Artikel Unggulan

Makna IP Rating pada Gawai

Kita sering menemukan istilah IP sekian-sekian ketika sedang membaca spesifikasi teknis sebuah gawai. Kode ini umumnya digunakan untuk meruj...

[Review] ASUS Padfone Mini

Hello semuanya! Akhirnya gw nulis lagi nih.. Jadi ceritanya kemarin temen gw ngebawain unit ini untuk gw review. Udah pada tau tentang ASUS Padfone Mini belum? Kalo belum, yukk kita simak sama² :)

THE PACKAGE
Unit ini datang dengan 2 kemasan terpisah, yaitu unit handset dan unit pad atau disebut juga mini station. Walaupun di box-nya unit pad berwarna putih, unit yang gw terima warnanya hitam semua.


Lalu bagaimana dengan spesifikasi unit Padfone mini tersebut? Mari kita lihat.


Ya! Spesifikasinya tidak jauh berbeda dengan Zenfone 5 batch 1, perbedaan hanya pada ukuran layar yang lebih kecil.

UNBOXING
Pertama-tama, mari kita lihat isi dari box bertuliskan Padfone mini terlebih dahulu.


Box dengan model sliding ini berisikan unit handset yang ukuran panjang x lebarnya sangat pas. Tapi tunggu! Kira² ada apa saja di bagian kompartemen di bawah unit tersebut? Ayo kita bongkar!


Wow! Ternyata aksesorisnya selain tentunya kabel data USB + adaptor charger, ada juga earphone + earbud dari karet! Cukup melimpah jika dibandingkan dengan aksesoris bawaan ASUS Zenfone series. Sekarang coba kita bongkar bagian dalamnya.


Kapasitas batere unit ini adalah sebesar 1170mAh, atau jika dibulatkan ke atas menjadi 1200mAh.


ual slot Simcard tersedia untuk kemampuan koneksi data yang lebih besar lagi. Tidak lupa port micro-USB untuk fungsi transfer data atau charging.


Port untuk docking ke pad station.


Juga tersedia slot microSD untuk menambah kapasitas penyimpanan.

Kedua, mari kita lihat isi di dalam box Padfone mini station.


Untuk box yang ini, isinya hanyalah unit pad dan manual di bawahnya. Jika kita tengok bagian belakang dari pad station ini, maka akan nampak docking port untuk handset unitnya.


Jika kita masukkan unit handset ke dalam slotnya, maka akan nampak seperti ini.


Mari kita lanjutkan kembali..

THE BENCHMARK
Kali ini gw akan coba share mengenai kemampuan handset ini melalui test program benchmark yang tersedia. Tampilan layarnya masih standar bawaan dari vendornya.


Nah, kira² informasi apa sih yang bisa kita lihat di dalam handset ini? Ini dia informasinya!


Supaya lebih detil lagi informasinya, kita bisa gunakan aplikasi CPUZ yang dapat diambil dari PlayStore™. Ini dia informasi hardwarenya!


OK. Sudah cukup? Lalu gw akan coba jalankan beberapa aplikasi benchmark untuk melihat sejauh mana handset ini mampu memberikan performanya.

Aplikasi yang pertama gw gunakan adalah Vellamo, dan ini dia hasil testnya!


Aplikasi kedua yang akan gw gunakan adalah GFXBench. Aplikasi ini didesain untuk melakukan tes kemampuan handset dalam menangani grafis. Ini dia hasilnya!


Aplikasi ketiga masih akan melakukan tes terhadap kemampuan grafisnya. Aplikasi yang gw gunakan saat ini adalah GPUBench. Dan ini dia hasilnya!


Dan terakhir adalah aplikasi benchmark yang mainstream digunakan dalam dunia android, yaitu Antutu Benchmark. Bagaimana kira² hasilnya? Mari kita simak bersama, ini dia hasil benchmark dari Antutu!


Wow! Menakjubkan bukan? Seperti gw sampaikan sebelumnya bahwa spesifikasi hardware Padfone mini ini mirip sekali dengan Zenfone 5 Batch 1 hanya berbeda di ukuran layarnya saja. Dan seperti kita ketahui bersama bahwa hasil benchmark dari Antutu untuk ZF5 Batch 1 rata² adalah 21000.. Bagaimana ini bisa terjadi? Entahlah, gw juga nggak tau.. Kita nikmati saja apa yang ada..

Bagaimana? Setelah menyimak hasil tes benchmark pada Padfone mini ini, kira² fitur apa lagi yang ada di dalamnya ya? Selanjutnya gw akan bahas mengenai kemampuan kameranya, karena gw suka sekali melakukan pemotretan dengan menggunakan kamera hp.

PixelMaster™
Bukan hal yang aneh jika handset ini sudah dibekali kemampuan PixelMaster dari ASUS. Ya iyalah, speknya aja ZF5 dalam wujud 4 inci kok :) So, tampilah pilihan mode kameranya sama seperti ZF5. Nggak percaya? Coba kita lihat screenshot berikut ini.

So? Kita coba tes memotret dengan menggunakan beberapa fitur yang paling sering digunakan.





Gambar² di atas diambil dengan menggunakan fitur auto dalam kondisi sedikit low-light.



Mode auto dengan kondisi cukup cahaya, membuat fokus pada obyek tetap tajam dan latar belakang sedikit buram dengan wajar.



Masih dalam mode auto namun dalam jarak sangat dekat dengan touch focus pada bagian obyek sebelum memotret. Hasilnya cukup indah dan wajar.

Selanjutnya, secara berturut², gw akan mencoba fitur Depth of Field (DoF), HDR, Miniature (Round) dan Miniature (Diagonal).
DoF

HDR

Miniature (Round)

Miniature (Diagonal)
Masih sama seperti isu pada ZF5, fitur DoF kurang bisa memberikan hasil yang optimal. Lalu fitur HDR gw gunakan untuk memotret layar monitor yang secara default tertangkap kamera sangat terang. Catatan gw, semoga ada update untuk fitur DoF sehingga hasilnya bisa lebih maksimal lagi.

SonicMaster™
Fitur ini dimaksudkan untuk penikmat musik. Kalian mesti denger sendiri langsung karena fitur ini sangat audio sekali. Tapi sekedar gambaran, saat kita sedang mendengarkan musik via earphone, ada fitur equalizer, wifi transmitter dll yang akan memberikan pengalaman baru bagi kita dalam mendengarkan musik.


VIDEO RECORDING
Untuk melakukan perekaman video, handset ini sudah mendukung perekaman video hingga resolusi Full HD 1080p. Jika fitur Video Stabilization diaktifkan, maka resolusi perekaman akan diturunkan pada HD 720p saja, namun demikian, kualitas videonya cukup layak untuk dilihat, lebih lagi jika kondisi pencahayaan saat perekaman sangat mendukung.


VIDEO PLAYER
Secara default, handset ini sudah mendukung pemutaran video hingga resolusi Full HD 1080p dengan format video mp4. Sayangnya format mkv masih belum memperoleh dukungan.
Contoh pemutaran video bisa dilihat di sini.


Sebagai informasi, video ini gw rekam menggunakan handset ASUS Zenfone 5.

PC Link
Fitur berikutnya yang akan gw coba adalah PC Link dari ASUS. Awalnya gw sempat menemui kendala saat akan melakukan koneksi antara kedua device (handset dan laptop). Padahal petunjuknya sudah gw lakukan dengan seksama. Ketika handset gw hubungkan dengan laptop via kabel USB, drivernya tidak pernah terinstall dengan sempurna. Aneh sekali. Akhirnya gw coba update driver windows di laptop (gw pake windows 7 ultimate 32-bit original VLK kantor). Selepas itu, gw coba hubungkan lagi handsetnya ke laptop. Masih saja error. Padahal laptop sudah gw restart setelah update driver.

Nyaris putus asa, karena batere tab dan handset mulai menurun, akhirnya gw gabungkan handset dengan pad stationnya, dan gw hubungkan kabel USB-nya ke laptop. Voila!!! Driver terinstall dengan sempurna! Alhamdulillah, akhirnya gw bisa melakukan koneksi antara keduanya sesuai keinginan.
Hal pertama yang gw lakukan adalah.. bermain games :p

Seperti kita lihat di atas, handset berfungsi layaknya controller, dan layar laptop bagaikan monitor tv-nya. Bagaimana jika kita full-screen?
No problem at all. Namun ketika gw coba memainkannya, masih agak terasa delay/lag antara tampilan di handset dengan di layar.

Lalu bagaimana dengan melakukan browsing? Kira² tampilannya seperti ini.
Terus terang, kualitas gambar yang ditampilkan kurang begitu menyenangkan. Namun karena ini ujicoba, semua yang sekiranya perlu dilakukan haruslah dilakukan. Dan opini gw, lebih enak browsing langsung dari padfone atau laptopnya langsung karena tampilannya jauh lebih tajam dan jernih.

Namun yang mungkin jadi kelebihan dari fitur ini adalah saat melakukan pengiriman pesan melalui SMS atau aplikasi kurir (messenger) lainnya.
Ya! Tentu saja mengetik via keyboard di laptop jauh lebih nyaman daripada mengetik di layar touchscreen yang kecil itu. Saat mode PC Link aktif, kedua device dapat melakukan input baik dari layar handset maupun via mouse/trackpad di laptop. Fitur keyboard pada handset otomatis disable. Input keyboard hanya via laptop. Namun demikian, yang jelas mungkin fitur ini akan lebih banyak 'nganggurnya' daripada terpakainya, kecuali bagi orang yang mungkin merasa pekerjaannya lebih banyak berkomunikasi via SMS atau aplikasi kurir seperti ini. But still, PC Link ini such a nice feature dari ASUS.

Next gw akan coba bahas mengenai fitur Remote Link dari ASUS. Stay tune!

Remote Link
Ini adalah salah satu fitur yang akan mengubah handset android kalian menjadi pointer/remote kontrol. Untuk dapat memanfaatkan fitur ini, maka pada PC atau laptop wajib menginstall aplikasi ASUS Smart Gesture. Yang harus diperhatikan adalah antara handset dengan laptop harus dalam keadaan paired via bluetooth.
Jalankan aplikasi ASUS Smart Gesture pada laptop atau PC. Kira² tampilan awalnya seperti ini.
Lalu pada handset, lakukan koneksi via bluetooth terhadap laptop/PC. Setelah terkoneksi, maka akan muncul tampilan seperti ini.

Ada 4 mode pada aplikasi Remote Link ini, secara default handset akan berfungsi sebagai pointer layaknya mouse wireless. Ada bagian layar yang dapat disentuh layaknya touchpad, yang akan menggerakkan mouse pada layar laptop. Juga terdapat tombol sentuh L dan R yang merepresentasikan 2 tombol pada mouse, serta slider untuk fungsi Zoom pada layar. Pada mode ini, delaynya lebih dari 3 detik, rasanya cukup mengganggu saat kita menggeser dan melakukan klik pada ikon di layar.

Mode yang kedua adalah mode presentasi.
Tampilannya cukup sederhana, ada 2 tombol panah kanan dan kiri untuk memilih halaman berikutnya atau halaman sebelumnya. Juga ketika layar tengah kita tap, maka aplikasi akan melakukan sinkronisasi dengan halaman presentasi yang ada di laptop, seperti tampak pada gambar di atas.
Catatan lagi untuk menggunakan mode ini, delaynya terasa mengganggu.

Mode yang ketiga adalah mode remote media player.
Pada mode ini, handset akan berfungsi layaknya remote control.
Pada mode ini delaynya tidak terasa mengganggu, bahkan cukup responsif. Saat kita melakukan pause, stop dan play, film yang sedang dibuka langsung bereaksi seketika. Hanya untuk fungsi slider ke timecode tertentu membutuhkan waktu beberapa saat, hal ini wajar adanya.

Mode yang terakhir adalah mode remote keyboard.
Pada mode ini, kita dapat memanfaatkan keyboard dari handset sebagai alat input pada aplikasi yang sedang berjalan di laptop/PC. Sebagai contoh, gw gunakan notepad. Tulisan yang kita ketik akan muncul di layar laptop setelah kita menekan tombol send (kapal kertas) di handset. Namun untuk menghapus karakter dapat langsung menekan tombol backspace di handset, dan karakter di layar laptop akan terhapus. Mode ini akan cukup bermanfaat saat menggunakan aplikasi chatting di laptop, namun tidak disarankan untuk melakukannya di aplikasi office, apalagi worksheet karena akan cukup merepotkan berpindah fungsi pointer ke keyboard berulangkali demi menentukan cell/kolom yang akan diketik.

Konklusi/Kesimpulan
Padfone Mini ini sangat cocok digunakan bagi orang² yang mobile, yang tidak begitu suka menggunakan handset yang besar untuk menelpon, namun juga tidak suka melakukan browsing atau hal lain di layar yang kecil.
Untuk kebutuhan komunikasi, handsetnya yang 4 inci sangat pas dan nyaman digenggaman, suaranya pun termasuk jernih dalam menerima panggilan. Didukung spesifikasi yang cukup mumpuni, setiap aplikasi yang ada dapat dijalankan tanpa kendala berarti.
Untuk kebutuhan hiburan dan informasi, layar tablet/pad station yang 7 inci juga tergolong pas. Tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil. Mantap saat dipegang, juga nyaman di mata.
Beberapa aplikasi bawaan seperti ASUS PC Link dan juga Remote Link dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis, hanya saja tidak semua nyaman dilakukan.

Saran buat ASUS :
1 : Aplikasi ASUS Remote Link dan PC Link perlu dimantapkan lagi;
2 : Sebagai perangkat mobile, kameranya perlu flash;
3 : RAM 2GB dan internal storage 16GB sudah cukup memadai untuk kebutuhan bisnis dan hiburan saat ini, sehingga kebutuhan akan memory card dapat dieliminasi.

Demikian review Padfone Mini dari gw, semoga dapat memberikan informasi yang memadai dalam menentukan kebutuhan komunikasi mobile anda semua.

[Review] ASUS Zenfone 5 - Part 2


Sesuai janji gw, kali ini gw akan melanjutkan review mengenai kemampuan kamera dari Zenfone 5. Secara teknis, kamera Zenfone 5 ini didukung oleh teknologi sensor CMOS milik SONY yang sudah ternama itu, dilengkapi dengan 5 elemen optis dari lensa Largan yang memiliki F/2.0 Large Aperture. Dikenal sebagai teknologi PixelMaster™, yaitu teknologi yang dikembangkan oleh ASUS, menggabungkan software, hardware dan optical design, untuk memberikan hasil pencitraan terbaik bagaikan fotografer profesional.

<<Fotografi >>
Berikut ini, gw akan share beberapa foto yang telah gw potret menggunakan handset ASUS Zenfone 5.
Mode Auto



Mode Miniature - Round Focus


Mode Miniature - Line Focus (Diagonal)

Mode Auto - Manual Focus (Close-up)

Mode HDR - Daylight

Mode Auto - Tanpa HDR

Mode Low-Light (diambil dalam kondisi gelap gulita tanpa flash)

Mode Depth of Field

Untuk mode² yang lain seperti selfie, panorama, beautification dll selain di atas, belon gw coba karena emang jarang dipake :) Nanti kalo emang ada kesempatan, gw bakal update lagi di sini. Oya, FYI fitur² pada kamera Zenfone ini bukan tanpa cela, khususnya untuk mode Depth of Field (DoF) ini, seringkali luput dari hasil yang kita inginkan, hasilnya terkesan maksa. Seperti bisa kita lihat di atas. Gw berharap, kedepannya ASUS bisa memberikan perbaikan untuk fitur ini, atau jika memungkinkan, ASUS bisa memberikan fitur manual setting :) Untuk hasil foto selengkapnya, bisa kunjungi album foto di FB gw. 

<< Video Recording >>
Untuk  hasil rekaman mode video, gw baru coba sekilas doang, ketika kebetulan motor gw mesinnya mengalami problem berisik.


<< Video Player >>
Untuk memutar video, sudah ada video player di dalam handset ini. Ketika gw coba memutar beberapa film, nampaknya handset ini tidak mendukung format .mkv, namun ketika gw memutar film berformat .mp4 dengan resolusi HD 720p, handset ini mampu memainkannya tanpa kendala. Layar yang jernih dan tajam, lebih tajam daripada ketika gw nonton film via PSP beberapa tahun lalu.
Berikut ini video saat gw memainkan film animasi berjudul Code Geass R3 eps 2.


Demikian review dari gw untuk handset ASUS Zenfone 5 yang gw pakai saat ini. Next time gw mo review mengenai kualitas audionya. Sampai jumpa lagi :)





[Review] ASUS Zenfone 5 - Part 1


Alhamdulillah, akhirnya unit Zenfone 5 yang dijanjikan sampai juga. Berhubung SIM-card yang gw pakai masih model lama, jadi terpaksa foto² boxnya dulu aja deh ;)


Nah, karena yang gw dapet ini batch pertama di Indonesia, maka spesifikasinya pun masih yang medium, yaitu Prosesor Intel™ Atom 2560 (1,6GHz), RAM 1GB dan Internal storage 8GB. Persis seperti informasi sebelumnya dari kawan² lain, bahwa dalam box ini hanya dapat handset dan charger semata. Tidak ada earphone/handsfree dan aksesoris lainnya. Yah, wajar sih dengan harga yang cukup terjangkau namun spesifikasinya juga tidak sembarangan.

Karena baru awal, maka gw belain untuk motong SIM-card gw agar sesuai dengan unit ini. Nggak lupa sembari nge-charge semaleman, karena ada permintaan update software, gw jalanin aja sekalian supaya software unit ini up-to-date. Gw pake operator XL sejak lama, sejak gw punya Xperia dan wafat. Jadi tinggal aktifasi ulang untuk langganan HotRod 3G+ aja sebesar 99rb/bulan.. So far gw belum pernah kecewa sama layanan yang gw gunakan tersebut.

Pagi harinya, setelah charging semaleman, batere sudah full 100%. Sambil masukin account yang bakal sering gw pake seperti Google, Twitter, Facebook, Whatsapp dan Path, gw coba untuk browsing. Udah ada 2 macam browser di dalamnya, yaitu browser yg logonya Globe warna biru, dan Google Chrome. Mungkin karena ini masih awal, sehingga begitu akun gw aktifasi, banyak app yg langsung minta update. Selain itu juga, aktifitas gw yang cukup eksis di dumay, terutama di aplikasi yg gw sebut di atas tadi, menyebabkan pemakaian batere cukup tinggi sehingga menjelang siang hari, kapasitas batere yang ditampilkan tinggal 18% saja. Dan benar saja, kondisi punggung handset cukup hangat, terasa sekali jika kita mengantongi handset tsb di saku dada.

Karena ini gw masih baru banget kembali megang android, jadi berasa rada kagok lagi. Sebetulnya nanti gw akan review fitur² lainnya, tapi hari ini gw cuma share segini dulu, oya pas gw tes GPS-nya di daerah kantor, locknya cukup cepat lho :) Hal yg berbeda terjadi ketika gw coba cek GPS di daerah rumah gw di Condet, locknya agak sedikit lambat.

Baiklah, insya ALLAH besok gw coba share soal kamera, musik dan videonya ya? Sampai jumpa lagi :)

#special thanks to ASUS Indonesia yang telah memberikan kesempatan buat gw untuk menikmati dan berbagi cerita tentang handset ASUS Zenfone 5 ini.

[Review] Breach & Clear [PC Game]


Ini adalah game yg belakangan ini gw maenin. Ya, seiring bertambahnya usia, mata ini udah nggak ngejar lagi kalo mesti main game yg full-action :p sehingga game bertipe strategi adalah salah satu jenis permainan yang masih nyaman untuk dimainkan.


Breach & Clear, di sini kita akan berperan sebagai tim khusus yang beranggotakan 4 orang dengan berbagai keahlian khusus. Tim khusus yg bisa dipilih cukup terkenal di dunia nyata, seperti tim US Navy SEAL's, US Army Rangers, US Army Special Forces, British SAS, Canadian JTF2, dan German KSK. Setelah itu, kita dapat memilih 4 dari 6 skill yang tersedia. Ya, game ini walaupun menitikberatkan pada strategi, tapi elemen RPG juga turut dimasukan ke dalamnya. Fitur kustomisasi senjata, seragam dll juga sangat melimpah, yang tentunya ditebus dengan sejumlah uang yg diperoleh setiap selesai menjalankan setiap misi. 


Ada 3 jenis misi yang ditawarkan, yaitu Teroris Hunt, Bomb Defusal dan Escape. Ketiganya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda dimana untuk misi bertipe Teroris Hunt, misi selesai jika kita berhasil melumpuhkan seluruh anggota teroris yang ada. Misi bomb defusal, kita harus menemukan lokasi bomb, mengamankan area tsb saat salah satu anggota melakukan proses penjinakan bom. Yang terakhir adalah Escape, seluruh anggota tim harus berhasil keluar dari area menuju titik evakuasi yang telah ditentukan, tentu saja dengan melumpuhkan lawan yang tersebar di sepanjang rute tersebut.

Saat pertama memainkannya, old-time gamers akan terkenang pada game jaman dahulu kala berjudul Tom Clancy's Rainbow Six yang cukup melegenda di jamannya. Kenapa? Karena kita harus menentukan titik masuk anggota tim, bisa dipecah, bisa juga tidak, tergantung strategi yang kita inginkan, lalu menentukan titik lokasi anggota tim yang akan kita tempatkan + arah hadapnya.

 
Setiap langkah/turn dinamakan 1 fase. Setiap fase, kita diberikan kesempatan untuk melakukan aksi yg kita inginkan seperti pindah posisi, atau melempar granat, atau memberikan medic, tergantung pada keahlian tiap anggota tim.
Setelah kita menetukan langkah tersebut, maka layar akan menampilkan pergerakan anggota tim kita, sesuai dengan waypoint yang telah ditentukan, sambil baku tembak jika pada rute yang dilaluinya ada musuh.
Dan yang kerennya, saat musuh terakhir dilumpuhkan, maka scene akan berubah menjadi over-shoulder kamera dengan slow-motion fx.
Jadi, untuk gamer bertipe pemikir tapi ogah main game catur, game strategi ini bisa jadi alternatif yang cukup menarik. Setiap tim yang telah kita pilih, akan beraksi pada misi-misi yang dilakukan di berbagai negara. Dari ruang tertutup, sampai ruang terbuka, semuanya memberikan tingkat kesulitan yang sangat bikin penasaran untuk menerapkan strategi terbaik dalam menyelesaikan misi tersebut. Jangan kuatir soal grafis, karena cukup detil walaupun dalam permainan, tidak terlalu signifikan selain saat kustomisasi seragam dan senjata ;)