[Review] ASUS Zenfone 2

Akhirnya, saat yang ditunggu² telah tiba. Handset ASUS Zenfone 2 yang sangat dinanti kehadirannya, sudah ada di tangan.. Baiklah, pertama² kita lihat perbandingan boxnya dengan ASUS Zenfone 5, mengingat ukurannya tidak jauh berbeda.



Secara dimensi box, tidak terpaut jauh. Lalu, apa saja kiranya isi di dalam box Zenfone 2 tersebut? Yukk kita lihat bareng²..



Ternyata, selain handset unit, hanya ada kabel USB dan charger head yang ukurannya lebih besar daripada biasanya. Mungkin ini untuk mendukung Fast Charging? Entahlah.. Untuk setakat ini, cukup segini dulu.. Sebab untuk melakukan tes yang lain, gw harus mindahin SIM card gw dari Zenfone 5 gw yg lama ke unit yg baru ini..

Size comparison ZF5 vs ZF2



Sampai jumpa di URL yang sama pada kesempatan berikutnya.. (bersambung)

Spesifikasi
Baiklah, setelah meluangkan waktu beberapa jenak, kali ini gw akan mencoba mengenali lebih jauh tentang Zenfone 2 ini.
Dengan menggunakan aplikasi CPUZ, diketahui spesifikasi hardware Zenfone 2 sebagaimana tercantum pada gambar di bawah ini.


Unit yg gw punya kebetulan mengusung RAM 4GB dan Internal Storage Memory sebesar 32GB. Dengan ukuran layar 5.5 inci mengusung resolusi FullHD dengan kerapatan 480dpi.

Daya Tahan Baterai
Karena saat itu gw belum install apps untuk benchmark, maka gw gunakan handset ini untuk keperluan sehari² sembari melakukan tes terhadap daya tahan baterainya. Bisa dilihat di gambar berikut ini.



Di situ diketahui bahwa saat kapasitas baterai masih 75%, durasi pemakaian masih bisa hingga ± 18 jam lagi. Namun karena satu hal, gw lupa kalo lagi ngetes baterai, handset gw colok untuk charging. Terpaksa proses pengetesan diulang lagi dari awal. Saat itu kebetulan handset ini minta update, dan gw lihat size updatenya cukup signifikan, akhirnya gw jalanin dulu proses updatenya. Setelah update selesai, tetiba muncul beberapa aplikasi berkarakter huruf Cina seperti tampak pada gambar di bawah ini.


Dari hasil diskusi dengan kawan sesama pengguna Zenfone 2, dan gw lihat aplikasi ini juga nggak bakal gw pakai, maka aplikasi ini gw disable saja. Sebagai user, gw tergolong jarang main game, handset ini paling sering gw gunakan untuk sosial media semacam facebook dan semacamnya, lalu aplikasi messaging seperti WhatsApp dan semacamnya, jadi mungkin hal ini mempengaruhi daya tahan baterai secara keseluruhan.

Saat kapasitas baterai mencapai 15%, muncul pemberitahuan bahwa handset akan memasuki mode Ultra-Saving, di mana hal ini ditandai dengan title bar di layar bagian atas berubah warnanya menjadi oranye.


Saat kapasitas baterai mencapai 9%, iseng gw cek detilnya. Ternyata perkiraan masih bisa digunakan untuk ± 3 jam ke depan.


Lalu saat kapasitas baterai mencapai 5%, kembali layar pemberitahuan muncul seperti di bawah ini. Bahkan dalam kondisi 5% pun, handset ini masih mampu digunakan untuk ± 1 jam 30 menitan lagi.


Ternyata manajemen daya di handset ini benar² jauh lebih baik daripada seri Zenfone sebelumnya. Entah apakah ini karena perbedaan operating system yang digunakan, mengingan Zenfone 2 telah menggunakan Lollipop walaupun bukan versi termutakhir. Sebagai informasi, saat handset memasuki Ultra-Saving mode, maka aplikasi yang sekiranya menyedot sumber daya baterai cukup besar akan dinon-aktifkan secara otomatis. Artinya, jika kita mencoba membuka aplikasi seperti facebook atau path, maka aplikasi itu tidak akan terbuka. Namun kita masih dapat memanfaatkan aplikasi messaging seperti WhatsApp atau Messenger atau BBM.

Benchmarking
Buat gw, benchmarking ini tidak benar² mutlak diperlukan, namun paling tidak, hasilnya bisa dijadikan semacam tolok ukur bagi performa handset ini dibandingkan dengan handset lainnya. Angka bukanlah segalanya, selama performa handset masih nyaman saat digunakan untuk melakukan aktifitas kita sehari²nya.

Baiklah, sebagai awalan, maka gw akan coba melakukan benchmarking dengan menggunakan aplikasi yang sudah terkenal akan keindahan grafisnya, dimana aplikasi ini dikabarkan sangat menyedot sumberdaya handset, utamanya kemampuan grafis, selain tentunya kemampuan komputasi dari CPU utamanya.

3DMark Ice Storm



Lalu kemudian gw lanjutkan pengetesan dengan menggunakan aplikasi paling mainstream dalam jagat benchmarking handset android.

Antutu



Ternyata hasilnya berbeda dari review² sebelumnya yang menampilkan angka hingga tembus 43ribu sekian, bahkan hingga 46ribuan. Tapi jangan terpaku pada angka, karena sesungguhnya kita tidak menggunakan handset ini untuk benchmarking semata toh? Sebagai ilustrasi, saat gw mencoba memainkan game Real Racing 3, nyatanya handset ini benar² mampu memberikan performa terbaiknya. Kualitas grafis papan atas, serta no lagging experience, membuat pertarungan di sirkuit melawan driver lain menjadi pengalaman paling istimewa.. 

Baiklah, menyambung  tulisan gw kemarin di blog ini, maka gw hari ini mau share mengenai performa Zenfone 2 ini saat bermain game.

Real Racing 3
Saat bermain Real Racing 3, segala pergerakannya sangatlah halus dan mulus. Tidak ada jeda atau pun lagging yang mengganggu. Untuk jelasnya, mungkin bisa disimak video berikut ini.


Gangstar Vegas
Referensi permainan lain yang gw dapat adalah Gangstar Vegas. permainan semacam GTA memang memiliki penggemar tersendiri. Adapun yang membuat gw tertarik untuk mencobanya adalah konsep open world dalam genggaman ini seharusnya benar² akan menggerus kemampuan handset anda sampai puncak kemampuan hardware. Agar lebih enak, silakan simak video berikut ini.


God of War via PPSSPP
Selain itu, informasi yang gw dapat mengenai permainan yang cukup berat adalah game God Of War yang jika kita ingin memainkannya, harus menggunakan aplikasi emulator PSP. Yang jelas, sebelum gw melakukan rekaman video untuk kebutuhan testing ini, setting pada aplikasi PPSSPP sudah gw optimalkan agar isyu suara laksana spiker pecah bisa diminimalisir serendah mungkin. Untuk performa grafisnya, sebagai permainan berbasis emulator, gerakan tokoh cukup halus dan mulus sehingga permainan cukup nikmat untuk dimainkan. Seperti nampak pada video berikut ini.


Tekken 6 via PPSSPP
Atas permintaan beberapa viewers di Youtube, maka gw hadirkan pengalaman bermain Tekken 6 di ASUS Zenfone 2. Sekalian bisa disimak FPS-nya, so far masih layak dan nikmat untuk dimainkan.


Untuk gaming test lainnya di perangkat Zenfone 2 bisa ke kanal Youtube gw aja. Demikian sharing gw mengenai games di Zenfone 2, selanjutnya gw akan bahas secara singkat mengenai kemampuan video player dari ASUS Zenfone 2 ini.

Media Player
Untuk memutar film, aplikasi bawaan ASUS Zenfone ini sudah cukup mumpuni untuk menampilkan format video yang umum beredar. Sebagai contoh, gw akan share saat ASUS Zenfone 2 ini memutar film animasi dengan format mkv beresolusi HD 720p berjudul Mobile Suit Gundam The Origin - 01.

Kemudian, atas permintaan seorang kawan di wall gw untuk mencoba memutar film dengan resolusi 1080p dan 10bit warna, maka gw pun mencari referensi, film apa kiranya yang bisa gw coba di handset ini.
Setelah googling sana-sini, ketemulah situs ini.


Dengan berbekal bandwidth yang ada, gw download dulu film yang dimaksud, lalu mengirimkannya ke handset gw begitu selesai. Dan ternyata, aplikasi video player bawaan tiada sanggup memainkannya, sehingga gw pun harus meng-install aplikasi video player lainnya, dan pilihan gw jatuh pada VLC yang memang memiliki reputasi cukup baik di ranah smartphone. Dan memang benar, dengan aplikasi ini, film yang dimaksud dapat diputar dengan lancar. Berikut ini tampilannya.


Berikut ini adalah informasi yang berhasil gw extract dari file movie tersebut untuk membuktikan bahwa film ini benar² FullHD dengan kedalaman warna 10bit (klik sini).

Jadi kesimpulannya sementara ini, ASUS Zenfone 2 dengan spesifikasi yang gw uji saat ini (RAM 4GB internal storage 32GB) sangat nyaman untuk digunakan dalam bermain juga menonton film. Untuk kesempatan berikutnya, mungkin akan gw coba untuk membahas kemampuan kameranya yang digadang² setara kamera pocket point and shoot. (bersambung)

Fotografi
Kali ini gw akan coba share mengenai fitur² yang ada pada aplikasi kamera di Zenfone 2 ini.. Sekarang namanya adalah PixelMaster 2.0. Ada banyak tambahan fitur pada aplikasi kamera di Zenfone 2 ini, seperti bisa kita lihat di gambar berikut ini.


Mode yang umum digunakan adalah Auto, karena mode Auto sendiri, hasil fotonya sudah cukup baik untuk kepentingan dokumentasi. Namun berikut ini akan gw tunjukkan beberapa hasil berdasarkan pengalaman gw pribadi dalam memotret menggunakan Zenfone 2 ini.

Low Light
Pada mode ini,walaupun kondisi obyek kurang cahaya, namun hasil foto dari kamera Zenfone 2 ini mampu memberikan detil yang cukup baik. Bisa dilihat perbandingan pada foto di bawah ini.

Auto-Mode

Low Light Mode
Foto di atas gw ambil dengan resolusi sebenarnya saat menambahkan watermark. Tampak pada saat Low Light Mode aktif, resolusi foto menjadi hanya 3MP saja, sehingga watermark yang gw berikan menjadi jauh lebih besar daripada seharusnya. Sejujurnya mode ini jarang gw gunakan, namun mungkin kelak akan bermanfaat jika menemui situasi di mana harus mengambil foto saat suasananya kekurangan cahaya.

Depth of Field
Pada mode ini, kamera Zenfone 2 akan mencoba berlaku bagaikan kamera pocket dengan fitur macro sedang diaktifkan. Bisa disimak pada foto² di bawah ini.

Auto Mode

Depth of Field Mode
Dapat diperhatikan bahwa dalam mode Auto pun sebetulnya Zenfone 2 ini sudah cukup mumpuni dalam mengambil gambar dengan obyek dekat. Namun mode DoF pada ZF2 ini, melalui PixelMaster 2.0-nya memang benar² mengalami perbaikan yang signifikan dibandingkan dengan mode DoF pada Zenfone 5 terdahulu. Acung jempol untuk mode DoF di Zenfone 2 kali ini, karena hasilnya benar² nampak jauh lebih natural daripada sebelumnya.
Contoh lain mode DoF, kali ini dalam ruangan.

Dof Mode Extreme Close Up

DoF Mode Medium Shot
Mode lain yang akan gw coba adalah mode berikut ini.

HDR (High Definition Range)
Mode ini lazim digunakan untuk menonjolkan obyek yang mengalami siluet karena cahaya yang lebih terang di belakangnya. Contoh foto yang gw ambil seperti ini.

HDR
Sebelumnya, pohon kelapa dan beberapa pohon lainnya lebih gelap, namun karena lupa difoto dalam mode Auto, maka terpaksa gw share hasilnya saja.
Selanjutnya adalah mode..

Miniature
Mode ini memiliki 2 tipe jendela, yaitu garis dan bulat. Untuk mode garis, kita bisa ubah orientasinya apakah lurus atau diagonal. Contohnya seperti foto di bawah ini.
Miniature mode - vertical

Miniature mode - horizontal

Miniature mode - diagonal

Miniature mode - diagonal

Miniature mode - circle

Miniature mode - circle
Miniature mode ini jika di aplikasi Photoscape mirip sekali dengan filter Region Out of Focus.
Mode berikutnya yang akan gw coba adalah mode..

Panorama
Mode ini memungkinkan kita untuk mengambil gambar secara landscape memutar sehingga fotonya nanti menjadi panjang. Gw nggak coba sampe mentok karena memang view-nya nggak bagus kalo gw puterin 180 derajat, namun gw rasa sudah cukup mewakili kemampuan dari fitur ini.

Panorama Mode
Oya, yang contoh foto HDR itu, aslinya seperti ini gelap pepohonannya :p

Night mode
Untuk night mode ini dikhususkan bagi pemotretan malam hari, di mana cahayanya masih ada, namun tidak segelap low-light mode.. Contoh fotonya ada beberapa yang gw ambil, seperti bisa dilihat di bawah ini.










Untuk night mode, saat gw ambil menjelang maghrib dan beberapa menit setelahnya, langit masih nampak cerah, padahal aslinya sudah gelap. Cukup indah hasil foto menggunakan mode ini, utamanya saat gedung² mulai menyalakan lampu²nya. Foto terakhir gw ambil sekitar pukul 9 malam, berupa bulan purnama di atas langit garasi kontrakan. Untuk yang ini benar² #nohope lah :p perlu perangkat yang lebih serius untuk dapat mengambil wujud bulan secara sempurna. Berikutnya adalah mode..

Effect
Fitur ini lebih mirip seperti fitur instantfx pada aplikasi lain seperti di Path, Instagram atau aplikasi photo/image fx lainnya.. Diantaranya ada fx lomo, vintage, snow dll. Contohnya seperti pada beberapa foto di bawah ini.




(bersambung..)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Semua Berawal Dari Sebuah PC