Artikel Unggulan

Makna IP Rating pada Gawai

Kita sering menemukan istilah IP sekian-sekian ketika sedang membaca spesifikasi teknis sebuah gawai. Kode ini umumnya digunakan untuk meruj...

[News] ASUS Perkenalkan Produk Terbarunya di Zenvolution!

Pada hari ini, pukul 1 siang WIB, di ajang Computex, Taiwan, ASUS memperkenalkan lini produk anyarnya yang bertajuk Zen Generasi ke-3. Apa saja kiranya produk yang ditampilkan? 



ASUS ZenBook 3


ZenBook 3

ASUS ZenBook 3 ini hadir dalam 3 pilihan spesifikasi, yaitu :

1. Core i7, 16GB RAM, 1TB SSD seharga USD 1,999
2. Core i7, 16GB RAM, 512GB SSD seharga USD 1,499
3. Core i5, 4GB RAM, ??? seharga USD 999


ASUS Transformer 3

Transformer 3, Book, Pro
Merupakan generasi terkini penerus eeePC yang dikenal sebagai netbook yang ringan, ringkas dan terjangkau, kini ASUS Transformer 3 menunjukkan kelasnya dengan tampilan dan spesifikasi yang jauh lebih canggih daripada pendahulunya. Untuk ASUS Transformer 3, akan diluncurkan dengan harga mulai USD 799, sedangkan ASUS Transformer 3 Pro mulai USD 999


ASUS Zenfone 3


Zenfone 3, Deluxe, Ultra
Spesifikasi
 
credits to GSMArena.com


Sebagai smartphone yang dinantikan oleh para penggunanya, ASUS Zenfone 3 menjanjikan perubahan secara besar-besaran dibandingkan dengan seri Zenfone terdahulu. Dan memang benar, spesifikasi yang disematkan ASUS pada Zenfone 3 ini membuatnya layak untuk menyandang predikat Evolusi dari Zenfone sebelumnya. Untuk kisaran harganya sendiri, ASUS mengabarkan bahwa untuk Zenfone 3 Deluxe dibandrol senilai USD 499, Zenfone 3 senilai USD 249 dan Zenfone 3 Ultra senilai USD 479.


Dan terakhir, ASUS memperkenalkan kepada khalayak yang mereka namakan “Your Smart Little Companion”


ASUS Zenbo


Zenbo
Robot pintar ini memiliki fungsi yang beragam, antara lain :

- Smart Home Manager
- Home Security Guard
- Handsfree Kitchen Assistant
- Family Photographer
- Entertainment Provider
- Personal Assistant
dan yang juga penting, yaitu
- Emergency Response

Dan ASUS menyematkan harga untuk robot pintar ini senilai USD 599 saja. Menakjubkan bukan?

Bila kalian tertarik untuk memiliki salah satu produk terbaru dari ASUS ini, nampaknya mesti sedikit bersabar, karena produk-produk tersebut baru saja diperkenalkan, dan membutuhkan waktu untuk dapat dinikmati oleh para pengguna setia ASUS di Indonesia.

Untuk  lebih jelasnya, silakan simak video berikut ini :


[Review] ASUS Zenfone Max, Smartphone Extra Daya Yang Bermanfaat Bagi Sesama

Salam hangat para pembaca setia blog gw, kali ini gw berkesempatan untuk mencicipi ASUS Zenfone Max. Apa sih yang menarik dari Zenfone Max ini? Yukk kita simak bareng².






Unit yang gw pegang saat ini merupakan unit demo dari ASUS Indonesia, dan seperti nampak pada gambar, dari sisi kemasan dan isinya, masih tetap minimalis. Hanya ada unit handset, kepala charger, kabel USB dan yang membedakan dari Zenfone lain adalah kabel OTG. Jangan kuatir dengan kepala charger yang nampak di foto, karena ini unit demo. Jika kalian beli nanti, colokan kepala chargernya normal kok :p Sedangkan kabel OTG ini berfungsi sebagai 'penyambung nyawa' device lain yang sedang sekarat :p Contohnya nanti aja ya, kan masih unboxing :)

Kemudian, saat kita lepaskan cover belakang Zenfone Max ini, akan nampaklah seperti pada gambar berikut ini.


Bila kita tengok, terdapat segel pada baterai, hal ini disebabkan karena rasa ingin tahu yang berlebihan untuk mencangkok baterai ini ke unit zenfone lain. Namun demikian, diinformasikan bahwa dengan melakukan hal tersebut, maka garansi akan hangus, dan unit yang dicangkok juga tidak dijamin dapat berfungsi dengan normal.

Isi pesannya
Di bagian belakang atas dekat kamera, terdapat 2 slot SIM card dan 1 slot untuk microSD card. Slot SIM 1 dapat mengakomodir kebutuhan 2G/3G dan 4G, sedangkan slot SIM 2 hanya mengakomodir 2G semata.



Spesifikasi

Menurut informasi resmi di brosur², spesifikasi dari Zenfone Max ini adalah sebagai berikut :
Bila kita cross-check dengan menggunakan aplikasi CPU-Z, maka dapat kita peroleh informasi sebagai berikut juga :








Karena akses yang gw dapatkan terbatas di demo unit ini, maka benchmark yang bisa gw lakukan hanyalah dengan menggunakan aplikasi Antutu belaka. Dan beginilah hasilnya :


Dengan skor sedemikian, besar kemungkinan smartphone ini kurang nyaman saat digunakan untuk bermain games, namun memang unit ini tidak ditujukan untuk pengguna yang maniak bermain games di smartphone. Unit ini lebih mentargetkan pengguna bisnis dan pemudi-pemuda yang aktif di sosial media namun dengan kebutuhan entertainment yang secukupnya, seperti musik dan video misalnya.

Menurut hasil ujicoba yang gw dapatkan bocorannya, kira² gambarannya seperti di bawah ini :
Cukup lama bukan?? Ada 4 mode preset dan 1 mode custom untuk mengatur daya tahan baterai ASUS Zenfone Max ini.



Design & Model


ASUS Zenfone Max ini hadir dengan 2 pilihan warna, yaitu hitam dan putih saja. Hal ini sesuai dengan target pengguna yang diincarnya.


Back covernya pun hadir dengan 2 macam model, yaitu plain/flat dan motif kulit jeruk yang terasa sedikit kasar namun mantap di genggaman.


Metal bezel yang mengelilingi body smartphone ini semakin menegaskan kesan elegan nan mewah.



Yang patut dicatat dan dibanggakan dari smartphone ASUS Zenfone Max ini adalah, dengan kapasitas baterai yang 5000mAh, smartphone ini tetap tampil dengan desain yang stylish dan elegan, nggak pake gendut. Catat! NGGAK PAKE GENDUT!! Ini sebuah pencapaian yang luar biasa dibandigkan dengan smartphone lainnya.

PixelMaster 2.0 Camera

Sebagai generasi Zenfone kesekian, kemampuan kameranya juga cukup membanggakan. Dengan 13MP kamera belakang lengkap dengan fitur auto-focus 0.03 detik saja, dan kamera depan sebesar 5MP, nggak bikin foto kita malu²in. Nggak percaya? Liat aja contohnya di bawah ini :


Mode Auto

Mode Beautification Standard - Kamera Depan
Mode Depth of Field - Jarak Dekat

Uniqueness

Keunikan dari ASUS Zenfone Max ini terutama diakibatkan karena kapasitas baterainya yang besar. Selain bermanfaat untuk dirinya sendiri sebagai smartphone, Zenfone Max juga bisa memberi manfaat untuk device lain yang memerlukan, karena dirinya bisa berfungsi sebagai powerbank. Lalu, apa saja hal² yang mendukung keunikan tersebut?
Yang utama adalah kabel OTG.


Boleh dibilang, kabel OTG ini merupakan hal kecil nan krusial untuk dapat memanfaatkan ASUS Zenfone Max sebagai pertolongan pertama pada ke-Low Batt-an :p

Mudah nggak sih menggunakannya?? Yukk simak keterangan di bawah ini :
Pertama-tama, pastikan kita membawa kabel USB untuk transfer data/charging, karena kabel tersebut berfungsi sebagai pasangan resmi dari kabel OTG ini. Colok konektor USB mini di masing² smartphone, lalu sambungkan!


Dan segera saja, smartphone gw yang low-batt langsung mengindikasikan adanya arus yang masuk.


Kalian juga dapat memanfaatkan kabel USB dari Zenpower yang lebih pendek.


Kemudian jika rumah kalian sedang mengalami pemadaman listrik, selain smartphone ini sudah memiliki fitur lampu senter built-in, jika kalian punya USB Light, bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan penerangan yang lebih maksimal.



Konklusi/Kesimpulan

Jika kalian menginginkan smartphone yang tahan lama, layaknya memiliki powerbank di dalam smartphone, ASUS Zenfone Max ini jawabannya. Bahkan di saat kita sedang bergaul, dan ada kawan kita yang sedang krisis daya pada hapenya, sedangkan powerbank tiada tersedia, maka smartphone ini akan memberikan manfaat serta pahala kepada pemiliknya :)




ASUS Zenfone Max ini sudah beredar dan tersedia di ASUS Online Store Indonesia seharga Rp. 2,5jt-an saja.

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca blog gw, semoga informasinya memberikan manfaat buat yang membacanya :)

[Review] ASUS ZenPower Pro, Powerbank dengan Dual USB port & Built-in Senter

Halo semua.. Jumpa lagi dengan gw yang kali ini akan membahas mengenai powerbank ASUS ZenPower Pro. Apa sih bedanya dengan ASUS ZenPower terdahulu? Yukk kita simak bareng²..

ASUS ZenEar & ZenPower Pro
Unit ini gw terima langsung saat menghadiri event ASUS ROG Unleashed 2016 beberapa waktu yang lalu di Hardrock Cafe, Pacific Place. Abaikan ZenEar-nya, karena itu gift dari ASUS untuk semua yang hadir saat acara ;) #thankyou #ASUS. So, let's unbox this!

Unboxing


Seperti biasa, paket minimalis, hanya berisikan kartu garansi dan manual selain tentunya powerbank beserta kabelnya. Sayang sekali, kabelnya hanya satu, coba seandainya dapat dua.


Bagian port masih disegel stiker kerts bertuliskan itu. Jika ingin menggunakannya, mesti dicopot dulu itu stikernya.


Pada bagian belakang box, dapat disimak beberapa informasi singkat mengenai spesifikasi ASUS ZenPower Pro ini.



Setelah stiker segel dibuka, nampaklah tampilan seperti di atas. 1 port mini-USB untuk charging powerbank, 2 port normal USB untuk men-charge gadget, 4 LED indikator, 1 LED senter dan tombol power. Saat diterima, powerbank masih berisi daya sebanyak 2 LED indikator.


Oleh sebab itu, gw menggunakannya sampai daya habis dan baru kemudian mengisinya kembali.

Fungsi Senter


Jika pada ZenPower terdahulu, kita harus membeli USB LED lamp untuk fungsi penerangan kala mati listrik, untuk unit ZenPower Pro ini tidak perlu lagi. Caranya, tekan tombol power agak lama, sekitar 2-5 detik, maka lampu LED akan menyala. Lampunya cukup terang, terutama dalam keadaan tidak ada sumber cahaya sama sekali. Untuk mematikannya, caranya sama. Tekan dan tahan tombol power agak lama, sampai lampu mati.

Re-Charge!

Setelah daya terpakai habis, maka gw pun melakukan pengisian ulang. Oya, powerbank yang gw terima ini memiliki kapasitas 10050mAh, sama seperti unit yang gw terima dahulu.


Saat pengisian berlangsung, lampu indikator akan berkedip-kedip, dari 1 bar, sampai akhirnya jika sudah penuh, ke-empat lampu indikator akan nyala bersamaan tanpa ada kedipan lagi. Durasi pengisian hingga penuh masih sama dengan ZenPower lama, yaitu sekitar 5-6 jam saja.

Charging Single Device! 

Setelah penuh, gw kemudian melakukan pengisian terhadap smartphone gw yang sudah mulai low-batt. Spesifikasinya adalah Zenfone 2 Intel ZE551ML (4/32).


Pengisian dimulai ketika baterai hape gw menjejak angka 15% dan waktu pengisian dimulai tepat pukul 6.15 WIB. Dengan keluaran sebesar 2.4A tiap portnya, ASUS ZenPower Pro ini sudah mendukung fitur BoostMaster, FastCharging, QuickCharging, BoostCharge yang dipercaya dapat menghemat waktu pengisian.


Pada gambar di atas, dapat diketahui bahwa fitur BoostCharge telah menghemat waktu pengisian selama 1 menit dengan mematikan 7 aplikasi yang cukup memakan daya. Nice..


Dan pada pukul 8.30 WIB, hape Zenfone 2 Intel gw sudah terisi penuh 100% lengkap dengan 10 menit trickle time-nya. Total durasi pengisian kurang lebih 2 jam 15 menit.


Dan berdasarkan indikator LED pada powerbank, masih menyisakan 3 bar lagi. Artinya, untuk pengisian ZF2 Intel sampai penuh, hanya memerlukan kurang lebih 1 bar saja. Tidak jauh berbeda dengan ZenPower yang lama.

Charging Devices! Double!!

Dengan mengandalkan sisa daya pada powerbank sebanyak 3 bar, gw melanjutkan pengisian terhadap 2 tablet yang ada di rumah, yaitu Zenpad 7 tanpa audio cover dan HP Slate VoiceTab 7 hasil menang doorprize di event VMware tahun lalu.


Untuk Zenpad 7 kapasitas baterainya menginjak 14%, sedangkan Slate masih 51%. So, bagaimana jika kita lakukan double-charging sekaligus? Kenapa tidak? Ayo kita tancapkan!!


Waktu pengisian dimulai pukul 10.44 WIB. Pada gambar di atas tampak bahwa kedua tablet diisi dalam keadaan hidup namun tidak digunakan untuk aktifitas.



Pada pukul 12.00 WIB, tablet HP Slate sudah terisi penuh, sedangkan ASUS Zenpad 7 masih berada di 71%. Proses pengisian masih dilanjutkan dengan mencabut unit yang sudah penuh dari ZenPower Pro.



Sekitar 1 jam lebih kemudian, tepatnya pada pukul 13.18 WIB, proses pengisian berhenti. nampak ASUS Zenpad 7 hanya terisi 81% saja, dan daya pada powerbank ASUS ZenPower Pro sudah terkuras habis.

Perbedaan Fisik

Pada ASUS ZenPower dan ZenPower Pro ini memiliki perbedaan fisik yang nyata. Selain jumlah port dan fitur senter LED pada ZenPower Pro, secara fisik keduanya dapat dibedakan dengan jelas.



Secara berat, hanya sedikit perbedaannya.

Kesimpulan/Konklusi

Jika sebelumnya sudah memiliki powerbank, perbedaan fitur yang diberikan oleh ZenPower Pro ini sebetulnya tidak terlalu signifikan, karena fungsi utama powerbank adalah memberikan dukungan saat gadget kita low-batt di tempat yang tidak ada sumber daya listrik. Fitur senter/lampu juga bisa diakomodir dengan modal 15 ribu saja untuk membeli lampu LED stick. Namun jika belum memiliki powerbank sama sekali, ASUS ZenPower Pro ini layak untuk dipertimbangkan karena beberapa poin berikut ini :

1. Built-in LED Light, sangat berguna saat berada dalam kegelapan, bisa digabungkan dengan fungsi LED light dari hape untuk cahaya yang lebih terang.
2. Dual USB port, memberikan kesempatan untuk melakukan pengisian dua gadget di saat yang bersamaan. Jika kita memiliki beberapa gadget yang kebetulan low-batt secara bersamaan, atau berbagi dengan rekan yang sedang low-batt juga disaat kita sedang melakukan pengisian. Fungsi sosialnya dapet di sini :)
3. Fast-Charge Ready, untuk smartphone atau gadget yang sudah mendukung fitur tersebut, sehingga mampu menghemat waktu pengisian.

Mengenai informasi harganya dan lokasi toko, kelak gw update karena hingga saat ini gw pun belum mendapatkan informasinya. Di store.asus.com/id pun ternyata unit ini belum ada.

Terima kasih kawan² pembaca, semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

[Story] ASUS Zenpad 7 Mendadak Mati, Bagaimana Ini?

Kejadiannya baru saja, jadi masih hangat. Gw dan istri berangkat dari rumah, menuju warteg langganan untuk makan siang bersama (sok romantis zonder mahal). Nah, gw bawa tas slempang yang berisikan item penting kekinian, yaitu smartphone, tablet, charger, powerbank dan flashdisk, tidak lupa 2 saset kopi instan sebagai booster.

Selesai makan siang, gw dan istri langsung menuju rumah mertua gw, karena anak² udah ada di sana. Selepas sholat dzuhur, gw nyalain PC dan semua gadget yang gw bawa. Nah, pas gw mo ngidupin ASUS Zenpad 7 gw, kok nggak ada tanda² kehidupan? Gw coba tutul layar, teken tombol power yang lama, semua nggak berhasil. Panik? Tentu saja, sedikit.


Langsung aja gw googling untuk kasus ini. Ternyata ada solusinya, dan setelah gw coba, alhamdulillah berhasil. ASUS Zenpad 7 gw kembali aktif walaupun dalam kondisi low-batt. Usut punya usut, kemungkinan memang ada sedikit bug pada firmware-nya, karena kadang² ini Zenpad 7 suka mati secara mandiri. Biasanya sih, cukup teken tombol power lamaan dikit, sampe geter, nyala lagi deh. Baru kali ini kejadian seperti ini.

Oya, tentunya kalian penasaran kan? Bagaimana cara/solusinya agar ASUS Zenpad 7 yang mengalami kendala seperti ini bisa hidup lagi? Gw akan share link-nya aja, silakan mampir ke blog http://yahyakurniawan.net/gadget/zenpad-7-0-mendadak-mati-ini-solusinya/
Insya ALLAH tokcer bin mujarab.

Semoga bermanfaat, terima kasih.