Artikel Unggulan

Roti Gambang dan Kisah Awal Kedekatanku Dengannya

  Saya kurang ingat persis kapan tepatnya saya mengenal roti gambang. Yang saya ingat hanyalah ketika saya membeli dan mencoba roti gambang ...

NiagaHoster x Kemenkeu Dukung Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional bagi UMKM

 

Pandemi covid-19 memberikan pukulan telak bagi seluruh bangsa di dunia, tak terkecuali bangsa Indonesia. Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi penyebaran wabah ini, melalui sosialisasi prosedur kesehatan 5M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. 

Salah satu kebijakan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran wabah covid-19 ini adalah melalui PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kebijakan ini secara telak langsung menghantam perekonomian masyarakat, khususnya UMKM. Ini disebabkan karena pola transaksi UMKM pada umumnya masih menggunakan pola tradisional, yaitu interaksi langsung, bertatap muka. Padahal menurut data dari Kementerian Keuangan, UMKM menyumbang 61,1% terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) serta 97% penyerapan tenaga kerja.


Pemerintah melalui program PC-PEN (Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) sebetulnya telah berupaya untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat akibat wabah covid-19 ini. Tidak sedikit dana yang dianggarkan untuk bisa menanggulangi dampak covid-19 di segala sektor, tak terkecuali perekonomian.


Dari tabel di atas, bisa kita lihat bahwa anggaran terbesar berada pada pos perlindungan sosial, yang diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial yang bisa langsung dinikmati oleh penerima bantuan, biasanya berupa paket sembako atau uang tunai. Pos anggaran terbesar berikutnya ditujukan untuk menggerakan perekonomian, berupa insentif usaha dari sektor pajak untuk menjaga daya beli masyarakat serta menjaga kelangsungan hidup pelaku usaha. Selain itu, UMKM juga mendapatkan perhatian pemerintah melalui program permodalan melalui bank maupun secara langsung.


Salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan UMKM di kala pandemi ini adalah transformasi ke digital. Pemerintah sendiri telah melakukan beberapa upaya, salah satu di antaranya adalah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Gerakan ini bertujuan untuk memunculkan produk lokal unggulan berkualitas sebagai brand nasional. Selain itu, gerakan ini juga diharapkan mampu mendorong transformasi digital UMKM di  era new normal alias masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).


Jujur saja, sejak pandemi covid-19 menerpa Indonesia, banyak kebiasaan baru tercipta, mengubah kebiasaan lama yang telah terbiasa kita lakukan selama ini. Salah satunya adalah kebiasaan untuk selalu terhubung ke dunia digital, baik untuk berinteraksi, belajar, bekerja, berkomunikasi hingga transaksi jual-beli.


Dari perubahan pola kebiasaan ini, beberapa UMKM dan usaha lainnya mendadak go-digital, namun sayangnya tanpa pengetahuan yang memadai. Nah, untuk membantu program pemulihan ekonomi nasional bagi UMKM, pihak NiagaHoster dalam hal ini mencoba untuk menjembatani UMKM yang siap bertransformasi menuju era pasar digital. NiagaHoster yang lebih dulu dikenal sebagai penyedia web-hosting, kini mengembangkan layanannya untuk ikut serta berjuang bersama UMKM melalui program Etalase Digital.


Etalase Digital adalah program pelatihan UMKM yang dilakukan secara daring, mencakup topik seputar pentingnya go online, membuat website dengan WordPress, membuat konten, branding, hingga digital marketing. Program ini bertujuan agar UMKM di tahun 2021 dapat menaikkan kelas serta meningkatkan daya saing di pasar global. Bagi UMKM yang tergabung dalam program Etalase Digital ini akan memiliki toko online di mesin pencari, yang dapat diakses oleh pasar yang lebih luas, sekaligus dapat membangun branding-nya secara mandiri, tanpa harus bergantung pada marketplace yang sudah populer.

Bagaimana dengan bisnis kalian? Apakah kalian sudah siap bertarung di masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini dengan kemampuan digital marketing yang kalian miliki?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar