Hands On Review Vivo V9


Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan untuk mencoba unit Vivo V9 yang dirilis di pelataran Candi Borobudur, Magelang, serta disiarkan secara langsung oleh 12 stasiun televisi terkemuka di Indonesia. Namun, beruntung, saya tidak perlu hadir ke sana karena jatah cuti saya yang terbatas.

Baiklah! Sebelum meluncur lebih jauh, saya akan membagi informasi, apa saja yang akan didapatkan dari sebuah smartphone berlayar kekinian seharga 4 jutaan rupiah ini.

Paket Perdana Vivo V9 - sumber Grace Riena Amelia

Paket penjualan di atas, kabarnya diperuntukkan bagi mereka yang sudah melakukan pre-order sebelum rilis, dan jumlahnya sangat terbatas. Kabarnya hanya tersedia 1000 unit saja. Sungguh beruntung mereka yang mendapatkan.

Box dan unit Vivo V9

Jika tanpa Gift Set, maka kita akan mendapatkan ini semua di dalam box penjualannya.

Aksesoris dari paket penjualan Vivo V9

Ada softcase, kabel USB dan kepala charger, serta earphone cantik berwarna putih.

Daya yang dihasilkan oleh kepala charger Vivo V9

Output sebesar 2A pada 5V menunjukkan bahwa Vivo V9 ini mendukung fast-charging, sehingga pengisian baterainya jadi lebih cepat.

Oke, selanjutnya kita akan melakukan beberapa pemeriksaan dan pengetesan benchmark secara ringkas saja.

Tes spesifikasi unit hape Vivo V9 dengan menggunakan bantuan aplikasi pihak ketiga yang cukup terpercaya.

Informasi spesifikasi internal Vivo V9

Dari aplikasi tersebut, diketahui bahwa Vivo V9 menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 450, dengan RAM 4GB dan kapasitas penyimpanan internal sebesar 64 GB. Sudah menggunakan sistem operasi Android terbaru, yaitu versi 8 Oreo, hape Vivo V9 punya baterai berkapasitas 3900 mAh.

Charging Vivo V9

Proses pengisian baterai Vivo V9 ini tergolong standar saja, sekitar 4-5 jam lamanya. Kondisi suhu/temperatur baterai/ perangkat tergolong normal sehingga yakin akan keamanannya.

Untuk melihat sekilas performa secara keseluruhan, saya memanfaatkan aplikasi benchmark sejuta umat, yaitu Antutu. Dan ini adalah nilai yang diperoleh hape Vivo V9.

Antutu on Vivo V9

Terus terang, yang bikin gw termehek-mehek sama hape ini adalah layarnya yang seluas bodi + poni. Nope! Poni gak terlalu penting buat gw. Kalau soal kamera depan dan belakang, megapixel gede sama dual kamera, itu mah udah biasa. Mungkin karena gw nyambi sebagai reviewer, jadi hal seperti ini bukan sesuatu yang baru. Tapi memang, tetap mesti dicoba supaya kita tahu kualitas kameranya seperti apa.

Pertama saya mau share kualitas rekaman videonya. Kebetulan di rumah mertua lagi ada hajat/haul.


Rekaman gambar dan suaranya tergolong baik, walau saya tidak mencoba sambil jalan untuk memastikan fitur EIS-nya ada atau tidak. Namun melihat prosesor yang digunakan SD seri 4xx, nampaknya tidak ada fitur EIS yang disematkan.

Lalu saya mencoba mengambil selfie, dengan mode bokeh dan mode normal.

Foto selfie mode bokeh dan normal di Vivo V9

Foto aslinya bisa dilihat di bawah ya.

Selfie Bokeh Vivo V9

Untuk kamera depannya, ada fitur lucu-lucuan yang membuat foto kita jadi avatar yang menarik dan menggemaskan, namanya AR Sticker. Contohnya seperti ini.

Contoh AR Sticker pada Vivo V9

Dual kamera belakang pada hape Vivo V9 ini juga nggak sekadar gimmick semata lho. Hasil foto-fotonya tergolong jernih dan tajam. Beragam skenario saya coba ambil dengan tujuan mengoptimalkan kemampuan kamera dari hape seharga 4 jutaan rupiah ini. Dan di bawah ini adalah beberapa foto terbaik yang bisa saya ambil dengan menggunakan hape Vivo V9.

Pagi hari di pasar Kramat Jati - Vivo V9

Secangkir cappuccino di resto JS Luwansa - Vivo V9

Segelas leci martini nyasar - Vivo V9

Boys will always be boys - toys photography - Vivo V9

Selain mode point and shoot alias auto, saya juga mencoba mengeksplor kemampuan lain seperti mode manualnya. Namun sayang, karena salah satu kaki tripod saya patah, hasil foto untuk long exposure sedikit goyah (maafkan).

Mencoba long exposure dengan mode manual pada Vivo V9

Foto rendah cahaya dengan Vivo V9

Bisa dilihat bahwa selain layarnya yang luas, hasil foto dari kamera hape Vivo V9 ini, baik kamera depan atau kamera belakangnya tergolong memuaskan. Bahkan saya sempat minta difotokan oleh teman untuk mode portrait supaya tampak sedikit pede, dan ini adalah hasil fotonya. Awesome!

Mode portrait dengan kamera belakang Vivo V9

Sengaja saya buat panjang untuk memaksimalkan tampilan pada layarnya. Tinggal dicrop jika memang diperlukan untuk kebutuhan profil picture misalnya.

Sebagai bonus, saya sempat mencoba memainkan game yang kebetulan sedang saya ikuti perkembangannya, yaitu Arena of Valor. Sebagai pengalaman, hape ini cukup nyaman untuk digunakan bermain AoV, karena selain layarnya yang luas, pergerakannya juga tergolong responsif untuk setting grafis rata kanan.


Sempat tersendat karena jaringan internet operator yang saya gunakan, namun kekalahan dan kematian yang terjadi murni karena skill saya masih seadanya :)

Sekian pengalaman saya menggunakan Vivo V9 selama beberapa waktu lamanya, semoga bermanfaat bagi kalian yang sedang mempertimbangkan untuk memiliki hape layar luas Vivo V9 ini.

Salam kompak persahabatan selalu.







Komentar

  1. sejak pertama kali rilis di Borobudur itu udah banyak sekali saya baca review soal v9 ini mas,

    4 juta-an sih tergolong murah, jika saya ini ada tahun lalu pasti sudah saya beli, saya terlanjur beli vivo juga sih tapi spek dan harganya jauh dibawah v9 ini,

    fitur2nya tergolong menarik, tapi yang jadi pertanyaan apakah vivo ini ga royal ya sama biaya promosi? Brand Ambasaddornya agnes, terus live tayang d TV, rilisnya lebih heboh dari pada samsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin, memang promosi ini diperlukan.. Utk brand awareness.. Kelak, tanpa promosi berlebih, mungkin harganya bisa lebih rendah dan bersaing.. #cmiiw

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iya.. Sejauh ini belum ada saingan di pasar hape layar poni..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

Pengalaman Pribadi bersama Si Mungil Meizu M5c