Bisnis Co-Learning Space sebagai Solusi Adaptasi Pembelajaran di Masa Transisi Disrupsi Teknologi Pendidikan Akibat Wabah COVID-19

  Sudah satu tahun lebih wabah COVID-19 menerpa bumi pertiwi, Indonesia. Sejak saat itulah segala kebiasaan dalam beraktivitas harus berubah...

Resolusi untuk Kehidupan yang Lebih Terarah

 


Momen akhir tahun biasanya menjadi momen evaluasi bagi setiap orang. Apa saja pencapaian yang telah diraih selama setahun terakhir dan bagaimana cara mencapai hal tersebut. Apakah sudah puas dengan segala pencapaian yang sudah diraih? Atau justru masih jauh dari rasa puas? Atau mungkin, semua rencana yang sudah disusun rapi, tidak ada yang terwujud karena satu dan lain hal? Ada dua hal yang bisa dilakukan dalam mengakhiri tahun ini dan menyambut tahun yang baru, yaitu dengan membuat resolusi. Namun sebelum itu, apa sih maksud dari kata resolusi? Lalu, seperti apa resolusi yang baik dan efektif?

Arti Kata Resolusi

Menurut KBBI, resolusi merupakan suatu putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.


Arti kata resolusi menurut KBBI.

Namun dalam konteks yang lebih personal, resolusi adalah daftar tujuan/keinginan/rencana yang diharapkan dapat diwujudkan dalam periode satu tahun ke depan. Resolusi merupakan bagian dari rencana kehidupan, dan banyak hal yang bisa dijadikan sebagai resolusi. Beberapa diantaranya mungkin adalah keinginan untuk memiliki rumah sendiri, memiliki toko/kios sendiri, berangkat/memberangkatkan umroh/haji, atau hal-hal lain yang lebih abstrak seperti memperbaiki komunikasi dengan pasangan atau keluarga.

Pentingnya Memiliki Resolusi

Resolusi bisa dipahami sebagai tujuan jangka pendek, yah mungkin tidak terlalu pendek karena biasanya diniatkan tercapai dalam tempo satu tahun. Tetapi, waktu berjalan dengan cepat tanpa kita sadari. Resolusi bisa diibaratkan seperti GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) yang diimplementasikan untuk diri sendiri. Resolusi berfungsi sebagai panduan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan di awal tahun. 

Dengan memiliki resolusi dan berusaha mewujudkannya melalui aksi nyata, dapat menjaga kita dari kemungkinan terbuangnya waktu untuk hal-hal yang sia-sia belaka. Selain itu, memiliki resolusi ternyata juga memberikan dampak positif terhadap emosi, di mana timbul rasa bahagia saat melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Ibarat sedang melakukan pendekatan sama gadis idaman, begitu saja rasa hati sudah bahagia meskipun kita belum tahu hasil akhirnya, bakal jadian atau dianggap hanya sekadar teman.

Pada kenyataannya, mewujudkan resolusi tidak semudah menuliskannya. Resolusi bagaikan sekadar wacana belaka, ada yang tercapai, banyak yang terbengkalai. Secara bercanda, seorang kawan beberapa tahun silam pernah menyampaikan dalam bentuk tulisan.

Contoh resolusi dari seorang teman.

Ya, seringkali resolusi gagal dilaksanakan dan berlalu begitu saja. Entah karena teralihkan dengan kesibukan lain, atau memang tujuan yang ingin dicapai terlalu jauh tinggi di awang-awang. Berikut ini saya ingin berbagi tips dalam membuat resolusi.

| Tetapkan Resolusi Skala Kecil Dahulu

Hal-hal besar tidak terwujud dalam sekejap. Hal-hal besar terwujud dari sekumpulan hal-hal kecil yang memiliki kesamaan tujuan. Tetapkan tujuan dalam lingkup paling kecil, tentukan langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan tersebut, dan niatkan dalam hati serta pegang teguh komitmen untuk mewujudkannya.

| Resolusi Harus Spesifik dan Konkrit

Ini penting agar kita bisa fokus dan istiqomah dalam melakukan aksi/tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Contohnya : resolusi 2021 punya laptop baru dengan merk ASUS tipe ZenBook seharga 25 juta. Maka secara logika kita bisa melakukan langkah konkrit dengan menabung sebanyak 2 juta rupiah dari penghasilan setiap bulan dan sisanya diambil dari THR (jika dia seorang karyawan). Atau jika dia seorang wirausahawan, pengusaha roti dan kue misalnya, target penjualan tiap bulan mesti mencapai minimal 4 juta rupiah agar keuntungan yang diperoleh bisa digunakan untuk membeli laptop tersebut. Agar target penjualan tercapai, bisa dilakukan dengan melakukan promosi melalui berbagai platform media sosial atau WhatsApp Group, diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi sesuai target yang ingin dicapai.

| Resolusi Sebaiknya Ditulis

Tuliskan resolusimu!

Pernah dengar istilah afirmasi? Afirmasi adalah kalimat yang ditujukan untuk mempengaruhi pikiran sadar dan bawah sadar, sehingga pada gilirannya mempengaruhi perilaku, pola pikir, kebiasaan dan lingkungan. Menurut KBBI, afirmasi adalah penetapan yang positif, sebuah penegasan, serta peneguhan. Resolusi yang ditulis, bisa menjadi afirmasi, pengingat akan tujuan, serta memperkuat komitmen dan keyakinan. Jika kita sedang merasa lelah, lemah, membaca kembali resolusi yang kita tuliskan, bisa menjadi tamparan halus agar kita kembali fokus pada tujuan.

| Apresiasi Diri untuk Setiap Pencapaian yang Terpenuhi

Meski umumnya resolusi dirancang untuk satu tahun, namun tidak mustahil beberapa poin diantaranya dapat terwujud dalam tempo yang lebih singkat. Ini manfaatnya menyusun resolusi dalam skala kecil, sehingga setiap pencapaian yang terjadi, layak untuk mendapatkan apresiasi. Adapun bentuk apresiasinya bisa beragam, ada yang syukuran bersama keluarga atau teman, membeli sedikit hadiah kecil untuk diri sendiri, menonton konser atau film kesukaan. Perlu diingat bahwa setiap keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan, kelak akan memberikan rasa percaya diri yang diperlukan dalam menyongsong masa depan. Yes! I can do this!

| Kegagalan Bukan Akhir Segalanya

Kegagalan bukan akhir segalanya.

Jika ada satu atau dua poin resolusi yang belum berhasil diwujudkan, jangan terlalu sedih berkepanjangan. Sepanjang usaha kita sudah maksimal dalam mewujudkan tujuan tersebut, mungkin ada faktor lain di luar sana yang membuat usaha kita sedikit tertahan. Yah, manusia berencana, namun TUHAN yang menentukan. Meski banyak yang mengatakan, “Usaha tak akan mengkhianati hasil,” tetapi yang lebih utama adalah, upaya maksimal sebagai ikhtiar, lalu berdoa dan biarkan kuasa TUHAN yang menunjukkan hasilnya. Masih ingat kutipan dari teman saya di atas tadi? Bahwa bisa jadi resolusi yang gagal di tahun ini, akan menjadi resolusi di tahun depan, dengan sedikit modifikasi.

Lalu, apa resolusi saya untuk tahun 2021 ini?

Secara umum, setelah setahun mengalami wabah covid-19 yang membuat seluruh kebiasaan dalam beraktivitas berubah, resolusi saya hanya satu, survive/bertahan! Lho? Itu kan terlalu umum, tidak spesifik dan konkrit? Iya, memang, kan belum saya break-down jadi bagian yang lebih kecil. 

Jujur saja, menjalani kehidupan sehari-hari sejak awal pandemi terasa berat dan berbeda. Usaha roti yang kami jalani mengalami pasang-surut yang cukup drastis, apalagi sejak pandemi, kami tidak bisa gelar lapak di halaman seperti biasanya. Semua aktivitas jual-beli dan transaksi dilakukan secara online dan berdasarkan pesanan. Bertahan! Bukan berarti kami diam saja menerima keadaan. Kami tetap membuka pesanan roti setiap minggu dua kali. Selama tidak ada pesanan, istri juga cukup aktif mengikuti kursus baking secara online, memperbanyak pengetahuan mengenai resep-resep baru untuk menambah varian roti yang kami miliki. Dan resolusi yang sedang kami upayakan adalah memiliki oven dan lemari proofer yang lebih mumpuni untuk meningkatkan kapasitas serta mempersingkat proses produksi, yang kelak membuat kami tidak perlu begadang lagi. Iya dong, kesehatan tetap harus diutamakan. 

Ilustrasi kursus baking secara online dengan ZenBook Flip S.

Alhamdulillah, resolusi tahun lalu, yaitu ganti kulkas baru yang lebih besar agar kualitas penyimpanan bahan tetap terjaga, sudah terlaksana. Caranya masih standar, yaitu dengan menyisihkan sebagian penghasilan dari hasil penjualan roti serta dari gaji bulanan yang saya terima, agar resolusi tersebut bisa lebih cepat dieksekusi, karena memang itu yang menjadi prioritas utama kami.

Sedangkan untuk resolusi masalah karir di kantor, jujur saja, rasanya sudah mentok.Tetapi itu bukan alasan untuk menanggalkan sikap profesionalisme. Meski saat ini fasilitas kantor berupa PC tidak lagi tersedia karena terjadi kerusakan dan belum ada rencana penggantian, namun hal tersebut tidak membuat saya kecil hati dan putus asa. Beruntung saya masih memiliki laptop yang bisa dipakai untuk bekerja, meski usianya sudah tak lagi muda. 

Laptop saya itu tipenya VivoBook, cukup powerfull di jamannya. Namun sejak 2 tahun belakangan ini, kinerjanya terasa menurun, terutama ketika melakukan editing dan rendering video untuk kanal Youtube saya. Hal ini membuat saya mencanangkan sebuah resolusi yang sebetulnya sudah saya gaungkan sejak tahun 2019, yaitu jadi #anakZenBook. 

Kenapa ZenBook? Secara tipe, ZenBook merupakan seri yang lebih tinggi dan premium daripada VivoBook. ZenBook menawarkan semua kecanggihan dan kemewahan desain yang pernah ada di dalam sebuah laptop. Resolusi untuk menjadi #anakZenBook merupakan upaya saya untuk bisa ‘naik kelas’ dalam satu pelajaran kehidupan, memiliki cita-cita dan impian, serta berupaya untuk mewujudkannya. Namun sayang, resolusi tersebut hingga akhir tahun lalu, masih belum bisa terwujud. Oleh karena itu, di tahun 2021 ini, resolusi untuk jadi #anakZenBook masih belum pudar ditelan kenyataan. Masih tetap semangat dalam berusaha untuk mewujudkannya! Bagaimana caranya?

Lomba Blog ASUSxOmYahya.

Sebetulnya, ada banyak cara, tapi saya memilih cara yang paling seru dan menyenangkan, yaitu ikut lomba blog ASUS! Dengan cara ini, ada sensasi kompetisi yang tidak nampak, namun mampu memompa adrenalin. Dari sini juga kita sedikit demi sedikit belajar mengenai spesifikasi produk dan performa yang dihasilkannya, sehingga kita memiliki referensi, produk seperti apa kiranya yang sesuai dengan kebutuhan tertentu. Ini akan membantu kita mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang kita miliki. Ini salah satu skill/pengetahuan dalam salah satu segmen kehidupan berteknologi.

By the way, sudah tahu belum laptop ZenBook terbaru yang bikin semua mata memandang kagum? Iya, namanya ZenBook Flip S. Tidak seperti laptop premium pada umumnya yang punya spesifikasi canggih tapi fiturnya generik, ZenBook Flip S memiliki persona dan kemampuan yang unik.

Di komunitas teknologi, kadang muncul candaan, “Resolusi gw tahun ini 4K” merujuk pada resolusi layar monitor atau televisi. Nah! Kebetulan resolusi saya juga sama, karena layar ZenBook Flip S sudah 4K, hehehe.. Kenapa layar ini penting?

Ilustrasi kursus baking online dengan ZenBook Flip S mode Tent

Semenjak wabah covid-19 melanda, semua kebiasaan dalam belajar dan bekerja berubah secara drastis. Saat ini, pelajar dan mahasiswa belajar dari rumah. Pegawai negeri dan karyawan swasta juga dihimbau untuk bekerja dari rumah, sesuai dengan fungsinya. Orang-orang bilang, ini era new normal. Waktu kita berhadapan dengan layar monitor meningkat dari 3,5 jam menjadi 7,5 jam jika dirata-rata. 

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Teerthanker Mahaveer University, di Moradabad, India, perubahan kebiasaan ini membawa dampak yang cukup mengganggu, yang disebut sebagai Computer Vision Syndrome (CVS). CVS adalah sekumpulan masalah mata dan penglihatan yang disebabkan oleh penggunaan komputer, tablet, maupun ponsel secara intens dalam jangka waktu yang cukup lama. Beberapa gejala gangguan ini di antaranya adalah penglihatan kabur, mata perih dan kering, hingga sakit kepala, yang dipicu oleh kelelahan pada otot mata.

Hal tersebut menjadi perhatian bagi ASUS untuk memastikan layar ZenBook Flip S (UX371) mengantongi sertifikasi dari TÜV Rheinland untuk flicker free dan low blue light yang berarti layar ZenBook Flip S (UX371) menghasilkan emisi gelombang cahaya biru yang sangat minimal, tanpa efek flicker. Dampaknya adalah mata pengguna tidak akan cepat lelah dan aman dari paparan gelombang cahaya biru sehingga dapat menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang. Sertifikasi yang diterima oleh ZenBook Flip S dari TÜV Rheinland menjamin hal tersebut.

Kembali ke soal resolusi, layar ZenBook Flip S (UX371) dilengkapi dengan panel OLED dengan resolusi 4K. Dengan resolusi sebesar ini, layar ZenBook Flip S mampu menampilkan informasi lebih banyak, dengan tingkat ketajaman yang lebih tinggi. Jika dijabarkan dalam ukuran, layar ZenBook Flip S ini tersusun dari 3840 x 2160 pixels

Perbandingan resolusi 4K dengan HD dan FullHD.

Kualitas reproduksi warna di layar ZenBook Flip S pada color space DCI-P3 yang mencapai 100% serta sertifikasi dari PANTONE membuktikan bahwa setiap detail gambar beserta warna-warninya, dapat ditampilkan dengan sempurna. Selain itu, pemilihan panel OLED sebagai layar ZenBook Flip S mampu menampilkan akurasi warna yang lebih baik khususnya pada reproduksi warna hitam, dimana panel OLED mampu mereproduksi warna hitam yang benar-benar legam. Kontras warna pada panel OLED juga terlihat lebih baik dengan dukungan fitur HDR yang tersertifikasi VESA. Konten HDR mampu menampilkan detail gambar yang jauh lebih baik karena memiliki dynamic range lebih luas. Dengan layar sekeren itu, ZenBook Flip S memang bikin kita betah bekerja atau bersantai berlama-lama di depan layarnya.

Perbandingan gambar SDR dengan HDR.

Yang membuat saya kepengen banget punya ZenBook Flip S ini karena laptop ini memiliki semua keunggulan yang saya dambakan dalam sebuah laptop. Tipis, ringkas, ringan dan pastinya powerfull. Mewah? Jelas dong, karena huruf S pada ZenBook Flip S memiliki makna Slim & Sophisticated (meski di benak saya yang terbayang adalah Black Suit Superman dengan aksen warna emas di kostumnya).

Representasi ZenBook Flip S dalam bentuk karakter superhero.

Sebagai ultrabook premium, ZenBook Flip S pastinya sudah menggunakan teknologi paling mutakhir di dalamnya. Sebut saja prosesor Intel Core Gen-11 terbaru dengan chip grafis terintegrasi Intel Iris Xe yang memberikan performa grafis lebih baik dibandingkan dengan chipset IntelHD yang merupakan seri pendahulunya. 

Media simpan berkapasitas sebesar 1TB dengan tipe SSD M.2 NVMe PCIe 3.0 dipilih agar ZenBook Flip S tetap tipis, ringan namun memiliki kecepatan akses yang tinggi. Media simpan SSD (Solid State Drive) merupakan media penyimpanan berbasis sirkuit yang tersusun atas beberapa chip memori yang saling terintegrasi, tanpa adanya piringan cakram. Meski secara fungsi, SSD sama dengan HDD (Hard Disk Drive), namun SSD lebih handal serta lebih tahan goncangan karena tidak ada sistem mekanik di dalamnya. Penggunaan SSD juga meningkatkan performa secara keseluruhan, di mana waktu booting sistem operasi dan loading aplikasi menjadi jauh lebih singkat dan lebih cepat dibandingkan dengan media HDD.

Perbedaan fisik media penyimpanan

Sebelum lanjut, kira-kira sudah tahu belum apa maksud dari nama Flip pada ZenBook Flip S ini? Flip merujuk pada jenis laptop convertible yang layarnya bisa dibuka hingga 360 derajat, bahkan sampai benar-benar terlipat sempurna. Dengan mode penggunaan yang fleksibel, laptop ASUS ZenBook Flip S sangat terbuka untuk digunakan oleh semua kalangan profesi, baik karyawan, wirausahawan, maupun freelancer

ASUS ZenBook Flip S merupakan laptop ultrabook canggih yang membawa teknologi masa depan ke masa kini. Layar dengan resolusi 4K yang sudah saya bahas tadi, sudah mendukung fitur sentuhan sebagai input prosesnya. Iya, sudah touchscreen saudara-saudara. Alhasil, ZenBook Flip S juga sudah mendukung penggunaan stylus sebagai salah satu alat inputnya, ASUS Pen Stylus nama aksesorisnya. Semua yang sudah saya bahas di atas merupakan ciri-ciri dari sebuah PC modern. 

ZenBook Flip S mendukung Pen Stylus untuk pengalaman input yang lebih intuitif

"Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.
PC modern juga dilengkapi dengan pena digital yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan khas tercipta saat Anda membuat sketsa atau coretan pada dokumen dengan pena digital. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan kinerja hingga 38% pada pelajar ketika mereka menggunakan pena digital untuk mengerjakan soal-soal sains. Tidak semua ide berupa kalimat, kini saatnya untuk tuangkan inspirasi segera dalam sketsa atau coretan pena digital di PC modern."

Dari kutipan pernyataan di atas, membuktikan bahwa ASUS melalui ZenBook Flip S berusaha untuk memenuhi kebutuhan manusia modern dengan sebuah perangkat PC modern. ZenBook Flip S memang ditujukan bagi para insan kreatif seperti fotografer, komikus, atau ilustrator, karena kemampuan layar sentuhnya yang jika dikombinasikan dengan pen stylus bisa berfungsi layaknya kanvas digital. Tekanan stylus pada layar mampu dikenali hingga 4096 pressure level dan dikonversi menjadi goresan pena dengan hasil yang berbeda-beda. 

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa laptop ini juga bisa digunakan secara optimal bagi seorang manager dalam melakukan mind-mapping dengan cara mencorat-coret layarnya dengan pen stylus, atau seorang blogger yang membuat ilustrasi dengan menggunakan aplikasi tertentu yang mendukung pena digital, atau bahkan seorang Chef yang sedang meramu sebuah resep dalam bentuk coretan digital sebelum memfinalisasinya menjadi dokumen dengan huruf cetak.

Ilustrasi Mind-mapping dengan ZenBook Flip S

Kebiasaan manusia modern antara lain adalah bekerja atau belajar dari mana saja. Tentunya ini sangat didukung oleh ZenBook Flip S yang memiliki desain tipis, dimensi ringkas serta bobot yang ringan. Ya! Laptop ZenBook Flip S memiliki ukuran layar 13,3 inci dengan ketebalan 1,39 cm dam bobot hanya 1,20 kg saja. Tetapi, meskipun ASUS ZenBook Flip S ini tipis dan ringkas, dukungan port dan konektivitasnya sangat lengkap. 

Port yang modern dan lengkap pada ZenBook Flip S

Tersedia dua port Thunderbolt 4 USB Type-C, serta port HDMI dan USB Type-A. Untuk port Thunderbolt 4 di ZenBook Flip S sudah mendukung ekspansi layar, serta fitur Power Delivery untuk pengisian daya pada laptop, sedangkan port HDMI bisa dihubungkan dengan proyektor ataupun monitor eksternal. Perangkat lawas masih bisa dihubungkan ke laptop ini berkat ketersediaan USB Type-A yang masih populer hingga saat ini.

Kebutuhan manusia modern yang ingin selalu terhubung dengan internet, diakomodir oleh laptop ini dengan kehadiran modul WiFi 6 yang lebih canggih, lebih cepat dan lebih stabil. Apalagi dengan adanya fitur WiFi Smart Connect membuat perpindahan antar hotspot pada laptop ini bisa dilakukan secara otomatis tanpa terasa. 

Dengan WiFi Smart Connect, perangkat bisa terhubung otomatis dengan hotspot terbaik

Selain model input dengan pena digital, laptop ASUS ZenBook Flip S ini juga memberikan peningkatan untuk kenyamanan dalam bekerja. Yang pertama adalah desain Edge-to-Edge Keyboard yang lebih lebar dan memiliki ukuran tombol lebih luas, memaksimalkan ruang yang sangat terbatas pada ZenBook Flip S (UX371) untuk memberikan pengalaman mengetik yang sempurna. Sementara touchpad berukuran cukup besar dilengkapi dengan fitur NumberPad 2.0, mengubah fungsi touchpad menjadi numpad dalam satu sentuhan, diyakini mampu meningkatkan produktivitas bagi mereka yang sering bekerja dengan angka-angka.

Edge-to-Edge Keyboard dan NumberPad 2.0 pada ZenBook Flip S

Meski layarnya bisa dilipat hingga 360 derajat, namun dalam mode laptop konvensional, ZenBook Flip S masih memiliki ErgoLift Design yang membuat posisi keyboard sedikit terangkat agar proses mengetik jadi lebih ergonomis. Saya kira tadinya dengan model engsel seperti ZenBook Flip S begini, tidak bisa mengadopsi ErgoLift Design, ternyata saya salah mengira.

ErgoLift Design pada ZenBook Flip S

Di masa sekarang ini, ketika WFH (Work From Home) menjadi sebuah kebiasaan baru, sudah sepatutnya laptop menjadi teman kerja terbaik. Nggak cuma bekerja dari rumah sih, tapi buat pelajar dan mahasiswa juga sama, dihimbau untuk belajar dari rumah. Untuk itu, diperlukan laptop yang benar-benar bisa mendukung semua proses tersebut, khususnya dalam urusan video conference.

Selain koneksi internet yang cepat dan stabil, juga diperlukan dua faktor penting lainnya dalam melakukan proses tatap muka secara virtual, yaitu kamera dan suara/audio. ZenBook Flip S mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara sangat baik dengan perangkat pendukung WFH yang dimilikinya.

Yang pertama adalah kamera. Teknologi IR camera-tuning pada ZenBook Flip S (UX371) membuat kamera infra merah yang dimilikinya dapat menghasilkan gambar lebih baik, sehingga peserta video conference meeting lainnya bisa mengenali wajah kita dengan cepat.

Ilustrasi fitur pengenalan wajah (sumber : percentotech.com)

Kamera infra merah di ZenBook Flip S (UX371) sekaligus berfungsi sebagai fitur keamanan. Kamera infra merah di ZenBook Flip S (UX371) memiliki kemampuan untuk memindai wajah penggunanya secara presisi, bahkan dalam kondisi kurang cahaya. Sistem pemindaian wajah tersebut terintegrasi dengan fitur Windows Hello, sehingga pengguna ZenBook Flip S (UX371) dapat masuk ke dalam sistem dengan cara yang lebih aman, tanpa perlu lagi mengetikkan password yang bisa saja diintip oleh orang yang berniat buruk.

Faktor kedua yang penting dalam urusan video conference meeting adalah audio/suara. ASUS ZenBook Flip S (UX371) dilengkapi dengan array microphone yang telah mengadopsi teknologi AI Noise Cancelling. Dengan teknologi AI Noise Cancelling, suara bising di latar belakang akan diredam sehingga lebih memperjelas suara pengguna yang sedang berada di depan laptop. Fitur ini sangat krusial untuk kepentingan video conference. Sedangkan untuk urusan keluaran suara, speaker dari ASUS ZenBook Flip S ini sudah tersertifikasi Harman/Kardon yang memastikan suara vokal, musik, bahkan efek ledakan pada game atau film terdengar lantang dan jernih.

Gimana? Sudah pada ngiler belum sama laptop convertible premium ASUS ZenBook Flip S ini? Kalau penasaran dengan spesifikasi lebih detil beserta informasi harganya, bisa disimak tabel di bawah ini ya!

ASUS ZenBook Flip S (UX371)

Main Spec.

ASUS ZenBook Flip S (UX371)

CPU

Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)

Operating System

Windows 10 Home

Memory

16GB LPDDR4X

 

Storage

1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD

Display

13.3" (16:9) OLED 4K UHD (3840 x 2160), 400 nits, 100% DCI-P3, 133% sRGB, NanoEdge Display, Touchscreen, PANTONE® Validated display, TÜV Rheinland eye-care certified display

Graphics

Intel® Iris® X Graphics

Input/Output

1x HDMI 1.4, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 USB Type-C supports display and power delivery

Camera

HD camera with IR function to support Windows Hello

Connectivity

Intel Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax)+Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2

Audio

SonicMaster, Smart Amp Technology, Built-in array microphone, harman/kardon certified

Battery

67WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion

Dimension

30.50 x 21.10 x 1.19 ~ 1.39 cm

Weight

1.20 kg

Colors

Jade Black

Price

Rp 24.999.000,-

Warranty

2 tahun garansi global


Sekian tulisan yang agak panjang dari saya kali ini, semoga bermanfaat. Salam kompak persahabatan selalu..


“Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ZenBook Flip S (UX371) Blog Writing Competition bersama deddyhuang.com”

1 komentar:

  1. Terima kasih ya kak sudah ikut berpartisipasi dalam ASUS Blogging Competition bersama deddyhuang.com

    Good luck!

    BalasHapus