[Event] Pusaka Prajawangsa – Film Pendek Bertema #IndonesiaIsMe

Sebuah kisah sejarah lokal di daerah Cijantung, Jakarta Timur, yang menginspirasi pembangunan kawasan hunian dan bisnis yang terpadu, terintegrasi dan modern, bernama Prajawangsa City.

Prologue

Pada bulan Agustus 2016, event bertajuk #IndonesiaIsMe kembali diselenggarakan di beberapa lokasi di Jakarta. #IndonesiaIsMe adalah serangkaian acara yang menggali kekayaan khasanah budaya dan kuliner lokal di Indonesia, yang diselenggarakan oleh #SynthesisDevelopment di seluruh proyek properti yang dimilikinya.

Salah satu dari rangkaian acara tersebut adalah Bedah Film Pusaka Prajawangsa bersama Alexander Thian. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 20 Agustus 2016 ini bertempat di South Lobby GF Mall @Bassura City dihadiri pula oleh para blogger yang tergabung dalam komunitas BloggerPerempuan.com dari seluruh Indonesia.

The Opening & Presentation


Acara dibuka oleh MC dari Blogger Perempuan, mbak Kartika Mentari Putri, yang menyampaikan secara singkat rundown acara pada hari itu. Dilanjutkan presentasi mengenai proyek properti yang dimiliki oleh Synthesis Development, termasuk diantaranya adalah Prajawangsa City, oleh Bapak Edi.

Nama Prajawangsa sendiri merupakan nama seorang tokoh masyarakat asli Indonesia yang bermukim di wilayah Cijantung pada masa penjajahan Belanda. (Perjalanan Kapten Muller dari kastil Batavia ke Cijantung, dimulai tanggal 4 Nopember 1657, bersama pasukannya yang terdiri atas 14 orang serdadu kulit putih dan 15 orang Mardijker, dipandu oleh 10 orang pribumi. Setelah berjalan selama tiga hari dengan susah payah merambah hutan, menyusuri tepi Sungai Ci Liwung, barulah mereka sampai di Cijantung yang di huni oleh 12 umpi di bawah pemimpinnya bernama Prajawangsa (De Haan 1911, (II):24) Sumber : https://progoharbowo.wordpress.com/2010/05/21/bongkar-makam-pahlawanku-kuserahkan-tanda-jasa-pahlawan-pada-presiden-sby/#comment-1633). Dan bukan kebetulan jika proyek properti Prajawangsa City dibangun di wilayah tersebut.

Prajawangsa City merupakan proyek properti terbaru yang sedang dikerjakan oleh Synthesis Development di wilayah Cijantung, Jakarta Timur. Menempati lahan seluas 6 hektar, kelak kawasan ini akan memiliki 8 tower hunian berupa apartemen. Ke-8 tower apartemen tersebut akan memiliki nama-nama layaknya pusaka dari Kerajaan Indraloka, yaitu Aksa, Bargawa, Cemeti, Diwangkara, Ekanta, Fulmala, Ganitri dan Hima.

Bapak Edi menyampaikan, bahwa kawasan Cijantung dipilih dengan pertimbangan matang, mengingat lokasinya yang cukup strategis di mana di sebelah utara terdapat jalan TB Simatupang yang merupakan kawasan bisnis/perkantoran, sedangkan di sisi timurnya merupakan kawasan industri/pabrik, sehingga dibutuhkan kawasan hunian yang mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Sebagai informasi, unit apartemen Prajawangsa City dengan tipe 2 bedroom dijual mulai 400 juta rupiah, sedangkan tipe studio mulai 250 juta rupiah saja, belum lagi fasilitas Free Biaya Pengalihan serta 71% diskon booking fee di bulan kemerdekaan ini. Singkatnya, investasi di bidang properti masih menjanjikan, mengingat dinamika pembangunan di wilayah DKI Jakarta tergolong sangat pesat.

The Snacks

Sebelum acara selanjutnya dimulai, yaitu nonton bareng film Pusaka Prajawangsa, kami para blogger undangan yang hadir diperkenankan untuk menikmati sajian yang telah disediakan, khusus untuk makanannya, disediakan kupon khusus bagi undangan yang telah mendaftarkan diri.

Untuk tahap pertama disediakan teh dan kopi, serta jus jeruk. Sedangkan makanannya ada siomay nan gurih dan hangat. Untuk menu makan siangnya, ada nasi bakar yang diperbolehkan untuk disantap setelah penayangan film Pusaka Prajawangsa berakhir, ada jeda istirahat sebelum sesi berbagi dengan bintang tamu yang hadir, yaitu Alexander Thian.

Sambil makan, kita juga dihibur oleh performance dari seorang artis Dayak dengan alat musik tradisionalnya.


The Movie

Film Pusaka Prajawangsa ini berkisah tentang seorang lelaki bernama Bima yang berprofesi sebagai pelukis. Bima sedang mempersiapkan pameran untuk karya lukisannya. Dia berencana membuat 8 buah lukisan untuk dipamerkan, dan tidak ada seorang pun yang tahu mengenai hal ini.

Selain Bima, ada seorang wanita bernama Drupadi, seorang fotografer yang di awal perjumpaannya harus terlibat pertengkaran dengan Bima saat sedang mengambil gambarnya.

Selain kedua tokoh di atas, ada sosok bernama Srikandi yang berperan layaknya seorang ibu bagi Drupadi. Ada juga Wedha yang merupakan ‘teman baik’ dari Bima, serta Winda yang merupakan adiknya Wedha. 

Lukisan karya Bima, semuanya diperoleh dari mimpinya, tentang masa lalu yang dia sendiri tidak ingat apapun tentangnya. Berbeda dengan Drupadi dan Srikandi yang seperti mengetahui segalanya tentang masa lalu Bima. Dan saat ini, inspirasi Bima tentang lukisan ke-8 yang semestinya dia kerjakan seolah buntu membentur tembok karang nan terjal. Lalu bagaimana Drupadi bisa membantu Bima menyelesaikan lukisan ke-8 yang merupakan bagian terakhir dari perwujudan 8 pusaka Indraloka? Apa saja 8 pusaka Indraloka yang dimaksud? Apakah Wedha benar-benar tulus berkawan dengan Bima? Siapa Bima sebenarnya? Ada hubungan apa Bima, Drupadi dan Srikandi di masa lalu? Filmnya bisa ditonton di kanal Youtube resmi dari Prajawangsa City

Sharing Session with Alexander Thian

Dalam film Pusaka Prajawangsa ini, penulisan skripnya dibuat oleh Alexander Thian (http://amrazing.com), seorang traveller’s blogger yang juga fotografer, dan belakangan aktif sebagai penulis skrip cerita sinetron maupun film pendek. 

Dalam sesi yang dipandu oleh mbak Windy ini, mas Alex banyak menceritakan tentang proses pembuatan film Pusaka Prajawangsa. Diselingi dengan tanya jawab dengan para peserta yang antusias dalam mencari jawaban baik mengenai filmnya maupun dari sisi proses kreatifnya.

Mas Alex sendiri pun sangat antusias dan bersemangat dalam membagi ilmu dan informasi serta pengalaman yang dimilikinya kepada para peserta yang hadir saat itu.

The Collaboration

#SynthesisDevelopment dalam proyek kolaborasi kreatifnya bersama penulis muda Alexander Thian, bekerja sama menggali sedikit cerita sejarah dibalik nama Prajawangsa yang merupakan proyek properti yang sedang dikerjakan saat ini. Dan film ini diharapkan dapat membantu calon penghuni apartemen yang berminat untuk memiliki atau berinvestasi, menjadi lebih mengenal kawasan hunian Prajawangsa City yang berada di wilayah Cijantung, serta mengukuhkan Synthesis Development sebagai developer yang tidak melupakan sejarah dan kearifan lokal pada wilayah yang sedang dibangunnya, sesuai dengan tema #IndonesiaIsMe yang senantiasa digaungkannya.

Impression

Film Pusaka Prajawangsa ini lebih sesuai jika disebut sebagai film fiksi pendek yang terinspirasi dari berbagai kearifan lokal di Indonesia. Nama-nama tokoh yang ada dalam film ini, banyak berasal dari kisah wayang Mahabharata, terutama keluarga Pandawa. Dan nama kerajaan Indraloka dalam kisah pewayangan pun merupakan kerajaan dari Batara Indra, salah satu dewa di kahyangan. Sedangkan nama Prajawangsa sendiri memang betul merupakan nama tokoh asli yang bermukim di wilayah Cijantung di masa penjajahan Belanda. Jadi memang kurang tepat jika film pendek ini disebut sebagai film sejarah, namun bisa menjadi pelengkap yang keren untuk sebuah proyek properti bernama Prajawangsa City. Pemanfaatan kain lurik sebagai kanvas lukis juga menunjukkan semangat #IndonesiaIsMe. Dan gimmick 8 lukisan pusaka Indraloka yang bila digabungkan menjadi sebuah gambar besar berwujud Ekanta (mahkota) benar-benar menjadi penutup film yang keren banget. Good job #SynthesisDevelopment & mas Alexander Thian.

Beyond the Back

Synthesis Development adalah perusahaan pengembang di Indonesia yang memiliki beragam proyek di bidang properti, ritel, apartemen, perumahan, superblok, kantor, dan hotel. Synthesis Development akan terus menciptakan karya terbaik dalam pengembangan properti di Indonesia, dan terus berusaha untuk menciptakan ruang hidup yang nyaman dan menyenangkan. Proyek terbaru Synthesis Development diantaranya: Bassura City, Mall@Bassura, Synthesis Residence Kemang, dan Synthesis Square.

The Crowd

Berikut ini suasana yang berhasil kami abadikan selama event berlangsung.

Tulisan ini juga diikutsertakan dalam kompetisi blog bertajuk #IndonesiaIsMe bersama #SynthesisDevelopment & BloggerPerempuan.com

Comments

Popular posts from this blog

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Semua Berawal Dari Sebuah PC