ASUS Rilis ZenBook S UX392 dan ZenBook Flip UX362, UltraBook 13 Inci Paling Tipis dan Ringkas

Beberapa hari lalu, ASUS Indonesia kembali meluncurkan dua ultrabook premium mereka dari seri ZenBook. Tak tanggung-tanggung, dua orang...

Invasi ke Bogor Permai, Toko Roti Nomor 1 di Bogor


Jalan pagi!

Aktifitas yang rutin kami lakukan sekeluarga di hari Minggu pagi yang biasanya sejuk dan cerah, di bumi Condet, Jakarta Timur. Namun minggu lalu, ada yang berbeda, karena rencana kami untuk jalan kaki di pagi hari sembari menyambangi toko roti ternama di kota Bogor, akhirnya dapat terwujud.

Kami berangkat menuju Stasiun Kereta Pasar Minggu dengan 2 motor, dan membiarkan motor parkir di sana. Sembari istri mengantri tiket PP untuk 3 orang, saya memeriksa saldo pada kartu emoney yang saya miliki. Cukuplah! Pikir saya setelah melihat deretan angka-angka di layar mesin pembaca kartu. Setelah masing-masing memegang tiket, kami pun masuk menuju peron.


Yang menyenangkan dari perjalanan menuju Bogor adalah, keretanya banyak dan sering. Ini berbeda ketika kami melakukan kunjungan ke Cibinong untuk belajar bisnis beberapa waktu lalu. Kereta tujuan Nambo, sangat langka dan lama. Alhamdulillah, masa-masa itu sudah lewat, hahaha..

Tanpa menunggu terlalu lama, kereta tujuan Bogor pun tiba. Alhamdulillah, anak-anak dan mamanya masih dapat tempat duduk. Saya sendiri bersandar di tiang dekat pintu, sambil sesekali membaca linimasa di hape. Anak-anak pun menikmati perjalanan dengan caranya sendiri-sendiri.


Perjalanan dari Stasiun Pasar Minggu menuju Bogor ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam. Namun karena kondisi gerbong yang nyaman, perjalanan jadi terasa menyenangkan. Dan akhirnya, kami sampai di Stasiun Bogor!


Karena temanya adalah jalan pagi, maka kami semua memang berniat untuk berjalan kaki, dari Stasiun Bogor menuju Toko Roti Bogor Permai. Oya, toko roti Bogor Permai ini direkomendasikan oleh Ceu Ely, salah satu pelaku UKM sukses di Bogor. Kata beliau, toko roti Bogor Permai ini nomor 1 di Bogor, kita semua mesti cobain rotinya. Dan alhamdulillah, kesempatan itu tiba juga akhirnya.

Menurut Google Maps, jarak tempuh dari Stasiun Bogor menuju Bogor Permai Bakery dan Resto, demikian nama lengkapnya, hanya 1,5 km saja. Ini tentu saja jarak yang biasa bagi kami, karena jalan pagi memutari Batu Ampar, Condet setiap Minggu pagi, bisa menempuh sekitar 3 kiloan.


Kami berjalan cukup santai, sambil melihat suasana pagi hari di kota Bogor, sembari waspada karena kendaraan angkutan umum yang melimpah ruah di jalanan. Dan karena ini perdana bagi kami untuk menelusuri rute yang disarankan oleh Google Maps, maka kami baru tahu jika rute yang kami ambil itu melewati pasar. Kebayang dong, betapa ramai dan riuhnya kondisi jalanan di sana? Pokoknya, jalan kaki aja, mesti berhenti-berhenti, gantian sama kendaraan lain yang mau lewat. Menurut catatan perjalanan via aplikasi, jarak tempuhnya sekitar 1,8 km dan ditempuh selama kurang lebih 30 menitan.


Alhamdulillah, akhirnya kami pun sampai juga di lokasi. Sebelum masuk ke dalam tokonya, foto dulu di depan gedung bernuansa heritage ini yes?!


Di dalam, kami segera menuju ke area roti, sedangkan Ai yang nampaknya lelah, ingin segera duduk di area resto. Ya! Di dalam gedung ini, seakan terbagi menjadi 2 area, resto dan roti. Bahkan di belakang sana, ada rak-rak semacam minimarket juga. Jadi kebagi 3 dong ya? Bukan dua.. Oke sip..

Untuk rotinya, kami memesan masing-masing 1 untuk tiap isian rasanya. Namun sayang, karena ramai juga yang pada memilih dan memesan roti, isian sosis dan abon nampaknya lupa disiapkan oleh Mbaknya. Tak apa, next time kita paranin lagi lah..

Rupanya, selain lelah, Ai juga sudah merasa lapar. Maklum, kami semua sejak berangkat tadi memang belum makan, dan niatnya menyantap roti di lokasi langsung. Seperti biasa, ada saja keinginan bocah yang berbeda. Ai ingin makan kwetiauw goreng! Hahaha.. Ya sudah, sembari menemani dia makan, saya pun memesan kopi susu panas.



Uniknya, kopi dan susu di sini, disajikan terpisah. Kopinya sendiri pahit dan pekat, sedangkan SKM yang disiapkan terpisah, membuat kita bisa menentukan sendiri kadar kemanisan kopi susu sesuai yang kita inginkan.

Setelah kenyang dan menanti sebentar agar makanan turun, kami pun bersiap untuk kembali ke Stasiun Bogor. Namun sebelum itu, kami sempat ke toilet dulu, melaksanakan panggilan alam. Toiletnya bersih dan wangi, higienis dah pokoknya.

Baiklah, untuk rute kembali, mirip seperti berangkat tadi, hanya saja ada sedikit modifikasi menjelang stasiun, kami belok kanan, menelusuri semacam pasar kaget di sisi gedung-gedung milik PT KAI.


Di belokan tersebut, seperti lorong. Namun setelah mentok, tampak gedung perkantoran PT KAI. Kami pun belok kiri, dan di sana nampak gedung-gedung yang kesannya tua, namun bersih karena habis dipugar. Selain itu ada jalan yang cukup lebar dan 2 pohon besar di sisi kiri. Sayangnya, istri melarang saya untuk memotret/mengambil gambar pohon tersebut.


Di sini kami sempat berfoto di depan gedung bertuliskan 1881 BOGOR. Persis di depan gedung tersebut, terdapat 2 pohon besar yang saya maksud. Lalu jalanannya pun sudah cukup keren, dengan paving blok dan lampu hias di sisi kanan dan kirinya.


Berhubung saat kami kembali, waktu telah menunjukkan pukul 11 siang, makanya terasa panas dan haus. Kami sempat membeli minuman di ujung jalan ini, di semacam pasar kaget/senggol, persis di samping Stasiun Bogor.

Karena tiket kami PP, maka kami tak perlu mengantri lagi. Langsung tap dan masuk ke dalam peron. Sebetulnya sudah ada kereta yang siap berangkat menuju Jakarta, namun kami menunggu kereta lain agar kami dapat duduk. Kaki kami mulai terasa pegal dan lelah jika kami mesti berdiri.


Tak berapa lama, kereta yang ingin kami tumpangi pun tiba. Kami segera bergegas memasuki gerbong agar kami mendapatkan tempat duduk yang berdekatan. Kurang lebih 5 menit kami menunggu di dalam gerbong sebelum akhirnya kereta berangkat, membawa kami kembali ke Stasiun Pasar Minggu.


Dengan berangkatnya kereta, maka berakhir pula aktifitas kami di hari Minggu kala itu. Namun, ini bukan akhir bagi kami untuk kembali ke Bogor, karena kelak kami akan kembali mengunjungi Kebun Raya Bogor, berjalan kaki lagi dari Stasiun Bogor.

Salam kompak persahabatan selalu..






2 komentar:

  1. Uwuwuwuwu.. seru banget jalan bareng keluarga xD
    Jadi pen ke Bogor jugaaa..

    BalasHapus