[Review] ASUS Zenfone 2 Laser

Hai hai hai.. Jumpa lagi.. Kali ini gw kedatangan sebuah smartphone baru, masih disegel, yaitu ASUS Zenfone 2 Laser.


Apa sih kira² perbedaan Zenfone 2 Laser ini dengan yang sudah rilis sebelumnya?? Jika kita tengok bagian belakang dari box, akan terdapat informasi sebagai berikut.


Singkat, padat dan mungkin kurang jelas :p Tapi secara umum dapat dikatakan bahwa unit ini berkode ZE500KG berwarna putih, 3G. D,2 gw kurang paham apa maksudnya. Lalu di bawahnya adalah kode prosesor yang digunakan, sebesar 1,2GHz, RAM 2GB dan internal memory/storage sebesar 16GB. Sistem operasi Android, layar 5 inci dan kamera depan/belakang dengan kapasitas 5MP dan 8MP.

Secara tampilan boxnya memang berkesan minimalis, seperti apa kira² isi di dalamnya? Yuk kita tengok.


Sudah kuduga.. Isinya berupa handset unit, kepala charger, kabel USB dan buku manual, tidak jauh berbeda dengan kakaknya, Zenfone 2 generasi awal. Daya kepala chargernya adalah 5V 1A, sayang nggak gw foto karena rabun hasilnya :p

So, Zenfone 2 Laser ini kembali hadir dengan ukuran layar 5 inci, dengan Gorilla Glass 4, yang dipercaya merupakan ukuran terbaik dan pas serta nyaman bagi umumnya tangan orang Indonesia. Terus terang, hal ini gw akui sebagai penulis yang pernah megang langsung. Sepintas memang terasa seperti, ah sama aja.. Ini bedanya secara fisik dari kedua unit tersebut.

Kiri : Zenfone 2 Laser, Kanan : Zenfone 2 Generasi Awal
Bila dibongkar, ternyata baterai bisa dilepas.

Baterai ASUS Zenfone 2 Laser
Dan inilah penampakan bagian belakang dari ASUS Zenfone 2 Laser saat dibuka covernya. Terdapat 2 slot SIM card dan 1 slot kartu memori MicroSD.

Slots
Bila dihidupkan, tampilan ZenUI khas ASUS akan menyapa kalian semua.


Sedangkan tampilan cover belakang, sedikit berbeda.


Di sana tampak, posisi tombol volume khas Zenfone 2, dan di atasnya ada kamera belakang, diapit oleh Dual Color LED Flash dan sensor laser untuk auto-fokus yang lebih cepat.


Saat dihidupkan, Zenfone 2 Laser ini telah dilengkapi dengan ZenUI beserta pre-installed apps di dalamnya.

Tampilan layar ZenUI dan grup apps saat di-expand
Nah, untuk memeriksa spesifikasinya apakah sesuai dengan yang diinformasikan pada box, gw menggunakan aplikasi CPU-Z. OSnya sudah menggunakan Android Lollipop lho..

Informasi yang diberikan CPU-Z per tab
Nampak pada screenshot di atas bahwa smartphone ASUS Zenfone 2 Laser ini sudah menggunakan prosesor Quad-Core dengan resolusi layar HD. Memiliki RAM sebesar 2GB yang membuatnya cukup lega dalam menjalankan aplikasi.

Seperti reviewer pada umumnya, unit ini akan dibenchmark dengan menggunakan aplikasi benchmark standar segala umat, yaitu antutu. Setelah dilakukan benchmarking pada unit ini, diperoleh hasil sebagai berikut.


Karena secara spesifikasi juga jauh berbeda dengan Zenfone 2 yang gw punya, sekilas hasil benchmarknya gw rasa mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan saat test 3D pada antutu yang scenenya orang jalan di hutan dan ada api unggun serta kapal berlayar, gerakannya tersendat-sendat cukup parah. Sangat tidak nyaman di mata. (Review Zenfone 2 Intel bisa dibaca di sini) Dari situ gw merasa unit ini agak kurang cocok untuk digunakan bermain game, namun hasilnya mungkin bisa disimak pada video berikut ini.

Zenfone 2 Laser - App Gaming Test
Test yang pertama adalah bermain game Tekken 6 dengan menggunakan emulator PSP setting standar (default).


Seperti dugaan gw, emulator PSP ini cukup berat digunakan untuk bermain game. Sebab pengalaman gw di Zenfone 2 Intel pun demikian. Untuk game Tekken 6 ini kurang nyaman dimainkannya.

Test game kedua adalah game fighting Satria Garuda Bima-X.

Di luar dugaan, game ini sangat lancar dimainkan dalam resolusi tinggi. Tidak ada lag, tidak ada suara pecah.

Test game yang ketiga adalah game arcade Spiderman Unlimited.

Game perpaduan ala temple run dan aksi tonjok/tendang ini pun sangat lancar dimainkannya. Padahal prosesor yang digunakan hanya 1.2GHz dari Qualcomm. Ini menakjubkan buat gw.
Dan setelah memainkan ketiga game tersebut, suhu ASUS Zenfone 2 Laser ini menunjukan angka..


Jauh lebih rendah dibandingkan saat bermain dengan ASUS Zenfone 2 Intel (ya iyalah..).

Selanjutnya gw akan mencoba melakukan tes memutar video film HD (720p dan 1080p) dalam 2 format terpopuler yaitu MP4 dan MKV.


Film yang pertama akan gw putar adalah film animasi yang baru saja tayang secara streaming, yaitu Gundam Iron Blooded Orphans eps 1 yang beresolusi HD720p dan format MP4.


Tampilan pada layar ASUS Zenfone 2 Laser ini sangat jernih dan nyaman di mata. Tidak ada gejala lagging sama sekali. Namun demikian, bagaimana jika film yang diputar jauh lebih besar kapasitasnya??

Film yang kedua adalah Avengers AoU dengan resolusi HD1080p dengan format MKV dan kapasitas file 2.2GB.


Ternyata, ASUS Zenfone 2 Laser ini pun mampu memutar film tersebut dengan sempurna. Lancar jaya tanpa derita. Dan hebatnya lagi, film ini diputar dengan aplikasi Video Player bawaan, bukan aplikasi tambahan. Jempol!!

Sesaat lagi, gw akan share mengenai kamera dari ASUS Zenfone 2 Laser ini.
Sebagai informasi, berikut ini adalah versi software/firmware yang terpasang pada ASUS Zenfone 2 Laser yang sedang gw review.


Ada beberapa pilihan preset mode untuk penggunaan kamera belakang, seperti tampak pada gambar berikut ini.

Ada 18 pilihan preset mode
Adapun detil keterangan tiap mode bisa disimak pada gambar berikut ini.


Pada mode kamera depan, ada beberapa pilihan mode yang hampir sama.


Satu mode yang berbeda adalah Selfie Panorama. Keterangannya adalah sebagai berikut.


Untuk hasil fotonya sangat jernih. Dalam mode Auto, gw sempet ambil beberapa gambar yang mungkin bisa mewakili sejauh mana ASUS Zenfone 2 Laser ini memberikan hasil gambar jepretan kamera yang tertanam didalamnya.

Contoh foto dengan perbedaan titik fokus.


Contoh foto dengan jarak fokus cukup dekat, memunculkan efek bokeh yang cukup renyah untuk ukuran smartphone.



Contoh foto dengan jarak cukup dekat, namun memunculkan detil secara merata.



Contoh foto dengan jarak medium. Hasilnya masih tetap tajam dan menawan.

Perlu diingat, foto² di atas diambil dalam kondisi outdoor dalam mode Auto dengan menggunakan kamera belakang. Nanti, gw akan share pemanfaatan mode² lainnya.

Baiklah, berikutnya gw akan share untuk hasil kamera depannya, karena walaupun pilihan modenya cukup banyak untuk kamera depan, namun secara umum, mode yang akan sering dipakai hanyalah Beautification dan Selfie Panorama.

Pada mode Beautification, kita dapat memilih beberapa setting sebelum mengambil foto. Secara umum, tampilannya adalah sebagai berikut.


Beberapa setting yang mungkin untuk disesuaikan adalah warna perona pipi, penghalus kulit, warna kulit wajah, efek pada mata dan penirus pipi. Berikut ini adalah hasil fotonya.


Mode ini umumnya banyak dipakai oleh para wanita yang memang secara alami menyukai selfie, namun tidak sedikit pula di masa kini, para lelaki yang juga unjuk selfie tanpa risih.
Untuk kepentingan review, berikutnya gw akan menunjukkan hasil foto dengan kamera depan dalam mode Selfie Panorama. Mohon maaf sebelumnya jika kurang berkenan :p


Diambil selepas asar, hasil kamera depan cukup jernih dan tajam. Luar biasa.

Selanjutnya, gw akan menampilkan beberapa hasil foto menggunakan beberapa mode dengan kamera belakang. Keterangan mode yang digunakan ada pada caption foto.

Mode Effects

Mode Super Resolution

Mode HDR
Mode Night

Mode Depth of Field

Mode Panorama

Mode Miniature Bulat

Mode Miniature Balok
Selanjutnya adalah mode Smart Remove. Mode ini cukup menarik karena kita dapat menentukan obyek mana yang dihilangkan atau tetap dimunculkan. Silakan disimak beberapa foto di bawah ini, keterangan pada caption.

Ini adalah gambar awal yang tertangkap kamera
Kita dapat menghilangkan obyek yang dilingkari
Dari gambar di atas, gw akan coba memunculkan gambar orang berbaju hijau yang sedang berjalan di trotoar. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Hanya bagian orang berjalan kaki saja yang muncul
Mode berikutnya adalah pengambilan gambar bergerak (video) dalam mode Slow Motion. Dapat disimak pada video berikut ini.


Kemudian ada mode Time Lapse, juga dapat disimak pada video berikut ini.


Mode yang terakhir adalah mode manual. Adapun tampilan pada layar saat akan mengambil gambar adalah seperti berikut ini.


Mode ini akan membuat kita lebih advance dalam menentukan setting/konfigurasi pada saat pengambilan gambar foto. Namun khusus mode ini akan gw bahas secara mendetil kelak saat gw menerima ASUS Zenfone Zoom yang memang diperuntukkan bagi peminat fotografi berbasis smartphone #kode ;)

Sebagai informasi, komparasi iseng pengambilan gambar indoor tanpa flash antara ASUS Zenfone 2 Intel vs ASUS Zenfone 2 Laser.

Kiri : Intel Kanan : Laser

Kiri : Intel Kanan : Laser
Untuk dapat melihat perbedaan hasil foto dari kamera ASUS Zenfone 2 Intel dan ASUS Zenfone 2 Laser, silakan kunjungi laman berikut ini :

Demikian review gw mengenai ASUS Zenfone 2 Laser ini, impresi gw pada umumnya adalah produk ini layak untuk dimiliki karena dengan harga yang terjangkau, namun kemampuannya tidak dapat dipandang sebelah mata, utamanya untuk mendukung aktifitas kita sehari². Dan khususnya pada kemampuan kamera, Zenfone 2 Laser ini memiliki kemampuan fokus pada target jauh lebih cepat dan hasil foto yang lebih jernih dibandingkan dengan kakaknya, Zenfone 2 Intel. Terima kasih atas perhatian pembaca yang budiman, sampai jumpa lagi kelak di tulisan gw yang lain.

Salam kompak persahabatan selalu..

[News] ASUS Republic of Gamers Media Gathering 2015

Baliroom Hotel Indonesia Kempinski pada tanggal 30 September 2015 menjadi tempat pilihan ASUS Indonesia untuk memperkenalkan lini produk ROG terbaru mereka yang ditujukan bagi kalangan gamers di Indonesia.



Ada beberapa lini notebook dan desktop gaming yang mengalami peningkatan dan perbaikan dari sisi performanya. Pertama-tama adalah lini desktop. ASUS ROG mengawali presentasi hari ini dengan G20AJ yang merupakan desktop gaming dengan spesifikasi paling mutakhir, yaitu intel i7 4720HQ dengan daya 47W dan kartu grafis Nvidia GTX780. Walaupun spesifikasinya tergolong monster, namun desktop ini mengusung teknologi Cool & Quiet di mana sistem pendinginnya hanya 22dB ultra-quiet, cukup senyap. Dan juga ada Eco Energy Mode di mana saat digunakan untk pekerjaan non-gaming, desktop ini pada tahap 1 hanya mengkonsumsi daya sebesar 20W dan 10W pada tahap kedua. Bila dibandingkan dengan rata-rata konsumsi industri pada umumnya, desktop ini mampu berhemat antara 50% hingga 75% daya. Selain itu pula, ada gimmick lampu pada casing desktop yang dapat diatur melalui software yang telah disertakan. Tidak lupa pula ROG Audio Wizard yang menyuguhkan kelebihan berupa Wider Range, True to Life Surround, Crystal Clear Sound, serta 5 Audio Modes secara preset, yaitu War Room, Soundscape, Action, Battlefield dan Multimedia.



Kemudian desktop ASUS ROG selanjutnya adalah G11 yang telah menggunakan Windows 10 sebagai sistem operasinya. Dengan fitur Quiet Perform sebesar 26dB, desktop ini masih tergolong sunyi saat digunakan. Dibandingkan dengan G20AJ, tipe ini merupakan tipe desktop gaming kelas menengah.

Yang menarik adalah saat presentasi laptop gaming. ASUS menghadirkan seri laptop gaming ter-ekonomis saat ini yaitu ROG GL552JX. Dengan spesifikasi i7 4750HQ, GTX950M + Iris Pro, RAM sebesar 4GB DDR3 dan storage sebesar 1TB, laptop ini dibandrol pada kisaran harga IDR 13 jutaan saja (DOS). Sangat menarik!

Kemudian ada pula laptop gaming yang ditujukan bagi gamers tanggung, maksudnya adalah user yg dulu jaman mudanya gamers, tapi seiring bertambahnya usia, sudah mulai berkurang jam nge-gamenya, namun masih menginginkan kenikmatan sempurna sensasi bermain game, ada seri ROG G501JW. Dengan berat kurang lebih 2kg, dan ketebalan hanya 20mm, berdesain mewah, modern dan clean, laptop ini terinspirasi oleh desain pesawat tempur F22 Stealth Fighter. Dengan spesifikasi yang tidak berbeda jauh dengan model sebelumnya, masih dengan i7 dan GTX960M 4GB DDR5 + Iris Pro, laptop ini dilengkapi dengan teknologi Nvidia Optimus yang mampu menghemat baterai. Dilengkapi pula dengan port Thunderbolt yang super cepat saat ini, dan layar IPS 4K2K UltraHD, HiSpeed storage PCIex4 SSD yang kecepatannya 3x SATA III SSD saat ini, laptop ini benar-benar diciptakan untuk mengisi segmen gamer kelas menengah.

Di kelas atas masih ada ASUS ROG G751 dengan TurboMaster teknologi untuk overclocking. Untuk itu, digunakan Tantalum Capacitor yang spesial dan juga teknologi G-Sync untuk no tear, no stutter dan less lag pada tampilan layarnya. Untuk audionya laptop ini telah dilengkapi dengan Bass-Eye Internal Subwoofer, Soundmaster audio, ROG Audio Wizard dan Maxx Audio teknologi. Programmable game keys juga sudah disediakan secara default, termasuk tombol untuk Steam, ROG Gameing Center dan Xsplit Gamecaster.

Seluruh laptop gaming ASUS ROG telah menggunakan Dual Independent Fans untuk CPU dan GPUnya, juga Hyper Cool Technology untuk manajemen air-flow di dalam casingnya.

Produk terakhir yang dipresentasikan adalah tipe ASUS ROG 752VY yang mengusung tema All-New Iron Man Style Design yang telah menggunakan prosesor intel Skylake terbaru, juga G-Sync dan GTX980M yang performanya terbaik untuk saat ini. Denger-denger sih, tipe ini bisa dipasang dengan watercooling system yang docking itu lho :)


Terakhir, pada momen ini, ASUS juga memperkenalkan brand ambassador mereka untuk casual gamers yaitu Donna Visca yang telah populer dan dikenal sebagai cosplayer, idol juga gamer. Selain Donna, ASUS juga mensponsori tim pro-gamers bernama NXL yang baru saja menjuarai kompetisi gaming online. Tidak lupa juga ada id-primegames sebagai penyelenggara kompetisi gaming online yang sudah 7 tahun malang melintang di bidangnya. Dan juga ada kompetisi game CS:GO untuk 16 peserta yang terpilih!



So, it was a very fun event, very fun moment. Glad to be there. Thank you ASUS Indonesia for inviting me. See you next time. Bye..

[Review] ASUS LolliFlash

Hai semuanya, apa kabar kalian? Gw harap kalian senantiasa sehat sentosa..
Kali ini gw kedatangan paket mungil dari ASUS yang akan gw coba dan gw bagikan pengalaman gw untuk kalian semua..

Kemasan ASUS LolliFlash
Ukurannya kurang lebih sama seperti kemasan powerbank ASUS ZenPower, dari luar juga tampak isinya kurang lebih apa aja. Tapi biar afdhol, mari kita tengok bareng², dapet apa aja kiranya aksesoris yang mungil ini. Namun sebelum itu, bisa disimak keterangan di bagian belakang boxnya.

Keterangan produk di sisi belakang box
Nah, setelah dibuka dan dikeluarkan isinya, bisa kita lihat bersama bahwa isinya cukup sederhana.

Isi dalam kemasan
Menurut informasi yang gw dapat, ASUS LolliFlash ini hadir dalam beberapa warna, kalo nggak salah ada 5 macam warna, yaitu hitam, merah, biru, putih dan kuning, namun yang gw terima adalah unit dengan warna putih.

ASUS LolliFlash 5 vibrant colors
Beginilah penampakannya setelah dikeluarkan dari cangkang boxnya. Terdapat 1 unit LolliFlash dengan 3 macam warna filternya, yaitu putih, biru dan pink/merah muda.

LolliFlash & filters
Unitnya sendiri sangat ringan dan mudah dibawa². Beratnya hanya 8 gram, dan cocok untuk disandingkan dengan berbagai gadget yang kalian punya, minimal sudah ada minijack untuk earphonenya.

Only 8 grams
Fits all
Ki - ka : ASUS ZF2, ASUS ZF5, HP Slate VoiceTab 7, BB Onyx
ASUS LolliFlash ini merupakan unit lampu flash dengan Dual-Color LED. Sepintas sih nggak keliatan beda warnanya apalagi saat belum dinyalakan. Tapi bisa kita buktikan sendiri lewat gambar² di bawah ini.

It's really dual-color LED
Unit LolliFlashnya sendiri cukup sederhana, hanya ada tombol Power untuk menghidupkan, dan port USB untuk charging/pengisian baterai.

The power button & USB port
Penggunaannya sangat mudah. Tekan tombol Power sekali untuk menghidupkan, LolliFlash akan menyala pada intensitas paling rendah. Tekan sekali lagi, maka LolliFlash akan menjadi lebih terang. Tekan sekali lagi, intensitas cahaya pada LolliFlash akan menjadi paling terang. Tekan sekali lagi, maka LolliFlash akan mati.
Agar lebih jelasnya, bisa disimak video berikut ini.


Untuk melakukan pengisian baterai, dapat menggunakan kabel adapter standar atau bisa juga dengan menggunakan powerbank.

Charging via ZenPower
Dalam keadaan terisi penuh, ASUS LolliFlash dapat digunakan selama 3 jam ke depan.
Sudah cukup detil penjelasan di sisi unitnya, sekarang kita akan bahas hasil fotonya dalam bentuk perbandingan².

Test Foto
Foto tanpa flash, cahaya natural dalam ruangan

Foto dengan flash built-in

Foto dengan ASUS LolliFlash
Dari ketiga foto di atas, tampak jelas bahwa kendala dalam mengambil foto dalam kondisi kurang cahaya akan menghasilkan gambar yang cenderung grainy/berpasir. Hal ini berbeda jika pengambilan foto dalam keadaan cukup cahaya.

Berikut ini adalah contoh foto yang diambil dengan menggunakan ASUS LolliFlash dengan filter warna putih, dengan 3 macam intensitas cahaya yang berbeda.

ASUS LolliFlash Low

ASUS LolliFlash Medium

ASUS LolliFlash High
Dari 3 macam intensitas cahaya tersebut dapat kita tentukan sendiri, mana yang sekiranya hasilnya mendekati keinginan kita dalam mengambil gambar.

Selanjutnya adalah pengambilan gambar dengan menggunakan filter warna yang berbeda.

Penggunaan filter dari ki-ka : Putih, Pink, Biru
Asyiknya lagi, karena ASUS LolliFlash ini portabel, penggunaannya bisa disesuaikan dengan imajinasi dan kreatifitas kita dalam mengambil gambar. Contohnya mungkin bisa disimak di bawah ini.

LolliFlash diletakkan di belakang obyek

LolliFlash diletakkan di depan samping kiri kamera
Dan dalam dunia fotografi, perbedaan sudut datangnya cahaya, akan memberikan dampak kedalaman pada obyek dan sekaligus menanamkan kesan yang dramatis.

Posisi LolliFlash dari sisi kanan atas kamera
Jadi, pada dasarnya kehadiran ASUS LolliFlash ini adalah untuk membantu memberikan color-tone natural pada obyek, utamanya bagi mereka yg gemar melakukan foto selfie. Namun tidak menutup kemungkinan penggunaan LolliFlash ini untuk keperluan fotografi yang lain. Bahkan jika ada lebih dari 1 unit LolliFlash, hanya imajinasi dan kreatifitas kita saja yang membatasi kemampuan apa saja yang dapat dilakukan dengan menggunakan ASUS LolliFlash ini.