Terjerumus Dunia Gunpla!

Boleh dibilang, awal perkenalan gw dengan Gundam dan Gunpla ini tergolong sistematis. Diracun secara perlahan-lahan melalui diskusi dan serial TV. Padahal, awalnya gw berniat menjadi kolektor action figure. Gw ingat, saat Battle of the Toys di Senayan City kurang lebih 1 dekade silam, koleksi action figure gw yang pertama adalah Revoltech Saber.
Revoltech Saber, Fate/Stay Night
Gw kurang tau kenapa gw ambil merk Revoltech ini, namun yang jelas, gw memang suka karakter wanita tangguh seperti Saber ini.

Di post gw sebelumnya, sempat gw singgung bahwa hobi dan komunitas gw awalnya adalah ngefans sama Idol Grup Jepang, yaitu Morning Musume. Dan di saat gathering itulah, berbagai informasi mengenai Gundam dan Gunpla mulai mengkontaminasi diri gw. Namun memang, saat itu gw masih cukup resistan terhadap hal tersebut. "Ah, hanya robot-robotan biasa", pikir gw kala itu. Namun kemudian segalanya berubah drastis.

First Encounter

Racun sebenarnya dimulai ketika kawan kuliah gw dulu, mengabarkan tentang adanya serial TV Gundam baru. Waktu itu tahun 2007, dan gw masih awam dengan dunia per-torrent-an. Tiba-tiba kawan gw, sebut saja namanya Nico, mampir ke kantor gw dengan membawa 'sample' episode perdana dari serial TV Gundam yang baru tayang di Jepang, katanya. Ya, namanya Gundam 00.
Selanjutnya, episode demi episode yang tayang setiap minggunya, rajin disetorkan oleh kawan gw tersebut. Hingga pada suatu ketika, ada event toysfair yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, saat itu jika tidak salah ingat, namanya adalah Jakarta 4th Toys and Comics Fair 2008. Di event ini, untuk pertama kalinya, gw khilaf membeli gunpla 3 biji HG sekaligus, yaitu Gundam Exia, Gundam Virtue dan Flag Graham's Custom.
High Grade Gunpla
Ini adalah dampak dari menonton serialnya, di mana lama kelamaan, unit-unit tempur yang muncul di sana, makin terlihat keren dan mempesona. Dari ketiga gunpla yang gw beli, favorit gw adalah Gundam Virtue yang gemuk, montok namun tetap terlihat macho. Exia dan Flag gw beli hanya karena mereka rival di serialnya.
HG Gundam Virtue
Ya! Ini adalah awal dari perkenalan gw dengan gunpla, singkatan dari gundam plastic model, juga dikenal sebagai model kit (mokit). Di mana walau hanya dari satu serial TV saja, ini gunpla seolah mengajak teman-temannya untuk bergabung di rumah kita. Apalagi jika kita melihat referensi karya orang lain, baik yang polos namun angle fotonya bagus, apalagi yang sudah dicat ulang sehingga karyanya nampak makin keren dan berbeda.
Polosan tapi fotonya keren
Repaint Custom Color
Gimana nggak bikin ngiler dan pengen coba? Namun apa daya, kala itu skill belum lagi mumpuni.

ToyzHunt™

ToyzHunt.com
Lalu kemudian entah gw dapat wangsit dari mana, gw mengenal ToyzHunt™. ToyzHunt™ ini adalah forum komunitas, tapi juga sekaligus jasa import mainan dari Jepang. Singkatnya, kita pengen gunpla apa, liat aja di hlj.com, catat kode dan deskripsinya, lalu pesan melalui admin di sana. Nanti admin akan menghitungkan biayanya sampai ke alamat kita. Jika deal, transfer dananya ke rekening yang sudah disepakati, dan tunggu kurang lebih 1 minggu untuk pemesanan dan pengiriman dari Jepang ke Indonesia. Bahkan, jika kita termasuk loyal customer, kita bisa manfaatkan sistem cicilan. Bayar DP dulu, sisanya dilunasi setelah pesanan kita sampai ke Jakarta, sebelum dikirim ke alamat kita. Sangat meracunkan. Bahkan kala itu sempat terkenal semboyan, "Lebih baik menyesal beli daripada menyesal tidak beli." Entah siapa yang memulainya, namun nampaknya semboyan ini cukup terkenal di kalangan komunitas hobbyist.

Nah, di forum ini, gw mengenal seseorang yang memiliki pengetahuan luas tentang Gundam Universe. Dan dari sini pula gw mengetahui jauh lebih dalam mengenai Gundam Universe, baik itu secara timeline, serial TV, anime OVA, movie bahkan novel dan mangka/komiknya pun juga. Oya, beliau gw panggil Prof. Kayd Satria, UC karena pemahamannya tentang Universal Century, salah satu timeline di Gundam Universe. Memang, gw mengenal serial Gundam itu yang runtut gw tonton, baru saat Gundam 00. Walau dulu sempat nonton Gundam Wing di Indosiar, namun karena tidak runtut alias sambil lalu saja nontonnya, jadi nggak paham ceritanya. Nah, setelah gw tau UC, gw jadi jatuh cinta dengan timeline UC, dan akhirnya mencari tau, mengkoleksi animenya, dan menontonnya secara runtut, sehingga akhirnya gw cukup memahami alur cerita dari Gundam UC sejak 0079 hingga terakhir kemarin Gundam Unicorn.
Universal Century
Lalu, bagaimana dengan model kitnya?

HGUC (High Grade Universal Century)

Lini khusus UC ini memiliki skala 1/144 dari rancangan ukuran Gundam/unit lain yang sesungguhnya (± 18 meter), jadi kira-kira tingginya antara 12-14 cm. Perlahan tapi pasti, minat koleksi gw bergeser dari yang tadinya bermula dari serial Gundam 00, menjadi Gundam UC. Dan dari semua model yang ada, akhirnya gw mengalami kebosanan dengan Gundam-type, lalu beralih ke grunt-unit type alias unit tumbal/korban, karena biasanya di anime, mudah sekali kalah dan hancur.
Grunt type
Sebetulnya, dulu gw sempat memiliki beberapa unit gunpla UC dari kasta MG (Master Grade) yang memiliki skala 1/100. Secara detil, kasta ini memang lebih baik daripada HGUC karena unitnya mirip banget dengan robot/mesin tempur, seandainya ada di dunia nyata. Namun karena satu dan banyak hal, gw terpaksa menghentikan hobi gw mengkoleksi lini ini, walau gw masih menyimpan dua unit sebagai kenangan.

Snap-fitter

Snapfit only
Seperti yang lainnya juga, sebagai builder pemula, gw nggak memiliki tools yang memadai saat merakit gunpla untuk pertama kalinya. Hanya gunting kuku semata yang jadi alat pemotong part dari runnernya. Dan tidak perlu waktu lama bagi gw untuk menyadari, bahwa tools yang baik juga menunjang hasil yang sempurna, minimal untuk diri gw saat itu. Sehingga gw pun menebus sebuah sidecutter (tang potong khusus) dan lem (cement). Tapi penggunaan lem ini baru gw gunakan setelah gw melihat beberapa karya yang simpel namun menggugah saat gathering dengan rekan-rekan Netmorks di foodcourt STC beberapa tahun silam. Saat pertama merakit, gw hanya memanfaatkan stiker decal bawaan dan marker untuk memberikan aksen atau memperbaiki warna part sebagaimana mestinya. Amplas kala itu gw gunakan untuk menyamarkan nub-mark, namun tetap belum memanfaatkan cement (lem).

Selain itu pula, gw sudah menggunakan gundam marker untuk lining dan sedikit shading. Istilah kata sih, skill gw nambah dikit-dikit walau pun lambat.
Lining + shading dengan gundam marker
Gw baru memanfaatkan cement ketika gw sedang menggarap unit HGUC GM Striker.
1. Apply Cement
2. Amplas hingga rata
3. Samarkan dengan Marker
Setelah gw merasa cukup mahir dengan semua tools yang gw miliki, barulah gw mulai beranjak kepada penggunaan decal water-slide dan topcoat. Dan salah satu unit pertama yang gw kerjakan dengan menggunakan seluruh ilmu yang gw miliki saat itu adalah ketika gw menggarap HGUC Kamphfer, unit tempur darat yang Bad-Ass di filmnya.
Cement, amplas, marker, decal, topcoat, semua diterapkan di kit ini
Dan kit ini masih bertahan hingga kini, dan sempat menjuarai lomba foto Gundam juga lho..
Foto Juara
Itu baru segitu doang skill yang gw mampu saat itu, namun gw sudah merasa cukup puas dengan hasilnya. Hingga suatu ketika, gw menantang diri sendiri untuk melakukan hal yang lebih besar, yaitu modifikasi dan ngecat.

First Painting Project

Awalnya, mengecat gunpla adalah hal yang tabu gw lakukan, karena gw ingin memaksimalkan kemampuan gw dalam menggunakan marker semata. Namun ternyata, gw juga nggak puas jika hanya segitu saja kemampuan gw dalam menikmati hobi ini. Dan sebuah target gw canangkan, yaitu membangun sebuah robot dengan konsep tertentu.

Setelah melakukan browsing di internet, mencari referensi, akhirnya gw menemukan satu gambar yang menarik minat gw.
Zaku I Based Unit
Dan gw pun mulai mengumpulkan part-part yang dibutuhkan untuk membangun unit tersebut.
Bahan-bahan
Untuk sedikit lebih detilnya mengenai proses, bisa dilihat pada laman FB berikut ini.
Hasilnya memang tidak sama persis dengan gambar, karena terlalu slim. Sedangkan gw suka unit yang agak gambot, sehingga gw melakukan beberapa perubahan dan penambahan, khususnya pada bagian persenjataan. Dan inilah hasilnya ketika sudah selesai.
Mission Accomplished
Kolase
Untuk foto-foto aksi yang lebih banyak, silakan kunjungi laman FB ini.

Setelah berani menggunakan cat, akhirnya ada beberapa ide/gagasan lain yang akhirnya gw terapkan pada unit-unit lain yang sudah gw rakit. Seperti contoh kit di bawah ini, gw mencoba menerapkan teknik misting untuk hasil yang seolah-olah gradasi.
Sebelum dicat
Setelah dicat
Hasil lengkapnya bisa dilihat pada album di laman FB yang ini.

Sebagai informasi, semua unit yang gw cat tadi, masih menggunakan cat semprot kalengan, bukan menggunakan Air Brush. Sampai saat ini, gw belum bersedia untuk melakukan investasi di alat tersebut karena ingin memaksimalkan kemampuan ngecat gw dengan cat semprot kalengan dan kuas. Dan untuk saat ini, skill gw sementara masih mentok di sini.

Penutup

Ternyata, cukup lama juga gw berkecimpung dengan dunia gunpla sejak awal perkenalan dulu. Untuk sementara, saat ini gw sedang hiatus di dunia gunpla ini, karena entah kenapa, semangat dan passion gw untuk merakit sedang turun dan sirna. Namun untuk jaga-jaga, gw masih menyimpan beberapa unit gunpla yang belum dirakit. Oya, gw juga masih suka nonton animenya lho. Jika kalian tertarik untuk menontonnya, bisa subscribe di kanal Youtube GundamInfo. Anime Gundam yang sedang tayang setiap minggunya adalah Iron Blooded Orphans.


So have fun, and stay young..


Comments

Popular posts from this blog

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Semua Berawal Dari Sebuah PC