RetroPOINT Bed & Breakfast - Guest House Murah dan Nyaman di Bandung

Huwaaaaah! Akhirnya ngerasain juga liburan ke luar kota. Rasanya, sudah lama sekali nggak ngebolang seperti ini. Biasanya saya menginap...

Rangkaian Produk ASUS Zenfone Generasi ke-3


Selepas acara Zenvolution 2016 lalu di Nusa Dua Bali, saat ini secara resmi, ASUS Zenfone 3 dengan kode ZE520KL sudah dapat dimiliki melalui toko-toko online maupun store atau gerai resmi dari distributor yang ditunjuk. Berbagai sentimen, baik positif maupun negatif, mengalir terhadap smartphone yang baru diluncurkan ini. Opini paling kencang terutama mengenai harga dan spesifikasi yang terdapat pada ASUS Zenfone 3 ini. Banyak yang bilang bahwa produk ini 'kemahalan' bisa dibandingkan dengan produk milik kompetitor. Sah saja bila mereka memiliki opini seperti itu. Namun seperti gw bilang, bahwa kurang afdol jika kita melontarkan sebuah opini hanya berdasarkan asumsi semata. Istilah gw sih, coba dulu, pegang, rasain, baru komen. Kenapa begitu? Karena setelah itu semua dilakukan, maka opini yang kita sampaikan, baik atau buruknya, akan lebih obyektif.

Lalu, apakah ASUS Zenfone 3 ini kemahalan dari sisi harga berbanding dengan spesifikasinya? Relatif! Mengapa demikian? Karena banyak perubahan baru nan berbeda bila dibandingkan dengan produk ASUS Zenfone generasi sebelumnya, yaitu penggunaan material metal dan kaca yang membuat produk ini terasa begitu ekslusif dan premium di tangan. Lalu, bagaimana halnya jika budget kita terbatas, namun pengen punya? Saran gw sih sederhana. Biasanya gw akan bilang, apakah kebutuhan smartphone lu seperti itu? Harus secanggih itu? Jika ya, maka menabung dan kumpulkan duitnya supaya bisa kesampaian untuk memilikinya. Jika ternyata tidak, maka masih ada produk Zenfone lain yang akan segera mengisi ceruk pasar di lini budget di bawahnya. Namun sebelum itu, gw akan bahas beberapa tipe ASUS Zenfone 3 yang diperkenalkan pada saat Zenvolution 2016 lalu.

ASUS Zenfone 3 (ZE552KL)

Memiliki tagline yang sama dengan ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) yaitu Built for Photography, tipe ini hadir dengan ukuran layar yang sedikit lebih besar, yaitu 5.5", kira-kira sama besarnya dengan ukuran ASUS Zenfone 2 Intel atau ASUS Zenfone 2 Selfie. Secara spesifikasinya, kurang lebih mirip sekali dengan tipe ZE520KL. Hanya ada perbedaan tipis di sisi RAM yang menggunakan 4GB. dan internal storage sebesar 64GB. Sedangkan spesifikasi pada kameranya sama saja dengan ZE520KL. Oya, nantinya tipe ZE520KL juga ada yang menggunakan RAM sebesar 4GB lho, namun internal storage tetap 32GB.

Berikut ini gambaran mengenai performanya, berikut informasi prosesor dan lain sebagainya.


Produk ini kelak akan dijual dengan harga Rp. 5.099.000,-

ASUS Zenfone 3 Deluxe (ZS570KL)


ASUS Zenfone 3 Deluxe ini mengusung tagline All Metal, Pure Beauty. Sesuai dengan citra yang ingin disampaikannya, aroma kemewahan dan keanggunan sudah terpancar sejak mata kita memandangnya.


Sesungguhnya, yang menjadi biang pergunjingan dari para peminat smartphone adalah rumor bahwa ASUS Zenfone 3 Deluxe ini mahal sekali., tanpa mengetahui apa latar belakang yang membuatnya memiliki harga jual sedemikian tinggi, berdasarkan informasi harga yang dirilis di negara lain. Bisa dibilang, hal-hal yang membuat ASUS Zenfone 3 Deluxe ini mahal adalah komponen yang terdapat di dalamnya, secara singkat dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini.


Semua komponen terbaik saat ini, terpasang di dalam ASUS Zenfone 3 Deluxe. Pantaslah jika demikian adanya. Sedangkan secara singkat, spesifikasi prosesor yang digunakan pada ASUS Zenfone 3 Deluxe ini dapat disimak pada ilustrasi di bawah ini.


Kelak, ASUS Zenfone 3 Deluxe ini akan hadir dalam 3 varian, yaitu ZS550KL yang memiliki ukuran layar 5.5", RAM 4GB dan internal storage sebesar 64GB. Lalu ada ZS570KL yang memiliki ukuran layar sebesar 5.7" dengan RAM sebesar 6GB dan internal storage sebesar 64GB, serta satu lagi mungkin bisa dibilang versi Ultimate dari ZS570KL ini, yaitu memiliki luas layar sebesar 5.7", RAM sebesar 6GB dan internal storage sebesar 256GB. Wow! Menakjubkan sekali.

Spesifikasi kamera pada ASUS Zenfone 3 Deluxe ini juga sudah menggunakan komponen terbaik yang ada saat ini. Secara singkat dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini.


Namun demikian, nampaknya spesifikasi yang sedikit berbeda akan terdapat pada seri ASUS Zenfone 3 Deluxe yang memiliki kode ZS550KL, di mana kameranya hanya memiliki resolusi sebesar 16MP saja. 

Produk ASUS Zenfone 3 Deluxe (ZS550KL) kelak akan dijual dengan harga Rp. 6.099.000,- ASUS Zenfone 3 Deluxe (ZS570KL) (6/64) dengan harga Rp. 9.099.000,- dan (ZS570KL) (6/256) dengan harga Rp. 11.099.000,-

ASUS Zenfone 3 Laser (ZC551KL)


Jika masih banyak yang merasa bahwa harga ASUS Zenfone 3 masih terlalu tinggi, jangan cemas dan kuatir, karena masih ada beberapa tipe Zenfone generasi ke-3 yang mungkin bisa memenuhi kebutuhan sekaligus masuk dalam anggaran. Hobi memotret dengan smartphone? Namun belum sanggup menebus ASUS Zenfone 3 (ZE520KL)? Santai saja, karena ASUS Zenfone 3 Laser hadir untuk memenuhi hasrat fotografi kalian semua, dengan harga yang lebih terjangkau. Kira-kira, seperti apa performa yang diusung oleh Zenfone 3 Laser ini? Bisa disimak melalui ilustrasi di bawah ini.


Secara ukuran, ASUS Zenfone 3 Laser ini hadir dalam bentuk yang lebih besar dibandingkan dengan ZE520KL, yaitu memiliki lebar layar 5.5", kira-kira setara dengan Zenfone 2 Selfie atau Zenfone 2 Intel dan memiliki desain punggung yang berbeda dengan ZE520KL. Oya, ASUS Zenfone 3 Laser ini hanya tersedia dalam 1 tipe saja, yaitu dengan RAM 4GB dan internal storage sebesar 32GB. Cukup wah bukan?

Kamera belakangnya memiliki resolusi sebesar 13MP lengkap dengan Real-Tone LED Flash dan Laser Auto-Focus dengan kecepatan reaksi 0,03 detik saja. Sensor SONY dan lensa dengan aperture f/2.0 dengan kemampuan EIS  telah disematkan di dalam ASUS Zenfone 3 Laser ini. Harganya? ASUS Zenfone 3 Laser ini akan dijual dengan harga Rp. 3.399.000,- saja.

ASUS Zenfone 3 Max (ZC520TL)


Dari namanya saja, kita sudah dapat mengira, ada yang maksimum dalam smartphone ini. Ya, ASUS Zenfone 3 Max, sejak generasi terdahulu, dikenal sebagai smartphone yang memiliki kapasitas materai di atas rata-rata smartphone lain. Dengan bekal baterai super besar namun tetap tipis sehingga desain ASUS Zenfone 3 Max ini tetap ramping, membuatnya memiliki daya tahan penggunaan yang extra lama.


Sebagai ilustrasi betapa hematnya ASUS Zenfone 3 Max ini, dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Jika kita ingat spesifikasi baterai ASUS Zenfone 2 Max terdahulu yang mencapai 5000mAh, baterai ASUS Zenfone 3 Max kali ini terasa menyusut, yaitu hanya 4100mAh saja, namun dengan teknologi prosesor terkini dan power manajemen yang lebih baik, keawetan dayanya dapat tetap dipertahankan.

Soal kameranya, tidak perlu kuatir, karena ASUS Zenfone 3 Max ini memiliki kamera belakang dengan resolusi 13MP dan kamera depan sebesar 5MP. Masih cukup mumpuni untuk mengabadikan momen-momen bersejarah dalam kehidupan kita.

Dan yang menjadi nilai tambah dari ASUS Zenfone 3 Max ini adalah kemampuannya untuk menjadi penyelamat bagi smartphone lain yang sedang dalam keadaan kritis daya alias low-batt. Ya! ASUS Zenfone 3 Max dapat berfungsi layaknya powerbank! Menakjubkan sekali bukan?


ASUS Zenfone 3 Max ini hanya berukuran layar sebesar 5.2" saja, namun akan hadir dalam 2 varian, yaitu dengan RAM 2GB dan internal storage 16GB, serta RAM 3GB dan internal storage sebesar 32GB. Untuk harganya sendiri akan berada di kisaran Rp. 2.199.000,- untuk tipe 2/16 dan Rp. 2.399.000,- untuk tipe 3/32.

Dari seluruh rangkaian produk di atas, ada beberapa kesamaan yang bisa dirangkum dalam informasi sebagai berikut.

Fingerprint Scanner


5-Magnet Speaker


ZenUI 3.0


Walaupun semua itu merupakan Zenfone generasi ke-3, namun ternyata tidak semuanya telah mengadopsi port konektor USB-C. Pada ASUS Zenfone 3 Laser & Max masih memanfaatkan port micro-USB yang merupakan standar konektor smartphone.

ASUS Zenfone Go - Smartphone Entry Level Penerus Zenfone 5


Kabar gembira bagi peminat smartphone ASUS namun memiliki budget terbatas, tersedia solusi untuk itu semua, yaitu ASUS Zenfone Go (ZB450KL). ASUS Zenfone Go tipe terbaru ini sudah menggunakan prosesor Quad-Core dari Qualcomm yang cukup mumpuni untuk kebutuhan komunikasi dan sosial media.


Hadir dalam bermacam pilihan warna, ASUS Zenfone Go ini secara desain seakan mengingatkan kita pada kejayaan ASUS Zenfone 5 dipadukan dengan ASUS Zenfone 2. Tengok saja desain cover belakangnya, sangat legendaris bukan?


Sebagai smartphone kelas entry, kapasitas baterainya pun tidak diabaikan untuk mengakomodir kebutuhan penggunanya hingga 13 jam pemakaian.


Oya, yang asyiknya lagi, ASUS Zenfone Go ini kelak akan hadir dalam 3 varian ukuran, yaitu 4.5 inci dan 5 inci, keduanya sudah mendukung 4G/LTE, dan satu lagi adalah 6.9 inci, kelas phablet untuk pengguna entry. Luar biasa bukan? Bahkan untuk kelas entry level pun, ASUS masih memikirkan peluang bagi kebutuhan penggunanya dalam budget yang terbatas sekalipun.

Untuk kameranya, ASUS Zenfone Go 4.5 dan 6.9 memiliki kamera belakang dengan resolusi sebesar 8MP dan kamera depan 2MP. Sedangkan khusus untuk ASUS Zenfone Go 5.0 akan memiliki kamera belakang dengan resolusi sebesar 13MP dan kamera depan sebesar 5MP.

Soal harganya, menurut informasi yang gw dapatkan, ASUS Zenfone Go 4.5 akan memiliki 1GB RAM dan 8GB internal storage, dijual dengan harga Rp. 1.399.000,-
ASUS Zenfone Go 5.0 akan memiliki 2GB RAM dan 16GB internal storage, akan dijual dengan harga Rp. 1.699.000,-
Dan terakhir, ASUS Zenfone Go 6.9, khusus ini hanya mendukung 3G saja, akan memiliki 1GB RAM dan 8GB internal storage, akan dijual dengan harga Rp. 1.499.000,- saja.

Jadi, yang mana kiranya smartphone yang sesuai dengan kebutuhan anda sekalian? Kiranya informasi ini dapat membantu memilih smartphone yang tepat, bukan sekedar mengejar keinginan semata, namun juga membantu kelancaran tugas maupun kebutuhan komunikasi sehari-hari.

Salam kompak persahabatan selalu,

Maseko

Superhero dan Cerita Masa Kecil

Logo DC
Ada satu masa di dalam sejarah kehidupan gw di masa lalu, yaitu ketika gw masih kecil, belum lagi sekolah TK, apalagi playgrup, jaman itu belum ada lah, yaitu masa ketika gw baru belajar menulis dan membaca. Kala itu, papaku masih sekolah, sekolahnya di STAN. Saat papaku sedang mengerjakan tugasnya, gw biasanya selalu menemani, sambil belajar menulis. Entah ide dari mana, saat itu, ketika gw belajar menulis, tulisan yang gw baca dan tulis adalah karakter-karakter superhero dari komik. Memang, saat itu gw belum lagi fasih membaca, lha wong menulis aja masih belajar. Namun ingatan akan karakter yang gw tulisan dan baca itu melekat hingga sekarang. Karakter yang gw tuliskan pada whiteboard dan buku tulis saat itu adalah Batman, Superman dan Spiderman.

Setelah TK, gw sering sekali diajak papa ke Jakarta. Ya, saat itu papaku belum lulus dari sekolahnya. Dan di Jakarta ini, adalah pengalaman yang paling menyenangkan, karena saat itu papaku membelikan gw buku komik cerita bergambar. Gambar apa? Ya! Batman! Dari sini, awal mulanya hobi gw membaca buku, dimulai dari komik bergambar tokoh superhero. Kegemaran membaca buku, terutama cerita bergambar berlanjut hingga gw remaja. Komik semacam Arad & Maya, Trigan, Storm, Pak Djanggut, jadi makanan sehari-hari. Itu jauh sebelum komik-komik Jepang terbitan Elex Media menggempur kehidupan kami. Ya, hadirnya komik-komik Jepang secara langsung menggeser kehadiran dan kegemaran kami terhadap komik superhero. Yang gw ingat, komik Chinmi alias Kung Fu Boy langsung bertengger di hati. Komik bertema kungfu tersebut menjadi sangat berkesan karena gambar dan ceritanya terasa lebih mengalir daripada komik jagoan semacam Batman dan kawan-kawannya, karena di sini gw melihat ada proses perkembangan dari tokoh utamanya, Chinmi. Saking sukanya sama karakter Chinmi, sampai komik bernama sama namun bercerita tentang olahraga bilyar pun kami baca, walau jika diingat saat ini, teknik yang ada di sana terasa lebay dan mustahil :p

Kembali ke tokoh superhero, hingga gw dewasa saat ini, kegemaran gw masih tetap sama, menonton dan membaca komik superhero. Ada satu momen yang membuat gw menjadi seakan menggali kembali informasi di masa kecil gw, yaitu setelah menonton film Avengers : Age of Ultron. Gw menonton ulang secara berurutan rangkaian film dari Marvel Cinematic Universe supaya lebih paham. Selain itu juga, TV series The Flash, menyegarkan kembali ingatan gw akan tokoh superhero berkecepatan tinggi. Nah! Dari sini gw mulai sedikit demi sedikit membagi waktu antara menonton film dan membaca komiknya.

The Flash


Serial TV ini sangat berkesan bagi gw, karena pada medio 90-an pernah diputar dan gw nyaris tidak pernah absen untuk menontonnya. Walau jaman itu kostumnya terasa bulky banget, khas superhero Amerika, dan bahannya terkesan seperti beludru/suede, namun tetap nampak keren di mata gw.

The Flash tahun '90-an
Dan setelah kurang lebih 25 tahun kemudian, muncul serial The Flash yang baru. Dengan kostum yang lebih slick, terasa kulit banget, untuk ketahanan menembus udara. Dan yang mengagetkan, yang jadi bapaknya di serial yang baru ini, adalah yang jadi The Flash di tahun 90-an lalu. Cool!

Nah, sampai sini, gw merasa ada yang nggak klop sama kenangan gw tentang superhero ini di masa lalu. Kenapa? Karena di komik yang pernah gw baca, memang ada beberapa karakter superhero yang memiliki kecepatan super, yaitu The Flash dan Johnny Quick. The Flash yang gw inget, bentuknya klasik, seperti ini.

The Flash - Jay Garrick
Dan memang setelah kemari-mari, ceritanya jadi jauh berkembang dan lebih kompleks (bukan perumahan) :p Ada beberapa speedster (superhero yang memiliki kekuatan berupa kecepatan super) selain The Flash. Dan pada komik yang pernah gw baca, yaitu yang judulnya All-Star Squadron, ada lagi tokoh bernama Johnny Quick yang memperoleh kecepatan supernya dengan menghafalkan rumus :p Tampilannya seperti di bawah ini.

Johnny Quick
Oya, komik yang pernah gw miliki dulu, ternyata masih ada di internet (terima kasih torrent). Sampul depannya pun masih gw ingat dengan jelas, persis seperti ini.

Sampul depan komik All-Star Squadron
Komik itu dulu settingnya jaman Perang Dunia ke-2, dan gw herannya, ada Superman dan Batman di jaman itu. Berarti kalo gw ikutin sampe sekarang, mestinya mereka udah tua banget, ternyata enggak lho. Dari ini gw mulai mengenal konsep multi-verse, dan mulai menyadari adanya Earth-1 dan Earth ke sekian nantinya.

Dan khususnya tentang The Flash, atau superhero berkekuatan kecepatan ini (speedster), gw mulai mengetahui adanya Kid Flash, Wally West, Reverse Flash, Zoom dan lain-lain. Dan juga mulai mengetahui apa itu Speed Force dalam dunia DC.

Seperti halnya The Flash, gw juga baru mengetahui jika Robin, yang jadi sidekicknya Batman itu bukan cuma 1 orang :) Awalnya gw taunya Robin itu namanya Dick Grayson, lalu sempat baca sebuah komik juga mengenai awal mulanya Batman mengasuh Jason Todd, pemain sirkus yatim piatu, sehingga menjadi Robin. Di situ gw mulai bingung, kok Robin ada dua? Sekian puluh tahun kemudian, baru gw sadari, ternyata Robin ada banyak dan salah satunya adalah anaknya Batman sendiri, hasil perkawinannya dengan anak cewek musuhnya jaman itu, Ra's Al-Ghul #takjub #shock

Nah, sampai sekarang ini pun, gw masih menggemari menonton dan membaca komik superhero. Bahkan boleh dibilang, sekarang lebih kebayang alur dan timeline-nya daripada dulu. Dulu mah, asal nonton, filmnya keren, udah aja. Ternyata ada garis besar yang dibuat dari film-film superhero di jaman sekarang ini. Dengan spesial efek yang lebih keren, dan alur cerita yang diadaptasi dari komiknya, dengan sedikit perbedaan sentuhan akhir, membuat para penggemar superhero di masa kini jadi jauh lebih termanjakan.

Bagaimana dengan kalian?

ASUS Zenfone 3 (ZE520KL), Berawal Dari Keraguan, Berakhir Dengan Kebanggaan (Review)

ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) - Variasi Warna
"Terlalu banyak informasi bisa membuat kita terlalu berharap."

Pendahuluan

Jauh hari sebelum informasi mengenai jadwal rilis Zenfone 3 di Indonesia diketahui, banyak peminat smartphone ASUS Zenfone 3 mencari informasi mengenai perkiraan harganya berdasarkan informasi yang disampaikan pada peluncuran Zenfone 3 di negara lain, sebut saja Vietnam, India dan Malaysia.

Secara spesifikasi, banyak yang berharap dapat menebus Zenfone 3 Deluxe kasta terendah, mengingat spesifikasi dan komponen yang ada di dalamnya tergolong yang terbaik saat ini. Dan ketika informasi harga yang disampaikan di negara lain, jika dikonversi ke Rupiah, masih tergolong tinggi, sontak banyak orang yang mencibir.

Sebagai orang teknik, gw terbiasa membaca spek, membandingkan spek, sehingga untuk pilihan terbaik, pasti ada harga yang harus dibayar. Namun mungkin banyak orang lupa, bahwa ketika Zenfone masih berbasis prosesor Intel, ada subsidi yang diterima sehingga harganya bisa ditekan sedemikian rupa sehingga Zenfone 2 Intel, menjadi smartphone yang terbaik secara price/performance di jamannya. Hal ini tidak terjadi saat Zenfone 3 diluncurkan, karena Qualcomm tidak memberikan subsidi apapun kepada ASUS.

"Don't judge the book by it's cover", mungkin jadi kata kunci yang tepat untuk kita semua, bahwa terkadang membandingkan spek semata, tanpa mencobanya, bisa menyesatkan dan membuat kita menutup sebelah mata terhadap produk yang memiliki spek lebih rendah. Padahal kenyataannya kelak akan membuat kita terbelalak.

Unboxing

Seperti biasa, gw akan share mengenai tampilan box dan isi di dalamnya.
Box kemasan ASUS Zenfone 3
Bila dibandingkan dengan box kemasan ASUS seri sebelumnya yang ceria, box kemasan Zenfone 3 ini lebih elegan. Dengan warna hitam gelap beraksen warna emas pada tulisannya, benar-benar memberikan kesan glamor walau baru melihat boxnya saja.

Mari kita buka, dan lihat sama-sama, apa saja yang ada di dalam box ASUS Zenfone 3 ini.
Isi dalam box ASUS Zenfone 3
Tidak jauh berbeda dengan 'paketan' ASUS Zenfone sebelumnya yang minimalis, box hanya berisi handset, kabel USB-C, adapter charger, buku manual, kartu garansi dan tusukan logam. Buat apa sih tusukan logam semacam 'nenek' di dunia jahit-menjahit itu?
Slot SIM card & MicroSD tersembunyi
Tusukan logam tersebut gunanya untuk menekan semacam tuas, agar slot penampang SIM card muncul keluar. 
Alokasi slot SIM 1 & SIM 2 atau MicroSD (salah satu)
ASUS Zenfone 3 ini sudah mendukung 4G untuk kecepatan dan kenyamanan berselancar di dunia maya.

Desain

Saat pertama kali melihat, menyentuh ASUS Zenfone 3 ini, kesan mewah nan glamor sudah terpancar dari material yang digunakan untuk membangun smartphone ini.
Kesan mewah dari tampilan body belakangnya
Sekarang kita simak sejenak tampilannya secara keseluruhan.
Keindahan dan keanggunan terpancar dari setiap lekukannya
Desain bodi ASUS Zenfone 3 kali ini jauh berbeda dibandingkan dengan seri ASUS Zenfone 2. Setiap tepiannya sekarang lebih melengkung, dilengkapi dengan aksen lis metal berwarna silver, membuatnya tampak lebih mewah. Selain itu, bagian cover belakangnya pun sekarang rata, tidak lagi berdesain melengkung lagi, plus lapisan kaca di bagian belakangnya menambah kesan premium dari pantulan cahaya yang dihasilkannya.

Perbandingan Desain Zenfone 2 Intel dan Zenfone 3

Bila kita coba sandingkan antara keduanya, akan nampak perbedaan yang sangat signifikan, baik dari sisi peletakan tombol, maupun material yang digunakan.
Perbedaan antara Zenfone 2 Intel dan Zenfone 3 (tampak depan - tampak belakang)
Mungkin sekilas tidak sepadan, mengingat Zenfone 2 Intel hadir dalam ukuran 5,5" sedangkan Zenfone 3 tersedia dalam ukuran 5,2" dan 5,5". Namun di sinilah letak kejelian ASUS dalam menghadirkan smartphone yang nyaman digenggam untuk segala macam ukuran tangan manusia. Gw sendiri selama menggunakan Zenfone 2 Intel berukuran 5,5", seringkali merasa smartphone tersebut masih terlalu besar untuk tangan gw. Namun sejak kehadiran Zenfone 3 berukuran 5,2" ini, smartphone ini terasa pas dan ideal untuk orang dengan ukuran tangan seperti gw. Mungkin kelak jika dimungkinkan, gw akan coba bandingkan ukuran antara Zenfone 2 Intel dengan Zenfone 3 ZE552KL yang berukuran sama #kode buat ASUS Indonesia.

Zenfone 3 vs Zenfone 2 Intel - Top
Di bagian atas Zenfone 3, hanya ada lubang jack untuk earphone dan lubang kecil untuk fitur NR (Noise Reduction) saat percakapan. Sedangkan pada Zenfone 2 Intel, ada jack untuk earphone, tombol Power dan lubang kecil fitur NR.

Zenfone 3 vs Zenfone 2 Intel - Bottom
Di bagian bawah Zenfone 3, terdapat lubang speaker dan port USB-C yang mutakhir, serta lubang microphone untuk berbicara via saluran telepon. Sedangkan pada Zenfone 2, ada port micro-USB serta lubang microphone. Lubang speaker pada Zenfone 2 ada di bagian punggung/belakang bodi.

Pada bagian samping, praktis pada Zenfone 2 tidak ada tombol apapun. Hal ini berbeda dengan Zenfone 3, di mana beberapa tombol fungsional dikembalikan ke bagian samping dari bodinya.

Tombol Volume Up/Down dan Power di bagian samping
Slot SIM Card & MicroSD
Desain cover belakang pada Zenfone 3 ini tidak memungkinkan untuk dibuka, tidak seperti pada seri Zenfone sebelumnya, di mana cover belakang bisa dibuka untuk akses pemasangan SIM Card dan MicroSD.

Zenfone 2 Intel vs Zenfone 3 - Back
Perbedaan yang cukup mencolok dari cover belakang Zenfone 2 Intel adalah desain melengkung, tombol volume up/down serta posisi kamera bulat dengan lampu flash, tanpa fitur laser auto-focus terpasang. 

Laser Auto-Focus, Lensa Kamera, Dual-tone LED Flash dan Fingerscan
Sedangkan pada bagian belakang ASUS Zenfone 3, posisi kamera di tengah dilindungi oleh lapisan kaca sapphire berbentuk kotak bersudut lengkung, diapit oleh lampu flash dan fitur laser auto-focus. Di bawahnya terdapat sensor untuk sidik jari, sebagai fitur keamanan/proteksi standar yang bisa dimanfaatkan untuk unlock phone atau mengaktifkan fungsi kamera.

Benchmark & Specs

Untuk mengetahui performa ASUS Zenfone 3 ini, gw melakukan tes sederhana dengan menggunakan aplikasi yang sudah sangat umum, yaitu Antutu. Skor yang dihasilkan bisa jadi parameter, mungkin tidak mutlak, namun cukup sebagai perbandingan dengan smartphone lain bila diperlukan.

Antutu Benchmark & Specs
CPU-Z Specification
Jika kita penasaran dengan speknya, bisa menggunakan bantuan aplikasi seperti Antutu atau CPU-Z untuk bisa mengetahui beberapa informasi dari smartphone tersebut, seperti informasi kondisi baterai, suhu device dan lain sebagainya.

Sebagai informasi lagi, spesifikasi dari ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) berdasarkan sumbernya di website resmi ASUS Indonesia adalah sebagai berikut.

Spesifikasi Zenfone 3 (ZE520KL) dari website ASUS Indonesia
Jika info di atas kurang jelas, silakan langsung mengunjungi situs ini.

Movie Test

Smartphone juga memiliki fungsi multimedia, yaitu salah satunya sebagai sarana hiburan saat sedang senggang. Menonton film misalnya, bisa saja dilakukan dengan menggunakan smartphone, sambil santai dengan keluaran suara langsung ke earphone.

ASUS Zenfone 3 ini akan gw test untuk menyetel film dalam berbagai format, yaitu 720p dan 1080p, bonusnya, film 3D dalam format 1080p. Ada 2 aplikasi yang akan gw gunakan dalam test ini, yaitu video player bawaan, dan aplikasi video player 3rd party dari PlayStore™. Baiklah, test pertama akan langsung gw lakukan.

1. Memainkan film 720p Menggunakan Video Player Bawaan


Dapat kita lihat pada tayangan video di atas, bahwa video player bawaan kurang memadai untuk memainkan film/video berformat 720p. Masih terjadi lagging/gambar tersendat ketika sedang memainkan film ini.

2. Memainkan film 720p Menggunakan Video Player 3rd Party dari PlayStore™


Berbeda dengan video player bawaan, aplikasi video player yang gw gunakan ini jauh lebih baik dan lebih nyaman dalam memainkan film dalam format 720p. Tidak ada lagging/sendatan ketika sedang memainkan film ini. Bahkan ketika film dipercepat, video player dapat merespon dengan seketika. Ajib!

3. Memainkan film 1080p Menggunakan Video Player 3rd Party dari PlayStore™


Biasanya, beberapa smartphone akan mengalami sedikit kesulitan ketika sedang memainkan film dalam format FullHD seperti ini. Ada sendatan/lagging di pertengahan film. Namun hal ini tidak terjadi pada ASUS Zenfone 3 ini ketika dimainkan dengan video player 3rd party. Gw sempat coba memainkannya di video player bawaan, namun hasilnya masih makin mengecewakan. Film FullHD 1080p terasa terlalu berat untuk dimainkan jika menggunakan aplikasi video player bawaan. Untungnya, banyak aplikasi video player 3rd party bertebaran di PlayStore™, dan kita dapat memilih salah satunya untuk kenyamanan kita dalam menonton film FullHD 1080p ini. Ajib!!

4. Memainkan film 3 Dimensi 1080p Menggunakan Video Player 3rd Party dari PlayStore™


Film 3D dalam format 1080p ini pun masih dapat dimainkan dengan mulus, nyaman di mata. Ukuran layar yang 5.2" membuatnya ramah dengan Google Cardboard yang gw punya. Bahkan, ketika gw coba untuk menontonnya dengan menggunakan Google Cardboard, serasa menonton film dalam format IMAX, luas di mata. Ditambah dengan ASUS ZenEar di kuping, komplit sudah pengalaman menonton bagaikan bioskop pribadi di mana pun kita berada. Ajib!!!

Game Test

Sekilas spek Zenfone 3 (ZE520KL)
Untuk pengetesan performa di bidang gaming, ada beberapa permainan yang gw install dan gw coba mainkan pada video berikut ini.

1. Spider-Man Unlimited


Untuk jenis permainan seperti ini, ASUS Zenfone 3 dapat menjalankannya dengan mulus, lancar, tanpa kendala.

2. Hungry Shark


Untuk memainkan permainan ini, Zenfone 3 juga tidak mengalami kesulitan. Snapdragon dan Adreno yang terpasang di dalamnya, dapat dengan mudah menjalankan segala instruksi dari permainan ini.

3. Gangstar Vegas


Permainan ini mirip sekali dengan GTA, di mana lingkungannya bagaikan dunia nyata, dengan beberapa titik untuk memulai misi tertentu. Untuk permainan jenis ini, dimana 3D dirender secara real-time, semua berjalan mulus, tidak ada lagging.

4. Real Racing 3


Permainan balap yang kualitas grafisnya termasuk terbaik, menjadi pilihan gw untuk melakukan testing pada Zenfone 3 ini. Dapat dilihat pula pada video di atas, bahwa permainan berjalan mulus.

ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini terbukti mampu menjalankan berbagai macam permainan dengan mudah, mulus dan lancar. Bisa menjadi alternatif bagi pengguna smartphone yang juga senang bermain dengan menggunakan hapenya.

Video Recording


Kemampuan ASUS Zenfone 3 untuk merekam video juga sangat menakjubkan. Format video 4K UltraHD mampu dilakukan oleh smartphone ini. Selain itu pula, fitur EIS dan OIS sudah disematkan di dalamnya sehingga gambar yang ditangkap saat merekam menjadi lebih stabil.
Adapun contoh videonya bisa dilihat di bawah ini, yaitu ketika tim kami melakukan tugas di salah satu pos saat #ASUSIncredibleRace berlangsung di Nusa Dua Bali beberapa waktu yang lalu.


ASUS SonicMaster™ dan Audio Wizard™


Untuk keluaran suaranya, ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini juga telah menggunakan speaker dengan 5-magnet, seperti yang digunakan pada ASUS Zenpad 7 Theater dulu. Hasilnya? Walau terdengar sedikit mono, namun tidak dapat dipungkiri, kualitas audio yang dihasilkannya sangat jernih dan nyaring tanpa harus terdengar pecah. Selain itu, pilihan mode pada Audio Wizard-nya juga sangat membantu dalam menentukan settingan terbaik saat menggunakan ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini, terutama saat sedang mendengarkan musik, menonton film, atau bermain game. Kualitas audionya dapat disimak pada 2 video di bawah ini.

Audio Test - Ar Tonelico


Audio Test - Bohemian Rhapsody


PixelMaster 3.0

Kekuatan kamera Zenfone 3
Sejak sebelum kemunculannya di Indonesia, bahkan setelah peluncurannya, ASUS Zenfone 3 ini sudah digembar-gemborkan sebagai smartphone yang memiliki kemampuan fotografi yang di atas rata-rata. Di forum ZenTalkID, bahkan ada event kompetisi fotografi berhadiah Zenfone 3 bertajuk "Zen in your Eyes", sedangkan ketika hari peluncuran Zenfone 3 tiba, malam harinya, di Nusa Dua Bali, diadakan lomba fotografi dengan menggunakan Zenfone 3 ini yang bertema "Beauty in the Sky" yang juga berhadiah Zenfone 3. Luar biasa bukan? Kembali ke laptop :p

Di dalam PixelMaster 3.0 ini, pilihan mode untuk kamera belakangnya sangat banyak, ada 20 mode yang bisa dipilih sesuai keinginan dan kebutuhan. Apa saja gerangan mode-modenya? Cek gambar di bawah ini.

Mode pada kamera belakang
Mode pada kamera depan juga tidak kalahnya mengalami peningkatan. Selain sekarang memiliki resolusi 8MP, sebelumnya hanya 5MP, mode-nya juga cukup banyak. Coba kita simak di gambar berikut ini.

Mode pada kamera depan
Mungkin, tidak semua mode yang ada akan kita gunakan setiap saat. Namun jika kita ingin mengetahui lebih jauh mengenai fitur-fitur yang ada pada ASUS Zenfone 3 ini, tidak ada salahnya jika kita mencoba satu per satu, jika ada kesempatan di lain waktu. Beberapa contoh foto bisa dilihat di bawah ini (klik aja gambarnya).

Contoh foto dalam beberapa mode
Untuk mode Time Lapse hasilnya bisa disimak pada video berikut ini.


Dan untuk mode Slow Motion bisa dilihat pada video yang berikut ini.


Nah, apa sih yang membuat ASUS Zenfone 3 ini memiliki tagline #BuiltForPhotography? Ternyata ada beberapa fitur yang meningkat secara signifikan bila kita menggunakan kamera dalam mode Manual. Ya, mode Manual ini membuat smartphone ini seperti layaknya mini DLSR. Salah satu kemampuan yang diunggulkan dari ASUS Zenfone 3 ini adalah kemampuannya menangkap gambar secara long-exposure, yaitu selama 32 detik. WOW!

Contoh foto long exposure - credits to Freddy Hernawan


Contoh foto long exposure - credits to Febri Tri Harmoko
Mungkin ada baiknya kita bedah kemampuan mode Manual pada ASUS Zenfone 3 ini.

Pengaturan White Balance secara manual, mulai 2500K hingga 6500K

Pengaturan Exposure Value secara manual, mulai -2 hingga +2

Pengaturan ISO Manual, mulai ISO 50 sampai ISO 3200

Pengaturan Shutter Speed secara manual, mulai 32s hingga 1/50000s

Pengaturan fokus secara manual, tinggal geser hingga obyek yang diinginkan tampak jelas
Setelah melihat setting mode manual di atas, kemampuan fotografi dari ASUS Zenfone 3 ini masih sangat terbuka luas untuk dieksplorasi. Dan bukan hal yang berlebihan jika memang ASUS Zenfone 3 ini disebut-sebut sebagai #BuiltForPhotography.

Daya Tahan Baterai

Untuk penggunaan normal, selalu online, browsing, email, dan sosial media, serta sedikit game, ASUS Zenfone 3 ini masih dapat diandalkan. Setelah ujicoba daya tahan baterai kemarin, kebetulan kegiatan gw dalam menggunakan smartphone kebanyakan adalah chatting dan sosmed, hasilnya bisa disimak pada gambar di bawah ini.

Durasi pemakaian setelah full-charging pukul 12:33 WIB s/d pukul 7:26 WIB esok harinya.

Charging full selesai pada pukul 12:33 siang, dan pemakaian smartphone seperti biasanya, tidak ada aktifitas gaming secara intens, hanya sesekali cek email dan seringnya berbalas chatting via beberapa aplikasi messaging. Malamnya online seperti biasa, gw tidak menggunakan mode power saving, masih standar, dan pagi harinya kapasitas baterai sudah menunjukkan angka 15%, dengan estimasi pemakaian kurang lebihnya masih bisa 3 jam lagi. Menjelang pukul setengah 8 pagi, indikator baterai menunjukkan angka 1% dengan estimasi pemakaian 11 menit lagi, namun untuk menghindari hal-hal yang buruk, selepas screenshot, smartphone ASUS Zenfone 3 ini langsung gw charging kembali. Jangan lupa, bahwa ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini sudah menggunakan port USB-C yang memiliki kelebihan tersendiri.


Fingerscan Untuk Keamanan Extra


Selain kode PIN atau Pattern sebagai pengaman smartphone, ASUS Zenfone 3 ini juga sudah dilengkapi dengan kemampuan fingerprint scanner untuk keamanan yang lebih ketat, di mana pengguna dapat langsung melepas kunci pengaman tanpa harus memasukan kode PIN atau Pattern terlebih dahulu.

Konklusi

Membaca dan membandingkan spesifikasi antara Zenfone 3 Basic dengan Zenfone 3 Deluxe, membuat kita berharap untuk memiliki yang terbaik. Namun kita lupa bahwa segala sesuatu yang terbaik memiliki nilai yang mungkin tidak terjangkau oleh kita, sehingga pada awalnya kita hanya bisa berkeluh kesah. Namun hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran Zenfone 3 Basic yang ternyata memberikan performa dan kemampuan fotografi yang luar biasa, dengan harga yang pantas.