ASUS Rilis ZenBook S UX392 dan ZenBook Flip UX362, UltraBook 13 Inci Paling Tipis dan Ringkas

Beberapa hari lalu, ASUS Indonesia kembali meluncurkan dua ultrabook premium mereka dari seri ZenBook. Tak tanggung-tanggung, dua orang...

Catatan di Akhir 2018


Beragam kisah telah terjadi selama tahun 2018. Suka, duka, gembira, nestapa, bahkan prahara, pernah menyambangi kehidupan pribadi kami. Semua datang tanpa diduga-duga. Ada yang direncana, banyak yang tak direncana, bahkan ada yang bermula dari iseng belaka.

Awal 2018 kami coba hadapi dengan perasaan optimis. Harapan akan masa depan cerah masih terbayang nyata di sana. 2017 bukan tahun yang ramah bagi kami. Alhamdulillah, semua itu masih bisa kami lalui. 

Membuat resolusi, bukanlah gaya kami. Karena jujur saja, semua itu boleh dibilang nyaris tak pernah terjadi. Jadi kami mengubah strategi.

Jenjang karir bukan lagi prioritas, karena kami tahu dan paham, semua itu belum akan berubah, jelas. Apalagi, usia kami sudah mulai di ujung paripurna, kesejahteraan tak bisa mengandalkan satu sumber saja. Namun kami berusaha untuk tak mengeluh, dan selalu mencari celah untuk bahagia. Karena bahagia itu memang harus kita sendiri yang ciptakan. Jangan terpaku pada masalah, tetap fokus pada solusi.

Masalah komunikasi dalam rumah tangga juga masih jadi kendala bagi kami. Semakin aktif kami berbicara, justru makin buruk penerimaannya. Mungkin ini hanya masalah beda persepsi, sehingga menjurus kepada miskomunikasi. Entahlah. Rasanya justru lebih tenang ketika komunikasi terjadi seperlunya saja, bukan bicara tentang hal-hal lain yang memenuhi isi kepala, tentang politik misalnya. Lupakan!

Namun banyak hal baik dan positif juga terjadi di 2018. Hal-hal yang mungkin terdengar remeh namun bermakna dalam mengisi lembar-lembar kisah kehidupan yang terus berjalan. Banyak teman baru di luar lingkungan pekerjaan. Banyak event-event yang menyenangkan untuk didatangi. Banyak kesempatan kerjasama yang datang justru di luar bidang IT korporasi. Sesederhana prinsip, “Jika diundang, usahakan datang!”.

2018 sesaat lagi akan berlalu. Terima kasih telah mengajarkan banyak hal kepada kami, membuat kami kuat dan bertahan, dengan harapan menjadikan kami manusia yang lebih baik daripada sebelumnya. Namun kami tak bisa menilai diri kami sendiri. Biarlah alam semesta yang melakukannya. Tugas kami hanyalah tetap bersikap baik, berpikir positif dan selalu menghormati sesama.

Selamat datang 2019! Kami takkan memintamu untuk baik pada kami, karena semestinya kamilah yang mempersiapkan diri untuk menerima apapun yang terjadi di hadapan nanti..


ASUS Zenfone Max Pro M2, Hape Mainstream Terbaik untuk Gaming dan Fotografi


Rasanya belum lama saya mendengar beberapa kekecewaan dari para pengguna Max Pro M1 mengenai kualitas kameranya. Yah, meskipun hal tersebut bisa diakali dengan memasang aplikasi pihak ketiga, yang mana butuh usaha ekstra, namun tetap saja pengguna menyayangkan ketanggungan tersebut. Padahal secara spesifikasi, Max Pro M1 sudah menjanjikan semua hal yang bisa diberikan di level hape mainstream. Mungkin ASUS tidak ingin produknya bertumbukan dengan tipe lain yang memang menawarkan kelebihan di bidang fotografi.

Untunglah, ASUS mendengar keluhan kita semua, para ZenFans yang mendambakan sebuah hape dengan harga merakyat, namun memiliki kemampuan gaming serta fotografi yang hebat. Yepp! ASUS akhirnya merilis secara resmi Zenfone Max Pro M2 sebagai penerus yang lebih baik dari Max Pro M1. Sebelum lanjut, yuk kita intip, spesifikasi unggulan dari Zenfone Max Pro M2 ini.


ASUS Zenfone Max Pro M2 mengusung prosesor Snapdragon 660 AIE, yang memang jadi primadona di level mainstream. Apalagi, prosesor ini sudah mendukung teknologi AI yang sangat berguna dalam hal fotografi. Tapi itu nanti dulu bahasnya. Sekarang mau bahas soal kemampuannya dalam hal gaming.

| Gaming


Sejak kelahiran Max Pro series, tipe ini memang digadang-gadang sebagai hape gaming ramah dompet berkat performa dan harganya. Tidak heran jika Zenfone Max Pro M2 masih membawa nilai-nilai MAX di dalamnya, max performa, max baterai, max layar. Kali ini saya sempat memainkan dua game yang populer di Indonesia. Yang pertama adalah Arena of Valor alias AoV, lalu yang kedua adalah Mobile Legends. Kedua game ini saya setting rata kanan, supaya performa yang ditampilkan bisa maksimal. Dan inilah hasil pengujian permainan saya yang cukup mencengangkan.

>> Arena of Valor <<


Secara pengalaman bermain, menggunakan Zenfone Max Pro M2 ini sangat menyenangkan. Selain performanya yang mulus anti-lag meskipun setting rata kanan, baterai monsternya pun bikin kita tenang saat bermain. Bahkan ketika kapasitas baterai menunjukkan angka 15% dan muncul notifikasi low battery, saya masih tetap pede memainkan beberapa war hingga baterai tersisa 2% saja.

>> Mobile Legends <<


Meskipun banyak yang bilang jika kualitas grafis game ini tidak sebagus dan sedetil AoV, namun sesungguhnya kenikmatan bermain itu adalah jika kita bisa memainkan game apapun dengan setting maksimal namun tetap mulus dan lancar. Karena intisari bermain adalah menikmati permainan itu sendiri, baik menikmati grafisnya, maupun menikmati kerjasama tim yang sedang dijalani.

Jadi kesimpulan sementara, soal gaming, hape ASUS Zenfone Max Pro M2 ini tak terbantahkan performanya, baik dari sisi kecepatan prosesor (jangan lupa dukungan chipset GPU Adreno juga), maupun dukungan baterai berkapasitas monster, 5000mAh.

| Fotografi


Bukan tanpa alasan jika ASUS membenamkan sensor kamera Sony IMX 486 ke dalam Zenfone Max Pro M2 ini. Tak ada lagi keluhan hape gaming fotonya kurang oke. Semua dibayar kontan dengan kehadiran Zenfone Max Pro M2. Kenyamanan saat membidik obyek didapatkan lewat layar yang jernih, dengan perlindungan lapisan Corning Gorilla Glass 6

Biasanya, hape kamera oke itu ada mode Pro-nya. Nah! Zenfone Max Pro M2 juga punya mode Pro, cocok buat kalian yang suka ngulik settingan biar fotonya makin cmewew hasilnya. 


Untuk nilai ISO terendah adalah 100, nilai shutterspeed tertinggi 1/4, nilai EV ±2 serta setting White Balance berupa preset sesuai gambar di atas. Sangat sederhana bila dibandingkan dengan Zenfone 3 sekalipun. Tapi jangan kecewa dulu, mode Auto di Max Pro M2 ini saja sudah mampu hasilkan foto terbaik, dengan AI Scene detection lho. Ini nih contohnya.


Beberapa saat setelah kita membidik obyek yang akan kita foto, di sudut kiri atas layar hape, akan muncul tanda icon sesuai dengan prediksi obyek yang akan kita jepret.


Ketika obyek yang kita bidik berupa makanan, icon yang muncul bergambar garpu dan sendok yang melambangkan makanan. Dan hasil fotonya adalah seperti ini saudara-saudara..


Nyamm! Menggoda selera bukan? Detil, warna dan pencahayaannya sudah dioptimalkan untuk foto makanan. Canggih! Demikian pula ketika saya membidik kucing piaraan saya di rumah. Icon yang muncul bergambar hewan. Dukungan teknologi AI sangat membantu memudahkan pengambilan gambar, apapun kondisi dan momennya. Tinggal jepret, dijamin cakep!

Oya, saya juga ada beberapa contoh foto makanan lagi nih. Mau lihat nggak? Sekalian tebak foto yang mana diambil pakai hape apa.


Ya, benar sekali! Yang saturasi warnanya lebih tinggi, lebih mengundang selera, diambil dengan Zenfone Max Pro M2. Itu, foto yang ada di sebelah kanan ya gaess..

Oya, beberapa hari lalu, di kantor saya, sempat terjadi gangguan jaringan karena port router yang mati. Ternyata, Zenfone Max Pro M2 ini juga ciamik dalam hal foto low-light. Buat dokumentasi terkait pekerjaan yang tempatnya relatif remang-remang begini, Zenfone Max Pro M2 sudah lebih dari cukup.



| Konklusi

Inilah sekelumit pengalaman menggunakan ASUS Zenfone Max Pro M2 yang memiliki semboyan #FreedoM2Play. Jika kalian menginginkan sebuah hape all-rounder, daily driver handal, maka Zenfone Max Pro M2 layak untuk kalian miliki. Meskipun mungkin kalian bukan gamer yang menghabiskan banyak waktu dengan hape kalian, namun baterai besarnya, serta layar luasnya juga mampu hadirkan fungsi hiburan melalui Youtube Streaming ataupun memutar film yang sudah kalian download sebelumnya. Mau tau harganya berapa di pasar online sekarang? Klik tautan cek harga pasar Max Pro M2 di Lazada.

Oke, sekian dulu review singkat dan insya ALLAH bermanfaat dari saya. Jika ada pertanyaan, tulis saja di kolom komentar. Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya, salam kompak persahabatan selalu..

Max Pro M1 - Max Pro M2

ASUS ROG Phone, Gaming Phone Idaman Gamers Berjiwa $ultan


Bersamaan dengan peluncuran smartphone ASUS Zenfone seri Max M generasi ke-2, Max M2 dan Max Pro M2, beberapa waktu lalu di Pullman, ASUS juga membawa serta gaming phone idaman para gamers berjiwa $ultan, yaitu ROG Phone. Apa sih yang menarik dari ROG Phone ini? Yuk kita bahas bareng-bareng!

Desain ROG Phone Bukan yang Pertama


Menurut rancangan yang saya ketahui, ternyata ROG Phone mengalami beberapa perubahan desain sebelum akhirnya memiliki wujud seperti yang kita ketahui saat peluncuran kemarin.


Desain ASUS ROG Phone setidaknya mengalami lebih dari 2x perubahan, yang meskipun tidak terlalu signifikan secara desain, namun diyakini mampu menarik perhatian para mobile gamers di seluruh dunia.


Desain yang paling kentara perbedaannya sejak dirilis bocorannya pertama kali adalah pada bagian cover belakangnya. Bisa dilihat bentuk dan posisi kamera dan fingerscan sempat berubah-ubah.


Teknologi Pendingin Canggih 3D Vapor Chamber

Sebagai gaming phone dari kasta ROG, tentu saja teknologi terkini yang ada pada laptop gaming ROG juga diterapkan pada ASUS ROG Phone ini. Untuk menaklukan panas yang timbul akibat performa tinggi dari gaming phone ini, ASUS ROG Phone mengadopsi teknologi pendingin 3D Vapor Chamber dengan dukungan bahan copper alias tembaga. Bagi kalangan oprekers dan overclockers, pemilihan bahan tembaga ini dimaklumi karena secara fungsi pembuangan panas yang jauh lebih baik daripada aluminium.


Selain itu, digunakan juga bahan carbon cooling pad untuk meminimalisir berat pada gaming phone ini nantinya. Seperti kita ketahui, bahan carbon memiliki bobot yang ringan namun kekuatannya luar biasa. Dan semua perangkat pendingin yang canggih ini dilindungi dalam metal frame yang kokoh.


Spesifikasi ROG Phone

ASUS ROG Phone memiliki semua komponen terbaik yang ada saat ini. Prosesor Qualcomm Snapdragon 845 yang digenjot pada clock 2,96GHz serta dukungan chipset grafis Adreno 630, kombinasi RAM/Storage dalam 2 variasi, 8/128GB dan 8/512GB, layar 6 inci FullHD AMOLED Display dengan refresh rate 90Hz dan response time hanya 1ms + 100.000:1 rasio kontras yang lebar, hadirkan visual HDR di layar. Nggak ada lagi main game fast-paced layar ngeblur.


Layarnya sendiri sudah menggunakan teknologi 2.5D Corning Gorilla Glass 6 untuk layar depan serta 3D Corning Gorilla Glass untuk bagian belakangnya. Kombinasi bodi metal dan kaca yang menggabungkan ketangguhan sekaligus kemewahan.

Oya, buat kalian yang kadang rewel menanyakan port USB, keinginan kalian terjawab dengan penggunaan port USB Type C pada ASUS ROG Phone ini. Gak usah kuatir kurang, karena ASUS ROG Phone menyediakan 2 port USB Type C pada bodinya.

Ultrasonic AirTriggers

Multitouch bukan lagi masalah buat ASUS ROG Phone. Beberapa game yang memerlukan kombinasi tombol yang banyak, bisa diakomodir salah satunya dengan fitur Ultrasonic AirTriggers yang responsif, yang lokasi/posisinya berada di bagian atas, kanan dan kiri ROG Phone. Jika kalian familiar dengan gamepad, posisinya mirip sekali dengan tombol L1 dan R1.


Baterai 4000mAh dengan Dukung QuickCharge 4.0 dan ASUS HyperCharge Technology

Kapasitas baterai sebesar 4000mAh bukan tergolong kecil. Menurut saya, kapasitas segitu sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan gaming seharian. Yang pentingnya lagi, kali ini ASUS mendukung penuh teknologi Quick Charge 4.0 dari Qualcomm sehingga mengisi ulang daya baterai tidak membutuhkan waktu lama. Selain itu, dengan menggunakan adapter bawaan dari ASUS ROG Phone ini, fitur ASUS HyperCharge otomatis aktif, yang bisa mendeliver daya hingga 20W untuk pengisian daya yang singkat, namun tetap aman dan dingin selama sedang dicharging.


Teknologi Audio Manjakan Telinga ROGers

Urusan suara, ASUS ROG Phone tidak setengah hati dalam menggarapnya. Tak kurang dari sertifikasi DTS-X 7.1 channel surround sound, HiRes Audio 24-bit / 192KHz, Qualcomm aptX untuk HD Bluetooth wireless audio, NXP amplifiers terbaru 9874, serta dual smart front facing stereo speakers di bagian kanan dan kiri. Artinya, bermain game apapun, kualitas suara yang dihasilkan tidak akan mengecewakan, baik menggunakan speaker maupun wireless bluetooth headset.


Game On dengan X Mode


Aplikasi ini akan mengoptimalkan penggunaan RAM dan data game yang diproses sehingga performa permainan dalam ROG Phone tetap maksimal. Selain itu juga akan membantu AeroActive Cooler lebih efisien. ASUS Aura RGB Lighting juga akan membuat tampilan ROG Phone kalian jadi berbeda, dengan kustomisasi warna LED sesuai dengan kepribadian kalian.


Foto Tetap Bening di Hape Gaming


Tidak seperti adiknya, Zenfone Max Pro M1 yang menafikan hadirnya kamera dengan hasil foto yang bagus, ROG Phone tetap menyajikan hasil foto yang pro dengan memanfaatkan sensor Sony IMX 363. Dual kamera belakangnya memiliki kombinasi normal dan wide angle hingga 120° dengan aperture f/1.7 dan kemampuan AI scene detection, serta kamera depan 8MP dengan aperture f/2.0.


Gaming Gear

ASUS ROG Phone juga memiliki beragam aksesoris tambahan yang dapat menambah kenyamanan dalam bermain. Dalam paket penjualannya sendiri, ASUS ROG Phone menyertakan sebuah cooling-fan, GameVice gamepad, serta ROG Phone case.


Selain aksesoris yang disertakan di paket bundling penjualan ASUS ROG Phone, ada juga aksesoris lain seperti TwinView Dock, Mobile Desktop Dock. Yang kerennya lagi, ASUS ROG Phone ini punya koper khusus layaknya laptop ASUS ROG GX series.


Harga ASUS ROG Phone

ASUS ROG Phone dengan kombinasi RAM/Storage 8/128GB dibandrol dengan harga Rp. 12.999.000,- sedangkan untuk kombinasi RAM/Storage 8/512GB dibandrol dengan harga Rp. 14.499.000,- dan berhak mendapatkan aksesoris bundle berupa AeroActive Cooler, ROG Phone Case dan GameVice for ROG Phone.

Sekian dulu bahasan soal ASUS ROG Phone dari saya. Semoga bermanfaat dan salam kompak persahabatan selalu..



Major shareholder, Global Capital of Indonesia, sue Protasco Berhad’s Group Managing Director Chong Ket Pen, claiming USD 88 million


This is a chronology and brief facts surrounding the case of fraudulence by Malaysian parties Chong Ket Pen and Protasco Berhad, against Indonesian companies Global Capital Limited Indonesia and PT Anglo Slavic Utama.

List of names and abbreviations:
• Global Capital Limited Indonesia (GCL)
• Tey Por Yee, Transaction Advisor and Official Spokesperson of GCL
• PT Anglo Slavic Utama (PT ASU)
• PT Anglo Slavic Indonesia (PT ASI)
• Protasco Berhad (Protasco)
• Dato’ Sri Chong Ket Pen, Group Managing Director of Protasco Berhad (Chong Ket Pen)
• Kenny Chong Ther Nen, the son of Chong Ket Pen
• Tjoe Yudhis Gathrie, Former Director of PT Anglo Slavic Utama
• Oil and Gas (O&G)
• Sales and Purchase Agreement (SPA)
• Malaysian Attorney General’s Chambers (AG Chambers)

The Oil and Gas industry of neighboring countries Indonesia and Malaysia is currently being a highlight, as major shareholder of Protasco Berhad, Global Capital Limited filed a civil suit against the company’s Group Executive Vice-Chairman and Managing Director, Dato’ Sri Chong Ket Pen for alleged abuse of power.

The suit revolves around an Investment Guarantee Agreement initiated by Chong Ket Pen with an Indonesian venture capital and asset management company Global Capital Limited on November 3rd, 2012. Chong Ket Pen under his personal capacity approached Global Capital Limited Indonesia (GCL) in a deal to get investor Tey Por Yee in assisting to inject funds and making Chong Ket Pen maintain his position as the Group Managing Director at Protasco. In return, nominating Tey Por Yee as Board member in Protasco and he will maintain Chong Ket Pen’s power in Protasco.

"Dato’ Sri Chong Ket Pen (Chong Ket Pen) was the Executive Director at Protasco Berhad (Protasco), owning 15.5% shares of the company."

In the deal, Chong Ket Pen assured Global Capital Ltd that he will propose to the Board of Protasco Bhd to undertake a new oil and gas business subsidiary. Following that, Global Capital Ltd acquired a 27.11% stake in Protasco – a deal concluded within one month of discussions and negotiations, for USD 24 million or a 33% premium over the market price. The deal, viewed as a ‘premium’ was done on the assurance of Protasco Bhd’s planned venture into the oil and gas sector.

As stated in the suit: “The acquisition of the shares at a huge premium was a risk for the plaintiff, given the performance and financial situation of Protasco Bhd. Nevertheless, that risk was undertaken, given that the plaintiff was under the impression that their investment was protected by the assurance given by the defendant, inter alia his guarantees and obligations under the Investment Guarantee Agreement”.

Soon after, Protasco Bhd announced that it was set to buy 76% of equity interest of an Indonesian oil and gas company, PT Anglo Slavic Utama (PT ASU) with a value of USD 55 million (Rp 800 billion). The deal, however, did not materialize due to non-fulfillment of conditions. Chong Ket Pen delayed the deal from six months to 18 months, inducing PT ASU to accept a revised deal of merely a USD 22 million deal or 63% equity.

Chong Ket Pen’s son, Kenny Chong Ther Nen – who was entrusted by his father to execute the logistics of the deal, colluded with PT ASU Former Director, Tjoe Yudhis Gathrie, to forge false documents, to make it look as if PT ASU has failed to comply to the terms of the SPA. Furthermore, Chong Ket Pen together with Tjoe Yudhis Gathrie also fabricated misleading allegations against PT ASU to put blame on PT ASU’s alleged failure, and therefore the SPA was terminated. The SPA termination has caused PT ASU to have insufficient capital to proceed with the oil production in Aceh and experiencing major opportunity losses.

The Indonesia-based company is claiming USD 88 million from Chong Ket Pen over his act of contract breach, including loss of investment and future profits for the stake in Protasco Bhd; loss of margin to finance the acquisition of shares up to USD 18 million; liability of USD 55 million to PT ASU – as guarantor for Chong Ket Pen pursuant to the Investment Guarantee Agreement; and USD 15.5 million as payment for the profit guarantee under the Investment Guarantee Agreement.

Subsequently, it was discovered that Chong Ket Pen had made the proposal for the transaction of Protasco Bhd’s shares without disclosing to the Board that he has personal interest in obtaining control over the company, through the Investment Guarantee Agreement.


Following this discovery, Chong Ket Pen maneuvered by putting the blame on Global Capital Ltd’s investors, Tey Por Yee and Ooi Kok Aun, putting them under the limelight in 2014 on allegations of criminal breach of trust due to the non-disclosure of interest in a transaction involving USD 20.3 million. The false allegation fabricated by Chong Ket Pen and Tjoe Yudhis Gathrie was clarified when the real PT ASU Indonesian beneficial owner issued an affidavit, proving that Tey Por Yee is not the owner nor in control of PT ASU. It has also been proven that the involvement of Tey Por Yee with PT ASU was upon Chong Ket Pen’s request, in which Chong Ket Pen placed the order and engaged GCL himself through the 3 November 2012 Personal Guarantee Agreement. Thus, the false allegation fabricated by Chong Ket Pen against Tey Por Yee was merely part of Chong Ket Pen’s plan in the first place to gain control over Protasco, and putting the blame on GCL and its investor Tey Por Yee. The Malaysian Attorney General’s Chambers (AG Chambers) dropped the malicious charges against Tey Por Yee after reviewing the evidence submitted by GCL, while proving the false documents brought by Chong Ket Pen as sham documents

Bursa Malaysia public information also revealed that Chong Ket Pen has been drawing unrealistic remunerations from Protasco Bhd at the peak of USD 576,000 in 2017 and USD 1 million in 2016 respectively, after he gained control over the company. This suggested that Chong Ket Pen entered into business transactions and decisions on operation, remuneration, payments of dividends and salaries for his own benefit at the expense and the best interests of the company.

Global Capital Ltd came into the thought that Chong Ket Pen has failed to ensure that Protasco Bhd was profitable, with a profit before tax of USD 7.1 million and USD 8.3 million in the third and fourth year under the Investment Guarantee Agreement. Aside from that, a total of USD 26.2 million profit was also guaranteed over the four years.

GCL filed a lawsuit against Chong Ket Pen to AG Chambers for Rp1.28 trillion, in breach of contract to the Personal Guarantee Agreement, which Chong Ket Pen has signed with GCL on 3 November 2012. Following them, PT ASU has filed a report to the Indonesian police on fraudulence committed by Chong Ket Pen and Tjoe Yudhis Gathrie, against PT Anglo Slavic Utama (PT ASU) as well.

Furthermore, it was also reported that Protasco Bhd had recently lost a huge contract, as its subsidiary HCM Engineering Sdn Bhd received a letter of termination from Turnpike Synergy Sdn Bhd (TSSB) due to delays in the project, suggesting a USD 622,000 earnings impact. Following this, CIMB IB Research has therefore maintained its “Reduce” rating on Protasco Bhd at MYR 20 cents with a lower target price of MYR17 cents (from MYR 30 cents). Weak job execution and poor contract visibility is likely to weigh on its shares price.



Info HIV/AIDS Wajib Kepo, Yuk Tanya Marlo!


Wow! Saya terkejut sekali! Kalian tahu nggak sih, kalau ternyata ada sekitar 640 ribu orang hidup dengan virus HIV di Indonesia? Ini data resmi lho, menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dari jumlah tersebut, baru 48% ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) yang mengetahui status HIV mereka. Yang mengagetkan lagi, dari 48% yang sudah menyadari dirinya terjangkit HIV, hanya 15% yang mendapatkan akses pengobatan. Tunggu! Masih ada lagi nih yang mencengangkan. Jumlah infeksi baru virus HIV justru paling tinggi  di rentang usia 15 hingga 24 tahun, mencapai 52% dari total infeksi HIV baru. Ngeri bray! Ini artinya, masih banyak yang belum menyadari dan mewaspadai bahwa virus HIV ini ada dekat dengan kita dan siapa saja beresiko terjangkit.

Takut? Kuatir? Waswas? Perlu! Tapi seperti yang kita pahami bersama, bahwa di dunia kesehatan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Bukan berarti yang sudah terjangkit nggak diprioritaskan, bukan itu. Tapi kita sekarang hidup di era digital, di mana mayoritas anak muda generasi masa depan bangsa sudah melek teknologi. UNAIDS Indonesia bekerjasama dengan Nimbly Technologies dan Botika, mengembangkan sebuah platform chat mobile yang terintegrasi dengan LINE untuk mereka yang membutuhkan informasi yang benar, sekaligus konsultasi mengenai HIV.


Beberapa kendala yang masih terjadi terkait dengan penderita HIV ini adalah stigma masyarakat yang membuat mereka cenderung menutup diri dari dunia luar sehingga tidak mendapatkan pengobatan yang semestinya. Selain itu diskrimasi perlakuan juga masih terjadi dari masyarakat sekitar terhadap ODHA ini. Yang jadi tugas kita adalah, mereka ODHA juga manusia yang butuh dukungan moral, butuh pendampingan, bahwa HIV bukan akhir dari segalanya. Tetap optimis menjalani pengobatan dapat menekan jumlah virus HIV dalam badan dan memperpanjang harapan hidup penderita HIV dengan semangat positif, bahwa mereka masih bisa berguna dan bermanfaat bagi sesama, dengan membantu mensosialisasikan informasi yang benar mengenai virus HIV ini misalnya.

ilustrasi foto diperankan oleh model

Bagaimana dengan generasi muda milenial jaman jigeum? Mereka bisa mendapatkan informasi yang valid mengenai HIV melalui platform Tanya Marlo di dalam aplikasi LINE. Aplikasi LINE dipilih karena sangat populer di kalangan remaja, di mana 80% dari 90 juta pengguna adalah mereka. Dan dengan chat bot ini, mereka bisa mendapatkan informasi mengenai HIV dengan cara yang menyenangkan, modern dan fleksibel, karena bisa diakses selama 24 jam setiap harinya.


Tanya Marlo memiliki beberapa fitur utama untuk interaksinya, yaitu :
  1. Info HIV: fitur yang menyediakan segala informasi seputar HIV dan AIDS, yang disampaikan melalui konten-konten menarik seperti artikel, infografis,perbandingan mitos dan fakta, dan video 
  2. Kuis: permainan kuis mengasyikkan yang akan menantang pengetahuan dan pemahaman mengenai HIV dan AIDS, melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana dan menyenangkan
  3. Konsultasi: fitur yang memberikan akses ke konselor terpercaya bagi yang membutuhkan saran atau ingin bertanya tentang HIV dan AIDS secara lebih lanjut dan pengobatannya.
  4. Tes HIV: Tanya Marlo memberikan kenyamanan bagi siapapun yang membutuhkan informasi tentang klinik-klinik yang menyediakan jasa tes HIV, termasuk lokasi, tatacara, dan jam operasional.


Dalam berinteraksi dan konsultasi melalui Tanya Marlo, kalian nggak perlu kuatir, karena Tanya Marlo menjamin kerahasiaan data identitas pribadi kalian.


Dengan kehadiran Tanya Marlo ini, diharapkan generasi muda Indonesia dan siapa pun juga yang melek teknologi informasi, dapat berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai virus HIV/AIDS ini, sejalan dengan harapan UNAIDS menuju Fast Track 2020, di mana 90% ODHA mengetahui statusnya, 90% dari ODHA yang mengetahui statusnya mendapat akses pengobatan, 90% ODHA yang sedang dalam pengobatan memiliki jumlah virus dalam tubuh yang rendah (tidak terdeteksi) serta mewujudkan Nol Diskriminasi terhadap ODHA.






Blogger Nusantara Sambut Kehadiran Hape Gaming Nomor 1 di Indonesia


Sore itu, jalanan terasa basah karena hujan badai nan deras yang turun jelang pukul 2 siang tadi. Sebelumnya, linimasa media sosial saya sempat ramai dengan klip video atap sebuah foodcourt yang beterbangan karena hujan angin. Saya hanya bisa berharap dan berdoa, semoga hujan segera mereda, karena saya mesti berangkat ke Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta, untuk mengikuti rangkaian acara peluncuran smartphone terbaru dari ASUS.

Kebetulan sekali, sore itu saya bertemu beberapa rekan lain seperti UrbanDigital dan rekan-rekan dari Jogja, serta GadgetApa, yang juga berencana untuk menuju ke lokasi yang sama. Jadilah kami ber-enam menyewa Grab untuk membawa kami semua ke sana. Lumayan, sebab tadinya hanya saya dan Horas saja yang berencana barengan naik TransJakarta. Blessing in disguise, I think..


Macetnya jalanan Jakarta di sore hari bukanlah hal yang aneh, apalagi kondisinya memang pasca hujan, jadi ini sudah jadi suratan takdir kami. Alhamdulillah, ALLAH masih memberikan kemudahan sehingga kami bisa sampai tepat pada waktunya, persis saat kami mesti melakukan registrasi untuk mendapatkan kunci kamar. What?!?! Kunci kamar?!?! Iya dong! Kami yang terpilih ini diajak untuk senang-senang bersama seluruh blogger nusantara yang mendapat undangan langsung dari mbak-mbak PR ASUS Indonesia yang cantik jelita tiada duanya.

Welcome Dinner

Selepas mendapat kunci kamar, saya langsung naik untuk mandi, karena aktifitas hari itu membuat saya berkeringat lebih banyak meskipun cuaca cenderung muram. Sukanya mandi di hotel itu, airnya selalu hangat, sehangat sambutan ASUS untuk seluruh blogger undangan dari penjuru nusantara. Oke sip! Kelar sholat Maghrib, saya langsung turun ke ballroom tempat welcome dinner dilaksanakan. Di sana ternyata sudah banyak rekan-rekan undangan, baik blogger, maupun Youtuber dari luar kota bahkan luar pulau.


Acara makan malam ini jadi ajang silaturahim bagi kami, para blogger yang sebelumnya sudah pernah jumpa maupun yang baru pertama kali datang di acara ASUS ini. Meskipun sebelumnya hanya jumpa via grup WA atau media sosial belaka. Akhirnya di momen ini, kopdar juga kita, hahaha!

Selepas makan malam, beberapa rekan lain memutuskan untuk pemanasan, melemaskan pita suara di seberang. Sedangkan saya dan segelintir rekan lain tetap bertahan di ruangan, karena ada rekan blogger dari Serang, Mbak Nurul Noe, yang menyempatkan hadir bersama dengan putri kecilnya yang lucu dan sudah jadi selebgram, Karla.


Menjelang pukul 9 malam, Mbak Nurul Noe pun berpamitan untuk pulang, kembali ke Serang. Meski sudah ditawarkan untuk menginap saja dan pulang pagi harinya, namun dia menolak karena esoknya masih harus masuk kerja dan berangkat pagi-pagi buta meskipun dari rumahnya. Bersamaan dengan itu, saya pun juga undur diri, menuju ke kamar untuk beristirahat, mengingat agenda acara esok hari yang cukup panjang.

The DAY

Pagi hari, bangun tidur untuk sholat Subuh dan kemudian gosok gigi serta cuci muka. Kebiasaan mandi pagi setelah sarapan karena biasanya ada ritual lanjutan akibat panggilan alam yang terjadi selepas sarapan. Janjian turun pukul 6.30 dengan harapan restoran hotel tidak terlalu ramai, namun ternyata di sana sudah ada beberapa rekan lain yang sudah lebih dahulu tiba.


Saya sendiri jika sedang berada di event seperti ini cenderung mengambil makanan yang jarang ada di rumah, seperti buah-buahan dan beberapa jenis makanan lainnya.


Untuk minumannya sendiri, saya memilih jus apel dan cappuccino panas sebagai mood booster menyambut acara di hari ini. Kelar sarapan, saya balik ke kamar untuk mandi dan siap-siap.

Di kamar sempet kebingungan karena dress-code yang disarankan adalah bertema ROG. Kebetulan saya ada kaos polo dan t-shirt. Mengingat pengalaman sebelumnya yang mana biasanya suhu ballroom di Pullman Central Park cukup dingin, saya memutuskan untuk menggunakan pakaian ganda. Tapi di luaran masih nambah jaket lagi saking takutnya kedinginan nanti.


Oke sip, udah cakep, mantep. Saatnya turun berkumpul di lobi karena rombongan akan menuju ke TKP dengan menggunakan bus yang sudah disiapkan.


Nyaris 1 jam perjalanan ditempuh dari Hotel Grand Mercure menuju ke Pullman Central Park. Sesampainya di sana, kami tidak langsung masuk ke Pullman, namun berjalan-jalan dulu mengantarkan rekan blogger hits dari Aceh, seorang guru yang berdedikasi, Bai Ruindra, ke tempat jajan favoritnya sejak event ASUS terdahulu, Miniso.


Belanja sudah, saatnya menuju ke venue acara, yaitu Grand Ballroom Pullman Central Park. Lokasi Grand Ballroom ini berada di lantai L, yang menurut informasi, berada 12 lantai dari lantai Ground. Menjelang pukul 12 siang, kami bergegas menuju lokasi registrasi. Memang event kali ini tergolong kolosal karena menurut bocoran informasi yang saya dengar, ada kurang lebih 900 undangan yang disebar untuk memeriahkan momen ini, termasuk diantaranya tambahan daftar blogger melalui Mbak Katerina.


Di lorong menuju gate registrasi, antrian sudah sangat panjang. Kami sendiri sempat kebingungan karena pembagian gate yang belum jelas, apakah kami masuk di jalur Media Outskirt atau justru di Media Jakarta. Dulu kami memang digolongkan ke Media Outskirt, namun pernah juga kami mendapatkan jalur khusus, yaitu masuk melalui gate BLUS sehingga antrian tidak terlalu panjang.


Setelah beberapa saat lamanya, saya dan Kang AJM mencoba menanyakan status kami sebagai undangan. Ternyata setelah kami melihat di daftar yang ada pada laptop mereka, nama kami ada di jalur ini, namun status kami semua adalah Media Outskirt. Mungkin ini bisa jadi masukan kelak di kemudian hari, untuk blogger undangan dibuatkan gate khusus seperti ZenFans yang relatif lebih lancar proses registrasinya.


The Hall

Alhamdulillah, kesabaran berbuah manis. Akhirnya kami bisa masuk ke dalam untuk menikmati makan siang. Sebelum makan siang, ada beberapa sudut yang oke buat foto-foto, juga ada LOLPhotobooth yang selalu hadir di setiap event ASUS, serta ada booth foto 360 yang bikin foto bergerak ala stop-motion.


Kalo penasaran sama hasil foto 360, bisa mampir ke Instagram saya. Nggak hanya saya, hampir semua undangan antusias untuk mencoba booth foto 360 ini lho. Puas foto-foto, saya pun masuk untuk mengisi perut. Seperti biasa, sajian menu di Pullman ini memang sangat menggugah selera, yang lagi diet mungkin akan berkata, dietnya besok aja.

Benar saja perkiraan saya, di dalam suhunya terasa dingin. Untung saja saya pakai pakaian ganda + jaket, sehingga nggak terlalu tersiksa karenanya. Di panggung, 3 layar super besar terpampang megah dikombinasi dengan susunan lighting yang ditata secara apik dan profesional.


Saya diarahkan oleh mbak-mbak guide ke deretan bangku berkode warna biru, sesuai dengan pita kalung ID yang saya gunakan. Saya mencari posisi bangku terdepan supaya bisa mendapatkan pengalaman launching terbaik di akhir tahun ini.

Acara dibuka oleh host cantik, lalu dilanjutkan pemaparan oleh Mr. Jimmy Lin dan Mr. Galip Fu. Seperti biasa, presentasi ini diisi dengan informasi terkait dengan posisi ASUS saat ini dan ambisi ASUS untuk menjadi hape gaming no. 1 di Indonesia dan bahkan di dunia nantinya. Bahkan Zenny pun ganti kostum dan mendeklarasikan dirinya sebagai gamer juga lho.


Kenapa ASUS mengincar posisi No. 1 hape gaming? Karena pada kesempatan ini, ASUS memperkenalkan ROG Phone dan Zenfone Max Pro M2 secara resmi akan dijual di Indonesia. ROG Phone mewarisi segala kecanggihan yang ada pada lini ASUS ROG sebagai lini gaming papan atas. Ini dibuktikan dengan penggunaan komponen terbaik saat ini untuk spesifikasinya, diimbangi dengan teknologi pendinginan yang mumpuni untuk menaklukkan panas yang dihasilkan oleh performa ROG Phone yang buas.


ROG Phone sendiri hadir dengan desain futuristis, dan tentu saja teknologi terbaik yang ada saat ini. memiliki pendinginan Vapor Chamber, mirip miniatur laptop ROG, teknologi ini diyakini mampu meredam panas yang dihasilkan oleh prosesor Snapdragon 845 yang memiliki performa tinggi. Belum lagi layar AMOLED yang sangat jernih dan super responsif 1ms saja. Dukungan multi-touch button juga telah diakomodir oleh ROG Phone dengan fitur AirTriggers, mirip tombol L1-R1 di gamepad.

Selanjutnya tentu saja adalah ASUS Zenfone Max Pro M2, yang digadang-gadang sebagai The Best Budget Mobile Gaming Phone di akhir 2018 ini. Hadir dengan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pendahulunya, Max Pro M1, ASUS Zenfone Max Pro M2 menjawab keresahan ZenFans dengan memberikan performa gaming terbaik di level harga menengah dengan kemampuan kamera yang lebih baik berkat penggunaan sensor SONY IMX 486 di dalamnya.


ASUS Zenfone Max Pro M2 menawarkan seluruh aspek Max yang ada pada seri Zenfone Max, yaitu Max Performance, Max Battery, Max Camera dan Max Display & Durability. Kita sebelumnya sudah mengetahui bahwa Zenfone Max menawarkan keunggulan dari sisi baterai yang berkapasitas besar, serta penggunaan dual kamera belakang untuk pengalaman memotret yang lebih baik. Namun semua itu di-leverage sehingga ASUS Zenfone Max Pro M2 bisa dibilang layak untuk menyandang hape mainstream yang worth to buy untuk saat ini. Mengapa demikian? Yuk tengok ringkasan spesifikasi unggulan dari Zenfone Max Pro M2 di bawah ini.


ASUS Zenfone Max Pro M2 ini memanfaatkan sistem operasi stock android versi 8.1.0 dan dijanjikan akan mendapatkan peningkatan ke android pie 9.0 awal tahun 2019. Oya, Max Pro M2 masih menyediakan Triple Slots untuk mengakomodir SIM card dan MicroSD secara mandiri, dan kerennya lagi, MicroSD yang didukung Max Pro M2 ini sanggup menembus kapasitas 2TB. SIM Card-nya juga sudah mendukung jaringan 4G+4G, jadi lebih fleksibel jika mesti swap jalur data untuk internetnya.


Dan dengan berakhirnya presentasi mengenai ASUS Zenfone Max Pro M2 ini, Mr. Galip Fu menyatakan bahwa mobile gaming phone #1 secara resmi telah hadir di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.


Apa sih yang menarik dari ASUS Zenfone Max Pro M2 ini menurut beberapa seleb muda papan atas Indonesia? Tiap orang punya pandangan yang berbeda-beda mengenai hape yang satu ini. Ada Mas Arif Poconggg, lalu ada Jess No Limit, serta ada si cantik jelita, Tatjana Saphira. Kalau Mas Arif menyukai kemampuan kamera dari Zenfone Max Pro M2, sedangkan Jess menyukai performanya yang bertenaga namun tetap ringan berkat penggunaan stock android di dalamnya. Berbeda dengan Tatjana, dia lebih melihat dari sisi desain body Zenfone Max Pro M2 yang berkesan mewah dan elegan berkat lapisan glossy yang nampak di bodi belakangnya. Tapi yang penting, ketiganya ada di dalam satu hape bernama Zenfone Max Pro M2!


Yang terakhir adalah ASUS Zenfone Max M2, hape yang punya desain tipis ini tetap membawa semangat Max dengan kapasitas baterai yang besar. Layar seluas 6,3 inci, sama dengan Max Pro M2 dan kemampuan kamera dengan AI scene detection, berkat prosesor Qualcomm Snapdragon 632 yang lebih efisien namun tetap efektif untuk penggunaan harian.


The PRICE

Pastinya kalian semua penasaran sama harga yang ditawarkan untuk masing-masing tipe dan versinya. Untuk Zenfone Max M2 ada versi 3/32 dan 4/64. Untuk Zenfone Max Pro M2 ada versi 3/32, 4/64 dan 6/64. Sedangkan untuk ROG Phone ada versi 8/128 dan 8/512.


Setelah sesi presentasi berakhir, seluruh undangan segera meluncur ke area demo booth untuk bisa melakukan hands-on terhadap seluruh produk hape gaming yang dirilis ASUS. Untuk pengalaman hands-on hape di area demo booth akan saya bahas di artikel terpisah, karena ini saja sudah terasa panjang banget. Oya, selepas hands-on, kami juga berkumpul untuk mengikuti technical meeting, penjelasan secara lebih detil mengenai keunggulan spesifikasi dari Max M2 dan Max Pro M2, yang dibawakan langsung oleh para expert di bagiannya masing-masing. Cakep!

The GALA DINNER

Jelang Maghrib, kami semua berangsur kembali ke Hotel Grand Mercure, di mana Gala Dinner akan dilangsungkan di sana. Alhamdulillah, masih dapat kesempatan sholat dan mandi. Kurang lebih pukul 7 malam, suasana di dalam ruangan sudah mulai ramai dengan alunan musik dari band. Nggak hanya sajian musik belaka, di sesi ini ada juga permainan dan kontes berhadiah merchandise dari ASUS Indonesia.


Seperti biasa, di saat sedang makan, petinggi ASUS Indonesia, dalam hal ini Mr. Galip Fu, berkeliling meja untuk menyalami dan memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang berkenan untuk hadir dan mendoakan kesuksesan produk yang dirilis pada hari itu. Sebuah tradisi yang saya ketahui dan rasakan sendiri, sejak peluncuran ASUS Zenfone 4, 5 dan 6 beberapa tahun silam.

Demikian pengalaman saya mengikuti rangkaian acara peluncuran hape gaming dari ASUS Indonesia. Selepas gala dinner, kami kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat, mengingat esok harinya kami harus kembali ke kehidupan nyata.

Salam kompak persahabatan selalu, sampai jumpa di event berikutnya..