Artikel Unggulan

5 Alasan HUAWEI MateBook D 14 Jadi Laptop Andalan

  Setiap orang memiliki kebutuhan unik dalam memilih laptop, yang bisa beragam dari segi fungsionalitas dan kemampuan komputasi yang canggih...

Sehari bersama Zenfone 11 Ultra


“Ko, kamu di mana?”, tanya Bosku di ujung telepon.

“Saya masih di jalan Pak, sudah otewe ke rumah Bapak. Agak macet karena ada proyek galian kabel di jalanan.”, jawabku.

“Oke Ko, saya tunggu.”

“Siap Pak.”

Kumasukkan kembali Zenfone 11 Ultraku ke dalam slingbag yang selalu kubawa. Meskipun suasana di sekelilingku ramai dengan deru suara peralatan berat yang sedang bekerja melubangi jalanan, namun komunikasi antara aku dengan bosku tetap terdengar jernih, tidak terganggu dengan suara di sekelilingku. Kemampuan teknologi AI Noise Cancellation pada Zenfone 11 Ultra ini telah didukung oleh teknik komputasi pembelajaran mesin, untuk memastikan kualitas audio yang jernih di semua skenario, baik itu panggilan telepon, panggilan pesan instan, atau bahkan komunikasi saat sedang bermain game.

Masih separuh jarak perjalanan yang mesti kutempuh. Selepas kemacetan akibat proyek tadi, kuarahkan motorku berbelok ke sebuah jalan, yang ada minimarket dan ATM BCA di tikungan, sebagai patokanku. Rumah bosku bukan berada di kompleks perumahan mewah, namun ada di kawasan perkampungan di selatan Jakarta. Hingga tiba pada satu titik, di mana aku harus kembali memeriksa peta melalui aplikasi Maps di Zenfone 11 Ultraku lagi.

Ilustrasi Google Maps di Zenfone 11 Ultra

Kupegang Zenfone 11 Ultraku di tangan kanan. Kuperhatikan setiap kelokan yang harus kulalui untuk bisa mencapai rumah si Bos. Rute perjalanan yang terpampang di layar AMOLED Zenfone 11 Ultra berukuran 6,78 inci ini tetap terlihat jelas meski di bawah sinar matahari menjelang tengah hari bolong. Rasio layar terhadap bodinya yang mencapai 94% membuat tampilan rute perjalanan pada aplikasi Maps tampak luas dan detil.

Kupasang sebuah TWS di telinga sebelah kanan, kuaktifkan mode panduan pada Maps agar aku tidak tersesat menuju rumah bosku. Ini pertama kalinya aku diminta untuk datang ke kediamannya karena ada beberapa hal yang beliau minta bantuanku untuk menyelesaikannya.

Akhirnya, aku sampai di depan gerbang rumah bosku. Kusapa satpam penjaga rumah, kukatakan padanya, aku sudah ada janji temu dengan Bapak. Pak Adi, nama satpam itu, menyambutku dan menghantarkanku ke ruang tunggu.

“Tunggu sebentar ya Mas, Bapak sedang menerima panggilan telepon.”, ucap Pak Adi.

“Baik, Pak.”, jawabku sembari meletakkan tas bawaanku di kaki kursi.

Sembari menunggu, aku keluarkan lagi Zenfone 11 Ultraku. Kumulai permainan Honor of Kings yang baru saja kuinstall. Permainan MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) 5 lawan 5 ini baru saja diluncurkan dan sangat menyenangkan untuk dimainkan. Apalagi layar Zenfone 11 Ultra sudah mendukung refresh rate 144 Hz yang disempurnakan dengan teknologi Pixelworks®, sehingga visual permainan terlihat lebih hidup. Tidak hanya itu, permainan Honor of Kings yang kumainkan pada Zenfone 11 Ultra ini berjalan dengan sangat mulus berkat performa luar biasa yang diberikan oleh prosesor Snapdragon® 8 Gen 3 Mobile Platform. Selain itu, memori RAM 16 GB berkinerja tinggi yang terpasang di dalam Zenfone 11 Ultra ini juga memberikan kemampuan multitasking yang luar biasa nyaman, bahkan di saat setika sedang bermain game dan lupa menutup aplikasi yang aku gunakan sebelumnya.

Tak lama bosku yang sering aku panggil Bapak pun hadir menghampiri. Hal pertama yang beliau tanyakan kepadaku adalah, “Mau minum apa?” yang langsung kujawab, “Kopi hitam panas saja, Pak.” Lalu beliau pun meminta ART (Asisten Rumah Tangga) untuk menyiapkan minuman tersebut untukku.

“Begini Ko, gua butuh lu untuk terjemahin beberapa dokumen berbahasa Inggris yang gua terima dari partner bisnis gua di Amerika. Dia kirim hardcopy via pos. Gua butuh lu untuk bikin dokumen yang sama dalam Bahasa Indonesia.”, ujar beliau sembari menyerahkan amplop DHL kepadaku. Seandainya aku tahu lebih dahulu, aku harus mengerjakan ini semua, mestinya kubawa laptopku sekalian. Tapi semua sudah terlanjur. Aku hanya bisa memanfaatkan perangkat yang kubawa sekarang.

“Baik, Pak. Akan saya kerjakan sekarang.”

Kubuka aplikasi Camera pada Zenfone 11 Ultraku, kupilih mode Lens dan Translate. Kusorot setiap dokumen dan kufoto selembar demi selembar. Untung saja, dokumen yang harus kukerjakan tidak terlalu banyak. Kamera belakang Zenfone 11 Ultra yang memiliki resolusi 50MP ini juga membuat setiap dokumen yang aku foto tetap tajam dan terbaca dengan jelas.

Kurang lebih 20 menit lamanya aku mengerjakan tugas menterjemahkan dokumen ini. Semuanya aku kerjakan dengan memanfaatkan aplikasi Google Docs. Setelah selesai, aku pun melaporkannya kepada beliau, apakah dokumen terjemahannya aku kirimkan via email atau WhatsApp saja. Bapak bilang, kirim via email saja, supaya nanti Sekretarisnya di kantor yang akan mencetaknya.

“Ko, tolong lu buatin surat pengantar buat keperluan anak gua. Nanti kata-katanya dari gua. Lu catet aja.”, kata Bapak.

“Baik, Pak.”, jawabku sembari mengaktifkan aplikasi perekam di Zenfone 11 Ultraku.

Ilustrasi AI Transcript pada Zenfone 11 Ultra

Dengan memanfaatkan fitur AI Transcript yang ada pada aplikasi Recorder di Zenfone 11 Ultra, aku hanya tinggal menyalin kalimat yang beliau ucapkan, sembari mengatur tata letaknya, termasuk judul surat pengantar, pada aplikasi Google Docs yang aku gunakan. Terakhir, aku meminta Bapak untuk menorehkan tanda tangan digital di layar Zenfone 11 Ultraku sebagai penutup surat.

“Ada lagi yang bisa saya bantu, Pak?”, tanyaku setelah selesai mengerjakan tugas membuat surat pengantar tadi.

“Sudah cukup, Ko. Terima kasih. Nanti ongkos bensinnya saya transfer ke rekening kamu, ya? BCA kamu masih sama kan?”, tanya beliau.

“Masih, Pak.”, jawabku.

“Kalau begitu, saya pamit dulu ya, Pak.”

“Oke, Ko. Sekali lagi terima kasih ya, hati-hati di jalan.”

Aku pun berangsur pamit mundur, melangkahkan kaki menuju motorku yang terparkir di dekat garasi mobil. Kusampaikan pada Pak Adi, bahwa tugas dari Bapak sudah selesai. Aku mendorong motorku sampai ke depan gerbang, lalu menghidupkan mesinnya di sana.

Sebelum mulai perjalanan pulang, kupasang Zenfone 11 Ultraku ke phone holder yang ada di motor. Aku berniat merekam perjalanan pulang ke rumah, karena rutenya cukup menarik untuk diabadikan. Jalanan kampung di pinggiran kota Jakarta. Kunyalakan aplikasi Camera, kupastikan fitur Super HyperSteady aktif agar gambar yang kurekam tidak shaky, karena jalanan yang akan kulalui tidak terlalu mulus. Perjalanan pulang kutempuh dalam waktu 45 menit. Ini termasuk cepat mengingat ini bukan hari libur dan banyak proyek galian di sepanjang jalur yang kulalui.

Sesampainya di rumah, kulihat indikator baterai Zenfone 11 Ultra hampir mendekati 10%. Kuletakkan smartphone keren ini di atas charging-pad, di atas meja tempat aku biasa bekerja saat WFH. Sebetulnya aku bisa saja mengisi dayanya dengan menggunakan kabel, karena Zenfone 11 Ultra sudah mendukung pengisian daya cepat, HyperCharge 65W. Namun karena kondisi smartphone baru saja selesai melakukan perekaman sepanjang perjalanan, sehingga temperaturnya cukup hangat, aku memutuskan untuk melakukan wireless charging yang lebih lambat, namun lebih nyaman dan fleksibel. Lagipula, aku belum akan memerlukannya dalam waktu dekat.

Ilustrasi Wireless Charging pada Zenfone 11 Ultra

Setelah membersihkan diri dengan cara mandi, aku pun memejamkan mata sejenak. Cuaca hari ini terasa sangat menguras cairan tubuh. Badan ini terasa lemas karenanya meski sudah mandi.

Kurang lebih 20 menit aku tertidur. Ketika aku membuka mata, kulihat pesan notifikasi di Zenfone 11 Ultraku. Bapak sudah transfer! Alhamdulillah. Lalu aku menyampaikannya pada istriku, bahwa uang transferan dari Bapak, bisa digunakan untuk kebutuhannya dan anak-anak.

Kemudian aku teringat, aku belum mengedit hasil rekaman video perjalanan pulang untuk diunggah ke akun media social pribadiku. “Bah! Ukuran filenya besar sekali!”, ujarku dalam hati. Aku pun membuka aplikasi CapCut dan melakukan penyuntingan video dengan Zenfone 11 Ultra. Aku hanya melakukan percepatan video agar jadi lebih ringkas, dan langsung merendernya pada resolusi FullHD 1080.

Ilustrasi aplikasi Media Sosial di Zenfone 11 Ultra

Buat kalian yang penasaran, kenapa Zenfone 11 Ultra bisa bantu aktivitasku hingga sejauh ini, itu disebabkan karena memang Zenfone 11 Ultra dirancang sebagai smartphone daily driver flagship dengan kemampuan sangat tinggi. Untuk detil spesifikasinya, kalian bisa lihat pada tabel di bawah ini.

Dimensions / Weight

163.8 x 76.8 x 8.9 mm / 224g

Color

Classic: Skyline Blue / Eternal Black

New: Misty Grey / Desert Sand

Rear Cam

Main: 50 MP 6-axis Hybrid Gimbal Stabilizer 3.0, 1/1.56", f/1.9

Wide: 13 MP, f/2.2, Free-form Lens

Tele: 32 MP, f/2.4, OIS, 3X optical zoom, pixel binning 1.4μm (Actual output photo: 8MP)

Front Cam

32 MP RGBW, pixel binning 1.4μm (Actual output photo: 8 MP)

Screen

6.78" flexible AMOLED, FHD+, up to 144Hz refresh rate (Only available in game), LTPO 1 ~ 120 Hz, peak brightness 2,500 nits

Battery / Charging

5,500 mAh (typical), Wired 65 W HyperCharge, Wireless 15 W Qi cert. charging

Memory

RAM: up to 16 GB LPDDR5X

ROM: up to 512 GB UFS 4.0

Frequency

5G SA&NSA: n1 / n2 / n3 / n5 / n7 / n8 / n12 / n18 / n20 / n25 / n26 / n28 / n38 / n40 / n41 / n48 / n66 / n77 / n78 / n79

4G FDD-LTE: B1 / B2 / B3 / B4 / B5 / B7 / B8 / B12 / B17 / B18 / B19 / B20 / B25 / B26 / B28 / B32 / B66

4G TDD-LTE: B34 / B38 / B39 / B40 / B41 / B42 / B43 / B48

WCDMA: 800 / 850 / 900 / 1700 / 1900 / 2100 MHz

GSM: 850 / 900 / 1800 / 1900 MHz

Others

Accelerator, E-Compass, Proximity, Ambient light sensor, Fingerprint on Display, Gyro (Support ARCore), Hall Sensor, Wi-Fi 7 ready, Bluetooth 5.4, GPS / GNSS / GLONASS / Galileo / Beidou / QZSS / NavIC, 3.5mm headset, NFC

Dengan memiliki smartphone flagship seperti Zenfone 11 Ultra, kebutuhan harian kalian tetap bisa terpenuhi selama 2-3 tahun mendatang. Jadi, nggak perlu bingung untuk gonta-ganti smartphone setiap tahunnya. Smartphone flagship merupakan salah satu investasi terbaik untuk produktivitas, jadi jangan sampai salah dalam memilih smartphone yang tepat, sesuai dengan kebutuhan pengguna. 

Alasanku memilih untuk menggunakan Zenfone 11 Ultra adalah karena smartphone ini sudah menggunakan prosesor Snapdragon® 8 Gen 3 Mobile Platform tercanggih saat ini, dikombinasikan dengan RAM 16 GB serta penyimpanan internal 512 GB yang lega. Selain itu, layarnya juga jauh lebih besar daripada Zenfone 9 yang sempat aku gunakan sebelumnya, yaitu 6,78 inci, kurang lebih sama dengan layarnya ROG Phone, smartphone gaming dari ASUS juga. Alasan berikutnya adalah adanya teknologi AI di Zenfone 11 Ultra yang bisa memudahkan pekerjaan yang aku lakukan sehingga lebih efektif dan efisien. Hal ini tentu saja bisa meningkatkan produktivitas yang sangat signifikan. Yang terakhir tentu saja kameranya. Sebagai insan penyuka foto dan videografi, kamera 50 MP pada Zenfone 11 Ultra sudah didukung teknologi 6-Axis Hybrid Gimbal Stabilizer 3.0 dan Super HyperSteady, untuk hasil foto dan video yang bebas blur, serta mode AI Portrait Video untuk hasil perekaman video yang lebih estetik.

Tidak hanya itu saja, Zenfone 11 Ultra juga sangat peduli terhadap isu lingkungan. Rangka ponselnya terbuat dari 100% aluminium daur ulang dan layarnya dibuat lebih dari seperlima kaca daur ulang. Zenfone 11 Ultra hadir dalam empat warna, yang masing-masing terinspirasi oleh pemandangan dari seluruh dunia. Warna klasik Skyline Blue dan Eternal Black mencerminkan langit biru di siang hari dan hitam di malam hari di Skandinavia. Misty Grey dan Desert Sand terinspirasi dari pagi berkabut dan bukit pasir yang menakjubkan. Bagian kover belakang Zenfone 11 Ultra menampilkan potongan logo monogram ASUS, yang diperkenalkan saat ulang tahun ASUS yang ke-30, dengan finishing kaca pada lapisan matte untuk kesan premium dan elegan.

Zenfone 11 Ultra - Back

Bagi kalian yang berminat untuk memiliki Zenfone 11 Ultra, jangan lewatkan kesempatan emasnya ya! Ada Zenfone 11 Ultra First Sales Promo yang berlangsung mulai tanggal 11 Juni hingga 30 Juni 2024, di mana Zenfone 11 Ultra dengan konfigurasi 12/256 akan mendapatkan potongan harga sebesar 1 juta rupiah > dari harga awal Rp10,999,000 menjadi Rp9,999,000. Sementara itu, Zenfone 11 Ultra dengan konfigurasi 16/512 juga akan mendapatkan potongan harga sebesar 1 juta rupiah > dari harga awal Rp14,999,000 menjadi Rp13,999,000 saja. Ingat dan catat ya, jangan sampai kehabisan!

Itulah kisahku bersama Zenfone 11 Ultra dalam menjalani aktivitas sehari-hari, semoga bisa menjadi solusi dan inspirasi. Salam kompak persahabatan selalu..

“Artikel ini diikutsertakan pada Zenfone 11 Blog Writing Competiton di Blog Oom Yahya”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar