Hebohnya MY+ Indonesia Gathering Regional Jakarta


Ecology Kemang Bistro, jadi lokasi yang saya tuju pada hari Minggu kemarin. Alhamdulillah, dapat undangan untuk hadir berkumpul bersama komunitas MY+ Indonesia, yaitu komunitas pengguna smartphone Meizu, yang kali ini merupakan kali ke-3 bagi mereka untuk berkumpul. Saya, hadir sebagai undangan dari pihak blogger.

Jam 10 pagi, cuacanya hujan deras. Saya berangkat cukup awal karena memang ingin melewati jalur yang tidak biasa saya lalui, antisipasi jika harus tersesat karena tak tahu jalan. Namun ternyata, hujan yang membuat saya mesti berhenti, berteduh sejenak di bawah rindangnya pepohonan di tepian jalan Bangka Raya. Padahal, lokasi yang saya tuju, tak lebih dari 100 meter lagi di hadapan. Namun derasnya hujan, akan membuat seluruh tubuh ini basah kuyup tak berdaya (gak bawa ganti).

Gerimis menjelang, saya menuju lokasi registrasi, lalu mencari spot ternyaman untuk menunggu kehadiran rekan undangan yang lainnya. Tak hanya komunitas pengguna smartphone Meizu saja, dari media, dan komunitas lain, bahkan undangan yang mendaftar melalui media sosial Meizu, walau bukan pengguna smartphonenya, juga ikut hadir.

Kurang lebih nyaris 2 jam lamanya, acara pun dibuka (paksa) oleh mbak MC yang ceria, sembari memperkenalkan para undangan yang hadir di venue. Setelah semua diabsen, kelompok tari KStars mempersembahkan tarian mereka dengan iringan lagu dari girlband Korea terkenal, SISTAR. Liukan tubuh para penari yang luwes mengundang decakan, entah kagum atau malah napsu :) Yang jelas, penampilan mereka memberikan nuansa dan kehangatan di hari yang dingin karena hujan pada pagi itu.


Selepas penampilan dari KStars, dilanjutkan dengan perkenalan dengan para member Female Fighters alias ffgaming, yang merupakan kelompok gamers wanita. Di sini mereka diberikan pertanyaan mengenai smartphone idaman untuk bermain game secara mobile.


Lanjut maju ke panggung adalah Mas Joffino dari JalanTikus. Beliau dengan bangga memamerkan unit Meizu barunya, yaitu M6s yang punya beberapa perbedaan signifikan dengan seri M6 sebelumnya, yaitu antara full-view display serta penempatan fingerscan di bagian samping. Kecepatan bacanya pun menakjubkan, hanya 0,02 detik saja. 


Selanjutnya yang digeret ke depan adalah Mas Epi dari JalanTikus juga. Di sini dia memamerkan unit Pro 7 Plus (kalo nggak salah) yang punya keunikan desain HQQ. Layarnya nggak cuma di depan saja, tapi juga di belakang. Ntar deh, detilnya saya munculin di bawah.


Lihatlah! Mereka selfie bareng pake kamera belakang. Ini sebuah inovasi yang cukup mutakhir. Walau selfie bokeh sudah mulai jamak di jajaran smartphone terkini, namun adanya layar belakang, bukan hanya sekadar gimmick selfie belaka, tapi juga berguna saat sedang rapat, notifikasi yang muncul cukup silent. Dan ya, layar belakang mungilnya itu touchscreen juga lho.

Lanjutgan! Jangan kasih kendor. Sesi berikutnya adalah sharing antara Epi dari JalanTikus dan Audrey dari ffgaming. Di sini mereka ngobrol soal smartphone gaming dan fitur apa saja yang diperlukan di dalamnya.


Pada intinya sih, yang gamer inginkan adalah smartphone yang punya performa bagus, baterai besar supaya bisa main lama, serta nggak panas saat digunakan untuk bermain lama. Selain itu, fitur untuk memblokir panggilan telpon serta notifikasi yang mungkin mengganggu konsentrasi juga jadi fitur yang wajib ada.

Saatnya makan siang! Tampak di area tengah, Yukavers, fans-nya Yuki Kato, pesohor kenamaan Indonesia yang juga endorser dari Meizu, tampak bercengkrama dengan riang gembira, sembari santap siang.



Mereka kompakan pake pakaian bernuansa pink, nggak cewek nggak cowok. Sungguh kompak dan solid sekali.

Sesi selanjutnya adalah kesan dari Mas Mouldie dari SobatHape, mengenai acara gathering Meizu ini, karena beliau sudah beberapa kali hadir sebelumnya. Menurut beliau, event kali ini adalah yang teramai dan terheboh, karena memang jumlah undangan yang hadir lebih banyak daripada sebelumnya. Selain itu juga, komunitas yang diundangn bukan semata pengguna Meizu, tapi juga khalayak umum yang penasaran dengan produk smartphone Meizu yang 'kabarnya' akan dirilis beberapa waktu mendatang. Maaf, karena sedang makan, Mas Mouldy nggak sempet difoto pas lagi di depan :) Tapi masih tetep nyimak kok yang diomongin.

Next adalah yang ditunggu-tunggu oleh para Yukavers, yaitu kehadiran Yuki Kato, yeey!


Di sesi ini, Yuki cerita soal pengalamannya menggunakan smartphone Meizu. Udah gitu, dia juga bilang, betapa dirinya sangat nggak bisa aktifitas tanpa kehadiran smartphone di sisinya. Pernah suatu ketika, Yuki udah jalan dari rumahnya, mau masuk tol, baru keinget kalo smartphonenya, 3 biji, ketinggalan di rumah karena sedang di-charge. Dan nggak pake ragu, Yuki langsung balik arah menuju rumahnya, untuk ngambil smartphone yang ketinggalan, walau harus buang waktu selama kurang lebih 1 jam lebih di perjalanan. Dan saya yakin, kita semua juga akan merasakan hal yang sama, ada yang kurang saat smartphone kesayangan kita ketinggalan atau nggak sedang berada di dekat kita.

Selepas sesi chit-chat bareng Yuki Kato selesai, semua undangan diminta untuk foto bersama, dengan mengenakan kaos putih dari Meizu.. Biar kompakan, kita semua seragam. Lihat betapa gembiranya para undangan berfoto bersama Yuki Kato di tengah-tengah mereka..


Acara belum benar-benar berakhir, karena paling buncit ada pengumuman pemenang lomba posting di media sosial dengan tagar #meizufansjkt. Dan ini dia para pemenang yang beruntung.


Gimana? Seru banget kan suasananya? Gathering ini, menurut Meizu, akan secara rutin diselenggarakan, sekaligus sebagai usaha sosialisasi produk-produk smartphone Meizu terkini, baik yang baru rilis di kancah internasional, maupun yang akan segera rilis untuk pasar Indonesia.

Sebagai bocoran, saya sempet megang² beberapa unit yang menurut perkiraan akan segera memasuki pasar Indonesia, yaitu Pro7 dan M6. Namun, hati ini berharap, M6s yang akan meramaikan pasar domestik Indonesia di awal tahun 2018 ini.

Pro7

M6
Maaf, belum banyak yang bisa saya share pada kesempatan kali ini. Namun semoga, kelak setelah unitnya rilis dan ada di tangan saya, bisa saya bagi hasil pengalaman penggunaan melalui tulisan review saya nanti. Yang jelas, built quality kedua unit ini tergolong cukup baik, bahkan nyaris premium untuk Pro7. Gimana nggak penasaran coba? OK, tunggu saja review saya mengenai smartphone Meizu nanti.

Salam kompak persahabatan selalu, sampai jumpa..





SHARP Raih Penghargaan Global Top Brand untuk Produk TV dan Smartphonenya.


Di ajang Consumer Electronic Show (CES) yang baru lalu, tepatnya pada tanggal 10 Januari 2018 di Las Vegas, International Data Group (IDG) dan majalah elektronik TWICE, menyelenggarakan event "2017-2018 Global Top Brands". Teknologi mutakhir yang diterapkan oleh SHARP pada produknya, mampu meraih dua penghargaan yang luar biasa pada ajang ini, yaitu "The Best Full Screen Smartphone Innovation Award 2017" untuk produk smartphone SHARP mobile AQUOS S2, dan I untuk produk TV layar datar SHARP lcd-70sx970a 8K TV. Penerimaan kedua penghargaan tersebut diwakili oleh Dr. Jacob Chen, selaku VP Foxconn Technology Group.

Kekuatan Inovasi Sharp mobile

Penghargaan SHARP AQUOS S2 sebagai "The Best Full Screen Smartphone Innovation Award 2017" menunjukkan kekuatan teknologi inovatif yang diusung pada layarnya, yaitu FFD (Free Form Display) Full Screen Technology. Teknologi ini memungkinkan penempatan posisi kamera depan tetap di bagian atas walau menggunakan layar fullscreen. Dan teknologi ini menjadi solusi untuk kamera depan pada smartphone yang mengadopsi layar fullscreen pada desainnya, yang merupakan inovasi utama dari SHARP AQUOS S2.


Desain bezel ultra-slim pada tiga sisi layarnya, mampu meningkatkan rasio screen-to-body hingga 87,5%, terobosan yang sangat signifikan bagi perkembangan  desain ponsel dunia. Penghargaan yang diterima oleh SHARP untuk AQUOS S2 ini boleh dibilang, tidak hanya memimpin inovasi pasar domestik semata, namun juga di ajang inovasi teknologi internasional, berkat pengakuan media global dan sertifikasi bertaraf internasional.


8K Display Technology, Inovasi SHARP di bidang Televisi

SHARP meraih penghargaan "Innovation Technology Contribution Award" melalui produk TV 8K pertama di dunia. SHARP yang juga dijuluki sebagai "The Father of LCD" ini, berhasil menyatukan beragam teknologi mutakhir pada produk SHARP lcd-70sx970a 8K TV ini. Adapun teknologi tersebut antara lain adalah resolusi yang mencapai 16 kali lipat bila dibandingkan dengan TV 2090P standar, warna yang lebih cerah, 120 frame per detik, rentang gamma lebih lebar, serta bebas cadmium.

Tahun 2018 adalah tahun perdana untuk ekologi 8K, oleh sebab itu, ke depannya, SHARP berkomitmen untuk mengembangkan ekologi 8K dengan dukungan Foxconn, meluncurkan 8K eco-industry secara sinergi, mulai dari penyedia konten 8K, editing konten 8K, penyimpanan, transmisi, hingga tahap penyiaran konten 8K, yang dikemas dalam rantai industri 8K+5G. SHARP mengajak dunia untuk menikmati tayangan dalam ekosistem 8K Super HD Vision

SHARP dengan dukungan Foxconn, memiliki produk-produk yang inovatif serta diperkuat dengan strategi branding yang kompetitif. Sebagai bocoran informasi, Bapak Johnny Lin, selaku Country Director SHARP Mobile Indonesia, menyatakan bahwa produk inovatif mereka, SHARP AQUOS S2, akan segera hadir meramaikan pasar smartphone Indonesia dalam waktu dekat di tahun 2018.

Tunggu informasi peluncurannya, semoga saya juga bisa melakukan in-depth review pada produk terbaik SHARP AQUOS S2 sesegera mungkin setelah dirilis nanti.

Salam kompak persahabatan selalu..

ASUS X555QA dengan Prosesor AMD, Bikin Kerjaan Kantor atau Tugas Sekolah Jadi Lebih Pede

"Pah! Laptopku rusak lagi. Powernya nggak bisa dihidupin."
Kalimat sederhana itu menyentak sanubariku, membawa sedikit emosi ke dalam kata-kata. "Lho? Bukannya laptop itu baru saja Papa servisin? Supaya kamu bisa ujian? Kok bisa rusak?" Sahutan sang Mama terdengar dari dalam kamar, "Itu anaknya pake laptop buat nonton KPop di atas kasur! Bukan dipake buat belajar."


Laptop itu, adalah laptop satu-satunya yang kami gunakan secara bersama. Ketika musim raker tiba, atau saat event bloger yang mewajibkan untuk membawa laptop sebagai sarananya, maka laptop itu saya yang menggunakan. Demikian pula ketika musim ujian sekolah tiba, giliran anak saya yang memanfaatkannya untuk mengerjakan soal-soal ujian yang memang diselenggarakan secara online. Ketika laptop satu-satunya rusak, maka ada dua orang yang akan terganggu kepentingannya.

Solusi pertama yang terpikir adalah memperbaiki laptop tersebut ke tempat servis yang terpercaya, yang dikelola oleh teman lama saya di masa overclocking prosesor jadi primadona. Namun tentu saja, lamanya waktu perbaikan tidak dapat diperkirakan karena terkait banyak faktor, ketersediaan suku cadang dan waktu pengerjaan. Memang laptop ini sudah cukup berumur, hampir 3 tahun lamanya, namun spesifikasinya masih cukup memadai untuk mendukung pekerjaan saya karena sudah menggunakan prosesor dengan 4 inti.


Solusi kedua adalah membeli laptop baru, yang bisa kami gunakan bersama. Tentu saja secara spesifikasi harus bisa memenuhi kebutuhan saya sebagai prioritas utama, dan barulah kemudian kebutuhan anak saya dalam mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Dan inilah saatnya untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai laptop yang cocok untuk kebutuhan kami, dan tentu saja sesuai dengan anggaran kami. Untuk memudahkan pilihan, saya mempersempit anggaran belanja laptop di kisaran harga 4 hingga 6 jutaan Rupiah saja. Dari kategori ini saja, beragam pilihan merk dan spesifikasi, cukup banyak yang muncul sebagai hasil pencarian.


Dari sekian banyak pilihan tersebut, mata dan hati saya tiba-tiba tertuju pada sebuah laptop yang memiliki kode X555QA dari ASUS. Sebuah laptop dengan prosesor AMD A10 dan chipset grafis AMD Radeon R5.

"Kenapa AMD Mas? Kan AMD panas?"

Demikian pertanyaan yang sering dilontarkan saat mendengar kata AMD, mirip dengan citra ASUS Zenfone karena menggunakan prosesor netbook saat pertama kali diluncurkan beberapa tahun silam. Perkenalan saya dengan AMD bukan terjadi 1-2 tahun belakangan, namun sejak jaman kuliah, di mana saat itu saya merakit komputer pertama saya dengan menggunakan prosesor AMD K6-2. Kemudian di masa akhir kuliah, saya sempat menggunakan AMD Barton 2000+ Gold Batch yang ditarik hingga 2,2 GHz untuk menyelesaikan skripsi saya. Jadi, AMD bukanlah prosesor yang asing bagi saya. Jadi, kembali kepada pertanyaan, kenapa AMD? Jawabannya sederhana, karena di rentang harga yang sama, laptop atau komputer dengan prosesor AMD memberikan spesifikasi dan performa yang lebih tinggi dibandingkan dengan prosesor dari kompetitornya. Tunggu! Jangan langsung percaya dan menelan mentah-mentah informasi ini! Karena sebentar lagi saya akan menjabarkan alasan saya untuk memilih laptop ASUS X555QA ini.


ASUS X555QA menggunakan prosesor AMD A10-9620P, yang memiliki 4 inti prosesor (Quad Core) bekerja pada kecepatan 2,5 GHz. Memiliki konsumsi daya maksimal sebesar 15 Watt saja, kecepatan prosesor AMD A10 ini bisa digenjot lagi hingga mencapai 3,4 GHz. Konsumsi daya yang rendah, akan mempengaruhi daya tahan baterai saat digunakan, serta panas yang dihasilkan juga relatif lebih rendah. Kurang lebih hingga 10 jam untuk aktifitas web browsing, cukup untuk bekerja seharian tanpa harus kuatir cari colokan listrik dan perangkat pendingin tambahan.


Chipset grafis Radeon R5 yang digunakan oleh laptop ASUS X555QA ini juga tergolong tangguh untuk kelas entry. Performanya lebih tinggi daripada chipset FX-8800P yang merupakan kelas flagship di tahun sebelumnya. Apa keuntungan menggunakan chipset grafis dedicated seperti ini? Pekerjaan berat yang menyiksa grafis seperti bermain game 3D atau rendering animasi akan lebih terbantu sehingga prosesnya lebih singkat dan tampilannya jauh lebih memanjakan mata. Hal ini menjadikan ASUS X555QA ini sebagai laptop yang serbaguna, mau dipakai untuk bekerja bisa, hiburan juga ulala, lancar jaya. 


Lebar layar juga menjadi pertimbangan, karena ukuran yang nyaman untuk mata saat bekerja atau menikmati hiburan, minimal adalah 15 inci. Dan laptop ASUS X555QA ini memiliki bentang layar seluas 15,6 inci dengan resolusi HD, rasio 16:9 Wide, NTSC. RAM yang terpasang sebesar 4 GB berjenis DDR4, menjamin multi-tasking tetap lancar dan berjalan mulus. Kapasitas harddisk yang tersedia sangat luas, yaitu sebesar 1 TB bertipe SATA. Mau simpan foto, video atau sekadar dokumen, dijamin sisanya masih banyak. Layar, RAM dan harddisk yang tepasang pada laptop ini, tergolong cukup lega untuk kebutuhan komputasi jaman now.


Urusan konektivitas, tidak dipandang sebelah mata. Beragam teknologi terkini, disematkan pula di dalam laptop ASUS X555QA ini. Nggak percaya? Yuk kita daftar satu demi satu. Yang pertama adalah Wifi class n, lalu port Gigabit LAN tipe RJ45, lalu Bluetooth versi 4.0 untuk komunikasi nirkabel. Selanjutnya juga tersedia USB port 3.0, SDCard Reader untuk transfer foto dari kamera, port HDMI untuk keluaran gambar yang lebih tajam dan jernih. Selain itu tentu saja port lain seperti USB 2.0, combo jack audio serta port VGA masih disediakan di sini, juga satu hal yang penting nggak penting, yaitu adanya Super-Multi DVD-RW berkecepatan 8x. Kenapa saya bilang penting nggak penting? Karena di era sekarang ini, instalasi aplikasi banyak yang disediakan secara online, namun terkadang kita masih memerlukan adanya DVD-RW ini untuk instalasi sistem operasi misalnya, atau aplikasi original lain yang mungkin kita miliki kepingan cakram instalasinya. Selain itu juga, DVD-RW ini bisa digunakan untuk menyalin data kita, entah foto, video atau dokumen tugas/pekerjaan, untuk dibagikan kepada pihak lain yang memerlukan. Keberadaan DVD-RW ini jadi nilai tambah sebagai pertimbangan dalam memilih dan membeli laptop, karena belakangan ini, bentuk laptop makin tipis dengan meniadakan kehadiran DVD-RW di sana.


Sekarang ini, jika kita membeli laptop, sudah jauh lebih enak. Kenapa? Karena sekarang semua laptop ASUS sudah terinstalasi sistem operasi Windows 10 yang dijamin keasliannya. Jadi bisa langsung digunakan segera. Selain itu, dengan menggunakan Windows 10 asli, kita tidak akan merasa was-was dan kuatir ketika harus bepergian ke luar negeri. Fitur lain seperti Windows Helo dan Cortana juga langsung bisa dimanfaatkan pada laptop ini. Dan jika ada upgrade terbaru dari Windows 10, laptop ini akan langsung mendapatkannya. Enak tenan kan?


Nah! Itulah tadi alasan mengapa akhirnya saya memilih laptop ASUS X555QA untuk memenuhi kebutuhan saya dan kebutuhan sekolah anak saya. Semoga informasi ini bisa membantu siapa pun yang sedang kebingungan untuk menentukan laptop yang mana yang kiranya sesuai untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak, atau tugas kita sehari-hari.

"Kak! Pesan papa, nanti kalau laptopnya sudah datang, tolong dijaga dengan baik. Supaya ketika papa perlu, atau kamu perlu, laptopnya bisa digunakan dengan lancar."

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Menu Berbahan Telor di Rumah Telor ayaHayam Pasar Santa


"Mang, maksi yuk?"
"Rencana maksi di mana?"
"Pasar Santa, mau?"

Itulah sekelumit percakapan awal di WA, ketika kawan saya mengajak makan siang di sana. Sesungguhnya, saya jarang sekali makan siang di lokasi yang agak jauh dari kantor, selain pas ada acara undangan yang biasanya diselenggarakan di hotel. Namun ajakan ini langsung mengingatkan saya pada keberadaan sebuah tempat berjudul Rumah Telor yang dimiliki oleh seorang kawan. Oke, selepas sholat Dzuhur, kami pun segera berangkat menuju ke lokasi.

Rumah Telor ini adalah sebuah tempat usaha dagang telor, yang mana merupakan perpanjangan distribusi dari peternakan ayaHayam milik teman saya, MC Fredy, begitu saya memanggilnya. Saya mengenal dia sebagai MC di setiap event ASUS Indonesia. ayaHayam sendiri merupakan peternakan ayam petelur di sebuah kota di Tasikmalaya, Jawa Barat. Nah! Rumah Telor sendiri, selain berperan sebagai bandar telor pertama dan satu-satunya di Pasar Santa saat ini, menyajikan beragam menu makanan dan minuman berbahan telor, yang diyakini memiliki khasiat tersendiri untuk tubuh manusia yang mengkonsumsinya.

Daftar Menu Makanan

Aneka Macam Minuman

Dengan semangat '45 karena lapar sudah menjelma, saya memesan Tamago Kake Gohan. Namun sayang, telor yang diolah khusus untuk menu tersebut sedang habis, sehingga menu ala Jepang belum dapat saya cicipi. So, pilihan jatuh pada Paket Kenyang dan Juice Pinang Muda. 


Telor setengah matang jadi pilihan saya untuk santap siang saat itu. Kenapa setengah matang? Karena sensasi kesegaran telornya lebih terasa saat disajikan setengah matang. Dan memang benar, sajian ini nggak ada terasa amis sama sekali. Ajaib!

Paduan sambel yang diulek saat itu juga, menambah selera saat sedang menikmati telor setengah matang tadi. Saya memilih level sedang dengan 9 butir cabai, sedangkan rekan saya 15 butir cabai. Walau pun sedang, ternyata buat saya, sambel tersebut masih tetap terasa pedasnya. Mantab!


Dengan perasaan ngowos karena mulut kepedesan, segelas jus pinang muda, siap mendinginkan suasana yang mulai terasa gerah dan panas.


Kebayang nggak, jus yang dingin di mulut, namun terasa hangat di perut, tapi non alkohol? Jus pinang muda yang merupakan ramuan tradisional masyarakat Padang, diyakini memiliki khasiat untuk para lelaki baik jomblo maupun sudah berkeluarga. Rasanya seger banget, hanya saja ada butiran kasar buah pinang yang buat saya terasa mengganggu, karena biasanya kalo ngejus itu selalu halus seperti smoothies. Next time kalo ke sini lagi, saya minta disaring dulu ah jusnya.. Biar enak pas nenggaknya, boleh kan Mang?

Sebagai pencuci mulut, disajikan 2 butir telor asin yang dipotong separuh. Namun karena Paket Kenyang ini beneran bikin kenyang, hanya setengah butir saja yang sanggup saya habiskan.


Secara harga, boleh dibilang, menu yang ditawarkan tergolong sangat terjangkau. Sensasi rasanya juga punya keunikan tersendiri. Walau pun aslinya, Rumah Telor ini jualan telor mentah, namun kalo kalian kelaperan, tinggal minggir sedikit, pesen deh menu yang diinginkan. Semoga kelak menu masakan ala Jepangnya bisa ready setiap saat kita pengen ya Mang?

Buat yang penasaran, kalo mau mampir ke Rumah Telor, adanya di Pasar Santa lantai Basement. Gampang banget ketemunya, karena lokasinya relatif di tengah, deket tangga turun. Jangan lupa pantengin instagramnya di 
https://www.instagram.com/rumah.telor/ 
sama 
https://www.instagram.com/aya_hayam/ 
untuk informasi menu atau promosi terkini.


Oke, sekian dulu tulisan dari saya. Jumpa lagi kelak di tulisan saya berikutnya.

Salam kompak persahabatan selalu.

Begini Cara Migrasi Kartu XL 3G ke 4G Secara Mandiri


Kami sekeluarga, mayoritas menggunakan kartu XL di dalam smartphone kami masing-masing. Dan bukan kebetulan jika saya merupakan pengguna layanan 4G pertama di dalam keluarga. Kurang lebih setahun yang lalu, kartu SIM istri saya juga hijrah ke 4G, karena kami berdua menggunakan layanan pasca bayar, dan saat itu layanan 3G mulai berkurang kuotanya, sehingga saat itu, saya memutuskan untuk sekalian mengganti kartu SIM istri saya dari 3G ke 4G di XL Center Lotte Mart.

Dan kemarin adalah giliran kartu SIM anakku yang pertama. Sejak dirinya memasuki jenjang pendidikan menengah, kami telah memberikan fasilitas smartphone agar anak kami bisa berkomunikasi dengan kami, orangtuanya, serta untuk kepentingan pendidikan, khususnya komunikasi dengan guru dan teman-teman sekolahnya. Gaya pendidikan jaman sekarang, memang jauh berbeda dengan masa kami dahulu. Sekarang ini, guru memberikan tugas, mengingatkan jadwal ujian, semuanya melalui grup chat, baik Line maupun WA. Nah, berhubung sejak awal, kartu SIM anak kami masih 3G, sehingga kami merasa, banyak jatah kuota 4G yang tidak terpakai walau kami membayarnya. Untuk itu, saya mencoba mencari tahu cara migrasi layanan 3G ke 4G untuk kartu SIM berjenis layanan Pra Bayar. Dan hasil referensi dari teman-teman saya di grup, merujuk pada alamat situs ini.

"https://www.xl.co.id/id/for-you/news-and-promo-detail/992/Upgrade-4G-SIM-Card-Sendiri"
Sepintas tampak tidak sulit, alur prosedurnya tergambar jelas melalui grafis yang terpampang di sana. Namun ternyata, kenyataannya, ada sedikit kendala yang saya akan bagi informasinya sesaat lagi.

Pertama-tama, kita bisa lakukan pemeriksaan terhadap kartu SIM yang sekarang digunakan, untuk memastikan bahwa kartu tersebut benar-benar belum mendukung layanan 4G, yaitu dengan mengetikkan *123*817#


Jangan lupa siapkan 1 kartu SIM perdana baru. Karena saya niat migrasi, jadi saya beli kartu perdana yang polos tanpa paket maupun pulsa. Pastikan kartu perdana tersebut sudah 4G. Itu penting!



Nah! Kartu SIM kita potek dahulu sesuai dengan jenis yan didukung oleh hape kita, apakah itu normal, micro atau nano. Kartu jaman sekarang, sudah ada garis pre-cut sehingga memudahkan untuk memotong, tanpa harus pakai bantuan SIM card cutter lagi. Nice. Oke! Kartu SIM baru sudah siap, saatnya melakukan langkah-langkah berikut ini :



Langkah pertamanya adalah mengetikkan kode *123*46# lalu mencabut SIM Card. Di sini tidak ada penjelasan apakah hape harus dimatikan atau tidak, jadi saya beritahukan bahwa kondisi hape tetap hidup. Setelah mengetikkan kode tersebut, tunggu sampai dapat SMS seperti di bawah ini.


Setelah dapat SMS, segera keluarkan kartu SIM lama anda, dan segera masukkan kartu SIM yang baru, yang sudah 4G, kemudian ketik kembali kode yang sama, yaitu *123*46#

Pada tahap ini, sebelum restart, hape akan meminta registrasi. Jadi, lakukan saja registrasinya, karena menurut CS @MyXLCare di Twitter, kartu baru harus dalam kondisi teregistrasi terlebih dahulu agak proses migrasinya lancar. Jangan kuatir nomor lama gagal pindah, justru jika kita menunda registrasi, nomor yang aktif adalah nomor yang baru. Jadi, pastikan untuk REGISTRASI kartu SIM yang baru.

Setelah registrasi, hape mesti kita restart. Hal pertama yang saya lakukan adalah, menjalankan aplikasi MyXL untuk memastikan semuanya berfungsi normal, tapi ini bukan yang utama. Justru hal utama yang mesti kita lakukan adalah mengetikkan kode *123*817# untuk memastikan proses migrasi tadi berhasil. Apa buktinya jika migrasi berhasil? Pertama adalah, nomor hape-nya tetap sama dengan saat masih 3G, bukan nomor kartu perdana yang kita beli. Kedua, kartu sudah mendukung layanan 4G. Sebelumnya kan, kartu masih belum mendukung 4G.


Agar lebih yakin, lakukan tes kirim SMS atau telpon ke nomor kita yang lain, untuk meyakinkan bahwa nomor tersebut tidak berubah. Lalu kita cek paket layanan internet yang sebelumnya banyak kuota 4G tidak terpakai, apakah masih aktif atau hangus, melalui aplikasi MyXL.


Indikator jaringan yang tadinya H+ juga sudah berganti ke 4G.


Nah! Proses migrasi secara mandiri sudah selesai. Sangat mudah seandainya informasi yang tertera di situs resmi-nya cukup detil. Semoga tulisan saya kali ini bisa memberikan pencerahan bagi siapa saja yang ingin melakukan migrasi kartu XL Pra Bayar dari 3G ke 4G. Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya..

Salam kompak persahabatan selalu..

Review Honor 8A Cocok untuk Daily Driver?

Alhamdulillah, akhirnya saya kembali menggunakan smartphone Honor untuk kebutuhan sehari-hari. Kali ini saya akan berbagi informasi sel...

Top Artikel Masekorner