Superhero dan Cerita Masa Kecil

Logo DC
Ada satu masa di dalam sejarah kehidupan gw di masa lalu, yaitu ketika gw masih kecil, belum lagi sekolah TK, apalagi playgrup, jaman itu belum ada lah, yaitu masa ketika gw baru belajar menulis dan membaca. Kala itu, papaku masih sekolah, sekolahnya di STAN. Saat papaku sedang mengerjakan tugasnya, gw biasanya selalu menemani, sambil belajar menulis. Entah ide dari mana, saat itu, ketika gw belajar menulis, tulisan yang gw baca dan tulis adalah karakter-karakter superhero dari komik. Memang, saat itu gw belum lagi fasih membaca, lha wong menulis aja masih belajar. Namun ingatan akan karakter yang gw tulisan dan baca itu melekat hingga sekarang. Karakter yang gw tuliskan pada whiteboard dan buku tulis saat itu adalah Batman, Superman dan Spiderman.

Setelah TK, gw sering sekali diajak papa ke Jakarta. Ya, saat itu papaku belum lulus dari sekolahnya. Dan di Jakarta ini, adalah pengalaman yang paling menyenangkan, karena saat itu papaku membelikan gw buku komik cerita bergambar. Gambar apa? Ya! Batman! Dari sini, awal mulanya hobi gw membaca buku, dimulai dari komik bergambar tokoh superhero. Kegemaran membaca buku, terutama cerita bergambar berlanjut hingga gw remaja. Komik semacam Arad & Maya, Trigan, Storm, Pak Djanggut, jadi makanan sehari-hari. Itu jauh sebelum komik-komik Jepang terbitan Elex Media menggempur kehidupan kami. Ya, hadirnya komik-komik Jepang secara langsung menggeser kehadiran dan kegemaran kami terhadap komik superhero. Yang gw ingat, komik Chinmi alias Kung Fu Boy langsung bertengger di hati. Komik bertema kungfu tersebut menjadi sangat berkesan karena gambar dan ceritanya terasa lebih mengalir daripada komik jagoan semacam Batman dan kawan-kawannya, karena di sini gw melihat ada proses perkembangan dari tokoh utamanya, Chinmi. Saking sukanya sama karakter Chinmi, sampai komik bernama sama namun bercerita tentang olahraga bilyar pun kami baca, walau jika diingat saat ini, teknik yang ada di sana terasa lebay dan mustahil :p

Kembali ke tokoh superhero, hingga gw dewasa saat ini, kegemaran gw masih tetap sama, menonton dan membaca komik superhero. Ada satu momen yang membuat gw menjadi seakan menggali kembali informasi di masa kecil gw, yaitu setelah menonton film Avengers : Age of Ultron. Gw menonton ulang secara berurutan rangkaian film dari Marvel Cinematic Universe supaya lebih paham. Selain itu juga, TV series The Flash, menyegarkan kembali ingatan gw akan tokoh superhero berkecepatan tinggi. Nah! Dari sini gw mulai sedikit demi sedikit membagi waktu antara menonton film dan membaca komiknya.

The Flash


Serial TV ini sangat berkesan bagi gw, karena pada medio 90-an pernah diputar dan gw nyaris tidak pernah absen untuk menontonnya. Walau jaman itu kostumnya terasa bulky banget, khas superhero Amerika, dan bahannya terkesan seperti beludru/suede, namun tetap nampak keren di mata gw.

The Flash tahun '90-an
Dan setelah kurang lebih 25 tahun kemudian, muncul serial The Flash yang baru. Dengan kostum yang lebih slick, terasa kulit banget, untuk ketahanan menembus udara. Dan yang mengagetkan, yang jadi bapaknya di serial yang baru ini, adalah yang jadi The Flash di tahun 90-an lalu. Cool!

Nah, sampai sini, gw merasa ada yang nggak klop sama kenangan gw tentang superhero ini di masa lalu. Kenapa? Karena di komik yang pernah gw baca, memang ada beberapa karakter superhero yang memiliki kecepatan super, yaitu The Flash dan Johnny Quick. The Flash yang gw inget, bentuknya klasik, seperti ini.

The Flash - Jay Garrick
Dan memang setelah kemari-mari, ceritanya jadi jauh berkembang dan lebih kompleks (bukan perumahan) :p Ada beberapa speedster (superhero yang memiliki kekuatan berupa kecepatan super) selain The Flash. Dan pada komik yang pernah gw baca, yaitu yang judulnya All-Star Squadron, ada lagi tokoh bernama Johnny Quick yang memperoleh kecepatan supernya dengan menghafalkan rumus :p Tampilannya seperti di bawah ini.

Johnny Quick
Oya, komik yang pernah gw miliki dulu, ternyata masih ada di internet (terima kasih torrent). Sampul depannya pun masih gw ingat dengan jelas, persis seperti ini.

Sampul depan komik All-Star Squadron
Komik itu dulu settingnya jaman Perang Dunia ke-2, dan gw herannya, ada Superman dan Batman di jaman itu. Berarti kalo gw ikutin sampe sekarang, mestinya mereka udah tua banget, ternyata enggak lho. Dari ini gw mulai mengenal konsep multi-verse, dan mulai menyadari adanya Earth-1 dan Earth ke sekian nantinya.

Dan khususnya tentang The Flash, atau superhero berkekuatan kecepatan ini (speedster), gw mulai mengetahui adanya Kid Flash, Wally West, Reverse Flash, Zoom dan lain-lain. Dan juga mulai mengetahui apa itu Speed Force dalam dunia DC.

Seperti halnya The Flash, gw juga baru mengetahui jika Robin, yang jadi sidekicknya Batman itu bukan cuma 1 orang :) Awalnya gw taunya Robin itu namanya Dick Grayson, lalu sempat baca sebuah komik juga mengenai awal mulanya Batman mengasuh Jason Todd, pemain sirkus yatim piatu, sehingga menjadi Robin. Di situ gw mulai bingung, kok Robin ada dua? Sekian puluh tahun kemudian, baru gw sadari, ternyata Robin ada banyak dan salah satunya adalah anaknya Batman sendiri, hasil perkawinannya dengan anak cewek musuhnya jaman itu, Ra's Al-Ghul #takjub #shock

Nah, sampai sekarang ini pun, gw masih menggemari menonton dan membaca komik superhero. Bahkan boleh dibilang, sekarang lebih kebayang alur dan timeline-nya daripada dulu. Dulu mah, asal nonton, filmnya keren, udah aja. Ternyata ada garis besar yang dibuat dari film-film superhero di jaman sekarang ini. Dengan spesial efek yang lebih keren, dan alur cerita yang diadaptasi dari komiknya, dengan sedikit perbedaan sentuhan akhir, membuat para penggemar superhero di masa kini jadi jauh lebih termanjakan.

Bagaimana dengan kalian?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Semua Berawal Dari Sebuah PC