Performa Seagate FireCuda 2TB, Harddisk Kencang Berkapasitas Lega

Teknologi penyimpanan pada komputer semakin berkembang. Kita mengenal berbagai macam media penyimpanan yang digunakan di dalam kegiatan berkomputasi, antara lain harddisk, baik internal, maupun eksternal, berukuran fisik 2.5" atau 3.5", flashdisk dengan berbagai macam model, ukuran dan kapasitas, memory card, serta yang terbaru adalah SSD. Bagi pemburu kecepatan, SSD masih menjadi primadona, namun tentu saja, kemampuan hebatnya mesti ditebus dengan harga yang cukup tinggi.


Teknologi harddisk masih menggunakan medium cakram magnetik, namun kali ini, saya menerima sebuah harddisk internal berukuran 3.5" yang nampaknya cocok sekali untuk ditanamkan ke dalam casing model desktop. Seagate FireCuda namanya, 2 TB kapasitasnya. Berukuran 3.5" standar desktop, harddisk ini memiliki konektor SATA di belakangnya.


Sebagai harddisk internal, cara pemasangannya sangat mudah, bahkan bagi pemula sekalipun. Yang penting dan utama adalah keberanian untuk membuka casing komputer, dan bertanya kepada yang lebih tahu, di mana letak harddisk internal biasanya diletakkan.


Setelah sekrup dikencangkan sesuai lubangnya, jangan lupa untuk menancapkan kabel SATA dan kabel daya dari Power Supply Unit atau Catu Daya. Pastikan posisi harddisk tidak terlalu berhimpitan agar hawa panas yang dihasilkan oleh sistem dapat mengalir dengan lancar.

"Seagate FireCuda is a Flash Accelerated Drive"

Berdasarkan spesifikasi teknis yang saya terima, harddisk Seagate FireCuda ini termasuk dalam golongan hybrid, yaitu mengadopsi teknologi flash dan mekanik sekaligus. Seagate FireCuda 2 TB yang saya terima memiliki 8GB NAND Flash Technology yang diklaim mampu meningkatkan performa waktu load aplikasi hingga 4x lebih cepat daripada harddisk dengan teknologi pada umumnya. Dan hal ini tidak lepas dari fitur Multi-Tier Caching Technology and Adaptive Memory yang mampu mengingat aplikasi apa saja yang sering digunakan, dan menjadikannya prioritas ketika aplikasi dipanggil oleh pengguna untuk digunakan saat itu juga.

Itu kan teorinya? Klaim sepihak dari sisi spesifikasi belaka. Bagaimana dengan kondisi real-nya jika digunakan untuk bekerja? Mari kita simak bersama-sama beberapa aktifitas dan pengujian yang sudah saya lakukan.

Instalasi Sistem Operasi

Setelah harddisk terpasang dengan aman, maka yang kemudian saya lakukan adalah menghidupkan komputer dan masuk ke dalam konfigurasi BIOS untuk memastikan bahwa harddisk dikenali oleh komputer.


Proses instalasi menggunakan media flashdisk bootable dengan sistem operasi Windows 10 - 64 bit, dimulai pada pukul 14.36 WIB.


Seperti dapat kita lihat pada video di atas, proses instalasi Windows 10 - 64 bit memakan waktu kurang lebih 22 menit saja, dan komputer dapat langsung digunakan. Lalu bagaimana dengan waktu bootingnya? Mari kita saksikan video yang berikut ini.


Proses bootingnya juga cukup cepat! Di bawah satu menit saja. Seandainya tidak salah password, atau bahkan tidak pakai password sama sekali, bisa jadi di bawah 30 detik saja, maka komputer dengan harddisk Seagate FireCuda berkapasitas 2 TB ini dapat segera langsung digunakan.

Benchmark

Ada dua aplikasi benchmark sintetis yang saya gunakan untuk ujicoba kecepatan baca-tulis dari harddisk ini, yaitu ATTO dan HD Tune Pro. Pada aplikasi ATTO saya melakukan 2x ujicoba, sedangkan pada HD Tune Pro saya melakukan 3x ujicoba. Dan hasilnya dapat dilihat pada gambar-gambar di bawah ini.

ATTO Disk Test #1

ATTO Disk Test #2

HD Tune Pro Disk Test #1

HD Tune Pro Disk Test #2

HD Tune Pro Disk Test #3

Dari hasil kedua ujicoba di atas, dengan menggunakan aplikasi yang berbeda, pada dasarnya diperoleh hasil yang tidak jauh berbeda untuk kecepatan baca tulisnya. Namun aplikasi HD Tune Pro lebih mudah dipahami karena terdapat informasi kecepatan minimum, maksimum dan rata-rata transfer rate dari proses baca-tulis pada harddisk Seagate FireCuda ini.

Spesifikasi Test Bed

Perangkat yang saya gunakan untuk proses ujicoba ini adalah sebagai berikut :

Test bed platform

  • Intel Core i7-4790K (clock 4GHz)
  • Mainboard Gigabyte GA-Z97X-UD3H-BK Black Edition
  • RAM Corsair 16GB DDR3
  • VGA onboard Intel HD Graphics 4600
  • I/O Card Decklink Black Magic Studio
  • Power Supply Cooler Master Thunder 500W

Selanjutnya, kita akan lihat performa harddisk Seagate FireCuda 2 TB ini bila digunakan untuk menerima salinan file/data dari media lain yang ukurannya cukup besar.

Transfer File Test

Menyalin data sebesar 1 GB dari USB Flashdisk ke harddisk Seagate FireCuda.


Menyalin data sebesar 80 GB dari USB Flashdisk ke harddisk Seagate FireCuda.


Dari video di atas dapat kita ketahui bahwa transfer rate untuk menyalin data dari luar ke harddisk Seagate FireCuda ini tergolong cepat dibanding harddisk konvensional.

Nah! Sekarang saya akan ceritakan pengalaman saya ketika sedang menggunakan harddisk Seagate FireCuda ini untuk melakukan pekerjaan editing video sederhana, untuk diunggah ke media sosial Youtube. Namun sebelum itu, boleh disimak video berikut ini.


Proses editing video dengan menggunakan harddisk Seagate FireCuda ini terasa nyaman dan cepat, terutama saat me-load file-file video yang akan digunakan dalam proses editing tersebut. Dalam hal ini, tidak banyak filter yang saya gunakan, hanya bermain di cut-to-cut dan transisi semata. Namun, saat proses rendering dijalankan, performa harddisknya terasa sangat cepat dan smooth. Biasanya, saat saya melakukan editing video dengan durasi target yang sama, waktu yang dibutuhkan mencapai 20 hingga 30 menitan. Namun pada contoh video di atas, waktu yang diperlukan kurang dari 15 menit saja. Ini sangat menghemat waktu penyuntingan, sebelum video siap untuk diunggah ke media sosial Youtube.

Konklusi

Bagi kalian yang mendambakan media penyimpanan yang cukup besar, gegas dengan harga terjangkau, harddisk Seagate FireCuda 2 TB ini bisa jadi pilihan yang sempurna. Tidak semahal SSD, namun performanya lebih baik daripada harddisk konvensional pada umumnya, karena Seagate FireCuda telah menanamkan 8GB NAND Flash Technology, menjadikan Seagate FireCuda sebagai Flash Accelerated Drive, menggabungkan teknologi flash memory dengan piringan cakram mekanik ala harddisk pada umumnya. Flash Accelerated Technology ini diklaim mampu memberikan performa hingga 4x lebih cepat saat sedang me-load aplikasi, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk membuka aplikasi hingga siap digunakan menjadi jauh lebih singkat. Tidak perlu kuatir dengan purna jual, karena Seagate FireCuda ini dilindungi garansi hingga 5 tahun lamanya. Harganya juga relatif terjangkau, di situs jualan online terkemuka seperti bhinneka.com saat tulisan ini dibuat, harddisk ini dijual dengan harga IDR 1.725.000,- saja (harga sewaktu-waktu dapat berubah). Oya, harddisk ini juga sesuai untuk kebutuhan gaming, yang memerlukan respon baca-tulis yang cepat pada piringan cakramnya. Jadi, jika kalian memerlukan harddisk sebagai media penyimpanan dan pekerjaan yang memiliki performa tinggi, Seagate FireCuda 2 TB bisa jadi pilihan tepat untuk anda.


Tomorrow I Will Date with Yesterday’s You


Dan, kembali lagi akhirnya gue dibuat baper sama film drama Jepang yang satu ini, setelah terakhir gue nonton Your Lies in April. Kebaperan apalagi yang berhasil dibawakan oleh film Jepang satu ini?

Tersebutlah seorang mahasiswa seni di Universitas Kyoto bernama Takatoshi Minamiyama, yang pada saat itu sedang naik komuterline di Jepang sana. Di dalam gerbong kereta yang sama, pandangannya tertuju pada seorang wanita cantik, dialah Emi Fukuju. Jatuh cinta pada pandangan pertama, Takatoshi mengumpulkan keberaniannya, dan langsung menyatakan cintanya pada Emi yang baru saja ditemuinya. Sejak saat itulah, mereka berjanji untuk selalu bertemu di hari-hari berikutnya.


Hari demi hari dijalani dengan bahagia, layaknya pasangan yang sedang dimabuk asmara. Namun setelah sekian lama waktu berjalan, Takatoshi merasakan keanehan pada diri Emi, di mana Emi seakan-akan memiliki kemampuan memprediksi masa depan. Hingga pada suatu hari, Emi ketinggalan buku catatan hariannya di kamar Takatoshi, dan akhirnya Takatoshi membaca buku tersebut. Di sinilah konflik mulai terbentuk.


Takatoshi dan Emi, keduanya memiliki takdir yang sama untuk saling bertemu dan menemukan. Berjanji untuk saling menolong saat dibutuhkan di ujung takdir waktu. Perasaan absurd yang dirasakan oleh Takatoshi terhadap Emi, membawa kesedihan bagi diri Emi. Apa yang sebenarnya terjadi pada Emi? Takdir apa yang menyatukan mereka berdua? Apakah keduanya akan merasakan bahagia?


Jika kalian suka menonton kisah drama yang mengaduk perasaan, film ini bisa jadi jawaban. Jika tertarik untuk menontonnya, silakan klik saja poster film di atas! Lalu ceritakan kesanmu pada kolom komentar di bawah ini!

Bagi kalian penggemar kamen rider, pasti tak asing dengan pemeran pria pada film ini. Dialah Kamen Rider Fourze si Uchuu Kitaa!

Farewell Chester Linkin Park

Pagi ini gue membaca kabar yang cukup mengagetkan. Chester Bennington, salah satu vokalis Linkin Park, tewas gantung diri di kediamannya. Terlepas dari permasalahan pribadinya yang membuat dirinya memilih untuk mengakhiri hidupnya, namun Chester bersama Linkin Park telah mengisi masa-masa kuliah gue hingga skripsi selesai.


Yupp! Linkin Park berhasil menarik perhatian gue saat masih kuliah dulu, dengan lagu-lagunya yang enerjik dan senantiasa memberi semangat. Seolah-olah bilang ke gue, "Mas, ayo cepet kelarin kuliahnya, segera tunaikan kewajibanmu pada orang tua." Kira-kira seperti itulah pesan yang gue dapat saat sedang mendengarkan lagu-lagu Linkin Park. 

Awalnya, gue membeli kaset, iya kaset, Linkin Park yang berjudul Hybrid Theory, di mana lagu yang langsung nancep di kuping kala itu antara lain One Step Closer, Crawling dan In The End. Tapi pada umumnya, semua lagu di kaset itu, gue suka. Mungkin karena kala itu genre musik seperti ini tergolong baru dan nggak banyak musisi/band yang membawakan lagu seperti ini selain Evanescence.

Setelah itu, album Re:Animation dan Meteora tak lepas dari inceran gue sebagai koleksi, walau sekarang, keberadaan kaset-kaset gue itu entah di mana. Ya, karena setelah menikah, gue nggak membawa serta barang-barang pribadi gue semuanya, beberapa gue tinggalkan di rumah tempat gue tinggal saat kuliah dulu. Yang jelas, gue punya kenangan baik dan positif bersama Linkin Park, karena bersama merekalah gue berhasil menyelesaikan kuliah gue, skripsi gue dengan cukup baik.

Akhir kata, terima kasih Linkin Park, selamat jalan Chester!


TNC Buka Bisnis Cyber Cafe dan E-Sports di Indonesia


Maraknya perkembangan game online di Indonesia menjadikan TNC, pemilik bisnis waralaba Cyber Cafe/Game Center asal Filipina ini, memutuskan untuk melebarkan sayapnya di Indonesia. Tak kurang dari 40 juta gamers, sekitar 40% dari total data gamers se-Asia Tenggara, tercatat berada di Indonesia. Namun, jumlah yang besar itu masih belum terkoordinir dengan baik, oleh sebab itu, TNC melalui jaringan cyber cafe-nya bertujuan untuk mengajak para gamers untuk bergabung, bermain di kafenya dan menjadi sebuah tim yang solid. Tujuannya tentu saja untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Gaming bukan lagi sekedar permainan pengisi waktu luang belaka, namun telah menjadi industri maupun profesi yang menjanjikan dengan hadiah hingga puluhan ribu dollar Amerika. Hal ini juga seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi, khususnya kecepatan akses internet di Indonesia, yang makin tahun makin minim lag. Berbagai turnamen diselenggarakan, antara lain yang cukup populer dan mendunia adalah DOTA2 dan Point Blank. Turnamen semacam ini diakui oleh dunia dan dikenal juga sebagai E-Sports, atau Electronic Sports (olahraga elektronik). Pada kesempatan ini pula, bersamaan dengan event GeForce Day beberapa waktu lalu, TNC menghadirkan secara khusus, Team TNC Pro DOTA, untuk adu ketangkasan melawan para peserta lain yang hadir.

TNC juga memilih GPU NVIDIA GeForce GTX 10 Series untuk seluruh PC gaming mereka di seluruh gerai TNC di Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar para gamers memiliki standar yang sama saat sedang berlatih atau berkompetisi dalam sebuah turnamen yang kelak akan diselenggarakan secara rutin oleh TNC, dengan maksud dan harapan, menjaring bibit-bibit unggul atlet-atlet E-Sports di Indonesia.
Hingga akhir 2017 nanti, TNC akan menggelar turnamen DOTA2 dan Point Blank secara rutin di setiap cabangnya. Dalam kurun waktu setahun ke depan, TNC akan membuka kurang lebih 50 cabang di setiap kota di beberapa kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Lampung, Bali, Malang, Samarinda, Banten, Muara Bungo, Tanjung Pinang, Sumedang, Bogor, Blitar dan Bandung.

Di masa mendatang, E-Sports akan dikompetisikan secara rutin dan resmi, seiring dengan pertumbuhan generasi milenial, kelak akan dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan karir yang bisa ditekuni sebagai salah satu perwujudan nyata industri kreatif di bidang teknologi informasi. Dan menurut Olympic Council of Asia (OCA), di tahun 2018 mendatang, cabang E-Sports akan dimasukan secara resmi sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang Asian Games, yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.

NXA Ladies Team
Female Fighters ID