Artikel Unggulan

Makna IP Rating pada Gawai

Kita sering menemukan istilah IP sekian-sekian ketika sedang membaca spesifikasi teknis sebuah gawai. Kode ini umumnya digunakan untuk meruj...

[Review] ASUS ZenPad 8.0 (Z380KL), Tablet 8 Inci dengan 8 Inti dan 4G Ready!

Salam jumpa kembali wahai para pembaca setia blog gw. Kali ini gw berkesempatan untuk sedikit berbagi cerita mengenai produk tablet ASUS yang ukurannya paling besar setakat ini, yaitu ZenPad 8.0.

Box
Unit yang gw terima, bergaransi dari TAM, dan di bagian belakang boxnya terdapat ringkasan spesifikasi dari ZenPad 8.0 ini. Bila masih kurang jelas, mungkin tabel di bawah ini bisa membantu.

Spesifikasi

Spesifikasi
Yang perlu digaristinggikan (highlight) dari unit ini adalah, tablet ini berukuran 8 inci IPS Panel, so far terbesar dari seluruh lini produk tablet ASUS, masih menggunakan OS 5 Lollipop, Prosesor Qualcomm 64bit dengan 8 inti (octa-core), chipset grafis Adreno, RAM sebesar 3GB, dan kapasitas penyimpanan sebesar 32GB. Cukup mewah untuk sebuah tablet masa kini. Untuk jaringannya sendiri sudah mendukung 4G/LTE, sedangkan interkoneksi Wifi dan Bluetooth juga sudah didukung sejak lama. Kamera belakang beresolusi 8MP dilengkapi dengan Auto-Fokus, sedangkan kamera depan masih beresolusi 2MP saja. Daya tahan baterainya sendiri diperkirakan sampai 10 jam pemakaian.

Unboxing

Kelengkapan
Isi di dalam paket penjualannya nampak seperti pada foto di atas. Selain unit tabletnya sendiri, juga ada kepala charger dan kabel USB, serta kartu garansi dan manual. Sangat sederhana.
Walaupun belakangan marak teknologi fast-charge (BoostMaster kalo di ASUS), namun tablet ini masih menggunakan kepala charger lama.

Kepala Charger
Seperti nampak pada foto di atas, outputnya masih menggunakan 1.35A saja.
ZenPad 8.0 ini juga nampak jauh lebih besar bisa disandingkan dengan ZenPad 7.0.
ZenPad 8.0 x ZenPad 7.0
Padahal biasanya beda 1 inci pada tablet tidak terlalu terasa saat digunakan.

Pada bagian cover belakangnya, ZenPad 8.0 ini nampak sangat mewah dan elegan. Dengan warna titanium black di bagian bawah dan tekstur kasar di sebagian besar permukaannya, membuat pegangannya menjadi lebih mantap.

Back Cover
Saat cover belakang dibuka, maka kita akan dapat melihat beberapa slot yang dapat dimanfaatkan.

Slots & connector
Di sana terdapat 1 slot SIM card, 1 slot kartu memori tambahan (MicroSD) serta 1 konektor yang mirip dengan ZenPad 7.0. Kemungkinan besar dapat dimanfaatkan untuk audio cover atau power case (aksesoris tambahan).

Switch On!
Sekarang mari kita coba hidupkan ZenPad 8.0 ini, dan sama² kita saksikan kemampuannya.

Sesaat setelah dihidupkan
Aplikasi masih standar bawaan dari pabriknya, belum gw tambahkan beberapa aplikasi yang sedianya akan gw gunakan untuk melakukan beberapa percobaan.

About Info.
Berdasarkan informasi pada menu About, unit ini memiliki model number P024 dan menggunakan android OS versi 5.0.2. Selanjutnya, gw akan memasang beberapa aplikasi dan melihat hasilnya.

The Apps & Benchmarks
Aplikasi yang pertama gw install adalah CPU-Z. Aplikasi ini berfungsi untuk melihat spesifikasi sistem secara lebih mendetil.

CPU-Z
Kemudian untuk test performa (benchmarking), gw akan menggunakan dua aplikasi saja. Aplikasi benchmark pertama tentu saja adalah Antutu, yang seakan sudah menjadi standar untuk platform android. Berikut ini adalah informasi yang diberikan oleh Antutu untuk ZenPad 8.0.

Antutu
Skornya termasuk lumayan untuk sebuah tablet. Berikutnya gw akan menggunakan GeekBench 3 untuk melakukan percobaan performa.

GeekBench 3
Dari aplikasi GeekBench 3, diperoleh hasil dan informasi seperti di atas. Ada skor untuk pemanfaatan single-core saja, dan ada skor untuk pemanfaatan multi-core.

Camera Test
Sekarang gw akan mencoba beberapa fitur kamera yang tersedia dan mungkin sering digunakan. Agar lebih jelasnya, boleh disimak rangkaian foto berikut ini.


Menu PixelMaster kamera belakang
Ada 16 mode pilihan untuk kamera belakangnya. Ada beberapa mode yang absen, antara lain (seinget gw) mode Manual dan Panosphere. Tapi tak apa, sebab memanfaatkan fitur kamera pada gadget berlayar lebar seperti ini tidak terlalu nyaman juga.

Lalu, bagaimana dengan kamera depan? Ada berapa mode kira² yang disediakan?


Menu PixelMaster kamera depan
Tidak banyak, standar seperti menu pada Zenfone generasi pertama. Lalu, seperti apa kiranya hasil foto dari ZenPad 8.0 ini? Mengingat resolusi kamera belakangnya sudah 8MP, mestinya hasilnya juga tidak mengecewakan. Rangkaian foto pertama gw ambil di dalam ruangan (indoor).


Mode Auto - Kamera Belakang


Mode Auto - Kamera Depan

Mode Auto - Kamera Belakang - (sok) Macro


Mode Bonus!

Selanjutnya gw akan lebih banyak menggunakan kamera belakang, dan mencoba beberapa mode yang menurut gw menarik dan bakalan sering dimanfaatkan, di lingkungan luar ruangan (outdoor).


Mode Auto


Mode DoF


Mode Miniature


Mode Panorama


Mode Beautification


Mode DoF - Rada Deketan

Kemudian, gw akan menampilkan rangkaian foto dengan bermacam filter dari mode Effect.




Dan mode terakhir yang gw coba adalah mode Low Light.



Audio Test

Untuk aplikasi musik, gw coba aktifkan fitur AudioWizard dari ASUS dalam mode Music agar suara yang dihasilkan lebih optimal.


Video Test

Video dalam format mp4 beresolusi 720p sangat lancar dimainkan. Kualitas layar nan jernih juga menjadi nilai tambah. Sebagai informasi, gw menggunakan aplikasi Video Player HD agar film yang gw mainkan menampilkan terjemahannya.


Video dalam format mkv beresolusi 720p juga dapat dimainkan tanpa kendala. Sama dengan di atas, aplikasi video yang gw gunakan adalah Video Player HD.

Gaming Test

Game sederhana ini memainkannya hanya tutul² dan tunggu sampai selesai. Namun demikian, grafis dan animasi yang ditawarkannya sangat meriah (warna-warni) dan cukup halus.


Dan game terakhir yang gw coba adalah game ketangkasan mengendarai motor trail. Sangat nyaman untuk dimainkan, apalagi layarnya sangat² lega.

Kesimpulan
Jika sebelumnya gw merasa ZenPad 7.0 dengan Audio Cover itu udah bisa jadi hiburan paling personal buat gw, selain untuk mendukung kerjaan, namun dengan layar yang lebih luas, tentu saja tingkat kenyamanan yang diberikan oleh ZenPad 8.0 menjadi lebih baik secara signifikan. Prosesor 8 inti, RAM 3GB, serta kapasitas penyimpanan sebesar 32GB menjadikan ZenPad 8.0 sebagai personal entertainment station yang sempurna untuk saat ini. Apalagi jika dikombinasikan dengan ASUS ZenEar saat kita sedang menonton film atau sekedar bermain game, atau bekerja/browsing sembari mendengarkan musik? Silakan saja, pilihan ada di tangan anda.

ASUS ZenPad 8.0 ini sudah bisa dibeli secara online di Official Online Store ASUS Indonesia

Demikianlah tulisan dari gw mengenai ASUS ZenPad 8.0, semoga bermanfaat..


[News] Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KL, Smartphone 4G Android 5” Terbaik dari ASUS

Jika anda sedang membutuhkan sebuah smartphone untuk mendukung aktifitas harian anda, dengan kriteria pas dan nyaman di genggaman, dan juga pas di kantong dan anggaran, ASUS memiliki solusi yang anda inginkan.

ASUS Zenfone Laser ZE500KL - pilihan warnanya
Ya, adalah ASUS Zenfone 2 Laser (ZE500KL) dengan bentang layar seluas 5 inci, terasa pas dan nyaman di genggaman. Tidak perlu risau layar tergores, karena ASUS telah memberikan teknologi Corning Gorilla Glass 4 yang terbukti tangguh, serta teknologi IPS untuk tampilan di layar yang lebih jernih dan cerah. Baiklah, mari kita bahas sedikit demi sedikit mengenai keunggulan dari ASUS Zenfone Laser ini.

Desain Ergonomis
Tidak salah jika desain ASUS Zenfone Laser ini meraih penghargaan IF Design Award pada tahun 2015 lalu, karena beberapa faktor berikut ini, antara lain, ketebalan unit smartphone ini hanya 3.5mm saja, desain lengkung cover belakang yang ergonomis ditambah tombol kendali volume yang benar-benar berbeda dibandingkan dengan desain sebelumnya. Ini yang menyebabkan ASUS Zenfone Laser benar-benar pas dan nyaman di genggaman.
Dan jika kita perhatikan, guratan-guratan pada cover belakangnya mampu memberikan kesan mewah nan elegan, bagaikan polesan pada benda metal, atau ibarat guratan pamor pada keris pusaka. Sangat indah, menawan dan berkelas.


Layar HD IPS
Dengan panjang diagonal 5 inci, layar ASUS Zenfone Laser sanggup menampilkan resolusi HD 1080x720, dengan tingkat kerapatan piksel sebesar 294ppi, untuk tampilan gambar yang lebih detil. 


Layarnya sendiri menempati rasio sekitar 70% terhadap ukuran badan unit, sehingga dapat mengurangi bingkai layar seminimal mungkin. Jangan kuatir mengenai kekuatan layarnya, karena ASUS Zenfone Laser ini sudah dilengkapi dengan teknologi Corning Gorilla Glass 4 yang digadang-gadang memiliki daya tahan 2x lebih kuat saat jatuh, 2,5x lebih kuat dan 85% lebih tahan banting untuk pemakaian harian. Lalu, bagaimana dengan konektivitasnya?

Konektivitas
ASUS Zenfone Laser ZE500KL sudah siap menghadapi era internet cepat 4G/LTE, yang mampu mencapai kecepatan unduh sampai ± 150Mbps (syarat dan kondisi tertentu berlaku). Dan jika anda sedang berada di area Free Hotspot seperti kafe atau hotel, ASUS Zenfone Laser ini sudah mengadopsi standar wireless 802.11b/g/n, yang membuat kita bebas dari rasa kuatir karena aktifitas nirkabel yang lancar tanpa kendala.


Oya, unit ini juga telah menyediakan 2 slot kartu SIM dengan kemampuan yang setara. Jika pada umumnya, kartu SIM 4G hanya dapat digunakan pada slot 1, namun pada ASUS Zenfone Laser ZE500KL ini, kedua slot kartu SIM dapat dimanfaatkan untuk menikmati layanan 4G/LTE (jika layanan kedua kartu diaktifkan). Luar biasa!!

Antarmuka ZenUI
ASUS mengembangkan antarmukanya sendiri yang disebut ZenUI. ZenUI ini memiliki berbagai kemudahan dan tentunya kelebihan tersendiri. Bahkan bagi pengguna pemula yang baru pertama kali menggunakan smartphone sekalipun.


Di antara kemampuan dari ZenUI ini adalah, kita dapat membuat tampilannya sesuai kepribadian kita, sehingga ASUS Zenfone Laser yang kita miliki terasa lebih personal. Selain itu, terdapat juga fitur keamanan yang sudah dibenamkan sejak awal, yaitu Kids Mode, untuk membatasi anak-anak dalam menggunakan/meminjam smartphone kita untuk bermain atau aktifitas lainnya, serta antivirus dari TrendMicro™ untuk keamanan dan kenyamanan dalam beraktifitas di dunia maya, utamanya saat terhubung dengan koneksi internet cepat 4G/LTE yang mampu disandang oleh ASUS Zenfone Laser ZE500KL ini.


Selain itu, ASUS juga memiliki fitur jalan pintas yang disebut ZenMotion, yaitu fitur pengenalan gesture pada layar untuk menjalankan aplikasi tertentu. Sebagai contoh, dengan membuat huruf C pada layar, maka akan menjalankan aplikasi kamera pada smartphone ASUS yang kita miliki.

PixelMaster™ Camera App
Awalnya ada pertanyaan di grup/forum mengenai keberadaan laser pada ASUS Zenfone Laser ini, penanya beranggapan bahwa smartphone ini dapat berfungsi layaknya laser pointer pada perangkat penunjang presentasi. Namun kali ini akan saya jelaskan bahwa yang dimaksud dengan laser pada unit ini adalah fungsi laser auto fokus saat akan mengambil gambar (memotret/merekam video). Jadi laser akan memperkirakan jarak antara obyek yang akan difoto dengan lensa pada kamera smartphone, sehingga diperoleh gambar yang tajam (fokus) dalam tempo singkat, hanya 0,03 detik saja.


Seperti nampak pada gambar di atas, kamera belakang ASUS Zenfone Laser ZE500KL sudah memiliki resolusi sebesar 13MP dengan aperture f2.0. Sedikit berbeda dengan kamera ASUS Zenfone Laser versi 3G (ZE500KG) yang masih 8MP saja. Sedangkan untuk kamera depannya, sudah mengemas resolusi 5MP dengan aperture f2.0 juga, tanpa fitur auto-fokus, namun sudut lensanya cukup lebar, yaitu sampai 85 derajat.


Untuk penggunaan kamera belakang, diberikan 18 mode pengambilan gambar, yaitu Auto, Manual, HDR, Beautification, Super Resolution, Low Light, Night, Depth of Field, Effect, Selfie, GIF Animation, Panorama,  Miniature, Time Rewind, Smart Remove, All Smiles, Slow Motion, dan Time Lapse. Sedangkan, untuk pemanfaatan kamera depan yang hanya 5MP, diberikan 10 mode pengambilan gambar, yaitu Beautification, Selfie Panorama, Auto, Night, HDR, Effect, Low Light, GIF Animation, Slow Motion, dan Time Lapse. Sebaiknya silakan mencoba sendiri perbedaan dari mode-mode ini, namun pada umumnya, penggunaan mode Auto saja sudah cukup. Untuk kondisi cahaya dari belakang obyek (backlight), disarankan untuk menggunakan mode HDR yang akan memunculkan detil obyek sehingga tidak siluet. Untuk kondisi kurang cahaya, silakan coba mode Low Light yang akan memadatkan resolusi menjadi hanya 2MP saja, namun dengan kualitas gambar yang cukup jelas. Mode Night jika anda iseng ingin memotret langit bersama bintang-bintangnya, atau memotret gedung dengan lampu-lampunya yang indah di temaramnya malam. Mode Depth of Field jika anda ingin menghasilkan gambar dengan latar belakang yang kabur laksana menggunakan kamera DSLR. Dan masih banyak mode lainnya lagi. Sedangkan untuk kamera depan, manfaatkan mode Beautification untuk hasil foto diri yang indah, cantik, menawan dan mempesona.

Spesifikasi
Sedari tadi kita sudah bicara fitur dan kelebihan yang dimiliki oleh ASUS Zenfone Laser ZE500KL ini, namun belum disinggung sedikitpun mengenai spesifikasi perangkat keras yang membentuknya. Baiklah, silakan simak baik-baik skema gambar di bawah ini.


Masih belum jelas kan? Hehehe.. Untuk jelasnya mungkin lebih enak jika nyimak yang ini aja.

Sistem Operasi                       Android 5 (Lollipop)
CPU                                        Qualcomm Snapdragon 410 (64-bit quad-core 1,2GHz)
GPU                                        Adreno 306
Memori                                   2GB RAM
Storage                                  16GB eMMC Flash
                                              5GB free lifetime ASUS WebStorage
Slot Memori                            Micro-SD card (hingga 128GB)
Teknologi Konektivitas           WLAN 802.11 b/g/n
                                              Bluetooth V4.0 + A2DP
                                              Dual Micro SIM card (Dual Standby)
Network Standard                   4G LTE UL: 150 Mbps / DL: 50 Mbps
      3G DC-HSPA+ UL: 5,76 Mbps / DL: 42 Mbps
Navigation                              GPS & GLONASS
Display                                   5 inci, HD 720x1280 IPS, TFT dengan Capacitive touch panel       + Gorilla Glass 4
User Interface /UI                   ASUS ZenUI with over 1000+software enhancements
      (What's Next, PC Link, Share Link, Quick Access, ASUS            Splendid, dll)
Baterai                                   Lithium-Polimer 2400 mAh
Dimensi                                  143,7 x 71,5 x (10,5~3,5) mm
Berat                                      140 g  
Kamera                                  Font 5 Mega-Pixel & Rear 13 Mega-Pixel
                                              Laser Auto Focus, F2.0 Aperture, PixelMaster
                                              5-element lens
Video Playback                        MPEG4 up-to 1080p
Video Recording                     MPEG4 up-to 1080p @30fps
Slot Audio                               3,5mm
Audio                                      MP3/3GP/AAC/AAC+/DivX/Xvid/H.263/H.264
Browser                                  Google Browser/Youtube Browser/WAP
Messaging                               SMS/MMS/IM/Email
E-Mail                                     Google Mail/Exchange/POP3/IMAP4/SMTP
Sensor                                    Accelerometer/Light/Microphone/Proximity Sensor

Nah, singkatnya, ASUS Zenfone Laser ZE500KL ini sudah menggunakan OS Android Lollipop dengan prosesor Snapdragon 410 (Quad-core 1.2GHz) dan GPU Adreno 306 untuk grafis yang memadai. Serta kapasitas penyimpanan sebesar 16GB internal, di mana masih bisa ditambahkan dengan microSD dengan kapasitas hingga 128GB. Masih kurang? ASUS WebStorage memberikan tambahan sebesar 5GB secara gratis seumur hidup. Masih kurang lagi? Butuh kapasitas tambahan untuk cadangan? Ini dia!!

Terintegrasi dengan akun Google yang kita miliki, setiap pembelian ASUS Zenfone Laser, kalian berhak untuk mendapatkan tambahan kapasitas penyimpanan sebesar 100GB secara gratis untuk 2 tahun dari Google Drive. Menakjubkan bukan??

Kesimpulan
Smartphone ASUS Zenfone Laser ZE500KL ini benar-benar sesuai untuk anda yang menginginkan smartphone canggih dengan desain yang mewah nan elegan, nyaman di genggaman, konektivitas gegas, fasilitas penyimpanan yang melimpah, kamera foto yang indah namun dengan anggaran yang tidak terlalu tinggi. Berapa harganya? Menurut informasi yang saya dapatkan di situsnya, harga jual ASUS Zenfone Laser ZE500KL ini berkisar di angka IDR 2.2 juta saja (referensi : https://www.asus.com/id/Phone/ZenFone-2-Laser-ZE500KL/Features/). Jika anda enggan untuk beranjak dari depan komputer anda, anda bisa melakukan belanja online di toko online resmi ASUS Indonesia di http://store.asus.com/id/category/B6780 sekarang juga. Transaksinya dijamin aman dan barangnya resmi. Bukan kebetulan karena saya pernah belanja di sana. Terima kasih atas atensinya, semoga kita semua berbahagia.

[Review] Creed - Movie 2015


Film ini menceritakan tentang kisah seorang anak yang terbuang, yang awalnya tidak mengetahui siapa bapaknya, dan senantiasa hidup berpindah-pindah dari rumah singgah yang satu ke lainnya. Bahkan penjara anak-anak dan remaja pun seolah sudah menjadi tempat tinggal bagi dirinya. Ya, anak ini memang bermasalah, seperti umumnya anak yang tumbuh di keluarga yang tidak utuh.

Suatu hari, seorang ibu mengunjunginya di penjara. Dalam sebuah momen pembicaraan empat mata, terkuaklah sebuah misteri bahwa ternyata ayah dari anak tersebut adalah suami dari ibu tersebut. Ya, anak yang bernama Adonis Johnson itu merupakan anak hasil kekhilafan dari Apollo Creed, sang petinju legendaris di masanya. Dan sang ibu tersebut menawarkan anak itu sebuat tempat tinggal, layaknya sebuah keluarga. Suatu tanggung jawab moral yang sangat besar dan lapang dada.

Setelah dewasa, Adonis Johnson tetap enggan menggunakan nama keluarga Creed, karena merasa dibuang oleh alm. ayahnya, namun dia tetap menghormati dan menyayangi ibu yang merawatnya walaupun bukan ibu kandungnya, karena ibu kandungnya telah wafat. Ada satu kesamaan antara dirinya dan alm. ayahnya, yaitu sama-sama menyukai olahraga tinju. Beberapa kali, Adonis mengikuti pertandingan tinju bawah tanah dan cenderung ilegal, bukan untuk mendapatkan uang, karena sesungguhnya Adonis memiliki pekerjaan kantoran yang cukup mapan, tapi karena hasratnya memang ada pada tinju.

Hingga suatu hari, dirinya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, dan keluar dari rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, untuk mengejar impian menjadi seorang petinju profesional. Tentu saja hal ini ditentang oleh ibunya, mengingat alm. ayahnya tewas akibat pertandingan yang dijalaninya sekian belas tahun yang lalu. Namun tekadnya sudah bulat, Adonis ingin menjadi petinju profesional dengan caranya sendiri, karena di kotanya, bahkan keluarga Creed sendiri enggan untuk melatihnya bertinju. Mungkin ini karena pesan dari ibunya.

Adonis akhirnya pergi ke sebuah kota, tempat di mana sang juara legendaris Rocky Balboa berada. Dia sengaja datang menemui Rocky, untuk menggali informasi mengenai alm. ayahnya, juga untuk meminta Rocky agar dapat melatih dirinya. Sampai pada akhirnya, Rocky mengetahui identitas Adonis, dan menyimpannya rapat-rapat, karena Adonis tidak ingin hidup dalam bayang-bayang kebesaran alm. ayahnya, Apollo Creed.

Singkat cerita, akhirnya identitas Adonis sebagai putra Creed terbuka, dan hal ini mengantarkan sebuah kesempatan bertanding melawan petinju Inggris yang batal bertanding karena mematahkan rahang lawannya saat kesempatan konferensi pers. Apakah kesempatan ini akan menjadikan Adonis sebagai petinju profesional seperti impiannya? Dapatkah Rocky Balboa, sang legenda hidup mewujudkan impian Adonis untuk lepas dari bayang-bayang kebesaran ayahnya? Saksikan saja film yang epik ini sebagai kelanjutan dari film Rocky yang sudah terkenal sebelumnya. Dan gw yakin, film ini berhak untuk memperoleh kelanjutannya..


[Review] Antena Omni DS Jaberpara ver 2.0

Alhamdulillah, masih dipercaya dan diberi kesempatan untuk mencicipi antena omni hasil karya anak bangsa yang bukan kebetulan merupakan kawan lama sejak masa² overclocking komputer berjaya.
Ya, kali ini gw akan melakukan ujicoba penerimaan siaran TV analog dengan menggunakan antena omni DS Jaberpara versi 2.0 yang digadang² memperbaiki kualitas penerimaan sinyal dari produk sebelumnya. Sudah siap kawan² pembaca? Ikimasu!!

Bentuk Fisik
Berikut ini adalah wujud fisik antena DS Omni versi 1 (kiri) dan versi 2 (kanan)
Apa sih bedanya? Sekilas mata, wujudnya sama saja, tiada berbeda. Sabar! Karena ini versi perbaikan, tentu saja ada bedanya, yaitu terletak pada ketebalan lempeng logamnya. Dapat kita lihat pada foto di bawah ini.
Di situ nampak dengan cukup jelas, bahwa pada versi 2 ini, logam yang digunakan lebih tebal daripada versi terdahulu.
Bila masih kurang jelas, silakan simak foto di atas.

Perbandingan Hasil Penerimaan Siaran
Setelah antena diganti dengan versi 2 ini, ada beberapa kanal siaran yang mengalami sedikit peningkatan kualitas gambar. Agar lebih jelasnya, mungkin bisa dilihat beberapa foto di bawah ini.
Kiri : antena versi 1; Kanan : antena versi 2
Kiri : antena versi 1; Kanan : antena versi 2
Sebagai informasi, posisi antena masih diletakkan pada lokasi yang sama, namun sedikit ditinggikan sekitar 20-25cm dari posisi yang lama.

Apa Lagi?
Selain peningkatan, ada beberapa catatan yang mungkin menarik untuk disimak. Kanal Net.tv jadi lebih layak untuk dinikmati setelah sebelumnya mengalami gambar hancur dan hanya suara saja yang terdengar.
Net.tv
Kanal Indosiar juga mengalami peningkatan kualitas gambar. Mohon maaf sebelumnya karena tidak ada foto saat masih menggunakan antena lama karena bukan merupakan kanal yang sering kami tonton :p #harapmaklum
Indosiar
Namun kanal SCTV hanya mengalami sedikit saja kenaikan kualitas, karena sebelumnya juga sudah layak untuk ditonton.
SCTV - ada pesawat lewat makanya ada interferensi
Kanal GlobalTV juga tidak terlalu signifikan kenaikan kualitasnya, karena memang sudah cukup baik sebelumnya.
GlobalTV
Dan saluran dengan kualitas gambar paling 'megang' masih dikuasai oleh RTV.
rtv
Sedangkan kanal kesayangan, masih harus lebih keras lagi berjuang dengan airmata darah, doa dan dana untuk bisa memberikan kualitas gambar sempurna bagi pemirsanya.
Jaktv
Demikian hasil ujicoba yang bisa gw share untuk para pembaca blog ini, di mana memang sebetulnya antena ini didesain untuk persiapan penerimaan siaran TV digital kelak di medio 2017, namun gw manfaatkan untuk mendukung penerimaan siaran TV di rumah gw karena gw tidak menggunakan TV kabel :) Untuk kisah antena omni DS Jaberpara versi terdahulu bisa dibaca pada tautan berikut ini. Sebagai catatan tambahan, posisi rumah gw itu mojok, berdampingan dengan sebuah ruko 3 lantai yang mempengaruhi kualitas penerimaan siaran TV di rumah kami :)

Konklusi
Antena Omni DS Jaberpara versi 2 ini terbukti mengalami perbaikan dan peningkatan yang lumayan signifikan bila dibandingkan dengan versi 1, namun gw yakin sangat² signifikan jika dibandingkan dengan antena analog model panah yang juga tenar sebagai 'antena Mandra', karena dengan menggunakan antena Omni DS ini, tidak perlu lagi memutar² antena untuk memperoleh hasil siaran yang lebih bagus di kanal² tertentu. Dan ini sudah gw buktikan sendiri dengan memanfaatkan siaran TV analog yang memang masih memiliki kendala di sisi penerimaan (biasanya putar-puter antena agar kanal yang sedang kita tonton mendapatkan kualitas gambat yang lebih baik). Dan gw yakin, jika diberi kepercayaan dan kesempatan, hasil penerimaan siaran TV digital akan jauh² lebih jernih lagi daripada yang gw saksikan pada kesempatan kali ini.

Terima kasih atas atensinya, semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian semua.