ASUS ROG Phone II, Gaming Phone Terbaik 2019 Rilis 5 Desember di Indonesia

Smartphone gaming paling canggih di dunia, ASUS ROG Phone II, dipastikan akan meluncur untuk pasar Indonesia pada tanggal 5 Desember 20...

USB OTG SanDisk, Backup Data Smartphone Praktis dan Mudah


“Yaah! Data gue hilang! Mana belum di-backup pula. Gimana dong?”

Kesal, jengkel, kecewa dan beragam perasaan senada berkecamuk dalam jiwa tatkala mengetahui ada data yang sirna di dalam smartphone yang kita gunakan selama ini. Padahal data itu bisa saja memiliki nilai yang sangat penting, baik secara historis maupun secara ekonomis. 

Kehilangan data, bisa terjadi karena beberapa faktor, baik disengaja maupun tidak disengaja. “Kok bisa sih, sengaja menghilangkan data?” Begini, belakangan ini, mayoritas pengguna smartphone, menggunakan smartphone-nya untuk mengambil gambar foto, atau pun merekam momen penting dengan mode video. Nah! Mayoritas pengguna smartphone saat ini masih menggunakan smartphone dengan memori internal berkapasitas 16 - 32GB, di mana tentu saja untuk kebutuhan masa kini, spesifikasi tersebut tergolong pas-pasan. Dan ketika memori internal smartphone mulai kepenuhan, ditandai dengan melambatnya pemrosesan aplikasi atau bahkan sering hang/crash, mau tidak mau, pengguna mesti menghapus beberapa data yang mungkin sudah tidak diperlukan lagi, supaya performa smartphone-nya kembali lancar. Ini yang disengaja, lalu bagaimana dengan yang tidak disengaja?

Kehilangan data smartphone secara tidak sengaja bisa terjadi karena masuknya virus ke dalam perangkat smartphone kita. Bisa jadi virus ini masuk melalui browser ketika kita membuka situs dengan kategori tidak aman/berbahaya, atau mengunduh aplikasi melalui jalur yang tidak resmi, bukan melalui PlayStore misalnya. Atau bisa juga, ini pengalaman teman, ketika memori internal smartphone-nya kepenuhan, smartphone tidak bisa digunakan karena bootloop, alias tidak bisa masuk secara normal. Alhasil, smartphone mesti direset ulang melalui opsi Factory Reset, dimana proses ini dijamin semua data akan sirna dan smartphone dikembalikan ke kondisi seperti baru. 


Kalau pengalaman pribadi saya sendiri, cukup menohok. Saat itu, seperti biasa saya menggunakan smartphone saya untuk memotret dan mem-videokan perangkat yang sedang saya review, sebuah laptop tipis, dengan spesifikasi cukup tinggi, yang sedang saya ujicoba untuk menyunting sebuah video singkat di sana. Namun tiba-tiba, ada update firmware yang tingkat urgensinya tinggi, sehingga smartphone saya tersebut otomatis mengunduh, memperbarui dan me-restart ulang. Tak disangka dan dinyana, ternyata update tersebut menghapus semua data yang telah saya ambil sekian lama, dan menjadikan kondisi smartphone saya seperti baru. Ya, update critical biasanya mewajibkan unit tersebut agar dilakukan prosedur Factory Reset. Namun saya tidak menyangka akan secepat ini. Mungkin saya juga yang khilaf menyetujui proses pembaruan tersebut tanpa membaca lebih cermat dampak yang terjadi pada versi update tersebut. Tapi, nasi telah menjadi bubur.

Sejak saat itu, saya menjadi lebih waspada dan lebih sering melakukan backup data dari smartphone saya. Ya, pengalaman mahal adalah guru yang paling baik. Ternyata, bukan hanya saya sendiri yang pernah mengalami kehilangan data penting di smartphone. Menurut survei berjudul Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey yang dilakukan oleh DEKA, yang dikomisikan oleh Western Digital  Corp., sebanyak 67% pengguna smartphone di Indonesia pernah kehilangan data mereka, yang menimbulkan perasaan kesal dan marah. Yang menarik, ternyata 80% responden survei telah menyadari pentingnya melakukan backup data, namun hanya sepertiga saja dari mereka yang melakukannya secara teratur/berkala. Secara ringkas, bisa kita simak melalui infografis yang terpampang di bawah ini.

Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey oleh DEKA 

Dari infografis di atas ternyata sebanyak 97% responden menggunakan smartphone sebagai gawai utama. Fungsi yang paling sering digunakan pada smartphone tersebut adalah untuk mengambil gambar, yaitu sebesar 93%. Dari situ, diperoleh informasi bahwa sebanyak 98% data terbanyak yang disimpan di dalam smartphone responden adalah berupa foto, diikuti oleh media video sebanyak 79%. Artinya, potensi memori smartphone kepenuhan akibat data foto dan video masih sangat mungkin terjadi, dan potensi kehilangan data karenanya juga masih sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu ada sosialisasi mengenai betapa pentingnya melakukan backup data smartphone secara berkala, untuk meminimalisir potensi terjadinya kehilangan data akibat apapun.

Solusi backup data smartphone sebetulnya ada banyak, namun yang mudah dan praktis saya temui pada USB OTG SanDisk. "Kenapa SanDisk?" SanDisk merupakan brand terkenal dalam menyediakan solusi media simpan. Sebagai informasi, #SanDiskAPAC merupakan salah satu brand yang berada di bawah naungan Western Digital Corp. Dan kali ini, SanDisk menghadirkan 2 produk media penyimpanan secara mobile, yaitu SanDisk Dual Drive dan iXpand Flash Drive. Apa perbedaan dari keduanya? Secara fungsi sebetulnya sih sama saja, hanya untuk pengguna smartphone Android, lebih tepat jika menggunakan USB OTG SanDisk Dual Drive, sedangkan pengguna iPhone dapat memilih solusi iXpand Flash Drive.

Alih-alih melakukan backup secara manual dengan menghubungkan smartphone ke laptop, ada beberapa alasan mengapa USB OTG SanDisk Dual Drive menjadi solusi backup data smartphone yang tepat. 

1. Mudah Dilakukan


Tidak perlu prosedur yang rumit dalam membackup data pada smartphone kita, cukup colokkan saja USB OTG SanDisk pada smartphone, lalu pilih media apa saja yang ingin kita backup dari smartphone ke sana. Aplikasi SanDisk Memory Zone sangat membantu proses backup data karena secara otomatis telah mengklasifikasi setiap data yang ada pada smartphone menjadi beberapa kategori.


2. Praktis


Dengan bantuan aplikasi SanDisk Memory Zone, proses backup data dapat dilakukan secara otomatis, ketika USB OTG SanDisk dicolokkan ke smartphone. Dengan demikian, pengguna seakan-akan dipaksa untuk melakukan backup data secara berkala. Dan dengan metode ini, proses pemindahan data ke perangkat lain seperti smartphone baru atau laptop, jika diperlukan, jadi lebih mudah dan cepat. Praktis! Itu kuncinya.

3. Backup Konten Media Sosial


Selain melakukan backup data dari smartphone, aplikasi SanDisk Memory Zone juga dapat digunakan untuk menyimpan dan mem-backup konten-konten yang ada pada akun media sosial kita, seperti foto dan video. Dengan demikian, berbagai momen penting yang pernah kita bagikan, tetap terjaga melalui proses backup data secara berkala.

Kalian bisa simak video di bawah ini, betapa mudah dan praktisnya melakukan backup data pada smartphone kita dengan menggunakan USB OTG SanDisk Dual Drive.



Mahal nggak sih? Mahal atau murah itu sangat relatif. Karena jika kalian merasa data yang kita miliki, baik berupa foto atau video memiliki nilai kenangan yang tinggi, tindakan pencegahan, dengan memanfaatkan USB OTG SanDisk sebagai media backup data secara berkala smartphone kita, akan terasa layak. Sebab kehilangan data penting, dan kemungkinannya tidak bisa di-recovery/dikembalikan, rasanya seperti kehilangan separuh jiwa. Lebay? Tidak juga, kembali ke nilai dari data yang kalian miliki. 

Kalian pasti pernah mendengar bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Nah, ini yang sedang kita lakukan, menyadari betapa pentingnya data yang kita miliki di smartphone, dengan melakukan backup secara berkala, untuk meminimalisir potensi kehilangan data. Saya sendiri saat ini sudah menggunakan USB OTG SanDisk Dual Drive untuk mengamankan data berupa foto dan video, khususnya yang berupa materi review gawai yang sedang saya kerjakan, dan alhamdulillah, saya lebih tenang sekarang. Sekali lagi, pengalaman pahit yang pernah saya alami adalah guru terbaik yang menyadarkan saya akan pentingnya melakukan backup data secara berkala.


Jadi, mulai sekarang, mari kita biasakan untuk melakukan backup data smartphone kita secara berkala, dengan solusi dari USB OTG SanDisk Dual Drive jika smartphone kalian Android, dan iXpand Flash Drive jika smartphone kalian iPhone. Belinya di mana? Jangan asal sembarang beli di toko yang tidak jelas reputasinya, untuk menghindari pembelian barang palsu. Pilih belanja online di Official Store SanDisk di Shopee. Nggak ada lagi cerita memori smartphone kepenuhan, foto-foto dan video #DibuangSayang, pindahkan saja ke USB OTG SanDisk Dual Drive!



12 komentar:

  1. Pernah alami pas kita Pulkam beberapa bulan lalu, sempat bingung terus jadi pelajaran buat back-up ke depannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bai, sama.. Sebisa mungkin, selepas kita ambil gambar, langsung pindahkan ke flashdisk ini.. Lagipula, ini flashdisk kecil dan ringkas, nggak repot bawa-bawanya..

      Hapus
  2. Sudah merasa butuh sandisk usb otg juga. Lirik-lirik harga dulu, Mas.. Siapa tau ada yg lagi diskon gede hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha itu ada link ke official store-nya SanDisk.. tinggal pilih yang harga sama kapasitasnya cocok..

      Hapus
  3. SanDisk memory zone cukup banyak ngebantu. Mindahin data, ngapus file sampah, sampai yang paling penting yaitu urusan backup jadi makin mudah. Mantap deh SanDisk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ini memudahkan banget.. faedah lah ini sopwer..

      Hapus
  4. Ternyata penting banget ya punya kapasitas besar di HP. Terlebih buat yang suka motret motret biar gak kehabisan ruang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes! makanya kebutuhan setiap orang akan smartphone biasanya berbeda-beda, tapi punya 1 kemiripan.. suka motret.. ini yang sering makan space.. apalagi kalo demen yang hires..

      Hapus
  5. Rata-rata pengguna smartphone pernah mengalami sakitnya kehilangan data ya Mas.. Untung solusinya sudah bisa pakai USB OTG Sandisk. Praktis dan ringan dibawa kemana-mana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, praktis tinggal colok auto backup.. cuma mesti dikasih gantungan biar usb otg-nya yang nggak hilang saking kecilnya :p

      Hapus
  6. Back up emang bikin mager sih, tp kalo pake sandisk otg mah ga bakal mager, ya tinggal colok hp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, minimal sudah siap dengan backup. Kalo dulu kan sebelum ada USB OTG, colok hape ke laptop/PC sumpah bikin mager. Ribet.. Sekarang mah enak banget.. Praktis..

      Hapus