[Review] ASUS ZenFlash (AFLU002)

Hai semua.. Jumpa lagi di tulisan gw yang ke sekian kalinya.. Bukan kebetulan kalo kemarin gw mendapat kiriman sebuah paket misterius. Penasaran? Hahaha.. Nggak juga kali ya? Kan udah ketahuan dari judulnya :p Anyway, paketnya agak berbeda dari biasanya karena dipacking kayu segala.


Kenapa berbeda? Karena biasanya paketnya cukup dikirim dalam wujud nan sederhana, berbalut plastik anti basah dari expedisi.


Karena penasaran pengen langsung testing, pembungkus langsung gw robek dan nampaklah isi di dalamnya. Tadaaa!!! Sebuah aksesoris dari ASUS berupa ZenFlash.


Pada kemasan depan, di bagian yg gw lingkari, terdapat keterangan bahwa produk ini dikhususkan atau hanya dapat berfungsi pada smartphone ASUS Zenfone 2 series. Pada bagian belakang, nampak keterangan sebagai berikut.


Kemasannya sederhana, tidak berbeda jauh dengan aksesoris ASUS LolliFlash yg beberapa waktu lalu gw review. Dan ketika gw buka, isinya adalah seperti ini.


ASUS ZenFlash dan pelindung karet berwarna biru, 2 lembar manual dan warranty, dan 1 velcro berperekat untuk cadangan.

Karena produk ini hanya kompatibel dengan ASUS Zenfone 2, maka secara singkat gw melakukan testing terhadap ASUS Zenfone 2 Laser juga. Untuk dapat memanfaatkan aksesoris ini, diperlukan aplikasi ZenFlash yang dapat diunduh dari PlayStore™.


Pada ASUS Zenfone 2 Intel, aplikasi ini sudah tersedia, jadi kita tidak perlu mengunduhnya lagi, namun tidak demikian pada ASUS Zenfone 2 Laser. 

Cara menggunakannya cukup mudah, pertama lepaskan unit ZenFlash dari sarung karetnya, dalam hal ini, gw punya berwarna biru, lalu coba telusuri dan lepaskan ujung kabel USB. Setelah terlepas, kurang lebih wujudnya seperti berikut ini.
source image : ebay.com
Di bagian belakang ZenFlash, terdapat perekat velcro untuk ditempelkan di bagian belakang unit smartphone. 


Berdasarkan referensi peletakan, maka gw coba ikuti apa adanya. ZenFlash gw posisikan di antara tulisan ASUS dan Zenfone. Lalu gw masukkan kepala USB ke port pada smartphone.


Karena aplikasi ZenFlash Camera sudah terpasang, saat kabel USB dihubungkan, maka secara otomatis smartphone akan mendeteksi adanya perangkat ZenFlash, dan menampilkan informasi sebagai berikut.


Perlu diingat bahwa aksesoris ini hanya berfungsi dengan aplikasi ZenFlash Camera. Dan jika kita OK-kan maka selanjutnya aplikasi ZenFlash Camera akan dijalankan.


Sebelum lanjut ke antarmuka aplikasi, muncul peringatan lagi agar selalu melepaskan kabel ZenFlash saat tidak digunakan.


Hal ini mungkin untuk menghindari borosnya baterai (mungkin..) Selain itu, mengingat orang Indonesia kurang suka membaca manual, mungkin hal ini bisa diperhatikan lebih seksama, di bagian Safety Notices.


Penggunaan ZenFlash selama 10x jepretan berturut² dalam tempo 1 menit dapat mengakibatkan kepanasan pada aksesoris. Perlu diingat pula bahwa aksesoris ini menggunakan Xenon Flash yang sangat terang.

Baiklah, lalu seperti apa tampilan saat kita akan mengambil gambar foto dengan menggunakan aplikasi dan aksesoris ZenFlash ini? Secara default, tampilan antarmuka ZenFlash akan nampak seperti di bawah ini.


Pada bagian kiri atas ada pengatur jarak obyek/target dalam satuan meter. Lalu di sisi kiri bawah ada ikon untuk pengaturan dan simbol flash dalam keadaan aktif.

Jika kita sentuh ikon pengaturan, akan muncul pilihan sebagai berikut.


Ada 4 pilihan seting, yaitu senyap, jeda waktu, pengenal wajah dan advanced yg berisikan pilihan untuk setting yg lebih lengkap.

Lalu opsi flash bisa kita matikan/disable jika tidak ingin menggunakan ZenFlash (ini gw gunakan sebagai perbandingan hasil foto kelak).


Selain itu ada pilihan mode di kanan bawah. Jika kita sentuh akan nampak pilihan seperti berikut ini.


Hanya ada 1 pilihan mode saja untuk aplikasi ZenFlash Camera ini, yaitu mode Low Noise.

Baiklah, kita coba untuk ambil 1 foto saja, berkaitan dengan menu yang ada di dalam aplikasi ZenFlash ini #jepret!


Setelah kita mengambil gambar, hasil foto tidak serta-merta disimpan, namun kita diberikan 7 pilihan efek, untuk dipilih salah satunya sebagai hasil final.

OK, konteks menu dalam aplikasi sudah gw bahas, selanjutnya gw akan coba bandingkan hasil foto ZenFlash ini dengan beberapa mode.

Ki-ka : foto tanpa flash, dengan flash bawaan, dengan ZenFlash
Lalu masih dengan posisi ZenFlash di bagian tengah, gw mengambil beberapa foto berikut ini.

Ki - ka : tanpa flash, dengan ZenFlash
Kemudian atas saran seorang kawan, seorang kameramen berpengalaman, gw mengubah posisi ZenFlash menjadi seperti berikut ini.

Dan hasilnya bisa dinikmati dalam rangkaian gambar di bawah ini.
Ki - ka : tanpa flash, dengan ZenFlash
Hasilnya adalah, untuk beberapa obyek, dengan menggunakan ZenFlash, keberadaannya jadi nampak lebih menonjol. Demikian pula dengan foto dengan obyek manusia, skin-tone-nya jadi lebih fresh dan natural.

Kesimpulan yang bisa gw dapat adalah, produk aksesoris ASUS ZenFlash ini merupakan lampu flash yang ringkas, dengan trigger terintegrasi dengan aplikasi ZenFlash Camera, yang mampu memberikan warna yang cerah dan tajam. Cocok untuk digunakan di lingkungan yang kurang cahaya, misalnya foto bersama saat di pesta kebun, aula pertemuan, diskotik dan lain². Jika dibandingkan dengan ASUS LolliFlash, terdapat perbedaan karakteristik dalam penggunaannya. LolliFlash nyaman digunakan untuk memotret obyek² kecil seperti koleksi mainan, perhiasan, dan lain², sedangkan ZenFlash, layaknya lampu flash profesional, lebih sesuai untuk pemotretan dokumentasi dengan kondisi kurang cahaya.

Kekurangan yang gw rasakan adalah, parameter yang digunakan oleh ZenFlash ini adalah jarak terhadap obyek/target, di mana diberikan parameter mulai 0,5 meter sampai 2,5 meter. Di sini kita dituntut untuk mampu menghitung dengan cermat jarak antara kita sebagai fotografer, dan target sebagai obyek yang akan kita foto. Juga shutter response yang lambat :( entah ini apa karena aplikasinya, atau hal lain.

Saran² untuk ASUS ZenFlash ini antara lain :
1. Semoga ke depannya sudah ada fitur otomatis untuk melakukan pengukuran (metering) terhadap obyek dan intensitas cahaya flash yang sesuai (tidak dengan manual meter lagi);
2. Pegangan yang lebih kokoh. Saat ini hanya menggunakan velcro + lem karet yg lambat laun akan kehilangan daya lekatnya. Syukur² pegangannya bisa disetel sudutnya seperti lampu flash manual;
3. Shutter response yang lebih cepat. Termasuk auto-fokus tentunya;
4. 7 pilihan hasil foto sebaiknya dikurangi. Tampilkan yang paling mendekati hasil natural, karena 3 efek terakhir memberikan hasil kebiruan yang gw nggak yakin bakal dipake. Extra efek sudah diakomodir di aplikasi pengolah foto lainnya.

Demikian review gw mengenai ASUS ZenFlash ini. Layak atau tidaknya untuk dimiliki, gw kembalikan ke selera dan gaya pengambilan foto kalian masing². Jika kalian senang berfoto dokumentasi, foto angkatan kelas, sekolah dll, produk aksesoris ini layak untuk dimiliki, namun kurang cocok untuk penggunaan foto hobi/koleksi mainan dan benda² kecil lainnya.

Untuk informasi ketersediaan barang dan harganya, bisa langsung kunjungi ASUS Store Indonesia di sini.

Terima kasih atas waktu dan atensinya. Wassalam.

Komentar

  1. Informasinya mantep, sebagai zenfans pengguna zen laser 2 nya saya terbantu

    BalasHapus
  2. Nice info mas, kebantu nih buat foto" di tempat sedikit cahaya atau pun malem hari

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

Masalah Whiteline pada ASUS Zenfone Zoom S