EZVIZ T30 Smart Plug dan LB1 Color Bulb - Perangkat Tepat untuk Rumah yang Smart

  Kebutuhan perangkat smarthome terus meningkat seiring dengan kondisi pandemik. Hal itu disebabkan oleh keadaan di mana kebanyakan masyarak...

Red Hat Developer - Komunitas Pengembang Aplikasi berbasis OpenShift Container Platform

 


Dunia pemrograman belakangan ini berkembang dengan sangat pesat. Saya teringat masa-masa sekolah dulu, di mana kala itu saya masih belajar bahasa pemrograman BASIC yang sangat tradisional, menuliskan kode perintah baris demi baris. Di jenjang kuliah, saya pun mengenal bahasa pemrograman secara visual, yang populer saat itu Visual Basic dan Visual FoxPro. Bahasa pemrograman kala itu pun mulai bergeser ke metode Object Oriented Program (OOP) yang menawarkan keleluasaan dalam mengembangkan baris perintah menjadi sebuah aplikasi. 

Namun bahasa pemrograman masa itu sudah kurang relevan di masa sekarang ini. Banyak kelemahan dan kendala yang dapat ditimbulkan oleh metode pemrograman seperti itu, karena seluruh baris program dikerjakan di dalam sebuah executable file, atau dikenal juga sebagai monolithic programming. Metode ini seringkali menimbulkan isu kompatibilitas di mana terkadang aplikasi yang dikembangkan berjalan normal di komputer programmer, namun mengalami kendala ketika dipasang di komputer pengguna. Hal ini tentunya akan berdampak pada produktivitas pengguna aplikasi.

Saat ini, permintaan pengembangan aplikasi harus bisa dikerjakan dan didistribusikan sesegera mungkin. Kebutuhan ini bisa diakomodir berkat hadirnya arsitektur pemrograman baru yang berbasis microservices dan event-driven. Dan tentu saja kehadiran platform baru yang mendukung pengembangan aplikasi berbasis container, serta Kubernetes yang dikembangkan oleh Google, menjadikan aplikasi tersebut dapat disimpan dan diakses melalui cloud dan memiliki kompatibilitas yang tinggi terhadap banyak perangkat. Namun perkembangan teknologi pemrograman yang pesat ini relatif kurang cepat diadopsi oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya agar lebih siap menghadapi perubahan di masa depan. Ini masih menjadi kendala umum, namun sekaligus peluang bagi banyak orang yang memiliki passion di bidang pengembangan aplikasi, baik secara berkelompok maupun perorangan.

Gambaran umum Kubernetes

Solusi RedHat untuk Pengembangan Aplikasi Skala Enterprise

Sekilas mengenai Red Hat, Red Hat adalah salah satu perusahaan terbesar yang dikenal karena dedikasinya atas perangkat lunak open source. Red Hat didirikan pada 1993 dan bermarkas di Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat. Sebagian besar dari kita mungkin sudah mengenal Red Hat sebagai salah satu distro Linux yang populer, baik untuk dipasang di komputer server, maupun dipasang sebagai komputer klien. Sistem operasi ini bermula dari tahun 1995, ketika Bob Young membeli bisnis Marc Ewing yang membuat sistem operasi berdasarkan Linux.

Saat ini, Red Hat sudah berkembang cukup pesat dengan menjadi salah satu pionir pengembangan sistem berskala Enterprise melalui Red Hat Enterprise Linux Ecosystem. Di sini, Red Hat menjadi pemimpin/leader dalam hal pengembangan aplikasi dengan platform container, melalui OpenShift Container Platform yang kompatibel dengan Kubernetes dari Google. Prestasi ini tidak lepas dari pengalaman bertahun-tahun dalam pengembangan Aplikasi Enterprise yang dimilikinya. Tapi, Red Hat tidak berhenti di sini saja. Red Hat juga menawarkan solusi pengembangan aplikasi Next-Gen melalui Middleware Portofolio yang mereka miliki.

Red Hat Enterprise Linux Ecosystem

Mayoritas pengembang aplikasi saat ini, masih nyaman dengan platform Quarkus maupun Spring. Terbukti dari besarnya jumlah anggota komunitas pengembang aplikasi pada platform tersebut. Namun Red Hat mencoba memberikan solusi agar bisa menjembatani mereka yang terlanjur nyaman di platform tersebut, untuk bisa mencoba dan beralih ke platform OpenShift Container Platform yang lebih modern. Ya! Rekan-rekan pengembang aplikasi bisa bergabung dengan komunitas Red Hat Developer untuk belajar sekaligus berbagi ilmu di developers.redhat.com

Situs Komunitas Red Hat Developer

Di komunitas ini, para anggotanya bisa belajar untuk beralih dari platform pemrograman yang biasa mereka gunakan, melalui modul-modul latihan yang tersedia. Di sini juga para pengembang aplikasi bisa memanfaatkan fasilitas Sandbox untuk menguji kode pemrograman yang sedang mereka kerjakan, untuk memastikan semua fungsi berjalan dengan baik, sebelum mendeploy/distribusikannya kepada klien/pengguna.

Diagram Red Hat Sandbox

Nggak cuma itu saja, Red Hat juga sering menyelenggarakan event yang dapat menambah wawasan keilmuan dan referensi dalam pengembangan aplikasi. Nama eventnya adalah KubeNativeDev Tech Talk Series. Informasi mengenai event ini bisa diakses melalui https://red.ht/3fVsIA6 dan kebetulan event untuk bulan Juli 2021 baru saja selesai.

Agenda KubeNativeDev Tech Talk Series

Gimana? Keren kan solusi yang disediakan oleh Red Hat buat para pengembang aplikasi? Yang jelas, dengan hadirnya Red Hat Developer, diharapkan terbentuk komunitas programmer yang bisa saling belajar, berbagi informasi baik tips dan trik pemrograman dalam platform container, serta mungkin saja berbagi project yang bisa memperkuat finansial, dalam semangat open source yang dipegang teguh oleh Red Hat. Jadi, jangan segan untuk bergabung di sana dan rasakan manfaatnya.

Salam kompak persahabatan selalu..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar