ASUS VivoBook 14 A416 - Laptop Murah Penampilan Mewah untuk Sekolah atau Kerja dari Rumah

  Awal tahun ajaran baru merupakan masa-masa di mana biasanya saya kebanjiran pertanyaan. Umumnya, pertanyaan yang ditujukan kepada saya ber...

Train 2020 - Review (Drama Korea)

 


"Pernahkah terlintas dalam benakmu? Bahwa mungkin, entah di mana, kita menjalani kehidupan yang berbeda, dengan hubungan yang berbeda, di dunia lain?"


Seo Do Won, adalah seorang detektif polisi yang sangat berintegritas dalam menegakkan hukum. Setiap celah akan selalu dimanfaatkan agar seorang kriminal mendapatkan hukuman yang setimpal dengan kejahatan yang telah dibuatnya. Di sisi lain, Han Seo Kyung, seorang jaksa muda yang juga memiliki integritas tinggi, seringkali mempertanyakan metode yang dilakukan Seo Do Won dalam menegakkan hukum di wilayahnya. Hingga suatu ketika, Seo Do Won hendak menjebak pelaku kriminal yang cukup licin karena pengaruh kekuasaannya, menemukan bukti kejahatan lain, yaitu korban-korban pembunuh berantai, di rel kereta sekitar Stasiun Mukyeong.

Sebetulnya Han Seo Kyung dan Seo Do Won terhubung dalam sebuah peristiwa yang terjadi di masa lalu, di mana ayah-ayah mereka tewas terbunuh. Ayah Han Seo Kyung ditemukan tewas terbunuh di rumahnya, sedangkan ayah Seo Do Won tewas sebagai korban tabrak lari. Namun ada satu rahasia yang hanya diketahui oleh Seo Do Won dan Oh Mi Sook, di mana sebetulnya, bukti-bukti alat pembunuhan ayah Han Seo Kyung, ditemukan di dalam jaket milik ayah Seo Do Won. Oh Mi Sook sebagai polisi yang menangani kasus tersebut, mencoba menutupi hal itu dengan pertimbangan, korban dan pelaku pembunuhan sama-sama tewas. Case closed!

Seo Do Won yang mengetahui bahwa ayahnya membunuh ayah Han Seo Kyung, hidup dalam beban penderitaan, yang ditanggungnya sendiri. Dari kejauhan, Seo Do Won selalu memperhatikan Han Seo Kyung yang ternyata korban perundungan di keluarga ibunya sendiri. Seo Do Won yang berusaha melindungi Han Seo Kyung dari perundungan yang dilakukan saudara lelaki Han Seo Kyung, menghajar lelaki tersebutm dan mengajak Han Seo Kyung untuk tinggal di rumah Oh Mi Sook yang telah dianggapnya sebagai ibu sendiri. Han Seo Kyung awalnya merasa ragu, namun Seo Do Won berhasil meyakinkannya, dan ternyata Oh Mi Sook pun menerimanya dengan tangan terbuka.

Di masa kini, Seo Do Won yang menemukan bukti-bukti pembunuhan berantai, bekerjasama dengan timnya, khususnya Lee Jung Min dari bagian forensik, untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis tersebut, melihat ciri-ciri kematian korban mirip dengan modus pembunuhan ayah Han Seo Kyung 12 tahun silam. Korban dicekik hingga kehabisan nafas, lalu kepalanya dihantam dengan palu beberapa kali. Dan ada keanehan lain, di mana pada setiap korban, ditemukan perhiasan yang dicuri dari rumah Han Seo Kyung 12 tahun silam. Hal ini menimbulkan keraguan bahwa sesungguhnya pelaku pembunuhan ayah Han Seo Kyung 12 tahun silam belum tertangkap.


Beberapa kejanggalan yang ditemukan pada korban pembunuhan di sekitar rel kereta Stasiun Mukyeong antara lain adalah merk pakaian yang dikenakan korban merupakan merk yang sudah bangkrut beberapa tahun silam, namun pakaian korban menunjukkan bahwa pakaian itu masih baru, bukan pakaian lama. Yang kedua, korban ditemukan di dalam koper travelling yang seakan-akan dilemparkan dari dalam gerbong kereta, padahal Stasiun Mukyeong sudah berhenti beroperasi sejak 5 tahun silam. Ketika korban terakhir berhasil diidentifikasi, pihak kepolisian berupaya melaporkan informasi mengenai identitas korban kepada sanak keluarga yang ditinggalkan, seorang nenek tua yang dirawat di sebuah rumah jompo. Namun masih ada kejanggalan lagi, di mana seseorang masih mengirimkan uang untuk biaya perawatan nenek tersebut, dan seseorang yang bernama dan berparas sama dengan korban terakhir, muncul di hadapan Seo Do Won. Apakah dia hantu atau terlahir kembar?

Pada suatu malam, hujan turun rintik-rintik, Han Seo Kyung berangkat sendirian ke Stasiun Mukyeong untuk menyelidiki TKP. Sekitar pukul 9.35 malam, Han Seo Kyung melihat suatu keanehan, tampak rangkaian kereta api yang menuju Stasiun Mukyeong, berhenti menunggu langsir. Dan dari kejauhan, dia melihat sebuah koper dilemparkan dari dalam gerbong kereta yang sedang berhenti. Secara naluri, Han Seo Kyung pun menghampiri dan memeriksa koper tersebut. Benar saja, itu adalah korban ke sekian dari kasus pembunuhan berantai yang sedang diselidiki oleh Seo Do Won. Namun na'as, di malam itu, Han Seo Kyung harus menemui ajalnya di tangan sang pembunuh berantai.

Seo Do Won yang mengetahui hal itu langsung menangis sejadi-jadinya, menyesali ketidakmampuannya melindungi Han Seo Kyung yang diam-diam sangat disayanginya. Hingga suatu malam, ketika Seo Do Won yang belum bisa move-on dari kepergian Han Seo Kyung, mengunjungi TKP, lokasi di mana tubuh Han Seo Kyung ditemukan bersandar di tiang langsir, tiba-tiba hujan rintik-rintik turun membasahi bumi, dan samar-samar terdengar suara klakson kereta, padahal seperti kita ketahui, Stasiun Mukyeong sudah tidak beroperasi lagi. Dan benar saja, di depan mata Seo Do Won, melintas gerbong kereta penumpang, seolah-olah akan memasuki Stasiun Mukyeong. "Apa yang sedang terjadi? Bagaimana mungkin ada kereta di Stasiun yang sudah tidak beroperasi sejak 5 tahun silam?"


"Apakah kalian percaya adanya dunia paralel?"


Insting detektif Seo Do Won langsung bekerja, dia pun mencoba menaiki gerbong tersebut hingga sampai di stasiun tujuan, akhir dari perjalanan kereta tersebut. Di sini dia merasa kebingungan karena yang dia lihat sangat berbeda dengan sebelumnya. Stasiun Mukyeong berdiri dengan megah dan ramai dengan aktifitas serta gemerlap lampu kota. Tanpa dia ketahui mengapa dia dikejar-kejar, Seo Do Won berlari menghindari kejaran polisi, hingga sampai di sebuah rel kereta. Masih dalam keadaan bingung Seo Do Won berusaha tetap waspada, hingga akhirnya dia berhadapan dengan seseorang yang sangat dikenalnya, seseorang yang akan menangkapnya di dunia ini.


Di dalam tahanan, Seo Do Won mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Han Seo Kyung hadir di hadapannya, bukan sebagai jaksa, namun sebagai polisi. Nalurinya berkata, ada Seo Do Won lain di dunia yang sedang dia jalani saat ini, yang tanpa disadari, mereka berdua bertukar tempat. Dengan ketenangan tingkat tinggi, Seo Do Won menjalani semua yang sedang dihadapinya saat ini, dan dengan kemampuannya sebagai polisi, dia bertekad untuk menyelesaikan kasus-kasus yang sedang dihadapi timnya di dunia  paralel ini.

Apakah Seo Do Won akan bertemu dengan dirinya dari dunia paralel? Mampukah Seo Do Won menyelesaikan kasus pembunuhan berantai yang secara tidak sengaja menghubungkannya ke dua dunia ini? Siapa sebenarnya pelaku pembunuhan 12 tahun yang lalu? Mengapa semuanya seolah berpusat pada kasus tersebut?


Bagi penggemar kisah detektif, thriller, suspense dengan tema perjalanan waktu atau dunia paralel, serial ini bisa jadi tontonan yang menarik. Meski alurnya terasa lambat, namun dengan 12 episode saja, semua permasalahan yang terjadi menemukan jawabannya. Meski tentu saja tidak disebutkan alasan secara detil mengapa portal dunia paralel bisa terbuka, dan ada berapa banyak sebenarnya dunia paralel pada serial ini. Dan ya! Seo Do Won bertemu dengan dirinya sendiri dari dunia paralel. Apa yang dikatakan Seo Do Won pada Seo Do Won yang lain? Sebaiknya nonton saja secara langsung, karena memang serial drama korea berjudul Train 2020 ini sangat memikat.


Meski Seo Do Won sayang sama Han Seo Kyung, tapi di sepanjang episode dari awal hingga akhir, tidak ada adegan kiss-kiss :) Memang harusnya gitu sih, kalo sayang, justru dijagain, bukan dirusak (halah, apaan sih?)

Oke, sebagai penutup, silakan menikmati lagu soundtrack dari Train 2020..







Tidak ada komentar:

Posting Komentar