Tampilkan postingan dengan label idea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label idea. Tampilkan semua postingan

6 Hal Seru Yang Bikin Liburan Kalian Jadi Asyik dan Tidak Membosankan!


Liburan memang sangat menyenangkan dengan menjelajahi ke tempat yang belum pernah dikunjungi, menemukan kawan-kawan baru, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, hingga melakukan hal seru yang belum pernah dicoba dalam hidupmu. Tapi, traveling juga memiliki sisi lain yang tidak menyenangkan.

Salah satu sisi yang kurang menyenangkan adalah saat harus menempuh perjalanan jauh dan harus menunggu untuk sampai ke tempat tujuan. Contohnya, ketika naik kereta, kapal, bus, mobil pribadi sampai menanti pesawat yang sedang delay di bandara. Ini rasanya pasti sangat membosankan, bukan? Kalau kalian pernah mengalami masalah ini waktu liburan sebelumnya, tentunya kalian bisa mengatasinya dengan melakukan beberapa hal dibawah ini. Dijamin perjalanan kalian enggak akan membosankan dan enggak bikin mood kalian jadi buruk, deh!

1. Bermain Game

 
Sumber: ASUS ROG Indonesia

Ini adalah salah satu kegiatan yang sangat ampuh untuk menghilangkan rasa bosan yang melanda. Tentunya kalian bisa memanfaatkan gadget yang kalian miliki dengan bermain game agar tidak merasa bosan saat di perjalanan. Cobalah bermain game seru yang dapat meningkatkan mood kalian jadi lebih baik. Selama nggak kalah melawan musuhnya tentu :)

2. Streaming Film

 
Sumber: shutterstock.com

Selain main game, kalian juga bisa nih streaming film di gadget kesayangan kalian. Pilihlah film yang kalian sukai lalu nikmati aktivitas menonton secara pribadi dengan menggunakan headset bluetooth terbaik dari Xiaomi. Dijamin kalian bakal ikut terbawa suasana dari film yang akan kalian tonton deh. Selain itu, kalian juga enggak akan mengganggu penumpang di sekitar karena kegiatan menonton film yang seru itu.

3. Potret Objek Menarik

Sumber: pinterest.com
  
Selama diperjalanan, cobalah abadikan momen perjalanan kalian dengan kamera smartphone atau DSLR. Ini tentunya akan menjadi hal yang tak terlupakan, terutama jika liburan bersama keluarga atau orang terkasih. Memotret pemandangan menarik yang ada di perjalanan juga bisa kalian coba. Hal-hal sederhana seperti ini bahkan bisa menjadi suatu foto yang sangat bermakna dan berkesan. Ini juga akan membantu kalian menghilangkan rasa jenuh yang melanda.

4. Baca Buku Andalan


Sumber: parklandmanagement.com

Menghilangkan rasa bosan dengan cara membaca buku juga bisa kalian lakukan. Apalagi jika membaca buku fiksi yang akan membawa kalian ke dalam imajinasi yang mengagumkan. Selain itu, buku non fiksi juga akan menambahkan wawasan dan pengetahuan buat kalian. Sembari menikmati aktivitas membaca buku yang kalian bawa itu, perjalanan pun akan terasa singkat. Maka dari itu, bawalah 1 atau 2 buku andalan untuk menemani perjalanan kalian agar tidak begitu membosankan.  Baca komik online juga bisa sih :)

5. Mendengarkan Musik Favorit

Sumber: blogs.pyschecentral.com

Musik memang selalu menjadi andalan untuk mengontrol suasana hati, tidak terkecuali saat kalian sedang melakukan perjalanan jauh. Siapkanlah playlist dengan musik favorit kalian, lalu dengarkan dengan headset bluetooth Samsung U Flex untuk menemani perjalanan panjang kalian. Desainnya yang fleksibel dan dapat dilipat ini juga cocok sekali untuk dipakai berolahraga. Harga headset bluetooth Samsung ini kisaran Rp 300 ribuan yang dilengkapi dengan lapisan anti air dan juga keringat.

6. Istirahatkan Badan dengan Tidur

Sumber: pinterest.com

Kadang kala, kegiatan yang sudah kami jelaskan diatas ini tidak lagi dapat mengusir rasa bosan dengan perjalanan yang begitu panjang. Cara mengatasi ini cukup sederhana, setelah lelah melakukan kegiatan di atas ini kalian perlu mengistirahatkan badan kalian dengan cara alami, tidur. Bisa saja saat kalian terbangun, kendaraan yang kalian gunakan itu sudah sampai ketempat tujuan dan kalian pun siap memulai hari dengan berpetualangan.

Jadi itulah sekiranya hal-hal yang bisa kalian lakukan agar tidak merasa bosan saat di perjalanan. Selamat menikmati waktu liburan!




Aslinya Mana?


Satu pertanyaan yang sampai sekarang ini masih sulit untuk saya jawab. Aslinya mana?
Saya nggak tau referensi orang ketika menanyakan keaslian seseorang itu berdasarkan apanya sih? Garis keturunan dari orangtuanya? Atau tempat kelahirannya? Karena jujur saja, kedua orangtua saya itu blasteran Jawa Tengah dengan Sunda. Ketika Boyolali bertemu dengan Cianjur, dan Purwakarta bertemu dengan Sleman, namun kedua orangtua saya lahir di Jakarta.

Saya sendiri adalah anak pertama dari 3 bersaudara, di mana saya dan adik saya yang lelaki, lahir di Jember, Jawa Timur, sedangkan adik bungsu saya, perempuan, lahir di Jakarta. Jika referensi pertanyaan aslinya mana adalah tempat kelahiran, maka bisa jadi saya asli dari Jawa Timur. Tapi kan secara darah keturunan, saya ada faktor gabungan dari asli Jawa Tengah dan asli Sunda (Jawa Barat)?

Jadi selama ini saya sih lebih nyaman jika ditanya aslinya mana, saya akan jawab, saya blasteran Jawa - Sunda yang kebetulan lahir di Jawa Timur dan sekarang menetap di Jakarta.


Salam kompak persahabatan selalu..

Catatan di Akhir 2018


Beragam kisah telah terjadi selama tahun 2018. Suka, duka, gembira, nestapa, bahkan prahara, pernah menyambangi kehidupan pribadi kami. Semua datang tanpa diduga-duga. Ada yang direncana, banyak yang tak direncana, bahkan ada yang bermula dari iseng belaka.

Awal 2018 kami coba hadapi dengan perasaan optimis. Harapan akan masa depan cerah masih terbayang nyata di sana. 2017 bukan tahun yang ramah bagi kami. Alhamdulillah, semua itu masih bisa kami lalui. 

Membuat resolusi, bukanlah gaya kami. Karena jujur saja, semua itu boleh dibilang nyaris tak pernah terjadi. Jadi kami mengubah strategi.

Jenjang karir bukan lagi prioritas, karena kami tahu dan paham, semua itu belum akan berubah, jelas. Apalagi, usia kami sudah mulai di ujung paripurna, kesejahteraan tak bisa mengandalkan satu sumber saja. Namun kami berusaha untuk tak mengeluh, dan selalu mencari celah untuk bahagia. Karena bahagia itu memang harus kita sendiri yang ciptakan. Jangan terpaku pada masalah, tetap fokus pada solusi.

Masalah komunikasi dalam rumah tangga juga masih jadi kendala bagi kami. Semakin aktif kami berbicara, justru makin buruk penerimaannya. Mungkin ini hanya masalah beda persepsi, sehingga menjurus kepada miskomunikasi. Entahlah. Rasanya justru lebih tenang ketika komunikasi terjadi seperlunya saja, bukan bicara tentang hal-hal lain yang memenuhi isi kepala, tentang politik misalnya. Lupakan!

Namun banyak hal baik dan positif juga terjadi di 2018. Hal-hal yang mungkin terdengar remeh namun bermakna dalam mengisi lembar-lembar kisah kehidupan yang terus berjalan. Banyak teman baru di luar lingkungan pekerjaan. Banyak event-event yang menyenangkan untuk didatangi. Banyak kesempatan kerjasama yang datang justru di luar bidang IT korporasi. Sesederhana prinsip, “Jika diundang, usahakan datang!”.

2018 sesaat lagi akan berlalu. Terima kasih telah mengajarkan banyak hal kepada kami, membuat kami kuat dan bertahan, dengan harapan menjadikan kami manusia yang lebih baik daripada sebelumnya. Namun kami tak bisa menilai diri kami sendiri. Biarlah alam semesta yang melakukannya. Tugas kami hanyalah tetap bersikap baik, berpikir positif dan selalu menghormati sesama.

Selamat datang 2019! Kami takkan memintamu untuk baik pada kami, karena semestinya kamilah yang mempersiapkan diri untuk menerima apapun yang terjadi di hadapan nanti..


Berlibur ke Pulau Peucang di Ujung Kulon? Ini Dia Spot Yang Wajib Dikunjungi!

sumber:mypermatawisata.com

Pergi liburan butuh sederet persiapan yang matang, termasuk salah satu didalamnya adalah memilih transportasi terbaik ke tempat tujuan, seperti Lion Air. Salah satu tempat wisata menyenangkan yang bisa dicapainya adalah pulau Peucang, yang terletak di Ujung Kulon Indonesia. Apa saja hal menarik yang terdapat pada tempat wisata ini? Untuk kalian yang ingin menghilangkan rasa jenuh dan penat karena rutinitas sehari-hari, pemandangan alam yang indah dan tenang, jauh dari hiruk-pikuk Ibukota, jadi salah satu pilihan menarik untuk dilakukan. Ya! Semua itu bisa kita temukan di pulau Peucang.

Pembenahan Transportasi Massal untuk Mengurai Kemacetan di Jalan Raya Ibukota

Ada yang suka naik kendaraan umum? Bis atau kereta? Saya inget di masa kecil dahulu. Ketika itu kami masih tinggal di daerah. Ke Jakarta adalah liburan bagi kami. Dan hal yang paling menarik bagi saya kala itu adalah naik bis tingkat, dari Blok M ke Kota, dan sebaliknya. Cuma gitu doang? Iya! Dan pengalaman masa kecil itu begitu membekas dalam benak saya hingga kini.


Sekarang saya tinggal di Jakarta. Takdir dan suratan nasib, membuat saya menetap di sana. Setelah lulus kuliah, dapat kerja, hingga menikah dan kini sudah punya anak-anak, Jakarta menjadi tempat saya mencari rizki. Kebiasaan naik bis, masih saya lakukan, terutama saat ada kegiatan di luar kantor seperti seminar atau pelatihan atau bahkan peluncuran produk tertentu. TransJakarta menjadi pilihan saya untuk mencapai lokasi acara. 

"Lho Mas? Kenapa nggak tiap hari ke kantor naik bis saja?"

Hal ini pernah saya lakukan kok. Saya berangkat kerja, bukan naik mobil, tapi motor. Suatu ketika, motor kesayangan saya, si Cemonk, mesti turun mesin, selama beberapa hari saya menggunakan bis. TransJakarta dan Metromini sambung Kopaja, jadi pilihan. Namun ternyata, secara hitungan ekonomis, jatuhnya lebih mahal daripada berangkat naik motor, bahkan ketika pakai ojek online pun, terasa boros. Namun ini bukan berarti saya tidak menghendaki naik kendaraan umum, tidak. Hanya saya sesuaikan saja dengan kebutuhan dan tujuan.

Tidak hanya bis saja, saya juga beberapa kali menggunakan commuterline. Bahkan jaman kuliah dulu, saya dan kawan kuliah sempat nyambi di sebuah toko komputer di kawasan Mangga Dua. Saya memanfaatkan naik bis dulu sampai ke Jatinegara, lalu pindah naik kereta dari Stasiun Jatinegara menuju stasiun Kampung Bandan. Jaman itu namanya belum commuterline seperti sekarang. Yah, yang jelas, saya tidak asing dengan kendaraan umum model apapun.


Suatu hari juga pernah, istri saya minta diantarkan ke Bojong Gede, tempat kawannya, untuk menimba ilmu masalah pembuatan roti. Satu hal yang saya catat, dan jadi poin penting adalah ketersediaan lahan parkir yang memadai dan aman. Saya bersama istri, naik motor menuju stasiun Pasar Minggu. Motor diparkir di sana, dan kami melanjutkan perjalanan dengan kereta. Sungguh seperti inilah model transportasi yang saya idamkan. Mau ke mana? Parkir kendaraan, pindah naik kendaraan umum.

Ternyata BPTJ telah melakukan beberapa perubahan penting yang mengarah pada kenyamanan dan keamanan pengguna kendaraan pribadi. Model lahan parkir di simpul transportasi tersebut namanya Park & Ride, seperti dijelaskan oleh Bapak Bambang Prihartono saat event Cafe Talk bersama bloggers di Kedai Tiga Nyonya, beberapa waktu yang lalu. Selain itu juga, pengembangan transportasi terintegrasi juga sedang diupayakan. Hal ini semata untuk mengurangi problematika kemacetan di jalanan ibukota yang berpotensi menimbulkan kerugian secara ekonomi. Saat ini pengembangan sarana Park & Ride masih terbatas di beberapa lokasi saja.


Beragam upaya untuk mengurangi kemacetan, telah dilakukan oleh BPTJ. Mungkin kita pernah mengetahui program 3-in-1 beberapa tahun silam, lalu dilanjutkan dengan skema ganjil-genap bagi kendaraan pribadi roda 4 yang melalui jalur jalan tertentu. Hal ini terbukti menunjukkan perkembangan yang signifikan terhadap problem kemacetan yang pernah ada. Memang belum optimal, namun dampaknya sudah mulai dirasakan.

Selain itu juga, pembangunan sarana transportasi alternatif seperti busway dan yang saat ini sedang dikerjakan, yaitu LRT dan MRT, merupakan bukti nyata bahwa upaya mencari solusi bagi kemacetan di Jabodetabek senantiasa dilaksanakan. Harapannya tentu, para pengguna kendaraan pribadi, dapat mulai berpindah secara aktif, menggunakan transportasi publik. Targetnya, hasil pembangunan sarana transportasi terintegrasi yang telah dilakukan ini, dapat dinikmati oleh masyarakat pada tahun 2019 nanti.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna bis TransJakarta, disediakan pula unit bis RoyalTrans yang merupakan layanan bis premium dari TransJakarta. Di dalam bis ini, telah disediakan port USB untuk charging gawai penumpang. Oya, untuk pengguna TransJakarta Premium ini, jika menitipkan kendaraan pribadinya di sarana Park & Ride yang telah disediakan, hanya dikenakan biaya sebesar 10 ribu rupiah flat saja.


Oke, sedari tadi saya hanya membahas soal layanan yang telah diupayakan oleh pihak BPTJ untuk memberikan kenyamanan dalam transportasi publik. Ada hal-hal yang menjadi kekuatiran dari pihak BPTJ terkait dengan gaya hidup pengguna jalan raya yang terlanjur manja. Mereka enggan untuk berpindah menggunakan layanan transportasi umum dengan alasan kenyamanan. Memang jika saya lihat untuk saat ini, sungguh menjadi masa-masa pengorbanan. Macet tidak hanya karena jumlah kendaraan di jalanan, tapi juga pembangunan proyek-proyek yang serentak. Tapi percaya deh, itu semua untuk kenyamanan di masa depan.


Yang kedua adalah soal perilaku pengguna yang masih enggan mengantri. Padahal budaya antri ini cerminan masyarakat yang beradab. Ketika kesalahan yang dilakukan secara kolektif, dimaklumkan, maka norma/nilai dalam masyarakat akan bergeser, Yang salah, bisa jadi benar walau semu. Perilaku vandalisme terhadap fasilitas umum juga menjadi momok yang mesti jadi perhatian. Sanksi yang tegas dan berat mesti diterapkan agar masyarakat sama-sama menjaga fasilitas yang ada, serta mulai belajar tertib dan patuh pada peraturan. Jalur busway yang semestinya steril saja, masih banyak yang melanggarnya. Dan mestinya juga, pejabat pemerintah bisa menjadi contoh dan tauladan agar masyarakatnya ikut menjaga ketertiban dan taat pada peraturan. Dengan demikian, impian kita bersama untuk memiliki layanan transportasi publik yang nyaman, aman, terintegrasi, dapat terwujud dan memiliki semangat saling menjaga, bahwa fasilitas itu ada untuk kita semua.


Harapan saya sih, kedepannya, makin banyak tersedia sarana Park & Ride di berbagai lokasi. Mungkin bekerjasama dengan pasar-pasar, seperti lahan parkir Pasar Kramat Jati misalnya, agar pengguna kendaraan pribadi tergerak untuk memanfaatkan bis TransJakarta menuju ke tempat tujuannya. Jika jalur busway sudah steril, dan semua taat aturan, maka waktu yang diperlukan untuk sampai ke tujuan dapat dicapai dengan akurat.

Jadi, jangan sungkan untuk mencoba menggunakan transportasi publik. Saya beberapa kali mengajak keluarga saya untuk sekadar main ke mal atau taman rekreasi dengan menggunakan bis dan kereta. Dan mereka semua nampak senang sembari menikmati perjalanan. Jadi, mulai saat ini, marilah kita belajar untuk menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

Salam kompak persahabatan selalu..


#enjoypublictransport
#naikbusitukeren
#ayonaikbus

Nokia 2, Kuat dan Tahan Lama


Pernah nggak sih? Kalian mengalami hal yang menyebalkan saat komunikasi mesti terhubung setiap saat, namun kondisi baterai menjelang sekarat? Sedangkan powerbank dan colokan listrik terdekat tidak mungkin diakses dengan cepat? Saya pernah! Dan inilah kisah yang pernah saya alami.

Kisah ini terjadi ketika saya ditugaskan oleh kantor untuk menghadiri suatu event expo peralatan siaran dan telekomunikasi di negeri tetangga. Saat itu adalah kali pertama saya melakukan perjalanan ke luar negeri, dan saya cukup percaya diri dengan kemampuan daya tahan smartphone saya dengan hanya membawa kabel charger saja. Dan benar saja, minimnya pengalaman perjalanan ke negeri yang berbeda, memberikan satu masalah yang cukup fundamental saat memasuki kamar hotel tempat saya bermalam selama expo berlangsung.

ASUS X555QA dengan Prosesor AMD, Bikin Kerjaan Kantor atau Tugas Sekolah Jadi Lebih Pede

"Pah! Laptopku rusak lagi. Powernya nggak bisa dihidupin."
Kalimat sederhana itu menyentak sanubariku, membawa sedikit emosi ke dalam kata-kata. "Lho? Bukannya laptop itu baru saja Papa servisin? Supaya kamu bisa ujian? Kok bisa rusak?" Sahutan sang Mama terdengar dari dalam kamar, "Itu anaknya pake laptop buat nonton KPop di atas kasur! Bukan dipake buat belajar."


Laptop itu, adalah laptop satu-satunya yang kami gunakan secara bersama. Ketika musim raker tiba, atau saat event bloger yang mewajibkan untuk membawa laptop sebagai sarananya, maka laptop itu saya yang menggunakan. Demikian pula ketika musim ujian sekolah tiba, giliran anak saya yang memanfaatkannya untuk mengerjakan soal-soal ujian yang memang diselenggarakan secara online. Ketika laptop satu-satunya rusak, maka ada dua orang yang akan terganggu kepentingannya.

Solusi pertama yang terpikir adalah memperbaiki laptop tersebut ke tempat servis yang terpercaya, yang dikelola oleh teman lama saya di masa overclocking prosesor jadi primadona. Namun tentu saja, lamanya waktu perbaikan tidak dapat diperkirakan karena terkait banyak faktor, ketersediaan suku cadang dan waktu pengerjaan. Memang laptop ini sudah cukup berumur, hampir 3 tahun lamanya, namun spesifikasinya masih cukup memadai untuk mendukung pekerjaan saya karena sudah menggunakan prosesor dengan 4 inti.


Solusi kedua adalah membeli laptop baru, yang bisa kami gunakan bersama. Tentu saja secara spesifikasi harus bisa memenuhi kebutuhan saya sebagai prioritas utama, dan barulah kemudian kebutuhan anak saya dalam mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Dan inilah saatnya untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai laptop yang cocok untuk kebutuhan kami, dan tentu saja sesuai dengan anggaran kami. Untuk memudahkan pilihan, saya mempersempit anggaran belanja laptop di kisaran harga 4 hingga 6 jutaan Rupiah saja. Dari kategori ini saja, beragam pilihan merk dan spesifikasi, cukup banyak yang muncul sebagai hasil pencarian.


Dari sekian banyak pilihan tersebut, mata dan hati saya tiba-tiba tertuju pada sebuah laptop yang memiliki kode X555QA dari ASUS. Sebuah laptop dengan prosesor AMD A10 dan chipset grafis AMD Radeon R5.

"Kenapa AMD Mas? Kan AMD panas?"

Demikian pertanyaan yang sering dilontarkan saat mendengar kata AMD, mirip dengan citra ASUS Zenfone karena menggunakan prosesor netbook saat pertama kali diluncurkan beberapa tahun silam. Perkenalan saya dengan AMD bukan terjadi 1-2 tahun belakangan, namun sejak jaman kuliah, di mana saat itu saya merakit komputer pertama saya dengan menggunakan prosesor AMD K6-2. Kemudian di masa akhir kuliah, saya sempat menggunakan AMD Barton 2000+ Gold Batch yang ditarik hingga 2,2 GHz untuk menyelesaikan skripsi saya. Jadi, AMD bukanlah prosesor yang asing bagi saya. Jadi, kembali kepada pertanyaan, kenapa AMD? Jawabannya sederhana, karena di rentang harga yang sama, laptop atau komputer dengan prosesor AMD memberikan spesifikasi dan performa yang lebih tinggi dibandingkan dengan prosesor dari kompetitornya. Tunggu! Jangan langsung percaya dan menelan mentah-mentah informasi ini! Karena sebentar lagi saya akan menjabarkan alasan saya untuk memilih laptop ASUS X555QA ini.


ASUS X555QA menggunakan prosesor AMD A10-9620P, yang memiliki 4 inti prosesor (Quad Core) bekerja pada kecepatan 2,5 GHz. Memiliki konsumsi daya maksimal sebesar 15 Watt saja, kecepatan prosesor AMD A10 ini bisa digenjot lagi hingga mencapai 3,4 GHz. Konsumsi daya yang rendah, akan mempengaruhi daya tahan baterai saat digunakan, serta panas yang dihasilkan juga relatif lebih rendah. Kurang lebih hingga 10 jam untuk aktifitas web browsing, cukup untuk bekerja seharian tanpa harus kuatir cari colokan listrik dan perangkat pendingin tambahan.


Chipset grafis Radeon R5 yang digunakan oleh laptop ASUS X555QA ini juga tergolong tangguh untuk kelas entry. Performanya lebih tinggi daripada chipset FX-8800P yang merupakan kelas flagship di tahun sebelumnya. Apa keuntungan menggunakan chipset grafis dedicated seperti ini? Pekerjaan berat yang menyiksa grafis seperti bermain game 3D atau rendering animasi akan lebih terbantu sehingga prosesnya lebih singkat dan tampilannya jauh lebih memanjakan mata. Hal ini menjadikan ASUS X555QA ini sebagai laptop yang serbaguna, mau dipakai untuk bekerja bisa, hiburan juga ulala, lancar jaya. 


Lebar layar juga menjadi pertimbangan, karena ukuran yang nyaman untuk mata saat bekerja atau menikmati hiburan, minimal adalah 15 inci. Dan laptop ASUS X555QA ini memiliki bentang layar seluas 15,6 inci dengan resolusi HD, rasio 16:9 Wide, NTSC. RAM yang terpasang sebesar 4 GB berjenis DDR4, menjamin multi-tasking tetap lancar dan berjalan mulus. Kapasitas harddisk yang tersedia sangat luas, yaitu sebesar 1 TB bertipe SATA. Mau simpan foto, video atau sekadar dokumen, dijamin sisanya masih banyak. Layar, RAM dan harddisk yang tepasang pada laptop ini, tergolong cukup lega untuk kebutuhan komputasi jaman now.


Urusan konektivitas, tidak dipandang sebelah mata. Beragam teknologi terkini, disematkan pula di dalam laptop ASUS X555QA ini. Nggak percaya? Yuk kita daftar satu demi satu. Yang pertama adalah Wifi class n, lalu port Gigabit LAN tipe RJ45, lalu Bluetooth versi 4.0 untuk komunikasi nirkabel. Selanjutnya juga tersedia USB port 3.0, SDCard Reader untuk transfer foto dari kamera, port HDMI untuk keluaran gambar yang lebih tajam dan jernih. Selain itu tentu saja port lain seperti USB 2.0, combo jack audio serta port VGA masih disediakan di sini, juga satu hal yang penting nggak penting, yaitu adanya Super-Multi DVD-RW berkecepatan 8x. Kenapa saya bilang penting nggak penting? Karena di era sekarang ini, instalasi aplikasi banyak yang disediakan secara online, namun terkadang kita masih memerlukan adanya DVD-RW ini untuk instalasi sistem operasi misalnya, atau aplikasi original lain yang mungkin kita miliki kepingan cakram instalasinya. Selain itu juga, DVD-RW ini bisa digunakan untuk menyalin data kita, entah foto, video atau dokumen tugas/pekerjaan, untuk dibagikan kepada pihak lain yang memerlukan. Keberadaan DVD-RW ini jadi nilai tambah sebagai pertimbangan dalam memilih dan membeli laptop, karena belakangan ini, bentuk laptop makin tipis dengan meniadakan kehadiran DVD-RW di sana.


Sekarang ini, jika kita membeli laptop, sudah jauh lebih enak. Kenapa? Karena sekarang semua laptop ASUS sudah terinstalasi sistem operasi Windows 10 yang dijamin keasliannya. Jadi bisa langsung digunakan segera. Selain itu, dengan menggunakan Windows 10 asli, kita tidak akan merasa was-was dan kuatir ketika harus bepergian ke luar negeri. Fitur lain seperti Windows Helo dan Cortana juga langsung bisa dimanfaatkan pada laptop ini. Dan jika ada upgrade terbaru dari Windows 10, laptop ini akan langsung mendapatkannya. Enak tenan kan?


Nah! Itulah tadi alasan mengapa akhirnya saya memilih laptop ASUS X555QA untuk memenuhi kebutuhan saya dan kebutuhan sekolah anak saya. Semoga informasi ini bisa membantu siapa pun yang sedang kebingungan untuk menentukan laptop yang mana yang kiranya sesuai untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak, atau tugas kita sehari-hari.

"Kak! Pesan papa, nanti kalau laptopnya sudah datang, tolong dijaga dengan baik. Supaya ketika papa perlu, atau kamu perlu, laptopnya bisa digunakan dengan lancar."

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Begini Cara Migrasi Kartu XL 3G ke 4G Secara Mandiri


Kami sekeluarga, mayoritas menggunakan kartu XL di dalam smartphone kami masing-masing. Dan bukan kebetulan jika saya merupakan pengguna layanan 4G pertama di dalam keluarga. Kurang lebih setahun yang lalu, kartu SIM istri saya juga hijrah ke 4G, karena kami berdua menggunakan layanan pasca bayar, dan saat itu layanan 3G mulai berkurang kuotanya, sehingga saat itu, saya memutuskan untuk sekalian mengganti kartu SIM istri saya dari 3G ke 4G di XL Center Lotte Mart.

Rekomendasi Smartphone Harga di Bawah 2 Juta Rupiah

Hai! Jumpa lagi dengan saya. Kali ini saya mau bagi informasi rekomendasi smartphone yang layak jadi pilihan dengan anggaran dua juta rupiah saja. Karena berdasarkan pengamatan dan obrolan dengan teman-teman, harga smartphone yang ideal dan wajar bagi mereka, ada di kisaran harga 2 sampai 3 juta rupiah. Dan berikut ini adalah smartphone yang saya rekomendasikan sesuai dengan fitur dan kebutuhan. Nomor dan urutan bukan menunjukkan prioritas atau pilihan terbaik.


1. ASUS Zenfone Live


Smartphone berbodi mungil ini terasa nyaman digenggaman dan juga ringan. Hal yang cukup krusial jika kita sering melakukan live streaming dengan menggunakan aplikasi media sosial. ASUS Zenfone Live dengan aplikasi BeautyLive membuat live streaming semakin mudah dan percaya diri tanpa harus mempersiapkan make-up berlebih.
Dukungan audio dengan dual microphone memastikan kualitas perekaman suara saat live terjamin kejernihannya. Ditambah lagi dengan teknologi 5 magnet speaker, volume suara terdengar lebih kencang dan jelas.
Harga saat rilis pertama kali ada di kisaran 1,8 juta rupiah. Namun saat ini di Lazada rata-rata ada di angka 1,4 juta rupiah saja.

Review : Zenfone Live Jadikan Streaming Lebih Sederhana dengan Hasil Luar Biasa

2. Sharp R1


Memiliki layar seluas 5.2", smartphone ini ditujukan untuk generasi milenial yang senang menikmati hiburan di mana saja. Ya, layar 2.5D Natural Aqua Screen yang diusungnya memang jadi andalan Sharp untuk memastikan kenyamanan penggunanya dalam menonton film baik offline maupun secara live streaming via Youtube. Apalagi baterainya sudah 4000mAh, cukup besar untuk memenuhi kebutuhan hiburan dan multimedia. 
Harga Sharp R1 menurut pantauan saya di Lazada saat ini masih berada di kisaran 1,8 juta rupiah. Masih sama dengan informasi yang saya peroleh saat rilis dulu.

News : Sharp R1, Smartphone Canggih Harga Funky

3. Meizu M5c


Smartphone Meizu M5c ini memiliki bodi yang solid dan kokoh. Dengan satu tombol utama yang bila disentuh atau ditekan, memiliki fungsi berbeda, Back dan Home. Memiliki UI FlyOS yang ringan, Meizu M5c ini sangat nyaman untuk digunakan sebagai daily driver, khususnya aplikasi percakapan seperti WhatsApp atau semacamnya. 
Untuk aktifitas media sosial juga cukup memadai, apalagi kualitas kamera belakangnya, tidak saya sangka dan tidak saya duga, memiliki hasil yang cukup baik dalam keadaan gelap/low light.
Di sisi hiburan, ada satu lagi yang membuat saya terpana, aplikasi video playernya mampu memutar film dengan format tidak umum, seperti .MKV dan sekaligus menampilkan teks terjemahannya bila disertai file .SRT di folder yang sama. Ini layak diapresiasi dan pastinya akan digemari oleh pengguna yang suka menonton film di perjalanan melalui smartphonenya.
Harga pasaran saat ini, menurut pantauan saya di Lazada, berada di kisaran 1,6 juta rupiah.

Review : Pengalaman Pribadi bersama Si Mungil Meizu M5c

Inilah rekomendasi dari saya untuk smartphone dengan anggaran sekitar 2 juta rupiah saja. Semoga berkenan dan harapannya tentu bermanfaat bagi siapa saja yang memerlukan. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya, salam kompak persahabatan selalu..

[Idea] Smartphone Untuk Siswa SMP, Manfaat atau Mudharat?


Smartphone saat ini sudah menjadi kebutuhan semi-primer bagi semua orang. Tidak terkecuali para siswa/pelajar. Walaupun masih beredar handphone yang hanya memiliki fungsi sederhana, seperti telpon dan sms, namun rata² minimal sudah memiliki kamera di dalamnya.

Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21

Berdasarkan informasi yang gw terima dari pertemuan orangtua murid di SMP tempat anak gw bersekolah, saat ini pola belajar anak bukan lagi mengandalkan buku pelajaran semata, namun juga tidak lepas dari teknologi internet.


Seperti dijabarkan pada slide di atas, bahwa pelajar di era sekarang ini, cara & pola belajarnya sangat jauh berbeda dengan cara belajar kita, para orangtua, di masa lalu. Dulu, buku andalan kita adalah bunga rampai, buku pintar, RPAL, RPUL dan semacamnya. 

Apa yang menjadi ciri cara belajar di masa kini? Yuk kita bongkar satu demi satu.

  1. Informasi - pelajar mencari informasi bukan hanya dari buku saja, namun juga dapat memanfaatkan internet sebagai sumber informasi. Namun demikian, perlu diingat dan dicatat bahwa tidak semua informasi yang ada di internet adalah valid. Kita tetap harus memiliki rujukan lain, baik berupa buku atau situs yang dapat dipercaya.
  2. Komputasi - dalam menghadapi suatu persoalan, pelajar diharapkan dapat mengetahui sebab terjadinya masalah tersebut, dan juga dapat memberikan solusi terhadapnya. Jadi bukan hanya sekedar mengetahui jawabannya saja.
  3. Otomasi - pelajar diarahkan untuk melatih cara berpikir analitis untuk menghasilkan solusi.
  4. Komunikasi - dalam menghadapi persoalan, pelajar ditekankan pada pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam mencari solusi, bukan dengan kompetisi belaka.

Dari poin di atas, secara umum dapat kita pahami bahwa keberadaan smartphone pada pelajar dapat membantu kelancaran proses pendidikan dan pengajaran. 

Kita coba mundur sejenak, ketika anak gw kelas 6 SD, gw belum memberikan fasilitas smartphone kepadanya, namun memberikan hp sederhana dengan fitur telpon dan sms untuk komunikasi dengan kami, orangtuanya. Namun kala itu, di kelasnya, sudah banyak siswa-siswi yang memanfaatkan smartphone untuk berbagi informasi tentang kelas dan sekolah dari gurunya. Di situ gw merasa terlambat, namun tidak menyesal, karena gw belum yakin, anak gw mampu memanfaatkan smartphone dengan bijak. Dan ketika menjelang Ujian Nasional, dimana anak gw sedang fokus untuk lulus dengan nilai memuaskan, dengan target SMP terbaik di lingkungan gw tinggal, kami mencabarnya dengan sebuah tantangan. Jika dia bisa diterima di SMP terbaik pilihan kita semua, maka dia berhak mendapatkan smartphone, lengkap dengan layanan datanya. Kebetulan, saat ZenFestival 2015 lalu, gw berhasil memperoleh sebuah smartphone ASUS Zenfone Laser dari event Scavenger yang diadakan saat itu. Jadi hadiahnya sudah ada, nggak perlu beli lagi. Challenge accepted! Singkat cerita, anak gw berhasil diterima di SMP favorit di wilayah Jakarta Timur.


Tata Tertib Sekolah dari Dinas Pendidikan DKI

Saat pertemuan orangtua murid dengan pihak sekolah, kami mendapatkan informasi mengenai tata tertib dan jumlah poin yang diterima oleh anak kami jika mereka melakukan pelanggaran terhadapnya. Dan ini menjadi kontradiksi saat kami melihat ada satu poin yang terdapat di dalam tata tertib sekolah tersebut.


Kita lihat pada poin #20 yang menyatakan bahwa pelajar dilarang membawa HP berbasis multimedia. Hal ini akan menjadi kontraproduktif di mana satu sisi pelajar diharapkan mampu bergerak lugas memanfaatkan teknologi dalam mengerjakan tugas, namun di sisi lain membawa HP smartphone saja akan mendapatkan poin pelanggaran yang bobotnya cukup besar (40 poin). Sebagai informasi, jika jumlah poin pelanggaran mencapai 100, maka pelajar akan dikembalikan kepada orangtuanya, dan kecil harapan untuk dapat bersekolah di kota yang sama (dalam hal ini mungkin propinsi DKI Jakarta).

Saran/Solusi

Untuk mengatasi kontradiksi tersebut, perlu dicari jalan keluar agar kedua pihak tidak dirugikan. Terus terang, di masa sekarang ini, komunikasi sangat penting, apalagi antara orangtua dengan anaknya. Memang, kita sering melihat kasus² penyalahgunaan smartphone di kalangan pelajar, namun hal itu tidak semestinya menjadikan kita paranoid. Justru kita harus memberikan kepercayaan pada anak dan melatihnya bertanggung jawab atas kehormatan dirinya sendiri, karena kita sebagai orangtua, belum tentu dapat mendampingi mereka seumur hidup kita.

Jika seandainya pelajar boleh membawa smartphone ke sekolah, walau tujuan utamanya adalah untuk komunikasi dan koordinasi dengan orangtuanya, bisa diatur agar hp tetap dalam keadaan off/mati selama proses pengajaran, tidak terkecuali pada jam istirahat. Dan dapat diaktifkan kembali saat jam pulang sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan, dengan kurikulum dan pola ajar yang sangat modern ini, justru guru membolehkan pelajar memanfaatkan smartphone dalam proses pengajaran yang sedang dilakukannya, namun dengan catatan, tetap dalam pengawasan.

Mengenai sanksi, gw rasa sudah ada beberapa poin yang dapat menutup celah penyalahgunaan smartphone di kalangan pelajar. Dapat kita lihat pada slide di bawah ini.


Antara lain pada poin #22 dan poin #27 yang belakangan ini sering kita lihat dan baca di jagad maya. Perbuatan pada poin #22 justru direkam dengan hp (menjadi barang bukti) dan poin #27 yang umumnya juga dilakukan melalui hp. Selain itu juga, bila kita lihat pada poin #19 di slide sebelumnya, mengenai konten porno, hal itu juga umum kita temui di hp. Oleh karena itu, sebagai orangtua, kita mesti membuat perjanjian dengan anak, agar kita dapat sewaktu-waktu memeriksa hp mereka, untuk menjaga mereka dari perbuatan yang merugikan diri mereka sendiri di kemudian hari.

Konklusi

Harapan kami sebagai orangtua, agar membawa HP tidak menjadi salah satu poin pelanggaran, tentunya dengan kondisi yang sudah disepakati bersama. Hal ini agar orangtua tidak merasa kuatir mengenai posisi dan kondisi anaknya jika mesti terlambat pulang karena ada pelajaran tambahan atau tugas lain yang mesti dilakukan secara berkelompok.



Kafe Raika, Usaha Impianku Untuk Keluarga

Cita-citaku saat ini adalah ingin memiliki usaha sendiri, yang ku kelola sendiri bersama keluarga, sebagai persiapan untuk menyongsong masa tua, dan juga sebagai warisan bagi anak-anak kami. Mengapa memilih kafe? Karena istriku memiliki bakat dalam mengolah bahan pangan, dari memasak untuk lauk, sampai membuat roti dan kue. Nah! Potensi ini yang ingin kubantu untuk kembangkan, di mana pasangan dari roti dan kue sejatinya adalah kopi. Bukan kebetulan pula karena diriku ini juga penggemar minuman berbahan dasar kopi.

Konsep
Kafe yang kuimpikan sangat sederhana, kafe mungil dengan sentuhan tradisional bernuansa kampung, di mana tempat ini menjadi tempat ngumpul (cangkruk) orang-orang ngobrol santai, sosialisasi, tanpa koneksi free-wifi. Impian kami, tempat ini jadi tempat silaturahmi bagi pengunjungnya, menjadi lokasi ajang berkumpulnya orang-orang menjalin hubungan antar sesama, menambah saudara, bahkan mungkin menemukan jodohnya.
Ilustrasi Kafe

                Selain sebagai tempat berkumpul untuk ngobrol santai, kafe kami ini juga menyediakan meeting space dengan konsep terbuka, berkapasitas 15-20 orang, dilengkapi dengan wireless proyektor dan sound system mandiri. Hal ini sudah umum di banyak tempat mengingat seringkali diskusi dan presentasi lebih efektif dilakukan dalam kondisi yang santai dan nyaman.

Seni dari Dapur
Sebagai bentuk usaha kuliner, kafe kami juga mengedepankan kesegaran dalam setiap menu yang kami sajikan. Oleh sebab itu, dapur kami pun kelak akan memiliki oven listrik yang cukup mumpuni, sehingga semua roti dan kue yang kami sajikan masih dalam kondisi ‘fresh baked/from the oven’. Dan juga, untuk olahan minuman berbahan dasar kopi, kami juga akan memiliki mesin pengolah biji kopi semi otomatis untuk setiap sajian minuman kopi di kafe kami. Biji kopi yang kami gunakan pun merupakan biji kopi terbaik yang kami peroleh dari seluruh pelosok Indonesia.
Ilustrasi Peralatan Dapur Kafe

Teknologi Pendukung Operasional
Teknologi canggih aku perlukan, karena aku memiiki ide untuk memanfaatkan 1 buah komputer namun memiliki banyak fungsi. Nantinya komputer tersebut akan memiliki fungsi utama sebagai pencatat pesanan dan mesin kasir, selain itu juga sebagai music player untuk pendukung suasana di kafe kami, menampilkan menu yang tersedia dan juga menu special hari ini. Aku yakin, dengan teknologi yang tepat, segala keinginanku untuk kafe ini dapat terwujud.
ASUS AIO V220IC

Untuk kebutuhan teknologi komputasi di kafe kami nanti, pilihan jatuh pada ASUS All-In-One V220IC. ASUS AIO V220IC diperkuat oleh teknologi Intel Processor terkini (Core i3 6100U) yang berkinerja tinggi namun dengan harga yang terjangkau. Bagaimana tidak? Intel Core i3 6100U berlari di frekwensi 2.30GHz, dengan 3MB SmartCache dan dukungan komputasi 64bit, menjadikannya fleksibel dipasangkan dengan memori di atas 4GB sekalipun. Ditambah lagi kemampuannya untuk menjalankan 4 instruksi/tugas secara bersamaan, namun tetap berdaya rendah, hanya 15W saja, menjadikannya sebagai pilihan yang logis untuk sebuah komputer yang dapat melakukan beberapa fungsi sekaligus, namun tetap dalam anggaran yang sudah kami tetapkan.

Bentuknya yang ramping dan ringkas, tentunya juga menjadi pertimbangan kami dalam memilih ASUS AIO Z220IC ini di kafe kami yang mungil nanti, mengingat space yang terbatas, membuat kami harus benar-benar memanfaatkan setiap jengkal yang tersedia secara optimal.
ASUS AIO V220IC White
Aplikasi yang akan kami gunakan nantinya akan lebih banyak memanfaatkan layar sentuh. Dukungan layar sentuh 10 jari dari ASUS AIO Z220IC ini akan sangat membantu dalam proses pemesanan hingga proses pembayaran kelak. Lagipula, mempelajari sebuah aplikasi dengan antarmuka sentuhan sejauh ini lebih mudah dipahami daripada metode tradisional lain, seperti mengetik misalnya.
Ilustrasi Aplikasi Kafe dengan metode input Layar Sentuh

                Menurut informasi, beberapa tipe tertentu dari ASUS AIO bahkan sudah memiliki modul NFC dan pembaca SmartCard, yang tentunya akan dapat lebih memberikan nilai tambah dalam setiap transaksi pada aplikasi bisnis yang kita miliki. Bayangan kami, transaksi dengan menggunakan e-money atau debit/credit card langsung menggunakan ASUS AIO, suatu hal yang luar biasa, belum pernah ku temui hal itu sebelumnya.

Interkoneksi
Di bagian belakang unit ASUS AIO V220IC, disediakan berbagai macam port untuk koneksi ke perangkat lain. Tampilannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Layout bagian belakang ASUS AIO V220IC

                Tampak pada gambar di atas, ada 2 bagian tertutup yang dapat dibuka dengan mudah, yaitu bagian RAM dan bagian port Audio/Media Reader. Untuk kebutuhan komputer sebagai music player di kafe kami, dapat dengan mudah menghubungkan kabel audio dari perangkat sound system ke port headphone. Di belakang juga terdapat port HDMI-Out untuk menampilkan tampilan layar mode extended ke external display/tv layar datar, yang sedianya akan kami manfaatkan untuk menampilkan daftar menu dan menu andalan hari itu. Selain itu juga terdapat sebuah port USB 2.0 dan 2 buah port USB 3.0 untuk manfaat lainnya, serta sebuah port LAN untuk koneksi ke internet bila diperlukan. Cukup melimpah fasilitas yang disediakan pada ASUS AIO V220IC ini.

Spesifikasi
Berikut ini adalah daftar spesifikasi dari ASUS All-In-One V220IC yang kami pilih.

Penutup

                Demikianlah impianku untuk dapat memiliki usaha sendiri, sebuah kafe mungil nan sederhana, namun didukung oleh produk teknologi yang tepat guna, elegan dalam penampilan dan unggul dalam performa. Lalu, bagaimana dengan impian kalian?