Redmi Note 7 Akhirnya Resmi Dirilis, Xiaomi Akan Kembangkan MIUI 11 di 2019


Awal tahun 2019 merupakan momen yang bersejarah bagi brand Xiaomi, yang kembali memperkenalkan produk smartphone terbarunya. Xiaomi memperkenalkan smartphone terbaru yang dirilis pada Kamis (10/01/2019) dengan nama Redmi Note 7. Smartphone Redmi Note 7 ini merupakan ponsel perdana dari Redmi yang secara resmi telah menjadi sub-brand dari Xiaomi itu sendiri. 

Seperti halnya seri Redmi yang telah sukses di pasaran smartphone sebelumnya, menurut informasi Redmi Note 7 ini juga akan masuk segmen industri smartphone kelas menengah dan akan dibanderol dengan harga yang terjangkau. Menurut CEO Xiaomi, Lei Jun, ciri khas terdahulu dari Redmi tidak akan berubah meskipun sudah menjadi sub-brand dan berdiri sendiri. Smartphone Redmi Note 7 ini menawarkan keunggulan dari sisi spesifikasi dan sektor kameranya yang menarik dan diharapkan akan mampu menghadirkan hasil fotografi yang tidak seperti pada umumnya. 


Selain meluncurkan smartphone Redmi Note 7, menurut laman dari forum diskusi Xiaomi, pihak Xiaomi juga telah memulai mengembangkan sistem operasi bawaannya menjadi MIUI 11 pada hari Sabtu (11/01/2019) di pertemuan tahunan MIUI Core Experience. 

MIUI sendiri merupakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh perusahaan Xiaomi, yang berbasis pada sistem operasi Android. Antarmuka dari sistem android ini menggabungkan keunggulan antarmuka besutan raksasa teknologi, seperti Samsung dan Apple, dimana perangkat tersebut masing-masing memiliki TouchWiz dan IOS.

MIUI OS merupakan suatu sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh para pengguna Android di seluruh dunia. Bukan hanya itu saja, MIUI juga telah menjadi perangkat lunak yang memiliki banyak penggemar sehingga banyak yang membentuk komunitas MIUI untuk Xiaomi.

Berdasarkan informasi dari laman Gadget360, per hari Sabtu tanggal 11/01/2019, MIUI telah digunakan oleh lebih dari 300 juta pengguna di dunia, di mana waktu pengembangannya memakan waktu hingga 402 minggu dan mampu bertahan sekitar 8 tahun.

Xiaomi juga mengklaim bahwa MIUI adalah sebuah custom ROM yang paling lama bertahan dari sebuah produsen ponsel asal Tiongkok ini. Sampai saat ini, MIUI terus dikembangkan dan dikembangkan oleh Xiaomi. Liu Ming selaku Kepala  Departemen Perencanaan Produk menjelaskan bahwa MIUI 11 ini akan menjadi OS yang baru dan unik, meskipun tidak dijelaskan lebih lanjut tentang bagaimana fitur dan rupa dari MIUI 11.  

Sementara itu adanya pembaruan MIUI 10 menjadi MIUI 11 ini diharapkan dapat menawarkan gaya antarmuka pengguna baru berdasarkan AOSP. Beberapa ponsel unggulan dari Xiaomi ini seperti Mi Mix 3, Mi 8, dan Pocophone F1 akan mendapatkan pembaruan MIUI 11 untuk pertama kalinya dalam versi beta. Selain itu pihak Xiaomi juga akan menawarkan UI dan meningkatkan UX secara keseluruhan di MIUI dibandingkan dengan sistem operasi MIUI 10. 

Selain ketiga ponsel unggulan Xiaomi diatas yang akan mendapat pembaruan MIUI, beberapa ponsel besutan Xiaomi juga akan mendapat giliran pembaruan MIUI 11 diantaranya adalah Mi MiA2, Mi MIX 2, Redmi Note 5/6 Pro, Redmi 5A dan Redmi 6A, Redmi Note 4 dan 5, Redmi 4/5/6, Redmi Mi Max 2, dan Redmi Y2. 



ASUS Zenfone Max M2 Hape Harian dengan Kemampuan Menawan


Keberadaan ASUS Zenfone Max M2 ini seakan tenggelam dalam kemasyhuran saudaranya, ASUS Zenfone Max Pro M2 yang punya semboyan #LimitlessGaming meski diperkenalkan dalam saat yang bersamaan beberapa bulan silam. Namun jangan anggap remeh ASUS Zenfone Max M2 ini karena ada berbagai aspek yang membuat hape langsing ini layak untuk dijadikan daily driver kalian.
Sebelum melangkah lebih jauh, kalian bisa melihat spesifikasi dari ASUS Zenfone Max M2 melalui tabel di bawah ini :


Di bawah ini adalah beberapa aspek yang menurut saya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih ASUS Zenfone Max M2 sebagai daily driver.

| SoC Qualcomm Snapdragon 632 yang Efisien dan Bertenaga

SoC Qualcomm Snapdragon 632 ini merupakan pengembangan dari SoC Qualcomm Snapdragon 625 yang terkenal sebagai prosesor yang memiliki performa tinggi, namun tetap hemat daya dan tidak panas. SoC Snapdragon 625 ini bisa kita temukan pada ASUS Zenfone 3 dan Zenfone Zoom S yang merupakan smartphone fotografi terbaik di jamannya, bahkan saat ini juga masih layak untuk dimiliki. SoC Snapdragon 632 ini memiliki peningkatan performa CPU hingga 40% lebih tinggi dan performa grafis 10% lebih baik daripada perangkat yang menggunakan SoC Snapdragon 625. 

Fitur unggulan dari Qualcomm Snapdragon 632

| Baterai Super 4000mAh Lithium-polymer yang Tahan Lama

Kapasitas baterai besar, 4000mAh, dengan kombinasi SoC yang efisien, memungkinkan pengguna memanfaatkan ASUS Zenfone Max M2 ini seharian, tanpa harus kuatir dengan kehadiran colokan listrik di sekitar, atau membawa-bawa powerbank untuk berjaga-jaga, karena dalam kondisi standby saja, smartphone ini sanggup bertahan hingga 33 hari di jaringan 4G. Selain itu, dengan ASUS Zenfone Max M2 ini, pengguna juga bisa menonton video selama 21 jam, mengarungi dunia maya internet dengan WiFi selama 22 jam, atau bermain game selama 8 jam non-stop. Tapi ingat, berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dengan cukup karena segala sesuatu yang berlebihan itu berdampak kurang baik.


| Layar 6,3” Resolusi HD+ nan Lega, Nonton/Gaming Lebih Nyaman

Dari sekian banyak lini Zenfone Max yang pernah ada, ASUS Zenfone Max M2 merupakan yang pertama mengadopsi layar 6,3” berponi, dengan resolusi HD+ (1520x720) dan rasio layar 19:9, sehingga mampu hadirkan sensasi layar full-view yang sesungguhnya. Apalagi dengan rasio screen-to-body mencapai 88% sehingga pengalaman browsing, menonton video atau bermain game jadi ekstra luar biasa dengan ASUS Zenfone Max M2 ini. Ini saya buktikan sendiri dengan menonton beberapa seri drama Korea populer di smartphone ini, dengan bantuan aplikasi Video Player HD, agar teks terjemahan dapat ditampilkan pada layar dengan sempurna agar kita dapat memahami jalan ceritanya.

Tampilan film di layar penuh

Dengan aplikasi Video Player HD, teks terjemahan dapat ditampilkan

Urusan gaming juga nggak kalah penting. Meskipun ASUS Zenfone Max M2 ini nggak seheboh Zenfone Max Pro M2, bukan berarti performanya nggak layak untuk bermain game. Malah untuk beberapa aspek tertentu, ASUS Zenfone Max M2 ini terasa lebih unggul berkat bodinya yang tipis, hanya 7,7mm saja, dan terasa lebih ringan di genggaman saat digunakan untuk bermain. Jangan kuatir nggak bisa rata kanan untuk game MOBA populer seperti Mobile Legends atau Arena of Valor, karena kedua game tersebut cukup nyaman untuk dimainkan di smartphone ini.

Tampilan grafis saat pemilihan hero

Battle jadi menyenangkan dengan layar besar dan respon yang cepat

| Kamera Canggih Hasil Foto Memesona

ASUS Zenfone Max M2 mengadopsi sistem kamera ganda di bagian belakangnya, dengan sensor beresolusi 13MP + 2MP dan aperture f/1.8, pastikan hasil foto tetap detil dalam kondisi apapun juga. ASUS Zenfone Max M2 juga sudah memiliki fitur AI Scene detection yang mampu mengenali 13 skenario foto agar hasilnya selalu optimal. Keberadaan Electronic Image Stabilization (EIS) pada kamera ASUS Zenfone Max M2, memastikan hasil pengambilan gambar tetap stabil dan tajam.

AI Scene Detection pada ASUS Zenfone Max M2, perhatikan simbol sendok garpu di bagian kiri atas

Hasil foto dengan fitur AI Scene Detection aktif

Untuk penggemar bokehlicious, kamera ASUS Zenfone Max M2 mampu memberikan hasil foto portrait dengan efek bokeh yang natural, layaknya diambil dengan kamera profesional. Ini berlaku juga untuk kamera depannya, bisa ambil foto selfie dengan efek bokeh yang oke punya.

Foto ini diambil dengan kamera depan, efek beauty secukupnya dan Depth of Field aktif

| Pure Android Oreo 8.1.0 

Alih-alih menggunakan custom UI seperti ZenUI, ASUS Zenfone Max M2 memilih untuk menggunakan sistem operasi Pure Android Oreo versi 8.1.0 agar tetap ringan dan performanya tinggi, khususnya untuk bermain game.

Android Oreo - gambar dari peerbits.com

| Konklusi

ASUS Zenfone Max M2 di genggaman

Untuk penggunaan sehari-hari, ASUS Zenfone Max M2 ini menjanjikan performa yang seimbang antara kecepatan dengan daya tahan baterainya. Kemampuan kamera yang cukup baik, membuat penggiat media sosial jadi lebih menyenangkan dengan foto yang keren. Smartphone ini juga tergolong nyaman saat digunakan untuk bermain game karena permainan dapat berjalan dengan mulus dan lancar. Layar yang cukup luas juga memberikan pengalaman menonton video yang berbeda, khususnya saat sedang di perjalanan. Desain yang termasuk tipis, memastikan bobot smartphone tetap ringan, meskipun menggendong baterai berkapasitas monster. Bagi kalian yang sedang mencari smartphone untuk kebutuhan harian di rentang harga 2 jutaan rupiah, ASUS Zenfone Max M2 layak untuk dijadikan pilihan.

Salam kompak persahabatan selalu..



Aslinya Mana?


Satu pertanyaan yang sampai sekarang ini masih sulit untuk saya jawab. Aslinya mana?
Saya nggak tau referensi orang ketika menanyakan keaslian seseorang itu berdasarkan apanya sih? Garis keturunan dari orangtuanya? Atau tempat kelahirannya? Karena jujur saja, kedua orangtua saya itu blasteran Jawa Tengah dengan Sunda. Ketika Boyolali bertemu dengan Cianjur, dan Purwakarta bertemu dengan Sleman, namun kedua orangtua saya lahir di Jakarta.

Saya sendiri adalah anak pertama dari 3 bersaudara, di mana saya dan adik saya yang lelaki, lahir di Jember, Jawa Timur, sedangkan adik bungsu saya, perempuan, lahir di Jakarta. Jika referensi pertanyaan aslinya mana adalah tempat kelahiran, maka bisa jadi saya asli dari Jawa Timur. Tapi kan secara darah keturunan, saya ada faktor gabungan dari asli Jawa Tengah dan asli Sunda (Jawa Barat)?

Jadi selama ini saya sih lebih nyaman jika ditanya aslinya mana, saya akan jawab, saya blasteran Jawa - Sunda yang kebetulan lahir di Jawa Timur dan sekarang menetap di Jakarta.


Salam kompak persahabatan selalu..

Ukir New History di MPL Season 3, Kompetisi Mobile Legends Kasta Tertinggi


Kompetisi Mobile Legend hadir lagi dengan produksi yang lebih besar, lebih spektakuler, berhadiah total USD 120.000,-

Siapa sih yang nggak tau game Mobile Legends? Game genre MOBA yang populer di berbagai kalangan usia ini, kini kembali memasuki Season ke-3. Di Indonesia sendiri, tercatat kurang lebih ada 30 juta pengguna aktif game ini. Luar biasa bukan?