ASUS Zenfone 3 (ZE520KL), Berawal Dari Keraguan, Berakhir Dengan Kebanggaan (Review)

ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) - Variasi Warna
"Terlalu banyak informasi bisa membuat kita terlalu berharap."

Pendahuluan

Jauh hari sebelum informasi mengenai jadwal rilis Zenfone 3 di Indonesia diketahui, banyak peminat smartphone ASUS Zenfone 3 mencari informasi mengenai perkiraan harganya berdasarkan informasi yang disampaikan pada peluncuran Zenfone 3 di negara lain, sebut saja Vietnam, India dan Malaysia.

Secara spesifikasi, banyak yang berharap dapat menebus Zenfone 3 Deluxe kasta terendah, mengingat spesifikasi dan komponen yang ada di dalamnya tergolong yang terbaik saat ini. Dan ketika informasi harga yang disampaikan di negara lain, jika dikonversi ke Rupiah, masih tergolong tinggi, sontak banyak orang yang mencibir.

Sebagai orang teknik, gw terbiasa membaca spek, membandingkan spek, sehingga untuk pilihan terbaik, pasti ada harga yang harus dibayar. Namun mungkin banyak orang lupa, bahwa ketika Zenfone masih berbasis prosesor Intel, ada subsidi yang diterima sehingga harganya bisa ditekan sedemikian rupa sehingga Zenfone 2 Intel, menjadi smartphone yang terbaik secara price/performance di jamannya. Hal ini tidak terjadi saat Zenfone 3 diluncurkan, karena Qualcomm tidak memberikan subsidi apapun kepada ASUS.

"Don't judge the book by it's cover", mungkin jadi kata kunci yang tepat untuk kita semua, bahwa terkadang membandingkan spek semata, tanpa mencobanya, bisa menyesatkan dan membuat kita menutup sebelah mata terhadap produk yang memiliki spek lebih rendah. Padahal kenyataannya kelak akan membuat kita terbelalak.

Unboxing

Seperti biasa, gw akan share mengenai tampilan box dan isi di dalamnya.
Box kemasan ASUS Zenfone 3
Bila dibandingkan dengan box kemasan ASUS seri sebelumnya yang ceria, box kemasan Zenfone 3 ini lebih elegan. Dengan warna hitam gelap beraksen warna emas pada tulisannya, benar-benar memberikan kesan glamor walau baru melihat boxnya saja.

Mari kita buka, dan lihat sama-sama, apa saja yang ada di dalam box ASUS Zenfone 3 ini.
Isi dalam box ASUS Zenfone 3
Tidak jauh berbeda dengan 'paketan' ASUS Zenfone sebelumnya yang minimalis, box hanya berisi handset, kabel USB-C, adapter charger, buku manual, kartu garansi dan tusukan logam. Buat apa sih tusukan logam semacam 'nenek' di dunia jahit-menjahit itu?
Slot SIM card & MicroSD tersembunyi
Tusukan logam tersebut gunanya untuk menekan semacam tuas, agar slot penampang SIM card muncul keluar. 
Alokasi slot SIM 1 & SIM 2 atau MicroSD (salah satu)
ASUS Zenfone 3 ini sudah mendukung 4G untuk kecepatan dan kenyamanan berselancar di dunia maya.

Desain

Saat pertama kali melihat, menyentuh ASUS Zenfone 3 ini, kesan mewah nan glamor sudah terpancar dari material yang digunakan untuk membangun smartphone ini.
Kesan mewah dari tampilan body belakangnya
Sekarang kita simak sejenak tampilannya secara keseluruhan.
Keindahan dan keanggunan terpancar dari setiap lekukannya
Desain bodi ASUS Zenfone 3 kali ini jauh berbeda dibandingkan dengan seri ASUS Zenfone 2. Setiap tepiannya sekarang lebih melengkung, dilengkapi dengan aksen lis metal berwarna silver, membuatnya tampak lebih mewah. Selain itu, bagian cover belakangnya pun sekarang rata, tidak lagi berdesain melengkung lagi, plus lapisan kaca di bagian belakangnya menambah kesan premium dari pantulan cahaya yang dihasilkannya.

Perbandingan Desain Zenfone 2 Intel dan Zenfone 3

Bila kita coba sandingkan antara keduanya, akan nampak perbedaan yang sangat signifikan, baik dari sisi peletakan tombol, maupun material yang digunakan.
Perbedaan antara Zenfone 2 Intel dan Zenfone 3 (tampak depan - tampak belakang)
Mungkin sekilas tidak sepadan, mengingat Zenfone 2 Intel hadir dalam ukuran 5,5" sedangkan Zenfone 3 tersedia dalam ukuran 5,2" dan 5,5". Namun di sinilah letak kejelian ASUS dalam menghadirkan smartphone yang nyaman digenggam untuk segala macam ukuran tangan manusia. Gw sendiri selama menggunakan Zenfone 2 Intel berukuran 5,5", seringkali merasa smartphone tersebut masih terlalu besar untuk tangan gw. Namun sejak kehadiran Zenfone 3 berukuran 5,2" ini, smartphone ini terasa pas dan ideal untuk orang dengan ukuran tangan seperti gw. Mungkin kelak jika dimungkinkan, gw akan coba bandingkan ukuran antara Zenfone 2 Intel dengan Zenfone 3 ZE552KL yang berukuran sama #kode buat ASUS Indonesia.

Zenfone 3 vs Zenfone 2 Intel - Top
Di bagian atas Zenfone 3, hanya ada lubang jack untuk earphone dan lubang kecil untuk fitur NR (Noise Reduction) saat percakapan. Sedangkan pada Zenfone 2 Intel, ada jack untuk earphone, tombol Power dan lubang kecil fitur NR.

Zenfone 3 vs Zenfone 2 Intel - Bottom
Di bagian bawah Zenfone 3, terdapat lubang speaker dan port USB-C yang mutakhir, serta lubang microphone untuk berbicara via saluran telepon. Sedangkan pada Zenfone 2, ada port micro-USB serta lubang microphone. Lubang speaker pada Zenfone 2 ada di bagian punggung/belakang bodi.

Pada bagian samping, praktis pada Zenfone 2 tidak ada tombol apapun. Hal ini berbeda dengan Zenfone 3, di mana beberapa tombol fungsional dikembalikan ke bagian samping dari bodinya.

Tombol Volume Up/Down dan Power di bagian samping
Slot SIM Card & MicroSD
Desain cover belakang pada Zenfone 3 ini tidak memungkinkan untuk dibuka, tidak seperti pada seri Zenfone sebelumnya, di mana cover belakang bisa dibuka untuk akses pemasangan SIM Card dan MicroSD.

Zenfone 2 Intel vs Zenfone 3 - Back
Perbedaan yang cukup mencolok dari cover belakang Zenfone 2 Intel adalah desain melengkung, tombol volume up/down serta posisi kamera bulat dengan lampu flash, tanpa fitur laser auto-focus terpasang. 

Laser Auto-Focus, Lensa Kamera, Dual-tone LED Flash dan Fingerscan
Sedangkan pada bagian belakang ASUS Zenfone 3, posisi kamera di tengah dilindungi oleh lapisan kaca sapphire berbentuk kotak bersudut lengkung, diapit oleh lampu flash dan fitur laser auto-focus. Di bawahnya terdapat sensor untuk sidik jari, sebagai fitur keamanan/proteksi standar yang bisa dimanfaatkan untuk unlock phone atau mengaktifkan fungsi kamera.

Benchmark & Specs

Untuk mengetahui performa ASUS Zenfone 3 ini, gw melakukan tes sederhana dengan menggunakan aplikasi yang sudah sangat umum, yaitu Antutu. Skor yang dihasilkan bisa jadi parameter, mungkin tidak mutlak, namun cukup sebagai perbandingan dengan smartphone lain bila diperlukan.

Antutu Benchmark & Specs
CPU-Z Specification
Jika kita penasaran dengan speknya, bisa menggunakan bantuan aplikasi seperti Antutu atau CPU-Z untuk bisa mengetahui beberapa informasi dari smartphone tersebut, seperti informasi kondisi baterai, suhu device dan lain sebagainya.

Sebagai informasi lagi, spesifikasi dari ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) berdasarkan sumbernya di website resmi ASUS Indonesia adalah sebagai berikut.

Spesifikasi Zenfone 3 (ZE520KL) dari website ASUS Indonesia
Jika info di atas kurang jelas, silakan langsung mengunjungi situs ini.

Movie Test

Smartphone juga memiliki fungsi multimedia, yaitu salah satunya sebagai sarana hiburan saat sedang senggang. Menonton film misalnya, bisa saja dilakukan dengan menggunakan smartphone, sambil santai dengan keluaran suara langsung ke earphone.

ASUS Zenfone 3 ini akan gw test untuk menyetel film dalam berbagai format, yaitu 720p dan 1080p, bonusnya, film 3D dalam format 1080p. Ada 2 aplikasi yang akan gw gunakan dalam test ini, yaitu video player bawaan, dan aplikasi video player 3rd party dari PlayStore™. Baiklah, test pertama akan langsung gw lakukan.

1. Memainkan film 720p Menggunakan Video Player Bawaan


Dapat kita lihat pada tayangan video di atas, bahwa video player bawaan kurang memadai untuk memainkan film/video berformat 720p. Masih terjadi lagging/gambar tersendat ketika sedang memainkan film ini.

2. Memainkan film 720p Menggunakan Video Player 3rd Party dari PlayStore™


Berbeda dengan video player bawaan, aplikasi video player yang gw gunakan ini jauh lebih baik dan lebih nyaman dalam memainkan film dalam format 720p. Tidak ada lagging/sendatan ketika sedang memainkan film ini. Bahkan ketika film dipercepat, video player dapat merespon dengan seketika. Ajib!

3. Memainkan film 1080p Menggunakan Video Player 3rd Party dari PlayStore™


Biasanya, beberapa smartphone akan mengalami sedikit kesulitan ketika sedang memainkan film dalam format FullHD seperti ini. Ada sendatan/lagging di pertengahan film. Namun hal ini tidak terjadi pada ASUS Zenfone 3 ini ketika dimainkan dengan video player 3rd party. Gw sempat coba memainkannya di video player bawaan, namun hasilnya masih makin mengecewakan. Film FullHD 1080p terasa terlalu berat untuk dimainkan jika menggunakan aplikasi video player bawaan. Untungnya, banyak aplikasi video player 3rd party bertebaran di PlayStore™, dan kita dapat memilih salah satunya untuk kenyamanan kita dalam menonton film FullHD 1080p ini. Ajib!!

4. Memainkan film 3 Dimensi 1080p Menggunakan Video Player 3rd Party dari PlayStore™


Film 3D dalam format 1080p ini pun masih dapat dimainkan dengan mulus, nyaman di mata. Ukuran layar yang 5.2" membuatnya ramah dengan Google Cardboard yang gw punya. Bahkan, ketika gw coba untuk menontonnya dengan menggunakan Google Cardboard, serasa menonton film dalam format IMAX, luas di mata. Ditambah dengan ASUS ZenEar di kuping, komplit sudah pengalaman menonton bagaikan bioskop pribadi di mana pun kita berada. Ajib!!!

Game Test

Sekilas spek Zenfone 3 (ZE520KL)
Untuk pengetesan performa di bidang gaming, ada beberapa permainan yang gw install dan gw coba mainkan pada video berikut ini.

1. Spider-Man Unlimited


Untuk jenis permainan seperti ini, ASUS Zenfone 3 dapat menjalankannya dengan mulus, lancar, tanpa kendala.

2. Hungry Shark


Untuk memainkan permainan ini, Zenfone 3 juga tidak mengalami kesulitan. Snapdragon dan Adreno yang terpasang di dalamnya, dapat dengan mudah menjalankan segala instruksi dari permainan ini.

3. Gangstar Vegas


Permainan ini mirip sekali dengan GTA, di mana lingkungannya bagaikan dunia nyata, dengan beberapa titik untuk memulai misi tertentu. Untuk permainan jenis ini, dimana 3D dirender secara real-time, semua berjalan mulus, tidak ada lagging.

4. Real Racing 3


Permainan balap yang kualitas grafisnya termasuk terbaik, menjadi pilihan gw untuk melakukan testing pada Zenfone 3 ini. Dapat dilihat pula pada video di atas, bahwa permainan berjalan mulus.

ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini terbukti mampu menjalankan berbagai macam permainan dengan mudah, mulus dan lancar. Bisa menjadi alternatif bagi pengguna smartphone yang juga senang bermain dengan menggunakan hapenya.

Video Recording


Kemampuan ASUS Zenfone 3 untuk merekam video juga sangat menakjubkan. Format video 4K UltraHD mampu dilakukan oleh smartphone ini. Selain itu pula, fitur EIS dan OIS sudah disematkan di dalamnya sehingga gambar yang ditangkap saat merekam menjadi lebih stabil.
Adapun contoh videonya bisa dilihat di bawah ini, yaitu ketika tim kami melakukan tugas di salah satu pos saat #ASUSIncredibleRace berlangsung di Nusa Dua Bali beberapa waktu yang lalu.


ASUS SonicMaster™ dan Audio Wizard™


Untuk keluaran suaranya, ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini juga telah menggunakan speaker dengan 5-magnet, seperti yang digunakan pada ASUS Zenpad 7 Theater dulu. Hasilnya? Walau terdengar sedikit mono, namun tidak dapat dipungkiri, kualitas audio yang dihasilkannya sangat jernih dan nyaring tanpa harus terdengar pecah. Selain itu, pilihan mode pada Audio Wizard-nya juga sangat membantu dalam menentukan settingan terbaik saat menggunakan ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini, terutama saat sedang mendengarkan musik, menonton film, atau bermain game. Kualitas audionya dapat disimak pada 2 video di bawah ini.

Audio Test - Ar Tonelico


Audio Test - Bohemian Rhapsody


PixelMaster 3.0

Kekuatan kamera Zenfone 3
Sejak sebelum kemunculannya di Indonesia, bahkan setelah peluncurannya, ASUS Zenfone 3 ini sudah digembar-gemborkan sebagai smartphone yang memiliki kemampuan fotografi yang di atas rata-rata. Di forum ZenTalkID, bahkan ada event kompetisi fotografi berhadiah Zenfone 3 bertajuk "Zen in your Eyes", sedangkan ketika hari peluncuran Zenfone 3 tiba, malam harinya, di Nusa Dua Bali, diadakan lomba fotografi dengan menggunakan Zenfone 3 ini yang bertema "Beauty in the Sky" yang juga berhadiah Zenfone 3. Luar biasa bukan? Kembali ke laptop :p

Di dalam PixelMaster 3.0 ini, pilihan mode untuk kamera belakangnya sangat banyak, ada 20 mode yang bisa dipilih sesuai keinginan dan kebutuhan. Apa saja gerangan mode-modenya? Cek gambar di bawah ini.

Mode pada kamera belakang
Mode pada kamera depan juga tidak kalahnya mengalami peningkatan. Selain sekarang memiliki resolusi 8MP, sebelumnya hanya 5MP, mode-nya juga cukup banyak. Coba kita simak di gambar berikut ini.

Mode pada kamera depan
Mungkin, tidak semua mode yang ada akan kita gunakan setiap saat. Namun jika kita ingin mengetahui lebih jauh mengenai fitur-fitur yang ada pada ASUS Zenfone 3 ini, tidak ada salahnya jika kita mencoba satu per satu, jika ada kesempatan di lain waktu. Beberapa contoh foto bisa dilihat di bawah ini (klik aja gambarnya).

Contoh foto dalam beberapa mode
Untuk mode Time Lapse hasilnya bisa disimak pada video berikut ini.


Dan untuk mode Slow Motion bisa dilihat pada video yang berikut ini.


Nah, apa sih yang membuat ASUS Zenfone 3 ini memiliki tagline #BuiltForPhotography? Ternyata ada beberapa fitur yang meningkat secara signifikan bila kita menggunakan kamera dalam mode Manual. Ya, mode Manual ini membuat smartphone ini seperti layaknya mini DLSR. Salah satu kemampuan yang diunggulkan dari ASUS Zenfone 3 ini adalah kemampuannya menangkap gambar secara long-exposure, yaitu selama 32 detik. WOW!

Contoh foto long exposure - credits to Freddy Hernawan


Contoh foto long exposure - credits to Febri Tri Harmoko
Mungkin ada baiknya kita bedah kemampuan mode Manual pada ASUS Zenfone 3 ini.

Pengaturan White Balance secara manual, mulai 2500K hingga 6500K

Pengaturan Exposure Value secara manual, mulai -2 hingga +2

Pengaturan ISO Manual, mulai ISO 50 sampai ISO 3200

Pengaturan Shutter Speed secara manual, mulai 32s hingga 1/50000s

Pengaturan fokus secara manual, tinggal geser hingga obyek yang diinginkan tampak jelas
Setelah melihat setting mode manual di atas, kemampuan fotografi dari ASUS Zenfone 3 ini masih sangat terbuka luas untuk dieksplorasi. Dan bukan hal yang berlebihan jika memang ASUS Zenfone 3 ini disebut-sebut sebagai #BuiltForPhotography.

Daya Tahan Baterai

Untuk penggunaan normal, selalu online, browsing, email, dan sosial media, serta sedikit game, ASUS Zenfone 3 ini masih dapat diandalkan. Setelah ujicoba daya tahan baterai kemarin, kebetulan kegiatan gw dalam menggunakan smartphone kebanyakan adalah chatting dan sosmed, hasilnya bisa disimak pada gambar di bawah ini.

Durasi pemakaian setelah full-charging pukul 12:33 WIB s/d pukul 7:26 WIB esok harinya.

Charging full selesai pada pukul 12:33 siang, dan pemakaian smartphone seperti biasanya, tidak ada aktifitas gaming secara intens, hanya sesekali cek email dan seringnya berbalas chatting via beberapa aplikasi messaging. Malamnya online seperti biasa, gw tidak menggunakan mode power saving, masih standar, dan pagi harinya kapasitas baterai sudah menunjukkan angka 15%, dengan estimasi pemakaian kurang lebihnya masih bisa 3 jam lagi. Menjelang pukul setengah 8 pagi, indikator baterai menunjukkan angka 1% dengan estimasi pemakaian 11 menit lagi, namun untuk menghindari hal-hal yang buruk, selepas screenshot, smartphone ASUS Zenfone 3 ini langsung gw charging kembali. Jangan lupa, bahwa ASUS Zenfone 3 (ZE520KL) ini sudah menggunakan port USB-C yang memiliki kelebihan tersendiri.


Fingerscan Untuk Keamanan Extra


Selain kode PIN atau Pattern sebagai pengaman smartphone, ASUS Zenfone 3 ini juga sudah dilengkapi dengan kemampuan fingerprint scanner untuk keamanan yang lebih ketat, di mana pengguna dapat langsung melepas kunci pengaman tanpa harus memasukan kode PIN atau Pattern terlebih dahulu.

Konklusi

Membaca dan membandingkan spesifikasi antara Zenfone 3 Basic dengan Zenfone 3 Deluxe, membuat kita berharap untuk memiliki yang terbaik. Namun kita lupa bahwa segala sesuatu yang terbaik memiliki nilai yang mungkin tidak terjangkau oleh kita, sehingga pada awalnya kita hanya bisa berkeluh kesah. Namun hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran Zenfone 3 Basic yang ternyata memberikan performa dan kemampuan fotografi yang luar biasa, dengan harga yang pantas.



Comments

Popular posts from this blog

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Semua Berawal Dari Sebuah PC