[Review] ASUS ZenPower Pro, Powerbank dengan Dual USB port & Built-in Senter

Halo semua.. Jumpa lagi dengan gw yang kali ini akan membahas mengenai powerbank ASUS ZenPower Pro. Apa sih bedanya dengan ASUS ZenPower terdahulu? Yukk kita simak bareng²..

ASUS ZenEar & ZenPower Pro
Unit ini gw terima langsung saat menghadiri event ASUS ROG Unleashed 2016 beberapa waktu yang lalu di Hardrock Cafe, Pacific Place. Abaikan ZenEar-nya, karena itu gift dari ASUS untuk semua yang hadir saat acara ;) #thankyou #ASUS. So, let's unbox this!

Unboxing


Seperti biasa, paket minimalis, hanya berisikan kartu garansi dan manual selain tentunya powerbank beserta kabelnya. Sayang sekali, kabelnya hanya satu, coba seandainya dapat dua.


Bagian port masih disegel stiker kerts bertuliskan itu. Jika ingin menggunakannya, mesti dicopot dulu itu stikernya.


Pada bagian belakang box, dapat disimak beberapa informasi singkat mengenai spesifikasi ASUS ZenPower Pro ini.



Setelah stiker segel dibuka, nampaklah tampilan seperti di atas. 1 port mini-USB untuk charging powerbank, 2 port normal USB untuk men-charge gadget, 4 LED indikator, 1 LED senter dan tombol power. Saat diterima, powerbank masih berisi daya sebanyak 2 LED indikator.


Oleh sebab itu, gw menggunakannya sampai daya habis dan baru kemudian mengisinya kembali.

Fungsi Senter


Jika pada ZenPower terdahulu, kita harus membeli USB LED lamp untuk fungsi penerangan kala mati listrik, untuk unit ZenPower Pro ini tidak perlu lagi. Caranya, tekan tombol power agak lama, sekitar 2-5 detik, maka lampu LED akan menyala. Lampunya cukup terang, terutama dalam keadaan tidak ada sumber cahaya sama sekali. Untuk mematikannya, caranya sama. Tekan dan tahan tombol power agak lama, sampai lampu mati.

Re-Charge!

Setelah daya terpakai habis, maka gw pun melakukan pengisian ulang. Oya, powerbank yang gw terima ini memiliki kapasitas 10050mAh, sama seperti unit yang gw terima dahulu.


Saat pengisian berlangsung, lampu indikator akan berkedip-kedip, dari 1 bar, sampai akhirnya jika sudah penuh, ke-empat lampu indikator akan nyala bersamaan tanpa ada kedipan lagi. Durasi pengisian hingga penuh masih sama dengan ZenPower lama, yaitu sekitar 5-6 jam saja.

Charging Single Device! 

Setelah penuh, gw kemudian melakukan pengisian terhadap smartphone gw yang sudah mulai low-batt. Spesifikasinya adalah Zenfone 2 Intel ZE551ML (4/32).


Pengisian dimulai ketika baterai hape gw menjejak angka 15% dan waktu pengisian dimulai tepat pukul 6.15 WIB. Dengan keluaran sebesar 2.4A tiap portnya, ASUS ZenPower Pro ini sudah mendukung fitur BoostMaster, FastCharging, QuickCharging, BoostCharge yang dipercaya dapat menghemat waktu pengisian.


Pada gambar di atas, dapat diketahui bahwa fitur BoostCharge telah menghemat waktu pengisian selama 1 menit dengan mematikan 7 aplikasi yang cukup memakan daya. Nice..


Dan pada pukul 8.30 WIB, hape Zenfone 2 Intel gw sudah terisi penuh 100% lengkap dengan 10 menit trickle time-nya. Total durasi pengisian kurang lebih 2 jam 15 menit.


Dan berdasarkan indikator LED pada powerbank, masih menyisakan 3 bar lagi. Artinya, untuk pengisian ZF2 Intel sampai penuh, hanya memerlukan kurang lebih 1 bar saja. Tidak jauh berbeda dengan ZenPower yang lama.

Charging Devices! Double!!

Dengan mengandalkan sisa daya pada powerbank sebanyak 3 bar, gw melanjutkan pengisian terhadap 2 tablet yang ada di rumah, yaitu Zenpad 7 tanpa audio cover dan HP Slate VoiceTab 7 hasil menang doorprize di event VMware tahun lalu.


Untuk Zenpad 7 kapasitas baterainya menginjak 14%, sedangkan Slate masih 51%. So, bagaimana jika kita lakukan double-charging sekaligus? Kenapa tidak? Ayo kita tancapkan!!


Waktu pengisian dimulai pukul 10.44 WIB. Pada gambar di atas tampak bahwa kedua tablet diisi dalam keadaan hidup namun tidak digunakan untuk aktifitas.



Pada pukul 12.00 WIB, tablet HP Slate sudah terisi penuh, sedangkan ASUS Zenpad 7 masih berada di 71%. Proses pengisian masih dilanjutkan dengan mencabut unit yang sudah penuh dari ZenPower Pro.



Sekitar 1 jam lebih kemudian, tepatnya pada pukul 13.18 WIB, proses pengisian berhenti. nampak ASUS Zenpad 7 hanya terisi 81% saja, dan daya pada powerbank ASUS ZenPower Pro sudah terkuras habis.

Perbedaan Fisik

Pada ASUS ZenPower dan ZenPower Pro ini memiliki perbedaan fisik yang nyata. Selain jumlah port dan fitur senter LED pada ZenPower Pro, secara fisik keduanya dapat dibedakan dengan jelas.



Secara berat, hanya sedikit perbedaannya.

Kesimpulan/Konklusi

Jika sebelumnya sudah memiliki powerbank, perbedaan fitur yang diberikan oleh ZenPower Pro ini sebetulnya tidak terlalu signifikan, karena fungsi utama powerbank adalah memberikan dukungan saat gadget kita low-batt di tempat yang tidak ada sumber daya listrik. Fitur senter/lampu juga bisa diakomodir dengan modal 15 ribu saja untuk membeli lampu LED stick. Namun jika belum memiliki powerbank sama sekali, ASUS ZenPower Pro ini layak untuk dipertimbangkan karena beberapa poin berikut ini :

1. Built-in LED Light, sangat berguna saat berada dalam kegelapan, bisa digabungkan dengan fungsi LED light dari hape untuk cahaya yang lebih terang.
2. Dual USB port, memberikan kesempatan untuk melakukan pengisian dua gadget di saat yang bersamaan. Jika kita memiliki beberapa gadget yang kebetulan low-batt secara bersamaan, atau berbagi dengan rekan yang sedang low-batt juga disaat kita sedang melakukan pengisian. Fungsi sosialnya dapet di sini :)
3. Fast-Charge Ready, untuk smartphone atau gadget yang sudah mendukung fitur tersebut, sehingga mampu menghemat waktu pengisian.

Mengenai informasi harganya dan lokasi toko, kelak gw update karena hingga saat ini gw pun belum mendapatkan informasinya. Di store.asus.com/id pun ternyata unit ini belum ada.

Terima kasih kawan² pembaca, semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Komentar

  1. pilihan warnanya bagus ya, tapi sayangnya desainnya terlalu besar jadi butuh ruang banyak kalau mau dibawa kemana mana...
    desk lamp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini masih layak kok.. Belum lihat yang ZenPower Ultra ya?? Besar, panjang, berat dan tahan lama :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Semua Berawal Dari Sebuah PC