Pengalaman Pribadi bersama Si Mungil Meizu M5c

Yo! Kawan-kawan pembaca blog Masekorner yang setia. Setelah kemarin saya bercerita tentang pengalaman menggunakan ASUS Zenfone 4 Selfie Pro yang memukau itu, kali ini giliran sebuah smartphone kelas entry yang namanya masih asing di telinga, namun merk ini termasuk jajaran smartphone Cina terbaik. Inilah dia Meizu M5c..


Unboxing

Pertama-tama, mari kita lihat apa isi di dalam box putih yang sederhana ini.

Inside the box

Selain tentu saja unit smartphonenya, di dalamnya terdapat kepala charger, kabel USB micro, SIM tray ejector, kitab-kitab manual dan garansi, serta stiker IMEI. Sangat ringkas.
SIM card traynya memiliki 2 slot saja, di mana salah satunya mengadopsi teknologi hybrid (pilih salah satu antara SIM card atau microSD).

SIM Card tray hybrid

Desain

Dari segi desain, smartphone Meizu M5c ini cukup menarik dan tidak ketinggalan jaman. Kontur tepian membulat pada bagian belakang, serta layar 2.5D di bagian depan, dengan tombol Home multi-fungsi di bagian bawahnya. Ukuran 5 inci saya rasakan cukup nyaman untuk digenggam, sedangkan dari sisi bobotnya juga terasa mantap.

Desain Meizu M5c

Spesifikasi

Meizu M5c menanamkan prosesor Mediatek Quad-core berkecepatan 1,2 GHz. RAM sebesar 2 GB dan ROM untuk penyimpanan sebesar 16 GB diyakini cukup untuk kebutuhan harian, apalagi baterainya sudah 3000 mAh, cukup berdaya untuk durasi pemakaian yang lama. Jika penyimpanan dirasa kurang, Meizu M5c mampu menampung microSD berkapasitas maksimal 128 GB. Kamera depannya sudah 5 MP, sedangkan kamera belakangnya 8 MP. Hasilnya cukup baik di beberapa momen, untuk detilnya akan dibahas pada bagian terpisah.

Informasi pada menu About phone

Skor yang diraih melalui benchmark Antutu pun tergolong biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Maklum, namanya juga smartphone kelas entry yang memang ditujukan bagi pengguna awam.

Skor Antutu

Boot Up!

Saat menghidupkan Meizu M5c untuk pertama kalinya, kesan yang saya rasakan adalah, waktu bootingnya lumayan lama. Sebelum smartphone ini siap digunakan, kita mesti melakukan penyetelan terhadap bahasa yang akan kita gunakan. Lalu kemudian smartphone ini siap untuk digunakan.
Saat pertama kali memandang layarnya, saya agak sedikit terkesima. Kenapa? Karena saya tidak melihat tanda-tanda layanan Google di sana.

Tampilan layar Meizu M5c yang sederhana

Kemudian saya mencoba memasukkan akun GMail ke dalamnya, namun ternyata tidak ada Kontak yang tersinkronisasi. Akhirnya saya mencari informasi terkait hal ini dan menemukan jawabannya di sini. Oya, di saat awal layanan data diaktifkan, Meizu M5c ini hanya mengenal jaringan 3G saja. Untuk mengaktifkan layanan 4G-nya, diperlukan kombinasi tombol seperti pada gambar di bawah ini.

Kode aktifasi layanan 4G

Maka seketika layanan 4G akan aktif. Setelah itu diperlukan instalasi layanan Google secara manual. Caranya, cari aplikasi Google Apps Installer di App Store milik Meizu. Jika dibilang aplikasi tidak ditemukan, coba pilihan pencarian di Other Store.

Proses instalasi Google Apps Installer

Setelah aplikasi ini terpasang, jalankan saja wizardnya seperti pada smartphone android baru pada umumnya.

Wizard Google Services

Dan setelah semua tersinkronisasi dengan akun Google kita, maka smartphone sudah siap untuk digunakan. Calendar akan otomatis sinkron, Play Store juga akan terhubung dengan akun Google kita tadi,

Hiburan

Untuk kebutuhan hiburan pada smartphone ini, saya fokuskan pada kemampuan bermain game dan pemutaran film saja. Untuk mendengarkan musik, saya yakin, dengan menggunakan headset/earphone, suaranya akan terdengar lebih baik daripada lewat speaker. Jujur saja, suara yang dihasilkan dari speaker di bagian bawah smartphone ini cukup nyaring walau volume belum mentok kanan.

Gaming

Ada 3 buah aplikasi game yang saya install dan coba mainkan di sini. Mungkin tergolong ringan, karena memang saya cukup memahami bahwa spesifikasi Meizu M5c ini ditujukan untuk kalangan pengguna entry. Dan hasil ujicoba bermain game di Meizu M5c dapat dilihat pada video berikut ini.

Game Empires & Puzzles


Game My Little Pony : Rainbow Runner


Game Arena of Valor


Perlu diketahui bahwa game Arena of Valor atau dikenal juga sebagai AoV ini sedang hits dan tergolong cukup menantang. Untuk kenyamanan bermain, disarankan agar mengubah setting pada game menjadi rata kiri saja.

Pengaturan pada game AoV

It's Movie Time!

Untuk pemutaran film di Meizu M5c ini, ada satu kesimpulan yang bisa diambil, yaitu aplikasi Video Player bawaannya sudah mendukung beragam format film dan resolusi yang umum tersedia. Dalam hal ini, saya beri contoh 2 film saja, yaitu format mkv resolusi 720p dan FullHD 1080.

Film Miss Granny (720p, MKV, dengan file terjemahan terpisah)


Film Captain America Winter Soldier (1080p, MKV, hardsub)


Yang membuat saya kagum adalah, film Miss Granny yang diputar di Meizu M5c ini dapat berjalan dengan lancar, mulus tanpa kendala. Padahal, film yang sama diputar di smartphone lain, harus pakai aplikasi Video Player tambahan agar berjalan lancar dan teks terjemahannya muncul di layar. Ini sebuah nilai tambah dari Meizu M5c.

Kamera

Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa kamera depan Meizu M5c memiliki resolusi 5MP sedangkan kamera belakangnya 8MP. Untuk pilihan menu/mode-nya sendiri ada 5 macam, sama saja antara kamera depan maupun belakangnya,

Mode kamera Meizu M5c

Untuk memilih mode Beauty, Photo atau Video, ada di bagian bawah dekat tombol shutter.

Mode Beauty dengan 5 level kecantikan

Jika tak punya banyak waktu untuk menyunting warna pada foto, beberapa color tone telah disediakan secara preset. Ketuk saja ikon yang mirip kembang api di bagian atas kanan layar, sebelah ikon pengaturan.

Preset Color Tone

Yang menarik, mode Pro juga disematkan di dalam Meizu M5c ini. Padahal biasanya mode Pro hanya terdapat pada smartphone dengan harga menengah ke atas.

Pengaturan pada mode Pro

Untuk pengaturannya, lagi-lagi Meizu memberikan preset sehingga pilihan eksplorasi kemampuan kameranya sedikit terkekang. Namun demikian, hal ini akan memudahkan bagi para pengguna yang baru ingin memulai belajar memanfaatkan mode Pro pada smartphonenya.

Di bawah ini adalah beberapa foto yang dihasilkan oleh kamera depan dan belakang dalam kondisi pencahayaan tertentu, indoor maupun outdoor.

Hasil foto kamera depan Meizu M5c


Hasil foto indoor kamera belakang Meizu M5c

Hasil foto kamera belakang Meizu M5c dalam jarak semi close-up

Video Recording

Perekaman video pada Meizu M5c hanya memungkinkan untuk resolusi maksimal HD 720p saja. Ini sesuai dengan angka yang tertera pada pengaturan perekaman video pada gambar di bawah ini.

Pengaturan resolusi perekaman video

Untuk rekam video melalui kamera depan, hanya mengakomodir resolusi VGA saja, yaitu 640x480. Contoh rekaman dengan menggunakan kamera belakang, dapat disimak pada video berikut ini.


Baik hasil foto maupun perekaman video dalam kondisi low light cukup mengejutkan bagi saya. Karena hasilnya terlihat cukup tajam, minim noise. Sedangkan untuk rekaman dengan kamera depan, tidak saya lakukan karena memang jarang saya gunakan.

Harga & Ketersediaan

Berdasarkan pantauan saya di beberapa lapak jualan online. Harga Meizu M5c ini berkisar mulai 1,3 juta rupiah hingga 1,5 juta rupiah. Jika berminat untuk memilikinya, silakan klik gambar di bawah ini.


Konklusi

Kesan saya menggunakan Meizu M5c ini seperti nostalgia saat awal-awal menggunakan smartphone android layar besar. Desain yang mantap di genggaman, layar yang jernih serta kombinasi RAM, ROM serta baterainya, menjadikan smartphone Meizu M5c ini sesuai untuk dijadikan daily driver, khususnya untuk kebutuhan komunikasi via aplikasi messenger. Sedangkan untuk penggunaan gaming akan mempengaruhi daya tahan baterainya, serta mengakibatkan bodi belakang terasa hangat, kisaran 40-50°C berdasarkan pantauan aplikasi AIDA64. Kamera belakangnya juga tidak disangka, mampu memberikan hasil foto dan rekaman video yang cukup baik.

Demikian impresi saya selama menggunakan Meizu M5c. Sampai jumpa di review berikutnya..

Komentar

  1. Desainnya minimalis iya om, apalagi dengan harga Rp 1 jutaan. worth it bgt iya om, saya sih suka bobotnya ringan dan nyaman digenggam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini jadi semacam nostalgia pake hape android awal².. Ukuran 5 inci memang pas buat tangan gw yang mungil ini :)

      Hapus
  2. kalau lihat Meizu, ada kenangan tersendiri.... Saya pernah menggunakan Meizu M2 Note dalam waktu lama dan puas, meski spesifikasinya terbilang biasa saja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu belum resmi kan ya? Nostalgia emang hawanya pakai ini.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

Masalah Whiteline pada ASUS Zenfone Zoom S