes laptop, dan bikin video unboxing, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tapi herannya, anak-anak saya masih belum menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Hahaha, efek iced vanilla latte yang diracik dari biji kopi asli menunjukkan kekuatannya.

Masih haus, minum es teh manis dulu (difoto dengan Honor 10 Lite)

Meskipun belum ada tanda-tanda mengantuk, namun kami tetap harus pulang karena keesokan harinya masih ada acara rutin yang mesti kami lakukan, yaitu olahraga jalan pagi bersama. Namun sebelum pulang, tentu saja saya mesti membayar makanan dan minuman yang telah kami pesan. Nggak lupa ngajak wefie mas kasir yang postur dan wajahnya mirip artis Youtube, SkinnyFab :)

SkinnyFab.. Asli apa palsu?

Demikianlah kisah malam Minggu kami di kedai Kupi Jali Condet beberapa waktu lalu, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di kisah kami berikutnya dan salam kompak persahabatan selalu..





ASUS VivoBook Pro F570, Paduan Cinta AMD dan Nvidia


Selama ini saya nggak pernah kepikiran, dua merk chipset grafis bisa bersatu dalam sebuah wadah teknologi, mengingat rivalitas mereka selama ini. Namun ternyata semua itu bukan hal yang mustahil. AMD dan Nvidia menyatu, berada di dalam sebuah laptop bernama ASUS VivoBook Pro F570.

Berdasarkan hasil data riset, pada tahun 2018 lalu, laptop yang banyak diserap pasar adalah yang memiliki ukuran 15,6" dan menggunakan chipset GPU Nvidia. Dari hasil riset ini, ASUS memberikan alternatif solusi bagi mereka yang menyukai prosesor AMD dengan meluncurkan laptop ASUS VivoBook Pro F570.

Kerjasama ASUS dengan AMD bukanlah untuk kali pertama. Sebelumnya sudah ada beberapa lini produk ASUS yang menggunakan prosesor AMD di dalam produk mereka, antara lain VivoBook E402W, VivoBook X441B dan VivoBook X555Q. Sedangkan AMD Ryzen juga sudah diadopsi pada laptop ASUS VivoBook X505Z, ROG G702Z serta desktop ROG G11DF.

Tampak belakang ASUS VivoBook Pro F570

Kehadiran ASUS VivoBook Pro F570 ini mampu menjembatani keinginan pengguna yang mendambakan performa prosesor AMD Ryzen dengan kecanggihan GPU Nvidia, atau justru penasaran, apa jadinya jika 2 kekuatan terbaik yang selama ini bersaing, justru berpadu dalam satu produk. ASUS sendiri mengatakan jika laptop ini ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan produktifitas dan hiburan secara seimbang. Sebuah laptop dengan kemampuan gaming, tapi memiliki desain lebih manis dengan kombinasi warna hitam dan aksen biru kehijauan. Selain untuk gaming, laptop ini juga cocok untuk digunakan oleh para content creator sebagai mesin video editing yang cukup mumpuni.

Bagian sudutnya bagai diamond-cut

Meski tampak sedikit bulky, namun laptop ASUS VivoBook Pro F570 ini memiliki bobot yang relatif ringan, kurang dari 2kg, yaitu tepatnya 1,9kg saja. Variasi tipenya sendiri tidak banyak, hanya ada 2 varian, yaitu VivoBook Pro F570 dengan prosesor AMD Ryzen 5 dan satu lagi menggunakan AMD Ryzen 7. Untuk chipset GPU-nya sendiri menggunakan Nvidia GTX1050. Layarnya memiliki luas 15,6" dengan resolusi FullHD dilengkapi dengan anti-glare agar mata lebih nyaman. 

Ada backlit pada chiclet keyboard

Salah satu fitur yang penting juga adalah backlit pada chiclet keyboard yang digunakan, sehingga tetap bisa mengetik dengan nyaman dalam kondisi rendah cahaya. Selain itu laptop ini sudah dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 original dengan fitur Windows Hello, yang memungkinkan pengguna untuk login dengan menggunakan sidik jari. Yapp! Sensor sidik jarinya tersedia di bagian kanan atas pada touchpad laptop. Canggih? Tentu!

| Spesifikasi ASUS VivoBook Pro F570


| Harga dan Ketersediaan

Untuk harganya sendiri, laptop ini relatif terjangkau dan masuk ke segmentasi menengah. Dalam waktu dekat, laptop ASUS VivoBook Pro F570 dapat diperoleh di ecommerce terkemuka, JD.ID.

Harga VivoBook Pro F570 dengan AMD Ryzen 5

Harga VivoBook Pro F570 dengan AMD Ryzen 7

| Hiburan Magic di Launching ASUS VivoBook Pro F570


Demikianlah sekelumit pengalaman saya menghadiri acara launching laptop yang keren ini. Sungguh jika kalian ada kebutuhan untuk video editing sebagai vlogger atau Youtuber, di kisaran harga 11-13 juta rupiah, laptop ini sangat menggoda iman.

Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya, salam kompak persahabatan selalu..






Laptop Terkecil di Dunia Itu Bernama ASUS ZenBook 13/14/15


Pada pertengahan bulan Januari 2019, ASUS kembali menggemparkan jagad perlaptopan dengan kehadiran ultrabook premium mereka, ZenBook. Hal yang berbeda dibandingkan dengan ZenBook sebelumnya, pada kesempatan kali ini, ASUS menghadirkan 3 varian sekaligus dari lini ZenBook mereka, yaitu UX333, UX433 dan UX533 atau dikenal juga sebagai ZenBook 13/14/15.

Pada kesempatan ini, saya diundang untuk hadir di acara peluncuran tersebut. Yang serunya lagi, rekan-rekan blogger dari seluruh Indonesia, juga turut diundang. Asyiknya kumpul bareng reuni lagi setelah sebulan berpisah. Terakhir jumpa di event launching Max Pro M2 di akhir tahun 2018 lalu. Tapi pastinya ada yang berbeda, kali ini rekan-rekan blogger yang event kemarin tidak bisa datang, kali ini bisa datang, termasuk salah satu diantaranya sesepuh drone dari Semarang, Kang Yohan.

Saya, dan teman-teman PR ASUS Indonesia. Kang Yohan di belakang.

Acaranya sendiri dimulai siang hari, saya sengaja datang lebih awal supaya bisa berjumpa dengan rekan-rekan blogger lainnya sebelum acara dimulai. Yah, temu kangen dan ngobrol-ngobrol ringan lah. Apalagi, Kang Yohan sudah lama tidak mengikuti event dari ASUS sejak beliau pensiun menulis dan fokus dengan pekerjaannya sebagai IT di Yayasan Sekolah Theresiana di Semarang, sembari aktif mensosialisasikan tata-tertib penggunaan drone di wilayah sana. Canggih lah Kang Yohan mah..

Registrasi dilakukan di gerbang ballroom, di lantai L. Bagi yang sudah sering ikut acaranya ASUS, pasti nggak asing lagi dengan mekanisme daftar ulangnya. Di sana, tim PR sudah siap menanti para undangan yang akan menunjukkan undangannya, untuk ditukar dengan gantungan identitas.

Tim PR ASUS sedang bekerja

Seperti biasa, sebelum acara dimulai, para undangan dipersilakan untuk menikmati hidangan makan siang yang telah disediakan. Selama ini sih, menu di hotel Pullman Central Park, nggak pernah mengecewakan. Selalu enak dan enak banget. Dan menu pembuka yang saya ambil tentu saja buah potong yang dari jauh sudah menggoda dengan warnanya serta kilauan basah-basah di tubuhnya (haiyah, apasih?!?!)

Buah potong yang saya maksud
Melimpahnya makanan membuat perut ini terasa kenyang. Saya pun menunggu sejenak agar makanannya turun, hingga waktunya tiba kami semua dipersilakan untuk memasuki ruangan. Nah, ketika sedang menuju ke hall, di bagian kanan dan kiri lorong, ada sejarah laptop ZenBook sejak awal hingga tipe yang rilis terakhir sebelum hari ini. Ternyata, perkembangan laptop ASUS ZenBook sudah sangat signifikan, baik secara desain maupun spesifikasi. Mau tau kecanggihan laptop ASUS ZenBook yang dirilis hari ini? Tungguin ya?

Tugu Batu

Pas masuk, saya melihat pemandangan aneh. Ada tugu batu di dalam Experience Area. Wow! Ada tugu batu prasasti dengan tingkat keseimbangan tinggi, pikir saya kala itu. Ternyata eh ternyata, ada sebuah laptop yang sedang digencet di bawahnya. Uwanjritt! Apa-apaan ini? Ngeri layarnya retak bray! Karena ngeri melihat pemandangan ini, saya segera beringsut ke podium sebelahnya, yang menampilkan laptop dengan lebih wajar, natural, apa adanya.

ZenBook terbaru yang dirilis hari itu

Namun apa yang terjadi ketika saya bergeser sejengkal dari tempat ini? Ya LORD! Hamba melihat sebuah penampakan yang sungguh menggetarkan sudut ruang jiwa raga. Kyaaa! ASUS ZenBook dengan warna merah burgundy ini sungguh menggoda sekali.

ASUS ZenBook Burgundy Red

Dengan aksen warna emas di bagian logonya, membuat laptop ASUS ZenBook berwarna merah ini tampak sangat berkelas dan tentu saja mewah. Saya langsung auto cemewew sesaat setelah memandangnya. Nggak mau lepasin, nggak ikhlas. Tapi cinta memang belum tentu bisa memiliki, paling tidak untuk saat ini. Melipir dulu ke bagian lain dari experience area, saya melihat adanya mural yang besar, dibentuk bagaikan laptop ZenBook Pro yang memiliki touchpad berfungsi sebagai layar kedua.

Bagian bawah mural, ada layarnya

Mural sedang dilukis bagaikan layar ZenBook Pro

Sebetulnya masih betah berlama-lama di area ini, namun para undangan sudah dihimbau untuk memasuki hall dan menempati tempat duduk sesuai dengan klasifikasinya. Begitu masuk, saya terkesima dengan layar besar di depan panggung. Selain layar utama di bagian depan, ada 2 layar lagi di sisi kanan dan kirinya sehingga berkesan sangat widescreen.

Layar di panggung utama

Untuk undangan blogger khusus, kami ditempatkan di sisi kiri, bersama dengan rekan media lainnya. Seperti biasa, momen seperti ini bisa dibilang jarang sekali terjadi, sehingga namanya foto-foto bareng untuk dokumentasi terasa melimpah sekali di kamera dan hape masing-masing.

Edisi wefie pinjam tongsis Mbak Katerina

Hey! Ayo duduk yang manis, karena acaranya akan dimulai! Bagi kalian yang sering hadir ke acara ASUS Indonesia, pasti nggak asing dengan mbak cantik yang membawakan acaranya.

Di tahun 2019 ini, tepatnya di bulan April 2019, ASUS genap berusia 30 tahun. Dan di akhir 2018 lalu, laptop ASUS masih menjadi yang terbaik di market Indonesia, baik itu laptop konsumer maupun laptop gaming ROG. Dan pada kesempatan ini, ASUS memperkenalkan produk laptop terbaru mereka, yang diklaim sebagai laptop termungil di dunia.

Mr. Jimmy Lin dan laptop baru ASUS ZenBook

Mr. Jimmy Lin mejeng bareng Sandra Dewi dan Nagita Slavina

Suguhan pertunjukan digital dancer pada acara kali ini sangat berbeda dengan event-event sejenis sebelumnya, terasa lebih anggun dan megah, karena memanfaatkan tabir transparan dengan sorot lampu yang diproyeksikan ke sana, menampilkan grafis-grafis yang memesona.

Digital Dancer di ASUS ZenBook 13/14/15 Launch

ASUS ZenBook x Sebastian Gunawan

Sebagai laptop kasta flagship, ZenBook sangat memperhatikan desain selain fungsi itu sendiri. Dan pada kesempatan ini , ASUS ZenBook menggandeng desainer kenamaan Indonesia, Sebastian Gunawan, untuk memberikan sentuhan estetika pada setiap pembelian unit laptop ASUS ZenBook 13/14/15 melalui notebook bag buah karya beliau.

Tas notebook special edisi rancangan desainer Sebastian Gunawan

Nggak cuma bekerjasama dengan desainer top papan atas Indonesia, Sebastian Gunawan, ASUS juga menggandeng Museum Macan lho. Bentuk kerjasamanya seperti apa? Kita tunggu aja bareng-bareng ya? Mungkin ada kaitannya dengan Mamah Cantik?? Entahlah :p

Kolaborasi ASUS ZenBook series dengan Museum Macan

| Spesifikasi ASUS ZenBook 13/14/15

Sebagai laptop ultrabook terkecil di dunia, ZenBook menggabungkan performa dan mobilitas sebagai ciri khasnya. Secara detil, spesifikasi laptop ASUS ZenBook 13/14/15 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Mengenai informasi harganya, kalian bisa simak pada foto-foto di bawah ini ya?

Harga laptop ASUS ZenBook 13

Harga laptop ASUS ZenBook 14

Harga laptop ASUS ZenBook 15

Sudah tau kan, kisaran harga dari masing-masing laptop ASUS ZenBook terbaru ini? Pasti ada salah satu yang bikin kalian pengen punya. Nah! Kebetulan nih, kalau kalian ingin memilikinya, kalian bisa mampir ke ASUS Exclusive Store terdekat. Lokasinya bisa disimak pada gambar di bawah ini :

Lokasi ASUS Exclusive Store di Indonesia

Jangan lupa! Selama periode promosi, mulai tanggal 17 Januari 2019 hingga 17 Februari 2019, ada tas notebook menawan dari desainer Sebastian Gunawan.

| Alasan Mengapa Harus ZenBook 13/14/15

Alasan Mengapa Memilih ZenBook

Bukan tanpa alasan mengapa saya jadi ngacay dengan laptop ASUS ZenBook 13/14/15 ini, khususnya ZenBook 13.

1. Bodi Tipis dan Ringkas

Memiliki dimensi nyaris seukuran kertas A4, ASUS ZenBook ini dinobatkan sebagai laptop atau ultrabook premium terkecil di dunia saat ini. Dengan ukuran laptop yang ringkas ini, otomatis ada penghematan tombol yang dilakukan, yaitu dengan memindahkan tombol numpad ke bagian touchpad. Khusus untuk ZenBook 13 dan ZenBook 14, ada tombol khusus untuk mengaktifkan numpad virtual, yang memanfaatkan LED khusus yang dipasang di bagian touchpad, yang disebut sebagai NumberPad. Sangat efektif dalam menghemat ruang.

ASUS NumberPad

2. Performa dan Mobilitas Tinggi

Meskipun kecil mungil, namun laptop ini memiliki potensi performa yang tinggi. Menggunakan prosesor Intel Core Generasi ke-8 yang kencang dan hemat daya, dikombinasikan dengan chipset grafis dari Nvidia, laptop ini dirancang untuk produktifitas. Chipset Nvidia MX150 tersedia untuk ZenBook 13 dan ZenBook 14, sedangkan GPU yang lebih kencang, GTX 1050 Max-Q terpasang pada ZenBook 15. Dengan dukungan media simpan SSD M.2, dan memori RAM hingga 16GB, dijamin semua proses yang dilakukan pada ZenBook ini terasa sangat cepat. Apalagi dengan bobot yang tidak sampai 2kg, membuat laptop ini enak dibawa untuk bekerja secara mobile.

3. Tampilan Luas dengan Bezel Ultra Tipis

Dimensi bodi yang kecil, tidak membuat tampilan layar ZenBook ikut menciut. Terima kasih kepada teknologi NanoEdge Display yang mampu menghadirkan bezel ultra tipis sehingga laptop ASUS ZenBook ini memiliki screen-to-body ratio mencapai 95%. Dengan kehadiran fitur ini, tentu saja pengalaman visual pengguna menjadi lebih menyenangkan.

Layar ZenBook dengan NanoEdge Display

4. Ergo-Lift Design Bukan Sekadar Gimmick

ASUS ZenBook terbaru ini, saat dibuka layarnya untuk digunakan, akan mengangkat bodi laptop dan membentuk sudut 3 derajat. Hal ini diyakini mampu memberikan posisi mengetik yang nyaman untuk jari-jari tangan pengguna. Ruang kosong yang terbentuk di bawah bodi laptop juga akan meningkatkan efektifitas pembuangan panas serta meningkatkan kualitas performa audio, sehingga terdengar lebih kencang, jernih dan jelas.

ErgoLift pada ZenBook

5. Lebih Personal dengan Face Login

Semua laptop ASUS ZenBook 13/14/15 akan hadir dengan Windows 10 original. Kamera infra merah yang terdapat di bagian atas layar, dapat difungsikan sebagai sarana untuk login dengan menggunakan wajah pengguna berkat teknologi Windows Hello. Fitur ini terasa lebih sederhana bila dibandingkan dengan memasukkan kode PIN, password atau pemindai sidik jari, namun tetap aman dan lebih personal.

6. Koneksi Nirkabel Kasta Korporat

Mengingat desain laptop ASUS ZenBook yang sangat ringkas, sehingga mudah dibawa bekerja secara mobile, maka koneksi nirkabel adalah sebuah keharusan. Kecepatan dan kestabilan koneksi jaringan merupakan hal yang jadi prioritas bagi pekerja yang menggunakan laptop meskipun berjarak cukup jauh dari pusat hotspot. Teknologi ASUS WiFi Master memastikan koneksi gigabit-class WiFi pada laptop ASUS ZenBook tetap cepat dan stabil.

Tabel Perbandingan ASUS WiFi Master

7. Tangguh dengan Standar Militer MIL-STD810G

Laptop yang tipis identik dengan daya tahan yang ringkih. Namun citra itu mampu ditepis oleh ASUS ZenBook dengan sertifikat kelulusan uji standar militer MIL-STD 810G yang meliputi berbagai aspek pengujian dalam kondisi ekstrim.

Uji Ketahanan Standar Militer

Meski memiliki desain yang mewah dan elegan, ditunjang dengan performa tinggi, namun laptop ASUS ZenBook 13/14/15 tetap memberikan keyakinan bagi penggunanya bahwa laptop ini tangguh dalam berbagai kondisi ekstrim yang mungkin saja terjadi saat digunakan nanti.

8. Baterai Tahan Seharian

Jika kita biasa bekerja di luar ruangan, biasanya kita akan memilih tempat yang menyediakan colokan listrik. Desain tipis pada laptop biasanya memberikan prasangka, pasti ada komponen tertentu yang dikurangi kemampuannya. Namun, ASUS ZenBook 13/14/15 dapat diajak bekerja dengan baterai selama kurang lebih 14 - 16 jam. Dengan daya tahan baterai seperti ini, kekuatiran akan ketidakhadiran colokan listrik dapat diminimalisir sehingga pengguna dapat fokus pada apa yang sedang dikerjakannya.

Itu tadi adalah beberapa alasan yang membuat saya tergoda untuk bisa memiliki laptop ASUS ZenBook 13/14/15 ini. Nggak semuanya sih, karena saya kadung terpincut pada ZenBook 13 berwarna merah burgundy yang menawarkan tampilan mewah, elegan dan berbeda.

| Technical Seminar & Party

Peserta Technical Seminar ASUS ZenBook 13/14/15

Setelah sesi presentasi dan ceremony di panggung, kami, beberapa blogger dan media, mengikuti sesi technical seminar yang membahas mengenai laptop ASUS ZenBook ini secara lebih detil, dan lebih personal. Di sesi ini, perwakilan dari ASUS Taiwan memberikan paparan mengenai perkembangan teknologi terkini yang diterapkan pada laptop terbaru ASUS, yaitu ZenBook 13/14/15. Serunya lagi, ada sesi tanya jawab dan kuis yang berhadiah menarik.

Kelar technical seminar, kami ada waktu rehat sejenak untuk menunaikan sholat Maghrib. Saya nebeng kembali ke kamar Kang Yohan bersama dengan Asedino, karena Kang Yohan mendadak menghilang, mungkin sedang berkumpul dengan para ahli hisap.

Minuman dingin non-alkohol

Makan malam dimulai sekitar pukul 18.30 WIB, di selasar ruang Warhol. Modelnya prasmanan. Sesuai informasi dari Bang Firman, saya mencoba iga bakar yang emang kebangetan enaknya. Sayang, saya hanya berani ambil 2 potong karena kuatir teman-teman lain nggak kebagian. Selebihnya saya banyak mengambil salad, buah potong serta kue-kue.

Lanjut abis makan, kita semua berkumpul di dalam ruang Warhol, untuk mengikuti mini games. Ya! Event kali ini sedikit berbeda dari biasanya yang abis presentasi lalu kembali ke kamar masing-masing, menunggu gala dinner, kali ini nggak demikian. Gala dinner diganti dengan makan malam + party. Gak ada suasana kaku bagai kanebo yang kering karena kelamaan disimpan di dalam jok motor.

Lemes bareng DiskoPantera

Semua goyang dengan lagu 80-an (ketaker umurnya)

Diiringi musik disko era tahun 80 - 90-an yang diputar oleh DJ DiskoPantera, sulit bagi kami yang berusia paruh baya ini untuk tidak ikut bergoyang. Ya iyalah, karena lagunya pada tau semua meski nggak hafal. Selama kurang lebih 2 jam kami semua diajak untuk selalu bergerak menggoyangkan badan, minimal kaki deh. Buat yang goyangnya paling seru, dapat hadiah dari ASUS berupa.. apa ya? Lupa.. Hahaha..

Abis kelar DiskoPantera, masih ada sesi terakhir yaitu doorprize. Potongan kertas berisi nomor yang sudah dipotong dan dimasukkan ke dalam bowl, diambil satu per satu dengan rasa penuh harapan. Jujur aja, saya nggak berharap banyak kalo urusan doorprize, karena bisa hadir dan bertemu dengan teman-teman dari ASUS dan blogger se-nusantara saja sudah bikin saya hepi nggak terkira. Dan ternyata, rejeki mah ada aja. Nomor saya nyangkut sebagai salah satu pemenang doorprize dengan hadiah 1 unit smartphone dari ASUS Indonesia, alhamdulillah.

Wajah lelah namun bahagia

Dengan berakhirnya pembagian hadiah doorprize, maka berakhir juga seluruh rangkaian acara peluncuran laptop ASUS ZenBook 13/14/15 ini. Tiba saatnya bagi saya untuk berpamitan dengan teman-teman blogger lain yang masih menginap di sana, semoga lain waktu bisa kembali berjumpa dan merangkai cerita yang berbeda. Terima kasih atas undangannya, ASUS Indonesia. Senang bisa berkumpul dan berbagi keseruan bersama teman-teman blogger se-Indonesia.

Salam kompak persahabatan selalu..