Laptop, Travelling, dan Korelasi Antara Keduanya


"travelling
bepergian"

Setiap orang pasti pernah melakukan travelling dalam hidupnya. Beragam alasan bisa dimunculkan, mengapa seseorang melakukan travelling. Namun, tidak semua orang beruntung bisa melakukan travelling setiap saat dia menginginkannya.

Saya, mungkin merupakan salah satu dari jutaan manusia Indonesia yang jarang melakukan travelling. Sepanjang ingatan saya, hanya 3 hal yang membuat saya melakukan travelling dalam hidup saya, yaitu lebaran/liburan, liputan, dan kerjaan. Namun demikian, hal ini tak menyurutkan semangat saya setiap ada kesempatan untuk melakukan travelling.

Memang, mungkin perjalanan yang pernah saya lakukan tak sejauh dan sesering orang lain. Tapi, selalu ada kisah baru di sana yang mungkin layak untuk diceritakan kepada sanak keluarga, berbagi informasi yang sekiranya bermanfaat sebagai bekal bagi mereka yang ingin bepergian.


Ada satu momen yang sangat berkesan bagi saya, pada saat untuk pertama kalinya, saya diminta untuk melakukan kunjungan kerja di event Broadcast di negeri tetangga. Di sana saya diminta untuk mendokumentasikan segala peralatan siaran yang sekiranya diperlukan dalam kegiatan operasional di kantor. Ya! Saya seorang IT di sebuah stasiun tv lokal di Jakarta. Selama 3 hari di sana, setiap hari saya memotret peralatan atau merekamnya saat mereka melakukan demo pada peralatan yang mereka pamerkan. Karena keterbatasan media simpan, maka setiap hari pula, selepas kembali ke hotel, semua materi yang ada pada kamera dan smartphone, saya pindahkan ke laptop yang saya bawa. Tentu saja ini merupakan hal yang lumrah mengingat kapasitas simpan pada laptop yang lebih lega bila dibandingkan dengan kapasitas media simpan pada kamera dan smartphone yang saya bawa.


Hal lain yang masih terkait dengan pekerjaan adalah ketika saya diminta hadir dalam rapat kerja di kantor. Seperti biasa, rapat kerja tahunan ini dilaksanakan di sebuah hotel yang lokasinya cukup jauh dari kantor, bahkan seringkali di luar kota. Pada kesempatan seperti ini, keberadaan laptop menjadi wajib dan vital, karena pasti digunakan saat kita mempresentasikan program kerja atau evaluasi kinerja. Untuk tim yang lain, laptop juga digunakan untuk mencatat notulensi rapat.


Ada pula kesempatan ketika saya diundang untuk meliput sebuah acara peluncuran produk tekno, dimana biasanya akomodasi penginapan telah disiapkan. Wah, ini kesempatan bagi saya untuk bisa menikmati fasilitas liputan sekaligus liburan, lepaskan penat dari rutinitas pekerjaan sehari-hari. Yang masih terngiang dalam kenangan adalah ketika saya diundang ke Bali untuk meliput peluncuran produk smartphone fotografi pada saat itu. Fasilitas penginapan yang mewah, membuat saya merasa istimewa bisa terpilih dan hadir pada momen tersebut. Untuk menunjang tugas liputan, selain kamera dan smartphone, tentu saja laptop jadi sarana penunjang utama untuk menyunting materi dan memberitakannya secara luas.


Momen liburan juga menjadi momen yang sangat spesial bagi saya, dan keluarga. Kesibukan sebagai IT di stasiun tv lokal Jakarta, seringkali membuat jadwal libur saya tidak sinkron dengan jadwal libur sekolah anak-anak. Kesempatan cuti saat libur lebaran, yang mungkin bisa terjadi paling cepat 2 tahun sekali karena mesti gantian dengan anggota tim yang lain, jadi kesempatan emas yang tak mungkin diabaikan begitu saja. Dokumentasi saat libur lebaran di kampung, perlu diamankan. Seringkali pula, orangtua meminta agar foto cucu-cucunya bisa dipindahkan dan dicetak dengan printer yang mereka punya, di atas kertas foto. 


Dari keseluruhan pengalaman di tadi, ada satu kesamaan yaitu laptop yang digunakan. Ketika itu, laptop dengan desain bulky sangat digemari karena mencerminkan bodi yang kokoh, tahan terhadap benturan. Selain itu, performanya juga terpancar di sana berkat bodi yang tebal, sehingga penggunaan prosesor berdaya tinggi dapat diadopsi dengan penggunaan komponen pendingin yang lebih baik. Namun semua itu mesti dibayar dengan bobot laptop yang berat, terkadang tembus 3kg lebih. Laptop yang berat membuat kita kurang nyaman saat membawa-bawanya, karena akan membebani pundak dan punggung saat dimasukkan ke dalam tas ransel khusus laptop. Selain itu, laptop model ini masih menggunakan harddisk yang komponennya mekanik, sehingga rentan rusak saat terkena benturan, walaupun bodinya yang kokoh dan tebal mengesankan bahwa komponen penting di dalamnya terlindungi. Belum tentu!


“Tebal belum tentu kokoh, tipis belum tentu ringkih.”

Beberapa waktu lalu, sempat viral di dunia maya, video yang berisikan penyiksaan terhadap sebuah laptop tipis. Ya! Literally disiksa secara fisik. Njirr! Ini apa-apaan coba?


Ternyata oh ternyata, ada lho laptop yang punya daya tahan fisik di atas rata-rata, tanpa mengorbankan desain dan performa. Laptop yang dimaksud adalah ASUS ZenBook UX331UAL. Setelah melihat videonya, saya makin penasaran dengan spesifikasinya. Kok bisa sih, laptop setipis itu punya daya tahan luar biasa? Saatnya mencari tahu di sumber resminya.

Main Spec.
ASUS ZenBook UX331UAL
CPU
Intel® Core™ i5-8250U Processor, 6M Cache, up to 3.40 GHz
Operating System
Windows 10 Home
Memory
8GB LPDDR3 2133MHz SDRAM
Storage
256GBSATA3 M.2 SSD
Display
13.3" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) 60Hz, Ultra Slim 300nits
Graphics
Integrated Intel UHD Graphics 620
Input/Output
1x micro SD card, 1x audio jack COMBO, 1x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 2x Type A USB3.1 (GEN1), 1x HDMI, Support HDMI 1.4
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
Built-in Bluetooth V4.2, Integrated 802.11 AC (2x2)
Audio
Built-in Stereo 1 W Speakers And Array Microphone, ASUS SonicMaster Technology
Support Windows 10 Cortana with Voice, Harman kardon
Battery
50 Whrs Polymer Battery
Dimension
310 x 216 x 13.9 mm (WxDxH)
Weight
985gr with Battery
Colors
Deep Dive Blue, Rose Gold
Price
Rp14.299.000
Warranty
2 tahun garansi global

Duh! Sumpah bikin mupeng banget ini laptop. Apalagi, jika dibandingkan dengan laptop yang biasa saya gunakan di berbagai kesempatan seperti pada kisah saya tadi. Ya iyalah, laptop masa lalu yang punya fisik tebal dan berat, walau didukung performa tinggi, lambat laun akan menyebabkan ketidaknyamanan saat mesti dibawa bepergian. Dan beberapa hal menarik yang ada pada laptop ASUS ZenBook UX331UAL, sukses bikin saya ingin segera memilikinya, untuk menggantikan laptop tua yang selama ini telah menemani saya.


ASUS ZenBook UX331UAL memiliki desain super tipis, super ringan dan super kuat. Laptop berukuran 13,3 inci ini memiliki ketebalan hanya 13,9 mm saja, serta memiliki bobot kurang dari 1 kg, tepatnya hanya 985 gram saja. Ini dimungkinkan berkat penggunaan bahan magnesium alluminium alloy yang  juga memiliki ketahanan luar biasa, hingga bahkan telah lolos pengujian berat standar daya tahan military-grade MIL-STD 810G. Wuih, pasti cocok buat pengguna yang biasa bekerja di luar kantor dan sering melalukan travelling tentunya.

Meskipun memiliki bodi yang ringkas, ASUS ZenBook UX331UAL ternyata memiliki performa yang tinggi. Layar seluas 13,3 inci, nggak beda dengan kertas ukuran A4, telah mengadopsi teknologi NanoEdge pada bezelnya sehingga layar jadi lebih luas. Performa yang tinggi diperoleh dari pemanfaatan prosesor tercepat Intel Core i5 generasi ke-8 dipadankan dengan RAM tercepat DDR4 2133MHz sebesar 8 GB serta penyimpanan kecepatan tinggi dan handal, berbasis M.2 SSD sebesar 256 GB. Sempurna!


Koneksi nirkabel jadi perkara wajib bagi pengguna yang biasa bekerja secara nomaden. ASUS ZenBook UX331UAL telah mengembangkan teknologi dual-band 802.11ac yang dikenal sebagai Wi-Fi Master, menawarkan kecepatan hingga 867Mbps. Alhasil, kita bisa bekerja di mana saja dengan nyaman dan leluasa.

Dukungan fitur Windows Hello pada ASUS ZenBook UX331UAL, memberikan keamanan dan kenyamanan dalam mengakses sistem operasi Windows 10 yang terpasang di dalamnya. Cukup hadapkan wajah, atau sentuhkan jari pada sensor sidik jari yang tersedia, maka laptop dapat digunakan dengan segera.


Daya tahan baterainya juga perlu diperhitungkan. Buat apa laptop keren, performa tinggi kalau durasi pemakaiannya hanya sebentar? Makanya, ASUS ZenBook UX331UAL ini menjamin durasi pemakaian yang cukup lama, hingga 15 jam lamanya. Cukuplah jika buat kerja di kafe atau resto di hotel atau di mana saja berada tanpa kuatir kehabisan daya karena tidak tersedianya colokan listrik di sekitar.


Yang saya suka juga dari laptop ASUS ZenBook UX331UAL ini adalah, walaupun ukurannya ringkas, namun tombol keyboardnya besar dan renggang, sehingga memiliki akurasi penekanan tombol yang cukup tinggi. Dijamin jarang typo lah.

Awalnya, saya mengira laptop sejenis ini bakalan mahal harganya. Ya kira-kira tembus 20 jutaan lah, mengingat desain mewah nan tipis bagai ultrabook, performa tinggi berkat prosesor Intel canggih terkini, serta daya tahan standar militer yang memang jadi keunikan tersendiri. Namun saya cukup tercengang ketika mengetahui harganya hanya di kisaran 14 jutaan rupiah saja. Ini jauh lebih ekonomis daripada laptop terdahulu saya yang punya desain bulky itu.

Fix lah, laptop ASUS ZenBook UX331UAL ini bakal jadi pilihan utama saya dalam menemani aktifitas saya dalam segala hal, baik ketika sedang travelling dalam rangka pekerjaan, liputan maupun liburan. Ketangguhan bodi tipis dan ringan serta performanya, menjadikan laptop ini layak jadi idaman para traveller se-Indonesia. 

#LaptopIdamanSobatTraveler #2018PakaiZenBook, #ASUSxTravelerien

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

Pengalaman Pribadi bersama Si Mungil Meizu M5c