ASUS Rilis ZenBook S UX392 dan ZenBook Flip UX362, UltraBook 13 Inci Paling Tipis dan Ringkas

Beberapa hari lalu, ASUS Indonesia kembali meluncurkan dua ultrabook premium mereka dari seri ZenBook. Tak tanggung-tanggung, dua orang...

Info HIV/AIDS Wajib Kepo, Yuk Tanya Marlo!


Wow! Saya terkejut sekali! Kalian tahu nggak sih, kalau ternyata ada sekitar 640 ribu orang hidup dengan virus HIV di Indonesia? Ini data resmi lho, menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dari jumlah tersebut, baru 48% ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) yang mengetahui status HIV mereka. Yang mengagetkan lagi, dari 48% yang sudah menyadari dirinya terjangkit HIV, hanya 15% yang mendapatkan akses pengobatan. Tunggu! Masih ada lagi nih yang mencengangkan. Jumlah infeksi baru virus HIV justru paling tinggi  di rentang usia 15 hingga 24 tahun, mencapai 52% dari total infeksi HIV baru. Ngeri bray! Ini artinya, masih banyak yang belum menyadari dan mewaspadai bahwa virus HIV ini ada dekat dengan kita dan siapa saja beresiko terjangkit.

Takut? Kuatir? Waswas? Perlu! Tapi seperti yang kita pahami bersama, bahwa di dunia kesehatan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Bukan berarti yang sudah terjangkit nggak diprioritaskan, bukan itu. Tapi kita sekarang hidup di era digital, di mana mayoritas anak muda generasi masa depan bangsa sudah melek teknologi. UNAIDS Indonesia bekerjasama dengan Nimbly Technologies dan Botika, mengembangkan sebuah platform chat mobile yang terintegrasi dengan LINE untuk mereka yang membutuhkan informasi yang benar, sekaligus konsultasi mengenai HIV.


Beberapa kendala yang masih terjadi terkait dengan penderita HIV ini adalah stigma masyarakat yang membuat mereka cenderung menutup diri dari dunia luar sehingga tidak mendapatkan pengobatan yang semestinya. Selain itu diskrimasi perlakuan juga masih terjadi dari masyarakat sekitar terhadap ODHA ini. Yang jadi tugas kita adalah, mereka ODHA juga manusia yang butuh dukungan moral, butuh pendampingan, bahwa HIV bukan akhir dari segalanya. Tetap optimis menjalani pengobatan dapat menekan jumlah virus HIV dalam badan dan memperpanjang harapan hidup penderita HIV dengan semangat positif, bahwa mereka masih bisa berguna dan bermanfaat bagi sesama, dengan membantu mensosialisasikan informasi yang benar mengenai virus HIV ini misalnya.

ilustrasi foto diperankan oleh model

Bagaimana dengan generasi muda milenial jaman jigeum? Mereka bisa mendapatkan informasi yang valid mengenai HIV melalui platform Tanya Marlo di dalam aplikasi LINE. Aplikasi LINE dipilih karena sangat populer di kalangan remaja, di mana 80% dari 90 juta pengguna adalah mereka. Dan dengan chat bot ini, mereka bisa mendapatkan informasi mengenai HIV dengan cara yang menyenangkan, modern dan fleksibel, karena bisa diakses selama 24 jam setiap harinya.


Tanya Marlo memiliki beberapa fitur utama untuk interaksinya, yaitu :
  1. Info HIV: fitur yang menyediakan segala informasi seputar HIV dan AIDS, yang disampaikan melalui konten-konten menarik seperti artikel, infografis,perbandingan mitos dan fakta, dan video 
  2. Kuis: permainan kuis mengasyikkan yang akan menantang pengetahuan dan pemahaman mengenai HIV dan AIDS, melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana dan menyenangkan
  3. Konsultasi: fitur yang memberikan akses ke konselor terpercaya bagi yang membutuhkan saran atau ingin bertanya tentang HIV dan AIDS secara lebih lanjut dan pengobatannya.
  4. Tes HIV: Tanya Marlo memberikan kenyamanan bagi siapapun yang membutuhkan informasi tentang klinik-klinik yang menyediakan jasa tes HIV, termasuk lokasi, tatacara, dan jam operasional.


Dalam berinteraksi dan konsultasi melalui Tanya Marlo, kalian nggak perlu kuatir, karena Tanya Marlo menjamin kerahasiaan data identitas pribadi kalian.


Dengan kehadiran Tanya Marlo ini, diharapkan generasi muda Indonesia dan siapa pun juga yang melek teknologi informasi, dapat berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai virus HIV/AIDS ini, sejalan dengan harapan UNAIDS menuju Fast Track 2020, di mana 90% ODHA mengetahui statusnya, 90% dari ODHA yang mengetahui statusnya mendapat akses pengobatan, 90% ODHA yang sedang dalam pengobatan memiliki jumlah virus dalam tubuh yang rendah (tidak terdeteksi) serta mewujudkan Nol Diskriminasi terhadap ODHA.






6 komentar:

  1. Semoga dengan adanya tanya Marlo masyarakat jadi melek akan HIV, baik yang hidup dengan HIV maupun yg tidak menderita HIV

    BalasHapus
  2. Dengan adanya TanyaMarlo semoga masyarakat khususnya generasi milenial paham soal HIV/AIDS sehingga dapat dilakukan pencegahan

    BalasHapus
  3. Betul sekali mbak. Ini salah satu solusi yang cukup tepat sasaran strategis memanfaatkan media digital.

    BalasHapus
  4. Nah, kalo soal ini kiya wajib kepo, berfaedah, apalagi kini sdh update mengimbangi kebutuhan akan informasi yg valid langsung dari sumber terpercaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sampai dapat informasi yang menyesatkan..

      Hapus