Artikel Unggulan

Makna IP Rating pada Gawai

Kita sering menemukan istilah IP sekian-sekian ketika sedang membaca spesifikasi teknis sebuah gawai. Kode ini umumnya digunakan untuk meruj...

ASUS Gandeng Lazada Indonesia Sebagai Partner Strategis untuk Kembangkan Pasar

 

ASUS ZenFone Max Pro M1 memulai eksistensi online produk-produk ASUS di  Lazada

Berberengan dengan kunjungan resmi ASUS Indonesia ke mitra pabrik perakitan lokal PT Satnusa Persada, Batam terkait produksi smartphone andalan mereka yang akan datang, yakni ASUS ZenFone Max Pro M1, ASUS Indonesia juga mengumumkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lazada Indonesia. 

MoU ini dilakukan dalam rangka kerjasama kedua perusahaan untuk memasarkan smartphone terbaru ASUS yang akan diluncurkan pada 23 April mendatang. Lazada yang merupakan salah satu e-commerce terbesar di tanah air, akan secara eksklusif bersama ASUS  memasarkan salah satu model smartphone seri ZenFone Max terbaru tersebut. 

Kunjungan resmi ASUS dan Lazada ke PT Satnusa Persada kali ini juga menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk menyajikan yang terbaik bagi konsumen di Indonesia mulai dari proses produksi hingga proses penyaluran produk kepada konsumen. Dengan komitmen ASUS sebagai pionir yang menerapkan sistem Complete Knock Down (CKD) di mana perakitan smartphone ASUS dilakukan secara keseluruhan di Indonesia dan dengan metode Surface-Mount Technology (SMT) memungkinkan ASUS untuk mengakselerasi proses produksi smartphone, ASUS dapat memastikan kualitas smartphone dengan harga yang sebaik mungkin bagi konsumen di Indonesia.

Di lain pihak, Lazada sebagai partner penjualan ASUS memungkinkan penyampaian produk kepada konsumen yang lebih luas di seluruh penjuru Indonesia. Pengalaman konsumen dalam mengakses produk-produk ASUS akan menjadi lebih menyenangkan dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan Lazada seperti metode pembayaran yang praktis, metode pengantaran yang beragam, jaminan keaslian produk  hingga penawaran harga yang kompetitif. 

“Sebagai salah satu pemain utama di pasar smartphone yang selalu menyajikan yang terbaik bagi konsumen, baik dari sisi kualitas maupun kemudahan untuk mendapatkan produk, kami yakin Lazada sebagai pemimpin e-commerce di Indonesia akan membantu pendistribusian smartphone terbaru kami dengan baik ke seluruh penjuru tanah air,” sebut Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia.

Kerjasama ini, menurut Benjamin, akan menghadirkan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan smartphone berkualitas dari ASUS dengan harga yang terbaik bagi mereka. Baik ASUS dan juga Lazada akan menjalankan berbagai aktivitas online dan offline untuk mengampanyekan salah satu Stock-Keeping Unit (SKU) eksklusif dari ASUS ZenFone Max Pro M1 .

Duri Granziol - Co CEO Lazada Indonesia menyampaikan, "Selama perjalanan 6 tahun Lazada di Indonesia, kami bekerjasama dengan ratusan brand dalam dan luar negeri untuk memfasilitasi kebutuhan konsumen mencari produk favorit mereka. Inilah yang menjadikan kami sebagai destinasi belanja online no. 1 di Indonesia dan Asia Tenggara."

"Kami senang dapat menjadi mitra eksklusif pilihan ASUS dalam komitmennya mengembangkan bisnis di Indonesia, sebagai perusahaan teknologi yang terdepan dan dengan inovasi produk yang menjadi favorit konsumen di Indonesia. Penandatanganan MoU hari ini menjadi bentuk komitmen Lazada untuk selalu memberikan produk terbaik, berkualitas dan asli kepada konsumen Indonesia." tutup Duri.

Kolaborasi strategis antara ASUS dan Lazada, dengan mengimplementasikan efisiensi mulai dari produksi sampai pemasaran,  ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan calon pengguna di seluruh penjuru tanah air untuk menjangkau teknologi berkualitas tinggi dengan harga terjangkau di pasar. 

Dengan meningkatnya pertumbuhan internet mobile dan e-commerce yang semakin pesat,  ASUS melalui Lazada meningkatkan eksistensi produk terbarunya secara online. Kerjasama ini akan berlangsung mulai dari 23 April 2018, saat peluncuran smartphone ASUS yang akan datang sampai produk tersebut habis di pasaran. 

3 Faktor Unggulan Honor 9 Lite untuk Kalahkan Xiaomi

Honor 9 Lite yang baru saja launching di pasar smartphone Indonesia, bisa dikatakan menjadi senjata andalan Honor menjadi smartphone Android pesaing berat Xiaomi di rentang harga yang sama. Hal ini dibuktikan dengan ludesnya 2000 unit Honor 9 Lite dalam tempo kurang dari 3 menit saat flash sale di Shopee beberapa waktu yang lalu. Dan berikut ini adalah 3 faktor yang menjadi unggulan Honor 9 Lite, yang membuat banyak peminat smartphone tergoda untuk memiliki Honor 9 Lite.


3 Keunggulan Honor 9 Lite Dibanding Pesaingnya!


Pembenahan Transportasi Massal untuk Mengurai Kemacetan di Jalan Raya Ibukota

Ada yang suka naik kendaraan umum? Bis atau kereta? Saya inget di masa kecil dahulu. Ketika itu kami masih tinggal di daerah. Ke Jakarta adalah liburan bagi kami. Dan hal yang paling menarik bagi saya kala itu adalah naik bis tingkat, dari Blok M ke Kota, dan sebaliknya. Cuma gitu doang? Iya! Dan pengalaman masa kecil itu begitu membekas dalam benak saya hingga kini.


Sekarang saya tinggal di Jakarta. Takdir dan suratan nasib, membuat saya menetap di sana. Setelah lulus kuliah, dapat kerja, hingga menikah dan kini sudah punya anak-anak, Jakarta menjadi tempat saya mencari rizki. Kebiasaan naik bis, masih saya lakukan, terutama saat ada kegiatan di luar kantor seperti seminar atau pelatihan atau bahkan peluncuran produk tertentu. TransJakarta menjadi pilihan saya untuk mencapai lokasi acara. 

"Lho Mas? Kenapa nggak tiap hari ke kantor naik bis saja?"

Hal ini pernah saya lakukan kok. Saya berangkat kerja, bukan naik mobil, tapi motor. Suatu ketika, motor kesayangan saya, si Cemonk, mesti turun mesin, selama beberapa hari saya menggunakan bis. TransJakarta dan Metromini sambung Kopaja, jadi pilihan. Namun ternyata, secara hitungan ekonomis, jatuhnya lebih mahal daripada berangkat naik motor, bahkan ketika pakai ojek online pun, terasa boros. Namun ini bukan berarti saya tidak menghendaki naik kendaraan umum, tidak. Hanya saya sesuaikan saja dengan kebutuhan dan tujuan.

Tidak hanya bis saja, saya juga beberapa kali menggunakan commuterline. Bahkan jaman kuliah dulu, saya dan kawan kuliah sempat nyambi di sebuah toko komputer di kawasan Mangga Dua. Saya memanfaatkan naik bis dulu sampai ke Jatinegara, lalu pindah naik kereta dari Stasiun Jatinegara menuju stasiun Kampung Bandan. Jaman itu namanya belum commuterline seperti sekarang. Yah, yang jelas, saya tidak asing dengan kendaraan umum model apapun.


Suatu hari juga pernah, istri saya minta diantarkan ke Bojong Gede, tempat kawannya, untuk menimba ilmu masalah pembuatan roti. Satu hal yang saya catat, dan jadi poin penting adalah ketersediaan lahan parkir yang memadai dan aman. Saya bersama istri, naik motor menuju stasiun Pasar Minggu. Motor diparkir di sana, dan kami melanjutkan perjalanan dengan kereta. Sungguh seperti inilah model transportasi yang saya idamkan. Mau ke mana? Parkir kendaraan, pindah naik kendaraan umum.

Ternyata BPTJ telah melakukan beberapa perubahan penting yang mengarah pada kenyamanan dan keamanan pengguna kendaraan pribadi. Model lahan parkir di simpul transportasi tersebut namanya Park & Ride, seperti dijelaskan oleh Bapak Bambang Prihartono saat event Cafe Talk bersama bloggers di Kedai Tiga Nyonya, beberapa waktu yang lalu. Selain itu juga, pengembangan transportasi terintegrasi juga sedang diupayakan. Hal ini semata untuk mengurangi problematika kemacetan di jalanan ibukota yang berpotensi menimbulkan kerugian secara ekonomi. Saat ini pengembangan sarana Park & Ride masih terbatas di beberapa lokasi saja.


Beragam upaya untuk mengurangi kemacetan, telah dilakukan oleh BPTJ. Mungkin kita pernah mengetahui program 3-in-1 beberapa tahun silam, lalu dilanjutkan dengan skema ganjil-genap bagi kendaraan pribadi roda 4 yang melalui jalur jalan tertentu. Hal ini terbukti menunjukkan perkembangan yang signifikan terhadap problem kemacetan yang pernah ada. Memang belum optimal, namun dampaknya sudah mulai dirasakan.

Selain itu juga, pembangunan sarana transportasi alternatif seperti busway dan yang saat ini sedang dikerjakan, yaitu LRT dan MRT, merupakan bukti nyata bahwa upaya mencari solusi bagi kemacetan di Jabodetabek senantiasa dilaksanakan. Harapannya tentu, para pengguna kendaraan pribadi, dapat mulai berpindah secara aktif, menggunakan transportasi publik. Targetnya, hasil pembangunan sarana transportasi terintegrasi yang telah dilakukan ini, dapat dinikmati oleh masyarakat pada tahun 2019 nanti.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna bis TransJakarta, disediakan pula unit bis RoyalTrans yang merupakan layanan bis premium dari TransJakarta. Di dalam bis ini, telah disediakan port USB untuk charging gawai penumpang. Oya, untuk pengguna TransJakarta Premium ini, jika menitipkan kendaraan pribadinya di sarana Park & Ride yang telah disediakan, hanya dikenakan biaya sebesar 10 ribu rupiah flat saja.


Oke, sedari tadi saya hanya membahas soal layanan yang telah diupayakan oleh pihak BPTJ untuk memberikan kenyamanan dalam transportasi publik. Ada hal-hal yang menjadi kekuatiran dari pihak BPTJ terkait dengan gaya hidup pengguna jalan raya yang terlanjur manja. Mereka enggan untuk berpindah menggunakan layanan transportasi umum dengan alasan kenyamanan. Memang jika saya lihat untuk saat ini, sungguh menjadi masa-masa pengorbanan. Macet tidak hanya karena jumlah kendaraan di jalanan, tapi juga pembangunan proyek-proyek yang serentak. Tapi percaya deh, itu semua untuk kenyamanan di masa depan.


Yang kedua adalah soal perilaku pengguna yang masih enggan mengantri. Padahal budaya antri ini cerminan masyarakat yang beradab. Ketika kesalahan yang dilakukan secara kolektif, dimaklumkan, maka norma/nilai dalam masyarakat akan bergeser, Yang salah, bisa jadi benar walau semu. Perilaku vandalisme terhadap fasilitas umum juga menjadi momok yang mesti jadi perhatian. Sanksi yang tegas dan berat mesti diterapkan agar masyarakat sama-sama menjaga fasilitas yang ada, serta mulai belajar tertib dan patuh pada peraturan. Jalur busway yang semestinya steril saja, masih banyak yang melanggarnya. Dan mestinya juga, pejabat pemerintah bisa menjadi contoh dan tauladan agar masyarakatnya ikut menjaga ketertiban dan taat pada peraturan. Dengan demikian, impian kita bersama untuk memiliki layanan transportasi publik yang nyaman, aman, terintegrasi, dapat terwujud dan memiliki semangat saling menjaga, bahwa fasilitas itu ada untuk kita semua.


Harapan saya sih, kedepannya, makin banyak tersedia sarana Park & Ride di berbagai lokasi. Mungkin bekerjasama dengan pasar-pasar, seperti lahan parkir Pasar Kramat Jati misalnya, agar pengguna kendaraan pribadi tergerak untuk memanfaatkan bis TransJakarta menuju ke tempat tujuannya. Jika jalur busway sudah steril, dan semua taat aturan, maka waktu yang diperlukan untuk sampai ke tujuan dapat dicapai dengan akurat.

Jadi, jangan sungkan untuk mencoba menggunakan transportasi publik. Saya beberapa kali mengajak keluarga saya untuk sekadar main ke mal atau taman rekreasi dengan menggunakan bis dan kereta. Dan mereka semua nampak senang sembari menikmati perjalanan. Jadi, mulai saat ini, marilah kita belajar untuk menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

Salam kompak persahabatan selalu..


#enjoypublictransport
#naikbusitukeren
#ayonaikbus

OPPO F7 Pamer Super Full Screen Display dengan Poni



Beberapa waktu yang lalu, saya melihat teaser dari OPPO F7 di akun twitter resmi mereka. Di dalam teasernya itu mereka dengan penuh percaya diri, memamerkan desain layar yang terdapat di bagian depan yang disebut sebagai “Super Full Screen”, tampilan layar penuh dengan adanya notch alias poni di bagian atasnya.

Teaser OPPO F7 dengan Super Full Screen Display di akun twitter resmi OPPO Indonesia

Kenapa sih disebut sebagai Super Full Screen? Karena OPPO F7 ini mengusung layar 6,23 inci dengan frame yang super tipis, membuat tampilan smartphone ini terlihat elegan. Resolusi layar FHD+ 2280 x 1080p akan membuat smartphone ini terasa lebih nyaman untuk menikmati konten multimedia. Menurut kabar berita yang saya dapatkan dari dunia maya melalui akun media sosial resminya, OPPO F7 akan resmi diluncurkan pada pertengahan bulan April 2018.

Pernah nggak sih ngebayangin asyiknya bermain game dengan puas karena layarnya yang lebar, jadi nggak bikin kita pusing karena mesti melototoin layar. Nonton film juga bisa tambah seru dengan smartphone yang layarnya super full screen seperti OPPO F7 ini.

OPPO sendiri belum mengungkapkan secara detil dan jelas, apa spesifikasi lengkap dari OPPO F7 ini, namun berhembus kabar bahwa OPPO F7 akan menggunakan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), khususnya pada bagian kamera depannya.

OPPO F7 dengan AI Beauty 2.0

Gosipnya lagi nih, perangkat ini juga akan dilengkapi dengan prosesor terbaru besutan Mediatek , yang diperkenalkan di Mobile World Congres (MWC) 2018 beberapa waktu lalu. Prosesor 8 inti yang dibuat dengan 12nm FinFET technology, menyajikan kekuatan yang luar biasa namun juga manajemen dan efisiensi baterai yang baik. Ditambah lagi kabar, bahwa perangkat ini juga akan dilengkapi dengan ColorOS terbaru versi 5.0 yang telah berbasis Android 8.0 (Oreo).

Bagaimana kawan-kawan? Tertarik dengan smartphone berlayar Super Full Screen yang satu ini? Sabar-sabar dulu ya, tunggu hingga smartphone OPPO F7 ini diluncurkan secara resmi di Indonesia. Jika kalian terlalu penasaran, tunggu perkembangan kabar terbarunya di sini ya!

Sampai jumpa dan salam kompak persahabatan selalu.