TNC Buka Bisnis Cyber Cafe dan E-Sports di Indonesia


Maraknya perkembangan game online di Indonesia menjadikan TNC, pemilik bisnis waralaba Cyber Cafe/Game Center asal Filipina ini, memutuskan untuk melebarkan sayapnya di Indonesia. Tak kurang dari 40 juta gamers, sekitar 40% dari total data gamers se-Asia Tenggara, tercatat berada di Indonesia. Namun, jumlah yang besar itu masih belum terkoordinir dengan baik, oleh sebab itu, TNC melalui jaringan cyber cafe-nya bertujuan untuk mengajak para gamers untuk bergabung, bermain di kafenya dan menjadi sebuah tim yang solid. Tujuannya tentu saja untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Gaming bukan lagi sekedar permainan pengisi waktu luang belaka, namun telah menjadi industri maupun profesi yang menjanjikan dengan hadiah hingga puluhan ribu dollar Amerika. Hal ini juga seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi, khususnya kecepatan akses internet di Indonesia, yang makin tahun makin minim lag. Berbagai turnamen diselenggarakan, antara lain yang cukup populer dan mendunia adalah DOTA2 dan Point Blank. Turnamen semacam ini diakui oleh dunia dan dikenal juga sebagai E-Sports, atau Electronic Sports (olahraga elektronik). Pada kesempatan ini pula, bersamaan dengan event GeForce Day beberapa waktu lalu, TNC menghadirkan secara khusus, Team TNC Pro DOTA, untuk adu ketangkasan melawan para peserta lain yang hadir.

TNC juga memilih GPU NVIDIA GeForce GTX 10 Series untuk seluruh PC gaming mereka di seluruh gerai TNC di Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar para gamers memiliki standar yang sama saat sedang berlatih atau berkompetisi dalam sebuah turnamen yang kelak akan diselenggarakan secara rutin oleh TNC, dengan maksud dan harapan, menjaring bibit-bibit unggul atlet-atlet E-Sports di Indonesia.
Hingga akhir 2017 nanti, TNC akan menggelar turnamen DOTA2 dan Point Blank secara rutin di setiap cabangnya. Dalam kurun waktu setahun ke depan, TNC akan membuka kurang lebih 50 cabang di setiap kota di beberapa kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Lampung, Bali, Malang, Samarinda, Banten, Muara Bungo, Tanjung Pinang, Sumedang, Bogor, Blitar dan Bandung.

Di masa mendatang, E-Sports akan dikompetisikan secara rutin dan resmi, seiring dengan pertumbuhan generasi milenial, kelak akan dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan karir yang bisa ditekuni sebagai salah satu perwujudan nyata industri kreatif di bidang teknologi informasi. Dan menurut Olympic Council of Asia (OCA), di tahun 2018 mendatang, cabang E-Sports akan dimasukan secara resmi sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang Asian Games, yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.

NXA Ladies Team
Female Fighters ID

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Semua Berawal Dari Sebuah PC