realme kembali menggandeng maestro desain Naoto Fukasawa setelah tiga tahun vakum. Kali ini, kolaborasi mereka hadir di realme 16 Pro Series 5G dengan tema Urban Wild Design. Konsepnya terdengar puitis: perpaduan alam dan urban, naturalisme dan gaya hidup modern. Tapi mari kita lihat, seberapa “real” sebenarnya desain ini.
Filosofi: Utopia Spiritual ala Savana
Fukasawa membawa inspirasi dari savana Indonesia saat musim kemarau. Rumput kering, cahaya keemasan, suasana tenang—semua dituangkan ke dalam desain smartphone. Filosofi ini disebut sebagai ruang kebebasan di tengah hiruk-pikuk kota. Kedengarannya indah, meski agak sulit dibayangkan kalau kamu lagi stuck di macet Jakarta.
Warna Master Design
- Master Gold: hangat dan lembut, seperti savana sore hari. Cocok buat yang ingin tampil glowing tanpa ribet.
- Master Grey: eksklusif untuk 16 Pro+ 5G, terinspirasi batu sungai yang terpoles. Lebih kalem, elegan, dan aman untuk mereka yang nggak suka terlalu mencolok.
Dua warna ini jelas lebih berkarakter dibanding tren smartphone lain yang sering main aman dengan hitam atau putih.
Material Bio‑based: Jerami Jadi Premium
realme mengklaim pionir dengan penggunaan silikon organik bio‑based dari jerami berbahan dasar tumbuhan. Ramah lingkungan, elastis, tahan kotoran dan abrasi. Teksturnya lembut, tapi tetap premium. Ditambah desain All‑Nature Curve, perangkat ini ramping dengan ketebalan hanya 8,49 mm. Tipis, tapi tidak kehilangan kesan kokoh.
Kamera: Sentuhan Jam Tangan Mewah
Modul kamera menggunakan Luxury PVD Craftsmanship, finishing mengkilap ala jam tangan mahal. Ada juga Volcanic Camera Deco dan Luxury Metallic Mid‑Frame. Jadi, kalau biasanya kamera smartphone terlihat standar, di sini ada usaha serius untuk membuatnya terasa lebih “luxury”.
Untuk Anak Muda: Branding Diri
Urban Wild Design jelas ditujukan untuk anak muda yang ingin tampil beda. Filosofinya bukan sekadar estetika, tapi juga ajakan untuk mengekspresikan diri. Pertanyaannya: apakah anak muda benar-benar mencari “ruang kebebasan” lewat desain smartphone, atau mereka lebih peduli pada kamera, baterai, dan harga?
Kesimpulan dari saya
realme 16 Pro Series 5G adalah eksperimen berani. Dengan sentuhan Naoto Fukasawa, material bio‑based, dan filosofi Urban Wild Design, realme mencoba keluar dari pakem desain mainstream. Saya menghargai keberanian itu.
Namun, bagi saya, desain ini akan berhasil hanya jika benar-benar resonate dengan pengguna muda di Indonesia. Kalau tidak, ia berisiko jadi sekadar gimmick visual yang cantik tapi cepat dilupakan. Pada akhirnya, smartphone tetap dinilai dari keseimbangan desain, performa, dan harga. Urban Wild Design memberi warna baru, tapi pasar yang menentukan apakah “savana urban” ini layak jadi tren atau hanya cerita manis di balik press release.

.jpeg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar