[Idea] Smartphone Untuk Siswa SMP, Manfaat atau Mudharat?


Smartphone saat ini sudah menjadi kebutuhan semi-primer bagi semua orang. Tidak terkecuali para siswa/pelajar. Walaupun masih beredar handphone yang hanya memiliki fungsi sederhana, seperti telpon dan sms, namun rata² minimal sudah memiliki kamera di dalamnya.

Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21

Berdasarkan informasi yang gw terima dari pertemuan orangtua murid di SMP tempat anak gw bersekolah, saat ini pola belajar anak bukan lagi mengandalkan buku pelajaran semata, namun juga tidak lepas dari teknologi internet.


Seperti dijabarkan pada slide di atas, bahwa pelajar di era sekarang ini, cara & pola belajarnya sangat jauh berbeda dengan cara belajar kita, para orangtua, di masa lalu. Dulu, buku andalan kita adalah bunga rampai, buku pintar, RPAL, RPUL dan semacamnya. 

Apa yang menjadi ciri cara belajar di masa kini? Yuk kita bongkar satu demi satu.

  1. Informasi - pelajar mencari informasi bukan hanya dari buku saja, namun juga dapat memanfaatkan internet sebagai sumber informasi. Namun demikian, perlu diingat dan dicatat bahwa tidak semua informasi yang ada di internet adalah valid. Kita tetap harus memiliki rujukan lain, baik berupa buku atau situs yang dapat dipercaya.
  2. Komputasi - dalam menghadapi suatu persoalan, pelajar diharapkan dapat mengetahui sebab terjadinya masalah tersebut, dan juga dapat memberikan solusi terhadapnya. Jadi bukan hanya sekedar mengetahui jawabannya saja.
  3. Otomasi - pelajar diarahkan untuk melatih cara berpikir analitis untuk menghasilkan solusi.
  4. Komunikasi - dalam menghadapi persoalan, pelajar ditekankan pada pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam mencari solusi, bukan dengan kompetisi belaka.

Dari poin di atas, secara umum dapat kita pahami bahwa keberadaan smartphone pada pelajar dapat membantu kelancaran proses pendidikan dan pengajaran. 

Kita coba mundur sejenak, ketika anak gw kelas 6 SD, gw belum memberikan fasilitas smartphone kepadanya, namun memberikan hp sederhana dengan fitur telpon dan sms untuk komunikasi dengan kami, orangtuanya. Namun kala itu, di kelasnya, sudah banyak siswa-siswi yang memanfaatkan smartphone untuk berbagi informasi tentang kelas dan sekolah dari gurunya. Di situ gw merasa terlambat, namun tidak menyesal, karena gw belum yakin, anak gw mampu memanfaatkan smartphone dengan bijak. Dan ketika menjelang Ujian Nasional, dimana anak gw sedang fokus untuk lulus dengan nilai memuaskan, dengan target SMP terbaik di lingkungan gw tinggal, kami mencabarnya dengan sebuah tantangan. Jika dia bisa diterima di SMP terbaik pilihan kita semua, maka dia berhak mendapatkan smartphone, lengkap dengan layanan datanya. Kebetulan, saat ZenFestival 2015 lalu, gw berhasil memperoleh sebuah smartphone ASUS Zenfone Laser dari event Scavenger yang diadakan saat itu. Jadi hadiahnya sudah ada, nggak perlu beli lagi. Challenge accepted! Singkat cerita, anak gw berhasil diterima di SMP favorit di wilayah Jakarta Timur.


Tata Tertib Sekolah dari Dinas Pendidikan DKI

Saat pertemuan orangtua murid dengan pihak sekolah, kami mendapatkan informasi mengenai tata tertib dan jumlah poin yang diterima oleh anak kami jika mereka melakukan pelanggaran terhadapnya. Dan ini menjadi kontradiksi saat kami melihat ada satu poin yang terdapat di dalam tata tertib sekolah tersebut.


Kita lihat pada poin #20 yang menyatakan bahwa pelajar dilarang membawa HP berbasis multimedia. Hal ini akan menjadi kontraproduktif di mana satu sisi pelajar diharapkan mampu bergerak lugas memanfaatkan teknologi dalam mengerjakan tugas, namun di sisi lain membawa HP smartphone saja akan mendapatkan poin pelanggaran yang bobotnya cukup besar (40 poin). Sebagai informasi, jika jumlah poin pelanggaran mencapai 100, maka pelajar akan dikembalikan kepada orangtuanya, dan kecil harapan untuk dapat bersekolah di kota yang sama (dalam hal ini mungkin propinsi DKI Jakarta).

Saran/Solusi

Untuk mengatasi kontradiksi tersebut, perlu dicari jalan keluar agar kedua pihak tidak dirugikan. Terus terang, di masa sekarang ini, komunikasi sangat penting, apalagi antara orangtua dengan anaknya. Memang, kita sering melihat kasus² penyalahgunaan smartphone di kalangan pelajar, namun hal itu tidak semestinya menjadikan kita paranoid. Justru kita harus memberikan kepercayaan pada anak dan melatihnya bertanggung jawab atas kehormatan dirinya sendiri, karena kita sebagai orangtua, belum tentu dapat mendampingi mereka seumur hidup kita.

Jika seandainya pelajar boleh membawa smartphone ke sekolah, walau tujuan utamanya adalah untuk komunikasi dan koordinasi dengan orangtuanya, bisa diatur agar hp tetap dalam keadaan off/mati selama proses pengajaran, tidak terkecuali pada jam istirahat. Dan dapat diaktifkan kembali saat jam pulang sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan, dengan kurikulum dan pola ajar yang sangat modern ini, justru guru membolehkan pelajar memanfaatkan smartphone dalam proses pengajaran yang sedang dilakukannya, namun dengan catatan, tetap dalam pengawasan.

Mengenai sanksi, gw rasa sudah ada beberapa poin yang dapat menutup celah penyalahgunaan smartphone di kalangan pelajar. Dapat kita lihat pada slide di bawah ini.


Antara lain pada poin #22 dan poin #27 yang belakangan ini sering kita lihat dan baca di jagad maya. Perbuatan pada poin #22 justru direkam dengan hp (menjadi barang bukti) dan poin #27 yang umumnya juga dilakukan melalui hp. Selain itu juga, bila kita lihat pada poin #19 di slide sebelumnya, mengenai konten porno, hal itu juga umum kita temui di hp. Oleh karena itu, sebagai orangtua, kita mesti membuat perjanjian dengan anak, agar kita dapat sewaktu-waktu memeriksa hp mereka, untuk menjaga mereka dari perbuatan yang merugikan diri mereka sendiri di kemudian hari.

Konklusi

Harapan kami sebagai orangtua, agar membawa HP tidak menjadi salah satu poin pelanggaran, tentunya dengan kondisi yang sudah disepakati bersama. Hal ini agar orangtua tidak merasa kuatir mengenai posisi dan kondisi anaknya jika mesti terlambat pulang karena ada pelajaran tambahan atau tugas lain yang mesti dilakukan secara berkelompok.



[News] Pokemon Go! Game Yang Menyihir Dunia

Belakangan ini kita dihebohkan dengan kehadiran game menangkap monster yang dibuat berdasarkan kisah animasinya beberapa tahun lalu. Mungkin banyak dari generasi kita yang masih ingat perjuangan Ash Ketchum dkk dalam menangkap pokemon, salah satu yang terkenal adalah Pikachu.

Animasinya sendiri sudah ditayangkan pada tahun 1997 lalu, namun pengalaman bermain layaknya Pokemon Trainer pada animasinya baru dapat diwujudkan belakangan ini.

Sejarah Perkembangan

Permainan Pokemon Go awalnya hanya merupakan lelucon April semata, namun ternyata Ishihara yang juga menggemari permainan Ingress, yang merupakan permainan augmented reality, merasa ada kecocokan konsep antara Ingress dengan Pokemon Go jika dilanjutkan ke tahap yang lebih serius. Sebagai informasi, permainan Ingress sudah diperkenalkan sejak tahun 2012 di platform Android. Dan ternyata benar, permainan Ingress yang inovatif namun kurang menjual, berpadu dengan karakter Pokemon yang sudah memiliki basis penggemar, menjadikan Pokemon Go sebagai permainan augmented reality terpopuler saat ini.

Sekilas Permainan

Pokemon Go merupakan permainan augmented reality yang berbasis lokasi dan menggunakan kamera serta tentunya GPS sebagai prasyarat utamanya.

Karena arena permainan adalah lingkungan sekitar kita. Beberapa lokasi yang dikenal sebagai PokeStop & PokeGym akan muncul di beberapa lokasi pada peta, di mana informasi tersebut didapat berdasarkan database permainan Ingress. Pada titik-titik tersebut, kita akan memperoleh perlengkapan untuk menangkap pokemon, yang disebut PokeBall. Tanpa ini, kita tidak akan dapat menangkap mereka.

Karena ketenaran karakternya, ditambah pengalaman bermain yang membuat para pemainnya seolah Pokemon Trainer, menyebabkan permainan ini meraih popularitasnya secara masif di seluruh dunia. Walaupun baru diluncurkan secara resmi di segelintir negara, namun versi leaked dari aplikasi ini dapat diunduh dan dimainkan di berbagai negara, termasuk salah satunya Indonesia.

Pokemon Go Accessory

Untuk menambah kenyamanan bermain dan tentunya lebih bergaya, Pokemon Go juga meluncurkan aksesoris resmi yang disebut Pokemon Go Plus!

Pokemon Go Plus adalah aksesoris yang dirancang dan diproduksi oleh Nintendo selayaknya PokeBall. Berukuran sangat ringkas, dan sengaja dipertahankan demikian, untuk memberikan fungsi yang optimal tanpa detil yang ribet. Aksesoris ini juga hadir dengan tali strap warna-warni yang bergaya.

Lalu apa saja fungsi yang terdapat pada aksesoris Pokemon Go Plus ini?
Tentunya, aksesoris ini diharapkan mampu memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi para pemainnya. Caranya mudah saja, cukup pairing Pokemon Go Plus ini dengan smartphone kalian via bluetooth, dan tentunya pada permainannya itu sendiri. Sekali sudah terpairing, maka aksesoris ini sudah siap untuk digunakan.

Berdasarkan informasi pada website resmi Pokemon Go, Nintento memaparkan bahwa aksesoris ini mampu memberikan informasi mengenai keberadaan Pokemon, walaupun sedang tidak memegang smartphone. Alat ini akan bergetar, memberikan indikasi keberadaan sesuatu di sekitar kita, dan memberikan indikator lampu berwarna tertentu. Lalu kalian dapat menekan tombol tengah untuk menangkap Pokemon tersebut, dengan asumsi bahwa jenis Pokemon tersebut sudah pernah kita tangkap sebelumnya. Alat ini juga akan bergetar dan menyala saat kita melewati PokeStop, sehingga kita dapat segera mengeluarkan smartphone untuk mengetahui item apa saja yang bisa kita dapatkan dari sana. Hmm.. Bagaimana menurut kalian?? Menurut gw sih ya, bergaya YA! Berguna?? Nggak terlalu.. Untuk memilih dan melihat item dan monsternya, mungkin akan tetap lebih afdol jika kita menggunakan kamera pada smartphone kita.

Dampak

Setakat ini, aplikasi permainan Pokemon Go masih belum dirilis secara resmi di Indonesia, namun karena ketenaran dan antusiasme yang tinggi dari penggemarnya, membuat server permainan ini seringkali mengalami down karena kelebihan beban. Bahkan beberapa toko yang kebetulan menjadi PokeStop, memberikan diskon untuk berbelanja di sana jika kita sudah mencapai level tertentu, atau berhasil menangkap Pokemon di toko mereka, tentunya dengan bukti screenshot.

Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa permainan digital yang seringkali disebut anti-sosial karena membuat pemainnya 'biasanya' mendekam di kamar, pada permainan ini membuat para pemainnya berkumpul membentuk kelompok, melakukan hunting bareng di beberapa lokasi dan bukan tidak mungkin, jadi ajang untuk mencari jodoh :) So guys, what are you waiting for? We're gonna catch 'em all #POKEMON!


[News] Nintendo Hadirkan Kembali Kenangan Masa Kecil!

"Nintendo akan meluncurkan kembali konsol legendaris NES dalam bentuk yang lebih kompak, lengkap dengan 30 permainan di dalamnya."

Siapa generasi 90-an yang tidak mengenal konsol NES? Gw rasa hampir nggak ada, karena konsol ini begitu fenomenal di jamannya. Dan pada kali ini, kami mendapat berita bahwa Nintendo akan meluncurkan sebuah konsol bertajuk Nintendo Entertainment System : Classic Edition. Secara fisik, wujudnya nampak bagaikan klasik NES, hanya lebih mungil dan sudah tertanam 30 permainan di dalamnya. Konsol ini sudah mendukung teknologi kabel HDMI agar dapat terhubung ke TV kalan, dan juga termasuk di dalamnya sebuah pengendali (controller) yang dirancang untuk dapat berfungsi layaknya gimpad NES yang berbentuk persegi nan ikonik itu. (Kabarnya juga, pengendali ini dapat terhubung dengan Wii Remote sehingga kalian dapat menggunakannya untuk memainkan permainan Virtual Console pada Wii atau Wii U).

Selain dukungan terhadap HDMI dan tidak tersedianya kartridge (kaset game ataupun kartu memori untuk menyimpan progres permainan), konsol mini juga memberikan kenyamanan modern dalam bermain, yaitu multiple suspend points (kira² maksudnya mungkin multiple save), sehingga kalian tidak perlu bingung lagi dengan password dan semacamnya saat akan memulai kembali permainan. NES Classic Edition ini akan tersedia mulai 11 November 2016 dengan harga USD 59.99.



Dan inilah daftar permainan yang ada di dalamnya :

Balloon Fight
Bubble Bobble
Castlevania
Castlevania II: Simon's Quest
Donkey Kong
Donkey Kong Jr.
Double Dragon II: The Revenge
Dr. Mario
Excitebike
Final Fantasy
Galaga
Ghosts'N Goblins
Gradius
Ice Climber
Kid Icarus
Kirby's Adventure
Mario Bros.
Mega Man 2
Metroid
Ninja Gaiden
Pac-Man
Punch-Out!! Featuring Mr. Dream
StarTropics
Super C
Super Mario Bros.
Super Mario Bros. 2
Super Mario Bros. 3
Tecmo Bowl
The Legend of Zelda
Zelda II: The Adventure of Link

Menarik dan nostalgia sekali bukan?

Review Honor 8A Cocok untuk Daily Driver?

Alhamdulillah, akhirnya saya kembali menggunakan smartphone Honor untuk kebutuhan sehari-hari. Kali ini saya akan berbagi informasi sel...

Top Artikel Masekorner