Leading with (His Own) Style

Belum lama ini, ibukota negeri ini memiliki seorang pemimpin baru, seorang Gubernur yang dipercaya oleh rakyat pemilih DKI, untuk membuat perubahan bagi Jakarta. Ya, demikianlah harapan bagi hampir seluruh masyarakat Jakarta tentang kotanya. Berbagai masalah senantiasa hadir dalam berbagai rupa. Macet, banjir, kriminalitas, sampah, listrik, birokrasi dan lain-lain.

Gubernur yang satu ini, memang berbeda dari Gubernur sebelum-sebelumnya. Beliau gemar sekali turun ke masyarakat. Walapun sebagian orang mencibir beliau dengan predikat 'pencitraan', namun hal yang dilakukan secara biasa oleh beliau di masa kepemimpinan sebelumnya, membuat hal ini jauh dari sekedar pencitraan. Ada yang bilang, bukan jobdesk Gubernur untuk turun langsung dan melakukan beberapa hal kecil di level bawah. Namun yg gw yakin, siapapun orangnya, apapun bidang pekerjaannya. Segala hal yang biasa kita lakukan, dari hal kecil, dari level yang paling bawah, akan selalu memberikan warna bagi apa yang akan kita lakukan di masa mendatang. Itu bukan sekedar citra yang dibuat-buat, tapi sudah merupakan trademark yang tidak akan mudah untuk dilupakan.


Kekuatan Gubernur atau pemimpin masyarakat yang turun langsung ke tengah problematika kehidupan bermasyarakat di ibukota adalah, ketika beliau menemukan pokok permasalahannya, dan mendapatkan solusinya, beliau tinggal memberikan instruksi kepada bawahannya untuk melakukan beberapa tindakan² yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Hal ini akan berbeda hasilnya jika pemimpin hanya menerima laporan dari bawahannya saja, tanpa sekalipun pernah merasakan segala permasalahan yang ada. Pemimpin yang baik akan selalu memberikan contoh melalui perbuatannya, baik secara disengaja, maupun tidak disengaja. Karena pemimpin yang lahir dari bawah, yang pernah melakukan hal² kecil yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidupnya, tidak akan sama dengan pemimpin yang lahir dari 'membeli' kekuasaan, yang lahir dari jalan pintas, yang mengetahui adanya masalah melalui laporan² dan catatan² yang dia sendiri tidak pernah mencari tau kebenarannya dan merasakan sendiri masalahnya.

Dari beberapa kali kunjungan beliau ke tempat² tertentu di pelosok Jakarta, beliau akhirnya menemukan konsep pemecahan untuk beberapa permasalahan yang ada. Memang, masih berupa konsep yang masih harus dipelajari, namun gw yakin, dengan besarnya harapan masyarakat terhadap beliau, tentu masyarakat sendiri akan ikut bekerja sama dalam mewujudkan hal tersebut, demi kenyamanan bersama tinggal di ibukota.

Ada satu dua orang yang mencibir, bahwa beliau hanya pencitraan, lebay dan lain². Apakah salah jika seorang pemimpin melakukan hal² sederhana untuk memperbaiki hal² yang tidak patut yang dia lihat di depan matanya saat itu? Dan memang terbukti, banyak orang yg gede bacotnya, tapi nihil aksinya dalam memperbaiki kehidupan bermasyarakatnya, ibarat tong kosong nyaring bunyinya. Mereka tidak lebih baik daripada yang dicibir :)

Akhirnya, gw ucapkan selamat bekerja pemimpin kami, jadikan Jakarta jadi tempat yang lebih manusiawi. Libatkan kami, masyarakat Jakarta, dalam memperbaiki lingkungan kami, kehidupan bermasyarakat kami, demi masa depan yang lebih harmoni. Aamiin~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Semua Berawal Dari Sebuah PC