OPPO Reno Ace Gundam, Bikin Geek Menggila!

Oppo dikabarkan telah mengumumkan ponsel baru untuk pasar Cina (setidaknya, untuk saat ini). Oppo Reno Ace memiliki beberapa spesifikas...

Berbagi Bahagia melalui Kampanye #FirstHappiness

Bahagia itu apa?
Beragam komentar dan pendapat bisa saja berbeda-beda bila dikaitkan dengan sebuah kata, bahagia. Dan inilah definisi bahagia menurut First Media, pionir penyedia layanan siaran berbayar via kabel dan koneksi internet broadband berkecepatan tinggi.


Menurut data riset yang dirilis oleh Cisco, rata-rata kecepatan internet di Indonesia pada tahun 2016 hanya sebesar 7.4 Mbps saja, dan diperkirakan meningkat hingga 16 Mbps pada tahun 2021 kelak. Kebiasaan pengguna internet yang mulai jamak menikmati layanan streaming, menyumbangkan lonjakan pada permintaan konten video. Trend ini diperkirakan mencapai 74% pada tahun 2021 kelak, meningkat pesat dibandingkan pada tahun 2016 yang hanya sebesar 52% saja.

First Media meyakini bahwa kepuasan pelanggan (happy feeling) akan berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan. Oleh sebab itu, First Media melalui kampanye #FirstHappiness ini memberikan layanan Free Speed Upgrade dengan kecepatan internet hingga 250 Mbps. Hal ini dilakukan dengan harapan, sebuah keluarga pelanggan yang happy, akan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan terdekatnya.


Aktifitas ini didukung pendapat seorang psikolog keluarga, Mbak Efnie Indrianie yang menyatakan bahwa, waktu bersama anggota keluarga, sangat penting dalam mewujudkan hubungan ikatan antar individu di dalamnya. Menonton bersama seluruh anggota keluarga di rumah misalnya, akan meningkatkan kualitas hubungan antara orangtua dan anak, dengan mengarahkan dan menyeleksi tontonan apa saja yang sesuai dengan batas usia sang anak. Menonton sendirian pun bisa jadi solusi Me Time yang membuat perasaan menjadi lebih fresh dan santai. Tentu saja, tontonan yang jernih dan memiliki resolusi tinggi, mampu menjadikan sebuah sarana hiburan yang mudah didapatkan melalui First Media.

Selain tontonan, koneksi internet yang cepat juga menjadi andalan. Segala kebutuhan informasi dapat diperoleh dengan cepat melalui layanan internet dari First Media. Sebagai contoh, informasi layanan customer service dapat diakses melalui cek.firstmedia.com dan melalui aplikasi mobile yaitu MyFirstMedia.


Beberapa pesohor seperti Rio Dewanto dan Ramon Y. Tungka juga telah menggunakan layanan dari First Media sejak beberapa waktu lamanya. Dan pada kesempatan ini, mereka memberikan testimoni positif di tengah-tengah beragam keluhan yang masuk ke CS First Media. Memang diakui, keluhan pelanggan terbesar disebabkan oleh terputusnya jaringan karena medium yang digunakan oleh First Media masih menggunakan kabel. Dan ini tentu saja telah disadari oleh First Media, terkait dengan masifnya pembangunan di beberapa titik kemacetan di Jakarta.

Mengenai cakupan wilayah layanan First Media sendiri juga saat ini telah berkembang. Bahkan jalur backbone pulau Jawa, telah membentang dari Tangerang hingga Surabaya. Tidak menutup kemungkinan jika dalam waktu dekat, layanan First Media akan mengcover seluruh pelosok di pulau Jawa.

Dan inilah dia kontribusi First Media dalam membahagiakan para pelanggannya melalui kampanye #FirstHappiness, dengan memberikan Free Speed Upgrade hingga 250 Mbps selama 12 bulan ke depan, di mana bangsa yang kuat, salah satunya dipengaruhi oleh rakyatnya yang bahagia.


Powerbank ACMIC, Design Elegan dengan 9 Perlindungan


Yo! Kawan-kawan, kali ini saya akan mereview sebuah powerbank baru yang punya beragam fitur mengagumkan. Tapi sebelum itu, saya ingin merangkum beberapa informasi terkait dengan kebutuhan seseorang akan sebuah powerbank.

Biasanya, orang memerlukan powerbank jika sedang jauh dari colokan listrik, baterai hapenya kecil, dan aktifitasnya tinggi. Aktifitas yang tinggi, dengan beragam aplikasi pendukung terpasang di smartphone, tentu saja akan menguras daya. Tapi dibalik itu, ada kekhawatiran mengenai kualitas powerbank yang kurang baik, alias merk abal-abal. Nah, pada kesempatan ini saya ingin berbagi informasi mengenai sebuah produk powerbank baru dengan merk ACMIC.

Unboxing


ACMIC A10 PRO, powerbank berkapasitas 10000mAh ini hadir dalam box yang elegan. Flip cover pada box yang bila dibuka akan menampilkan jendela etalase berisikan powerbank ACMIC. Bila kita bongkar lebih dalam, dapat kita lihat isinya seperti pada gambar berikut ini.


Selain unit powerbanknya, ACMIC juga memberikan kabel USB micro, adapter untuk produk apple, buku panduan pengguna dalam dua bahasa, serta kartu garansi. 

Desain

Powerbank ACMIC A10 PRO ini memiliki desain tipis dan menawan. Dengan bodi terbuat dari aluminium alloy, menampilkan kesan metal yang kokoh, kuat namun ringan.


Aksen lekukan pada bagian atasnya menambah kesan mewah. 4 lampu indikator LED untuk memberikan informasi kapasitas daya yang tersimpan di dalamnya.


Di bagian sampingnya, ada port Micro USB IN dengan kemampuan QuickCharge 3.0, sehingga pengisian daya semakin cepat, jika dihubungkan dengan charger bersertifikasi setara QC3.0 tentunya.


Untuk mengisi perangkat smartphone atau gawai anda, ACMIC A10 PRO memberikan 3 pilihan port keluaran daya. Yang pertama adalah port USB dengan daya 2.4A, di mana daya yang besar akan membuat durasi pengisian perangkat menjadi lebih singkat, namun biasanya ada dampak perangkat akan menjadi lebih panas. 

Yang di bagian tengah ini port khusus untuk mengisi produk gawai dari Apple, yaitu lightning port. Tidak banyak powerbank yang support perangkat Apple. Bahkan powerbank ini sanggup melakukan pengisian pada laptop MAcBook Pro dengan menggunakan port USB Type-C.

Port ketiga yang berwarna oranye ini memiliki sertifikasi QuickCharge 3.0, sehingga pengisian pada perangkat yang mendukung QC3.0 akan terasa lebih singkat, tanpa harus menggunakan daya yang besar.

Spesifikasi dan Pilihan Warna

Berikut ini adalah informasi mengenai spesifikasi dan pilihan warna untuk powerbank ACMIC A10 Pro.



9 Smart Protection pada Powerbank ACMIC A10 Pro

1. Smart Temperature Protection 
Fitur ini secara pintar akan berfungsi mematikan arus listrik ketika Power Bank ACMIC mengalami Over-Heat (Panas berlebih)
2. Smart Over-Charge Protection 
Baterai dapat meledak apabila diisi sampai berlebihan. Fitur pintar ini akan berfungsi mematikan arus listrik ketika Power Bank ACMIC telah penuh terisi sekitar 97 hingga 99%.
3. Smart Over-Discharge Protection 
Seperti kita ketahui baterai dapat rusak apabila dipakai hingga habis total. Oleh karena itu Fitur ini akan secara pintar berfungsi mematikan arus listrik ketika Power Bank ACMIC tinggal tersisa sekitar 5%. 
4. Smart Short-Circuit Protection 
Hubungan arus pendek (Short-Circuit) adalah penyebab utama kebakaran. Fitur pintar ini akan melindungi Power Bank ACMIC apabila kegagalan listrik ini terjadi.
5. Smart Input Over-Voltage Protection 
Tegangan listrik berlebih pada saat mengisi daya Power Bank ACMIC dapat menyebabkan kerusakan. Fitur ini akan secara pintar berfungsi untuk mencegah kerusakan.
6. Smart Output Over-Voltage Protection 
Tegangan listrik berlebih pada saat mengisi daya Gadget dapat menyebabkan rusaknya gadget tersebut. Fitur pintar ini akan langsung berfungsi untuk mencegah kegagalan tersebut.
7. Smart Recovery Protection 
Apabila kegagalan kerja pada Power Bank ACMIC terjadi, maka cukup diamkan beberapa menit, Power Bank ACMIC dapat melakukan Self Healing sehingga dapat digunakan kembali seperti sedia kala.
8. Smart Output Over-Current Protection 
Arus listrik yang berlebihan dapat merusak baterai pada gadget. Perlindungan Pintar pada Power Bank ACMIC dapat mencegah hal ini terjadi. Sehingga gadget Anda akan senantiasa terlindungi dari kerusakan ini.
9. Smart PTC Cell Protection 
Fitur ini akan secara pintar melindungi Motherboard pada power bank

9 proteksi di atas memberikan keamanan, keyakinan dan kenyamanan bagi pengguna powerbank ACMIC A10 Pro ini. Bahkan, jika seandainya powerbank ini mengalami malfungsi, garansi 18 bulan, powerbank akan diganti dengan yang baru. Ajib gokilz bray!

Penggunaan Sehari-hari

Powerbank ini memberikan sesuai apa yang dijanjikannya. Pada saat sedang mengisi hape dengan powerbank ini, jika perangkatnya mendukung QC30, maka lampu indikator LED akan ada sebuah yang menyala hijau.


Dan pada perangkat yang diisi, indikator Quick Charge sedang aktif, dapat dilihat dengan lambang petir+ di simbol baterai.


Lalu, bagaimana dengan durasi pengisian saat menggunakan powerbank ini? Mari kita simak pada foto-foto di bawah ini.


Sebuah smartphone dalam keadaan kosong sama sekali, diisi pada pukul 13.12 WIB.


Perangkat smartphone terisi penuh pada pukul 15.24 WIB.

Pada contoh di atas, sebuah smartphone kosong berkapasitas baterai sebesar 3000mAh dapat diisi secara penuh selama kurang lebih 2 jam 12 menit. Cukup lama? Lumayan! Tapi mungkin ini disebabkan oleh hape yang sebetulnya belum support QC 3.0 sehingga butuh waktu lebih lama.

Untuk pengisian powerbank ACMIC ini membutuhkan waktu cukup singkat walau kapasitasnya 10000mAh., yaitu sekitar 4 jam. Itu disebabkan karena saya menggunakan kabel charger dengan daya 2A. Kebetulan kepala charger yang saya memiliki standar sertifikasi QC3.0 sehingga proses pengisian ulang powerbank ini jadi lebih singkat dan optimal.

Info Harga dan Beli di Mana

Menurut informasi yang saya terima, harga di brosur berada di kisaran 500 ribu rupiah. Namun karena sedang ada promo, harganya hanya 300 ribuan saja. Untuk belinya, setakat ini saya bisa menemukannya di tokopedia, belum cek di toko online lain seperti lazada atau JD.ID dan semacamnya.


Konklusi

Selama saya menggunakan powerbank ini, tidak ada masalah sama sekali, baik secara berat maupun desain. Karena memang desain tipis dan elegannya itu membuatnya pas digenggam walau ditempelkan langsung ke bodi smartphone kita. Secara pribadi, kapasitas yang hanya 10000mAh ini terasa kurang bagi saya yang kebetulan hapenya berkapasitas baterai 5000mAh. Dua kali charging ulang saja, langsung mesti diisi lagi untuk jaga-jaga. Maklum, hape utama sebagai daily driver ini memang sarat aplikasi dan penting bagi aktifitas harian saya. Jadi, bila kalian sedang mencari powerbank untuk kebutuhan opsional saat kondisi sedang jauh dari colokan listrik, ACMIC A10 Pro ini bisa dijadikan pilihan.


Terima kasih sudah membaca ulasan ini, dan sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Salam kompak persahabatan selalu..







Pengalaman Pribadi bersama Si Mungil Meizu M5c

Yo! Kawan-kawan pembaca blog Masekorner yang setia. Setelah kemarin saya bercerita tentang pengalaman menggunakan ASUS Zenfone 4 Selfie Pro yang memukau itu, kali ini giliran sebuah smartphone kelas entry yang namanya masih asing di telinga, namun merk ini termasuk jajaran smartphone Cina terbaik. Inilah dia Meizu M5c..


Unboxing

Pertama-tama, mari kita lihat apa isi di dalam box putih yang sederhana ini.

Inside the box

Selain tentu saja unit smartphonenya, di dalamnya terdapat kepala charger, kabel USB micro, SIM tray ejector, kitab-kitab manual dan garansi, serta stiker IMEI. Sangat ringkas.
SIM card traynya memiliki 2 slot saja, di mana salah satunya mengadopsi teknologi hybrid (pilih salah satu antara SIM card atau microSD).

SIM Card tray hybrid

Desain

Dari segi desain, smartphone Meizu M5c ini cukup menarik dan tidak ketinggalan jaman. Kontur tepian membulat pada bagian belakang, serta layar 2.5D di bagian depan, dengan tombol Home multi-fungsi di bagian bawahnya. Ukuran 5 inci saya rasakan cukup nyaman untuk digenggam, sedangkan dari sisi bobotnya juga terasa mantap.

Desain Meizu M5c

Spesifikasi

Meizu M5c menanamkan prosesor Mediatek Quad-core berkecepatan 1,2 GHz. RAM sebesar 2 GB dan ROM untuk penyimpanan sebesar 16 GB diyakini cukup untuk kebutuhan harian, apalagi baterainya sudah 3000 mAh, cukup berdaya untuk durasi pemakaian yang lama. Jika penyimpanan dirasa kurang, Meizu M5c mampu menampung microSD berkapasitas maksimal 128 GB. Kamera depannya sudah 5 MP, sedangkan kamera belakangnya 8 MP. Hasilnya cukup baik di beberapa momen, untuk detilnya akan dibahas pada bagian terpisah.

Informasi pada menu About phone

Skor yang diraih melalui benchmark Antutu pun tergolong biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Maklum, namanya juga smartphone kelas entry yang memang ditujukan bagi pengguna awam.

Skor Antutu

Boot Up!

Saat menghidupkan Meizu M5c untuk pertama kalinya, kesan yang saya rasakan adalah, waktu bootingnya lumayan lama. Sebelum smartphone ini siap digunakan, kita mesti melakukan penyetelan terhadap bahasa yang akan kita gunakan. Lalu kemudian smartphone ini siap untuk digunakan.
Saat pertama kali memandang layarnya, saya agak sedikit terkesima. Kenapa? Karena saya tidak melihat tanda-tanda layanan Google di sana.

Tampilan layar Meizu M5c yang sederhana

Kemudian saya mencoba memasukkan akun GMail ke dalamnya, namun ternyata tidak ada Kontak yang tersinkronisasi. Akhirnya saya mencari informasi terkait hal ini dan menemukan jawabannya di sini. Oya, di saat awal layanan data diaktifkan, Meizu M5c ini hanya mengenal jaringan 3G saja. Untuk mengaktifkan layanan 4G-nya, diperlukan kombinasi tombol seperti pada gambar di bawah ini.

Kode aktifasi layanan 4G

Maka seketika layanan 4G akan aktif. Setelah itu diperlukan instalasi layanan Google secara manual. Caranya, cari aplikasi Google Apps Installer di App Store milik Meizu. Jika dibilang aplikasi tidak ditemukan, coba pilihan pencarian di Other Store.

Proses instalasi Google Apps Installer

Setelah aplikasi ini terpasang, jalankan saja wizardnya seperti pada smartphone android baru pada umumnya.

Wizard Google Services

Dan setelah semua tersinkronisasi dengan akun Google kita, maka smartphone sudah siap untuk digunakan. Calendar akan otomatis sinkron, Play Store juga akan terhubung dengan akun Google kita tadi,

Hiburan

Untuk kebutuhan hiburan pada smartphone ini, saya fokuskan pada kemampuan bermain game dan pemutaran film saja. Untuk mendengarkan musik, saya yakin, dengan menggunakan headset/earphone, suaranya akan terdengar lebih baik daripada lewat speaker. Jujur saja, suara yang dihasilkan dari speaker di bagian bawah smartphone ini cukup nyaring walau volume belum mentok kanan.

Gaming

Ada 3 buah aplikasi game yang saya install dan coba mainkan di sini. Mungkin tergolong ringan, karena memang saya cukup memahami bahwa spesifikasi Meizu M5c ini ditujukan untuk kalangan pengguna entry. Dan hasil ujicoba bermain game di Meizu M5c dapat dilihat pada video berikut ini.

Game Empires & Puzzles


Game My Little Pony : Rainbow Runner


Game Arena of Valor


Perlu diketahui bahwa game Arena of Valor atau dikenal juga sebagai AoV ini sedang hits dan tergolong cukup menantang. Untuk kenyamanan bermain, disarankan agar mengubah setting pada game menjadi rata kiri saja.

Pengaturan pada game AoV

It's Movie Time!

Untuk pemutaran film di Meizu M5c ini, ada satu kesimpulan yang bisa diambil, yaitu aplikasi Video Player bawaannya sudah mendukung beragam format film dan resolusi yang umum tersedia. Dalam hal ini, saya beri contoh 2 film saja, yaitu format mkv resolusi 720p dan FullHD 1080.

Film Miss Granny (720p, MKV, dengan file terjemahan terpisah)


Film Captain America Winter Soldier (1080p, MKV, hardsub)


Yang membuat saya kagum adalah, film Miss Granny yang diputar di Meizu M5c ini dapat berjalan dengan lancar, mulus tanpa kendala. Padahal, film yang sama diputar di smartphone lain, harus pakai aplikasi Video Player tambahan agar berjalan lancar dan teks terjemahannya muncul di layar. Ini sebuah nilai tambah dari Meizu M5c.

Kamera

Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa kamera depan Meizu M5c memiliki resolusi 5MP sedangkan kamera belakangnya 8MP. Untuk pilihan menu/mode-nya sendiri ada 5 macam, sama saja antara kamera depan maupun belakangnya,

Mode kamera Meizu M5c

Untuk memilih mode Beauty, Photo atau Video, ada di bagian bawah dekat tombol shutter.

Mode Beauty dengan 5 level kecantikan

Jika tak punya banyak waktu untuk menyunting warna pada foto, beberapa color tone telah disediakan secara preset. Ketuk saja ikon yang mirip kembang api di bagian atas kanan layar, sebelah ikon pengaturan.

Preset Color Tone

Yang menarik, mode Pro juga disematkan di dalam Meizu M5c ini. Padahal biasanya mode Pro hanya terdapat pada smartphone dengan harga menengah ke atas.

Pengaturan pada mode Pro

Untuk pengaturannya, lagi-lagi Meizu memberikan preset sehingga pilihan eksplorasi kemampuan kameranya sedikit terkekang. Namun demikian, hal ini akan memudahkan bagi para pengguna yang baru ingin memulai belajar memanfaatkan mode Pro pada smartphonenya.

Di bawah ini adalah beberapa foto yang dihasilkan oleh kamera depan dan belakang dalam kondisi pencahayaan tertentu, indoor maupun outdoor.

Hasil foto kamera depan Meizu M5c


Hasil foto indoor kamera belakang Meizu M5c

Hasil foto kamera belakang Meizu M5c dalam jarak semi close-up

Video Recording

Perekaman video pada Meizu M5c hanya memungkinkan untuk resolusi maksimal HD 720p saja. Ini sesuai dengan angka yang tertera pada pengaturan perekaman video pada gambar di bawah ini.

Pengaturan resolusi perekaman video

Untuk rekam video melalui kamera depan, hanya mengakomodir resolusi VGA saja, yaitu 640x480. Contoh rekaman dengan menggunakan kamera belakang, dapat disimak pada video berikut ini.


Baik hasil foto maupun perekaman video dalam kondisi low light cukup mengejutkan bagi saya. Karena hasilnya terlihat cukup tajam, minim noise. Sedangkan untuk rekaman dengan kamera depan, tidak saya lakukan karena memang jarang saya gunakan.

Harga & Ketersediaan

Berdasarkan pantauan saya di beberapa lapak jualan online. Harga Meizu M5c ini berkisar mulai 1,3 juta rupiah hingga 1,5 juta rupiah. Jika berminat untuk memilikinya, silakan klik gambar di bawah ini.


Konklusi

Kesan saya menggunakan Meizu M5c ini seperti nostalgia saat awal-awal menggunakan smartphone android layar besar. Desain yang mantap di genggaman, layar yang jernih serta kombinasi RAM, ROM serta baterainya, menjadikan smartphone Meizu M5c ini sesuai untuk dijadikan daily driver, khususnya untuk kebutuhan komunikasi via aplikasi messenger. Sedangkan untuk penggunaan gaming akan mempengaruhi daya tahan baterainya, serta mengakibatkan bodi belakang terasa hangat, kisaran 40-50°C berdasarkan pantauan aplikasi AIDA64. Kamera belakangnya juga tidak disangka, mampu memberikan hasil foto dan rekaman video yang cukup baik.

Demikian impresi saya selama menggunakan Meizu M5c. Sampai jumpa di review berikutnya..

Pengalaman Menggunakan ASUS Zenfone 4 Selfie Pro dan 9 Hal Penting yang Harus Diperhatikan


Hai semua pembaca blog Masekorner. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saat menggunakan smartphone ASUS yang baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu, yaitu ASUS Zenfone 4 Selfie Pro. Lho? Kenapa seakan tiba-tiba ASUS mengeluarkan kembali lini Zenfone Selfie-nya, setelah sekian lama seakan dilupakan? Menurut Jerry Shen, CEO ASUS, “Pengguna smartphone di Indonesia amat menggandrungi aktivitas selfie. Apalagi mereka juga sangat aktif meng-update aplikasi media sosial mereka." Atas dasar itulah, rupanya ASUS kembali membangkitkan lini Zenfone Selfie yang pernah jadi flagship di jamannya, dengan menghadirkan 2 tipe baru, yaitu Zenfone 4 Selfie dan Zenfone 4 Selfie Pro. Dan saya, akan membahas mengenai Zenfone 4 Selfie Pro yang memiliki spesifikasi terbaik.

Sebelumnya, saya ingin membeberkan spesifikasi yang dimiliki oleh ASUS Zenfone 4 Selfie Pro ini.


Model ZenFone 4 Selfie Pro (ZD552KL)

Display, Resolution 5.5-inch Full HD (1920 by 1080) AMOLED display, 76.7% screen-to-body ratio, 500nits brightness, Over 100% NTSC high color gamut display, 2.5D Corning® Gorilla® Glass for best screen protection, 1.7mm slim bezel, Bluelight filter for eye care, Capacitive touch panel with 10 points multi-touch (supports glove touch)

SoC Processor CPU Qualcomm Snapdragon 625 Mobile Platform with 14nm, 64-bit Octa-core Processor FinFET LPP (Low Power Plus), Powersaving Technology

GPU Qualcomm Adreno 506

Memory RAM / Storage LPDDR3 4GB RAM / eMCP 4GB

Camera System Front

Camera 1 (main) Resolution: 24MP DuoPixel

Sensor: Sony Exmor RS IMX362 / 1.4μm pixel

Aperture: f/1.8

Focal length / field of view: 25mm/83°

Front

Camera 2 (wide-angle) Resolution: 5MP

Sensor: Omnivision 5670 / 1.12μm pixel size

Aperture: f/2.2

Focal length / field of view: 12mm/120°

Rear camera Resolution: 16MP

Sensor: Sony Exmor IMX 351 / 1.0μm pixel

Aperture: f/2.2

Focal length / field of view: 26mm/80°

Camera feature PixelMaster 4.0 camera mode:

Auto mode with HDR Pro features / Pro mode / Beauty mode / Portrait / Super Resolution / Panorama / GIF Animation / Time Lapse / Slow Motion

SelfieMaster: Photo beautification / Video beautification / BeautyLive / Collage / Slideshow

Wireless Integrated 802.11b/g/n 2.4Ghz; WiFi-direct CAT 7 LTE – up to 300Mbps download (carrier dependent)

Connectivity Bluetooth 4.2, Micro USB 2.0 (support OTG), 0.3s ultrafast fingerprint unlock, support 5 fingers 360 degree recognition

SIM card and SD slot Dual slots, dual SIM dual standby (4G+3G)

Slot1: nano SIM (2G / 3G / 4G)

Slot2: nano SIM (2G / 3G / 4G) or microSD card (supports up to 2TB)

GPS GPS, AGPS, Glonass, BDS

OS Android 7.0 (Nougat) with ZenUI 4.0 new skin and features:

smart gallery, wallpaper slideshow, page maker, ZenUI safeguardBeautyLive

Battery 3000mAh non removable battery with fast charging capability

Audio / Microphone Hi-Res Audio 192kHz/24-bit support (4x CD quality), New 5 Magnet Structure Speaker for louder sound and less distortion, DTS HeadPhoneX: 7.1 Virtual surround, Microphone x 2 (one for noise reduction)

Size / Weight 154.02x74.83x6.85 mm / 147g

Color Rogue Red, Sunlight Gold, Deepsea Black

Price Rp 4.999.000,-


Menyimak dari spesifikasinya saja, smartphone ini tergolong kelas mainstream menuju premium. Dari segi desain, spesifikasi prosesor yang digunakan, luas layarnya, serta yang baru dari ASUS adalah, pemanfaatan RAM sebesar 4GB dan memori internal luas sebesar 64GB. 

Lalu, di dalam paket penjualan ASUS Zenfone 4 Selfie Pro ini dapat apa saja? Dapat lumayan banyak. Ini dia yang bisa didapatkan di dalam boxnya.


Selain tentu saja unit smartphonenya, kita akan mendapatkan soft jelly case, kepala charger, kabel USB micro, earphone, SIM tray ejector, kitab manual dan kartu garansi.

Seperti biasa, rasanya kurang afdhol bila tidak dilakukan pengujian alias benchmark dengan menggunakan aplikasi yang umum dipakai oleh para reviewer, yaitu Antutu Benchmark. Dan untuk ASUS Zenfone 4 Selfie Pro ini, berhasil meraih score sebesar..


Detilnya bisa dilihat pada screenshot di bawah ini.


Secara angka, smartphone ini sudah lebih dari cukup nyaman untuk digunakan sebagai daily driver. Dan sebelum saya membahas lebih jauh soal kemampuan kameranya, apalagi dengan semboyan #WeLoveSelfieAndWefie, yang tentu saja bakalan ngeboost abis performa kamera depannya, saya akan ajak untuk lebih santai menjelajahi fitur yang umum digunakan smartphone belakangan ini.

Gaming & Media Player

Yupp! Smartphone sekarang rasanya kurang lengkap jika tidak digunakan untuk bermain. Dan game yang sempat saya coba di smartphone ini adalah Arena of Valor yang sedang panas karena beragam gimmick dan iming-iming hadiahnya.


Selain gaming, saya juga mencoba smartphone ini untuk memutar film. Ada dua tipe film yang saya coba putar di sini, yaitu film Kamen Rider dengan resolusi FullHD dalam format MP4, serta film Miss Granny dengan resolusi HD + subtitle dengan format MKV. Sebagai pembukaan, keduanya saya coba putar dengan aplikasi Video Player bawaan dari ASUS Zenfone 4 Selfie Pro. dan hasilnya bisa disimak pada video di bawah ini.

Video Kamen Rider - FullHD - Video Player


Video Miss Granny - HD720 - Video Player



Video Miss Granny - HD720 - MX Player



Biasanya, film dengan resolusi FullHD akan berjalan tersendat (pengalaman di smartphone Zenfone terdahulu), namun anehnya tidak untuk kali ini. Sedangkan format MKV memang belum sepenuhnya didukung oleh aplikasi Video Player bawaan, sehingga selain gambarnya tersendat-sendat, teks terjemahannya pun tidak muncul. Problema ini dapat diatasi jika kita memanfaatkan aplikasi Video Player lain seperti MX Player, gambar jadi lancar, teks terjemahan pun muncul dengan sempurna.

Video Recording

Untuk perekaman video dengan ASUS Zenfone 4 Selfie Pro, saya menggunakan setting standarnya, yaitu FullHD 30fps.

Hasil perekaman dengan menggunakan kamera belakang, boleh dibilang sangat memuaskan. Gambar yang ditangkap terlihat tajam, walau kondisi dalam ruangan dengan cahaya sedang saja.


Untuk perekaman dengan kamera depan, ala vlogger, hasilnya masih kurang maksimal. Ini bisa dilihat pada video yang dibuat oleh Wisnu Kumoro, yang dengan sengaja mendokumentasikan aktifitasnya seharian dengan menggunakan ASUS Zenfone 4 Selfie Pro.


Yang saya rasa ada perubahan, yaitu untuk perekaman video dengan mode Slow Motion. Jika pada seri terdahulu, perekaman mode SloMo ini dilakukan utuh selama durasi perekaman, sekarang tidak lagi. Video akan direkam dalam kecepatan normal, namun nanti akan ada semacam trimmer yang bisa kita atur, pada adegan mana efek SloMo akan diterapkan hingga berapa lama durasinya. Macam Mark-In > Mark-Out kalau di aplikasi video editing. Dan langkah ini bisa dikatakan sangat brilyan sehingga memudahkan kita untuk mengeksplorasi kreatifitas kita saat melakukan perekaman video dalam mode Slow Motion.


Audio Wizard


Bagi pengguna Zenfone, fitur Audio Wizard bukanlah barang baru, namun fitur ini selalu memberikan pembaruan signifikan, khususnya bagi penikmat musik secara mobile. Dan ASUS Zenfone 4 Selfie Pro dengan dukungan sertifikasi DTS X Headphone, menghadirkan nuansa musik pribadi langsung di kuping anda. Ya, Audio Wizard adalah preset equalizer yang memudahkan kita dalam menentukan setting audio yang sesuai dengan jenis musik yang sedang dimainkan, untuk pengalaman menikmati musik personal dengan sempurna. Ente sering dengerin musik pake hape? Kagak bakalan nyesel kalo dengerinnya pakai setelan Audio Wizard di Zenfone 4 Selfie Pro yang udah DTS X Headphone ini.

Selfie Master

Well, pada dasarnya aplikasi Selfie Master ini adalah portal bagi kalian yang ingin selfie-selfie, baik motret, rekam video, atau bahkan live streaming.


Cara menggunakannya sangat mudah dan sederhana. Tinggal pilih salah satu dari pilihan di atas, apakah Video, Camera, atau BeautyLive, lalu tekan tombol rekamnya!
Untuk pilihan BeautyLive, sekarang platform yang didukung makin bertambah.


Selain Youtube, Facebook dan Instagram, kini live bisa via Twitter juga. Masih takut nggak keliatan perfect di depan layar? Pastikan semua parameter BeautyLive pada angka 10 dan jangan lupa hidupkan LED Flash-nya.


Jika masih merasa kurang sempurna? Terima saja keadaan itu. Nasib memang bisa berubah, tapi takdir seringkali berkata lain.

Oke, selanjutnya mari kita bahas mengenai daya tahan baterainya. Membenamkan baterai tanam dengan kapasitas 3000mAh saja, Zenfone 4 Selfie Pro ini sejujurnya memiliki daya tahan pemakaian standar, umumnya smartphone. Namun durasinya bisa diperparah jika kita mengikuti banyak grup di WA dan sering melakukan aktifitas gaming atau nonton film. Tercatat selama beberapa hari belakangan ini, dengan aktifitas pemakaian standar saja, Zenfone 4 Selfie Pro ini mampu bertahan hingga kurang lebih 12 jam saja.


Standarlah pokoknya, lumayan terasa beda jauh jika mesti dibandingkan dengan lini Zenfone Max atau Zoom S yang sudah mengadopsi baterai berkapasitas 5000mAh.

Sekarang kita bahas esensi dari Zenfone 4 Selfie Pro ini, yaitu kemampuan kameranya dengan dukungan aplikasi PixelMaster 4.0 yang merupakan versi termutakhir.


PixelMaster 4.0

Di versi terbaru ini, beberapa mode yang sekiranya jarang digunakan, mulai dihilangkan. Pada kamera belakang ASUS Zenfone 4 Selfie Pro, kita dapat temukan beberapa mode berikut ini.


Dan jika kita swipe ke arah yang berlawanan, beragam preset color tone juga sudah disediakan, agar memudahkan kita dalam memilih tone warna seperti apa kiranya foto yang ingin kita hasilkan.


So, basically, untuk kamera belakang, dengan mode yang umum digunakan, selain portrait, hasil fotonya tergolong sangat baik. Hanya saja, untuk mode portrait/bokeh, ini perlu trik tersendiri. You have to be at the right spot with the right lighting. Sebab, jika tidak, maka efek blur di latar belakang tidak akan muncul. Sebelum saya tampilkan foto-foto hasil jepretan kamera belakang Zenfone 4 Selfie Pro ini, mari kita simak tampilan layar saat sedang membidik obyek fotonya.


Ada beberapa tambahan yang muncul di layar. Agar kita semua paham maknanya, biarlah saya jelaskan satu per satu berdasarkan penomoran yang ada pada gambar di atas.


1. LED Flash On/Off/Senter                             6. Settings

2. Timer 2s/5s/10s                                            7. Swap Camera Back/Front

3. Portrait Mode On/Off                                    8. Camera Button

4. Screen Ratio 4:3/16:9                                   9. Record Video Button

5. HDR On/Off/Auto

Pada mode PRO, tampilannya akan sedikit berbeda, jadi biarlah gambar yang menjelaskan segalanya.


Foto di atas adalah tampilan layar bidik dalam mode PRO, dan di sisi kanan adalah setting yang bisa kita mainkan untuk mendapatkan hasil foto layaknya fotografer professional.


Gambar paling atas adalah hasil bermain-main dengan White Balance. Gambar di bawahnya, ketika bermain-main dengan Exposure Value. Baris ke-3 saat kita exploring settingan ISO. Gambar terakhir sebelah kiri adalah efek yang didapat saat kita bermain dengan shutter-speed, sedangkan sebelah kanannya ketika kita bermain dengan fokus secara manual.

Dan berikut ini adalah beberapa foto hasil jepretan kamera belakang dengan berbagai mode.


Foto paling atas adalah mode Auto dengan fokus cukup dekat dengan obyek. Sedangkan foto pada baris kedua merupakan foto yang diambil dalam kondisi remang-remang (low light). Foto paling bawah adalah foto dalam mode portrait.

Kamera belakang sudah dibahas. Overall, hasilnya saya sangat suka. Boleh dibilang hampir setara dengan hasil foto yang diambil dengan Zenfone Zoom S lah. Sekarang, kita melipir ke kamera bagian depannya.


Kamera depan hanya memiliki 4 mode saja, dan saya yakin, yang paling sering digunakan adalah mode Beauty-nya. Oya, preset untuk color tone juga sudah sepaket.


Nah! Kali ini ada yang baru dari ASUS Zenfone 4 Selfie Pro, yaitu fitur 24MP Duo Pixel. Namun kemampuan ini hanya bisa diaktifkan saat menggunakan mode Auto pada kamera depan saja. Dan ketika mode ini aktif, maka fitur portrait mode agar hasil fotonya bokeh menjadi tidak aktif.


Gambar di atas adalah tampilan layar bidik saat 24MP Duo Pixel aktif. Ketika mode Beauty dipilih, maka resolusinya akan menyesuaikan ke angka 12MP saja.


Namun ketika mode Wide-Angle diaktifkan, resolusi kamera menyusut menjadi 4MP saja. Dan ini menurut saya tergolong fatal karena foto wefie seharusnya hasilnya tetap tajam agar setiap insan yang tertangkap kamera dapat mengenali dirinya dan teman-teman sekitarnya dengan baik. Ini berdampak langsung saat kondisi ruangan kurang cahaya.

Ada kalanya hasil foto tergolong sempurna, namun ada juga yang tampak over-exposure, seperti contoh foto di bawah ini.


Namun ada kalanya juga hasilnya pecah semrawut seperti pada foto di bawah ini.


Noise pada foto di atas terasa brutal. Ternyata kondisi cahaya dalam ruangan sangatlah berperan penting terhadap hasil foto yang kita ambil.

Untuk mode portrait/bokeh, jika obyeknya sendirian, relatif hasilnya lebih baik, walau jika kita telisik lebih jauh, masih ada bidang yang kurang rapi efek blur-nya.


Untuk selfie bokehnya sendiri, seperti saya bilang di atas, kita mesti pandai mencari spot yang tepat agar latar belakang kita menjadi buram layaknya kamera profesional.


Itulah tadi pengalaman saya selama menggunakan ASUS Zenfone 4 Selfie Pro. Banyak fitur baru yang menarik untuk digunakan, namun juga masih ada sedikit kemampuan yang perlu disempurnakan. So, agar kalian para pembaca blog ini lebih mudah memutuskan untuk membeli smartphone ini, maka ini dia rangkuman yang harus diperhatikan.

9 hal penting yang patut diperhatikan sebelum memutuskan untuk menebus ASUS Zenfone 4 Selfie Pro.

1. Desain tipis dengan metallic looks dan aksen 2 garis antena yang elegan.
2. Spesifikasi mainstream dengan RAM dan internal memori besar.
3. Sertifikasi DTS-X untuk kualitas audio yang sempurna.
4. Selfie Master, pusat kendali segala kebutuhan selfie.
5. Kamera belakang secanggih Zenfone Zoom S, tanpa kemampuan zoom optical.
6. Kamera depan dengan 24MP Duo Pixel, foto jadi lebih tajam dan jernih.
7. Mode PRO yang sangat fleksibel, menyamai kemampuan kamera DSLR.
8. Harga tergolong premium.
9. Hasil foto kamera depan terkadang masih over-exposure dan noise.

Bagaimana? Berminat untuk memiliki ASUS Zenfone 4 Selfie Pro? Saya sengaja memilih seri PRO ini karena banyak yang bilang bahwa spesifikasinya seperti Zenfone Zoom S, hanya saja kamera depannya yang dual dengan lensa wide angle. Harganya juga setara lah. Untuk kekurangan yang masih ada, harapan saya sih, bisa segera diperbaiki melalui update berikutnya, karena jika momen dan spotnya tidak tepat, hasilnya jadi cukup mengganggu. Sedangkan momen jarang sekali terulang.

Yang kepengen banget punya smartphone selfie nan keren ini, bisa kunjungi Official Store ASUS di Lazada. Klik aja linknya! Oke? Sampai jumpa lagi di review saya berikutnya.