[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

Beberapa waktu yang lalu, gw memindahkan sekolah anak gw dari sebuah SD Islam Terpadu di wilayah Condet, Jaktim, ke SD Negeri di wilayah yang sama. Banyak hal dan alasan yang mendasari gw untuk memindahkan pendidikan anak gw dari sana, selain soal biaya tentunya. Namun demikian, mungkin pengalaman gw ini bisa jadi petunjuk bagi orangtua yang memiliki keinginan yang sama.

Pertama-tama, pas masa ujian kenaikan kelas, gw mendatangi SD Negeri tujuan untuk mencari informasi ketersediaan kelas di sana, anak gw naik kelas IV SD. Gw coba temui Kepsek-nya, namun gw menemui kendala karena Kepsek SD tersebut ternyata PJS (sementara) karena Kepsek yang lama pensiun. Alhasil kami sempat terombang-ambing mencari Kepsek PJS dari SD tujuan kami ke SD tempat beliau bertugas sebelumnya. Sampai pada akhirnya gw dapat info, sebaiknya kembali lagi setelah proses kenaikan kelas berlangsung, ini artinya gw masih harus mengurus administrasi di SD lama anak gw selama ± 1 bulan sampai akhirnya kelar semua urusan :( Yawda, gw turuti dan jalani semua itu, demi proses perpindahan sekolah anak gw.

Masa ajaran baru pun tiba, gw urus lagi ke SD Negeri tujuan, alhamdulillah, dpt info bahwa bangku untuk kelas IV tersedia. Dari sana, gw diminta untuk melengkapi persyaratan administrasi seperti surat pengantar dari SD asal, copy² berkas seperti akreditasi, ijin operasional, raport anak gw, form 8355, kartu NISN dan hunting tandatangan dari pejabat terkait. Berhubung NISN anak gw kartunya belon jadi + ada info telat update, maka gw cuma dikasih surat keterangan setara 8355 dan NISN :( Yawda gpp, yang penting bisa dipake buat ngurus. Nah, yang agak merepotkan adalah urusan hunting tandatangan ini, karena kebetulan sekolah asal dan tujuan masih 1 wilayah, maka tandatangan yang harus dicari hanya sampai Sudin Pendidikan di kantor Walikota Jaktim. Jadi ada 1 surat pengantar dari SD asal yang harus ada 3 tandatangan, yaitu dari Kepsek SD asal, Kasie Pendidikan Kecamatan Kramat Jati (dalam kasus gw), lalu Sudin Pendidikan. Alhamdulillah, tahap ini gw gak menemui kendala berarti, karena pas cari alamat kantornya juga gw ditemani bini gw :p #nyasarbarenggpp Selepas itu, ternyata masih ada surat pengantar sejenis yang gw dapatkan dari SD tujuan sebagai 'surat balasan sudah/bersedia menerima'. Nah, pas mo urus surat ini, ternyata masih ada 'oknum² yang ingin memancing di air keruh :( Gw sempet diminta 3 amplop untuk pelicin katanya, dimana jumlah totalnya kalo gw hitung setara THR gw #sinting Untungnya, sang Kepsek SD tujuan menyarankan, cenderung memaksa, untuk gw urus sendiri aja. Dan benar, ketika gw urus sendiri, biaya yg gw keluarkan untuk pelicin² tsb nihil. Cuma ada yg lucu ketika gw datang lagi ke Sudin Pendidikan, ditanya kenapa bukan TU-nya yg bantu ngurus, gw bilang aja TU-nya lagi diberi tugas kegiatan ramadhan #emangbener jadi gak bisa urus hari ini sedangkan gw kebetulan emang ijin gak masuk khusus urus ginian. Eh, langsung sepet tuh mukanya :p

Kelar semua syarat, gw tinggalin deh itu berkas dalam map, supaya bini gw yg anter ke SD tujuan, itung² biar bini gw juga kenal sama calon guru² SD Negeri tersebut :) Lagian gw juga ada meeting pas hari itu, jadi gak bakal sempet tibang naro' berkas doang krn pasti bakal ada chit-chat yang cukup menyita waktu.

Bah, buat informasi, Kasie Pendidikan Kecamatan Kramat Jati itu adanya di Kampung Makassar, tepatnya di sebuah gedung sekolah depan Kelurahan.


Sedangkan Sudin Pendidikan ada di kantor Walikota Jakarta Timur, Gedung D (yg baru) lantai 3.
Untuk lokasinya kemarin paling enak kalo lewat pinggir rel dari arah Klender :)

Demikian pengalaman gw mengurus sendiri surat² administrasi perpindahan sekolah anak gw, semoga ada manfaatnya bagi para orangtua semua yang mungkin memiliki keinginan untuk memindahkan sekolah anaknya. 

Terima kasih.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Semua Berawal Dari Sebuah PC