ASUS ROG Phone II, Gaming Phone Terbaik 2019 Rilis 5 Desember di Indonesia

Smartphone gaming paling canggih di dunia, ASUS ROG Phone II, dipastikan akan meluncur untuk pasar Indonesia pada tanggal 5 Desember 20...

Hotel Savoy Homann Bandung, Saksi Bisu Sejarah Bangsa Indonesia, Persinggahan Orang-Orang Penting Dunia

Dokumentasi KAA 1955 - sumber gambar : pinterest

Hotel Savoy Homann
, dibangun pada tahun 1880 dengan pemiliknya seorang warga negara Jerman bernama Mr. A. Homann. Savoy Homann merupakan salah satu hotel terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Hotel memperoleh kepercayaan dari pemerintah sebagai tempat terselenggaranya beberapa konferensi tingkat internasional, seperti Konferensi Asia Afrika, Konferensi P.A.T.A., Konferensi Islam Asia Afrika, dan lain-lain. Pada tahun 1884 turis yang datang ke Bandung semakin banyak. Hotel Homann pun kebanjiran tamu karena saat itu perjalanan via kereta api dari Batavia ke Bandung mulai dibuka dan mereka membutuhkan tempat menginap di Bandung selama beberapa hari. Kehidupan pariwisata Bandung pun makin marak. Hotel ini juga pernah dijadikan tempat Kongres Teh Sedunia dan Kongres Ilmiah Pasifik IV. Selain itu, sejumlah orang ternama seperti pemain film terkenal Charlie Chaplin dan Mary Pickford, Pakubuwono X, dan Sri Mangkunegoro VII, pernah menginap di hotel ini.

Buku Tamu Konferensi Asia - Afrika 1955 - sumber gambar : Pikiran Rakyat

Hotel Savoy Homann dulu hanyalah sebuah rumah bilik bambu yang dimanfaatkan menjadi penginapan. Pemilik hotel ini adalah keluarga Homann, mereka berasal dari Jerman dan pindah ke Bandung tahun 1870 dan merenovasi rumahnya sehingga seluruhnya berdinding tembok. Pada tahun 1880, Hotel Savoy Homann bernama Hotel Post Road dengan gaya arsitektur Baroq. Hotel ini mengalami perombakan pada akhir era 30-an dari hotel bergaya Baroq menjadi hotel yang hyper modern. Dengan arsitekturnya dikerjakan oleh A.F. Aarlbers dan R.A. de Wall pada tahun 1938. Sampai kemudian bentuknya berubah seperti sekarang.

Salah satu perubahannya, hotel diberi ornamen kaca patri dan penggantian mebel serta kap lampu. Namun, hotel ini tidak lagi dikelola keluarga Homann, tetapi oleh Fr JA van Es. Pada periode tahun 1942-1945, ketika pasukan pendudukan Jepang menguasai Indonesia hotel ini dipergunakan sebagai wisma Jepang. Setelah Jepang masuk, hotel beralih fungsi menjadi asrama opsir Jepang, fasilitasnya menjadi rusak terbengkalai. Hotel kembali diserahkan kepada Belanda pada tahun 1945. Sayangnya, fungsinya diubah menjadi markas Palang Merah Internasional. Baru setahun kemudian, tahun 1946, dikembalikan kepada Van Es, dan ia kembali mengelola hotel hingga menutup mata pada tahun 1952.

Pada tahun 1955 Hotel Savoy Homann dipakai sebagai tempat tinggal para kepala negara yang mengikuti Konferensi Asia-Afrika. Penyelenggaraan KAA pertama di kota Bandung, melibatkan banyak pimpinan Negara dari seluruh wilayah Asia dan Afrika. Savoy Homann menjadi hotel tempat singgah dari para pimpinan Negara tersebut. Bahkan hingga saat ini Hotel Savoy Homann Bandung
masih memiliki kamar yang pernah ditempati oleh Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno. Oleh karna itu hotel ini juga dikenal dengan tagline Tempat Persinggahan Orang-Orang Penting

2 komentar:

  1. Hotelnya bersejarah banget ya, bersyukur bisa merasakan menginap di sana, sayangnya nggak bisa lihat suite karena ada tamu yang sedang menginap ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak.. Penasaran juga seperti apa kamar yang ditempati pemimpin negara masa itu..

      Hapus