RetroPOINT Bed & Breakfast - Guest House Murah dan Nyaman di Bandung

Huwaaaaah! Akhirnya ngerasain juga liburan ke luar kota. Rasanya, sudah lama sekali nggak ngebolang seperti ini. Biasanya saya menginap...

Waspada Penipuan Kartu Kredit Atas Nama HaloBCA


Transaksi dengan menggunakan mobile banking, internet banking, mobile apps, belakangan ini sudah mulai jamak dilakukan oleh banyak orang, khususnya yang mengidamkan kemudahan dan melek teknologi. Namun demikian, kita mesti waspada dan berhati-hati terhadap setiap notifikasi transaksi yang muncul, apakah benar itu transaksi yang kita lakukan? Atau justru ada orang lain yang mencoba mengambil keuntungan dari kartu kredit yang kita miliki?

Kisah ini baru saja diceritakan oleh seorang sahabat saya yang nyaris saja jebol tagihan kartu kreditnya. Awalnya dia menerima notifikasi berupa pemberitahuan transaksi di beberapa online marketing platform dan tentu saja OTP.

SMS Notifikasi Transaksi dan OTP

Tidak berapa lama kemudian, sahabat saya ini menerima telepon yang Caller ID-nya adalah HaloBCA. Coba kita simak pada foto di bawah ini, kira-kira mana nomor HaloBCA yang asli? Dan bagaimana bisa yang lain menyaru seakan-akan dari HaloBCA resmi?

Nomor HaloBCA yang menelepon sahabat saya.

Mungkin karena semi-hipnotis, sahabat saya ini sempat memberitahukan kode OTP kepada penelepon di seberang sana, namun alhamdulillah, dia segera tersadar ketika penelepon memintanya untuk meng-uninstall aplikasi dan mematikan smartphone-nya selama 20 menit. Sontak kemudian sahabat saya ini menelepon nomor HaloBCA yang asli dan segera melakukan pemblokiran terhadap kartu kredit miliknya itu.

Beberapa hal yang perlu kita waspadai dan perhatikan ketika menerima telepon yang mengaku dari bank adalah :


  1. Pastikan nomor tersebut memang benar-benar nomor resmi, jika meminta data pribadi atau kode OTP, minta waktu untuk memutuskan pembicaraan, atau melakukan pengecekan terhadap nomor yang masuk terlebih dahulu.
  2. Pastikan supaya anda TIDAK MEMBERITAHUKAN kode OTP kepada orang lain, termasuk pihak bank resmi sekalipun, karena kode OTP ini merupakan verifikasi bahwa kita menyetujui/benar melakukan transaksi tersebut.
  3. Jika terlanjur seperti sahabat saya ini, segera hubungi nomor resmi Call Center untuk melakukan pemblokiran, karena transaksi melalui kartu kredit butuh waktu sebelum transaksi itu benar-benar divalidasi (untuk yang ini, mohon koreksi saya bila tidak tepat).

Demikianlah kisah yang bisa saya share untuk kali ini, agar kita semua waspada terhadap berbagai modus penipuan khususnya di tengah maraknya kemudahan belanja online dan transaksi perbankan belakangan ini.

Semoga bermanfaat, salam kompak persahabatan selalu..

Ingat selalu nomor yang asli dan resmi!


1 komentar:

  1. zaman sekarang penipuan ini makin mengerikan saja, kalau kita tidak pintar bisa-bisa mudah jadi korban

    BalasHapus