ASUS ZenPower Slim, Powerbank Ringan Rasa Baterai Cadangan


Pertama kali mendapat informasi bahwa ASUS merilis 3 jenis powerbank barunya beberapa waktu lalu (baca 3 Varian Baru ASUS ZenPower), membuat saya penasaran. Karena, setelah eranya powerbank berkapasitas besar, yang notabene, jadinya berat (alhasil malah jadi males dibawa-bawa), beberapa produsen powerbank merombak strateginya dengan meluncurkan beragam jenis powerbank dengan desain tipis dan elegan. Dan salah satunya adalah ASUS dengan lini produk ZenPowernya.

Dan kali ini saya berkesempatan untuk merasakan sensasi menggunakan ASUS ZenPower Slim, yang merupakan salah satu varian terbaru dari ASUS. Mari kita bongkar bersama-sama.

Isi dalam boxnya

Di dalam box ASUS ZenPower Slim ini, kita akan mendapatkan 1 unit powerbank berkapasitas 3000mAh, 1 buah kabel USB micro, kartu garansi dan petunjuk penggunaan. Sejujurnya, sangat disayangkan karena ASUS tidak menyertakan konverter microUSB ke Type-C yang belakangan ini mulai ramai digunakan. Sedangkan beberapa kompetitor justru menyediakannya sebagai perlengkapan standar.

kabel microUSB

Dari sisi desain, powerbank ini sangat tipis bila dibandingkan dengan model ZenPower sebelumnya. Indikator lampu di sisi depan, samping logo ASUS, dan keterangan kapasitas baterai tertera di belakangnya.

Desain tipis menggoda iman

Sementara di bagian bawahnya, terdapat 2 buah port USB, yang besar untuk output, sedangkan yang kecil untuk inputnya/recharging. Sedangkan di bagian ujungnya ada tombol Power, dan di ujung satunya lagi terdapat lampu LED. Untuk menyalakan lampu LED, cukup tekan tombol Power sebanyak 2x secara berturutan.

ASUS Zenfone 3 dan ASUS ZenPower Slim, serasi

Karena kapasitasnya yang hanya sebesar 3000mAh, saya tergoda untuk menyandingkannya dengan ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) milik saya. Sebagai informasi, ASUS Zenfone 3 saya ini hanya memiliki kapasitas baterai sebesar 2600mAh saja, sehingga asumsi saya, powerbank ASUS ZenPower Slim ini, dapat memenuhi kebutuhan pengisian ulang daya saat diperlukan hingga maksimal. Mari kita lihat pengujiannya seperti apa.

Kapasitas baterai penuh

Pertama-tama, saya pastikan kapasitas ZenPower Slim terisi penuh. Hal ini dapat dilihat dari indikator LED pada powerbank sebanyak 3 buah lampu, yang merepresentasikan kapasitasnya, 1 lampu sekitar 1000mAh.

Kondisi Zenfone 3 sebelum dicharge

Kondisi hape dalam keadaan lowbatt dengan persentase 2% saja. Dan proses charging dimulai pada pukul 11.29 WIB.

Kondisi hape selesai charging

ASUS ZenPower Slim berhenti mengisi setelah kurang lebih 2 jam 9 menit, dan kapasitas baterai yang terisi hanya mencapai 91% saja.

Rampingnya setara ASUS Zenfone 3

Untuk pengisian ulangnya lagi, ASUS ZenPower Slim ini memerlukan waktu kurang lebih 3 jam agar terisi penuh, hingga indikator lampu LED-nya tidak ada lagi yang berkedip.

Yang menyenangkan dari ASUS ZenPower Slim ini adalah bentuknya yang tipis, ringkas, dan ringan, sehingga nyaman untuk dibawa kemana saja. Fungsi tambahan sebagai senter juga tergolong sangat berguna. Kekurangannya adalah, kapasitasnya yang hanya 3000mAh, membuat saya berpikir, ini hanya sekadar baterai smartphone yang diberi casing saja. Output daya untuk pengisiannya juga tergolong kecil, hanya 1A, yang berdampak pada lamanya pengisian smartphone. Selain itu, tidak adanya adapter Type-C juga sedikit merepotkan, sehingga harus membawa kabel USB Type-C tersendiri.

Menurut saya, ASUS ZenPower Slim ini cocok untuk dibawa saat sedang menghadiri event setengah hari, yang tidak terlalu banyak membutuhkan interaksi media sosial. Selain itu, karena kapasitasnya yang hanya 3000mAh, terasa timpang jika mesti disandingkan dengan smartphone berkapasitas baterai besar. 


Sekian review dari saya mengenai powerbank ASUS ZenPower Slim ini. Semoga di lain kesempatan, saya bisa kembali berbagi pengalaman dengan mereview ASUS ZenPower Pocket yang memiliki kapasitas lebih besar, namun tetap dengan desain body yang ramping dan menawan.

Salam kompak persahabatan selalu..



Komentar

  1. Balasan
    1. Tipis & ringan... Powernya sih kurang kalo buat gw... Tapi mayan buat darurat... Bisa jadi senter portabel...

      Hapus
  2. Balasan
    1. Tipis & ringan... Powernya sih kurang kalo buat gw... Tapi mayan buat darurat... Bisa jadi senter portabel... (2)

      Hapus
    2. Iya mah, tapi untuk cewek kayaknya okelah karena ga terlalu berat juga.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

Pengalaman Pribadi bersama Si Mungil Meizu M5c