Artikel Unggulan

Makna IP Rating pada Gawai

Kita sering menemukan istilah IP sekian-sekian ketika sedang membaca spesifikasi teknis sebuah gawai. Kode ini umumnya digunakan untuk meruj...

[Review] Sword Art Online [anime]


Akhirnya gw berkesempatan juga untuk nonton serial yg 'katanya' fenomenal ini, walopun telat, sampe tamat malam ini. Thx to Nico yang udah rekomendasikan anime ini ke gw :)

Sword Art Online adalah sebuah permainan virtual MMORPG dimana para pemainnya menggunakan perangkat Nerv-Gear yang membuat kesadaran mereka masuk sepenuhnya ke dalam dunia virtual. Pada suatu hari, setelah permainan ini diluncurkan untuk umum, setelah melalui masa percobaan beta, tiba² sang game master menghilangkan opsi logout dari permainan tersebut. Seluruh pemain yang terperangkap di dalamnya, diharapkan untuk menyelesaikan permainan ini agar mereka dapat kembali ke alam nyata. Setiap pemain yang tewas atau bunuh diri di dunia permainan ini akan mengalami koma di kehidupan nyatanya.

Anime ini menceritakan tentang sebuah karakter bernama Kirito, yang memiliki skill cukup tinggi karena sebelumnya terpilih sebagai beta-tester untuk permainan ini. Kirito merupakan solo-player, tidak terbiasa untuk bergabung dengan guild tertentu, cukup percaya diri dengan skill yang dimilikinya. Di awal² cerita, anime ini lebih banyak menonjolkan aksi permainan pedang Kirito dalam melindungi teman² yang ditemuinya di dunia maya ini. Bahkan Kirito sempat menjalin hubungan yang cukup intens dengan karakter bernama Asuna, yang dikenalnya di awal permainan sebagai sesama solo-player. Setelah join party pertama dan mengalahkan boss level 1, mereka pun berpisah dan akhirnya bertemu kembali setelah Asuna menjadi Wakil Komandan dari guild Blood Oath. Di pertemuan kedua ini, Kirito terpaksa bergabung dengan guild Blood Oath karena kalah bertarung dengan pemimpin guild tersebut, namun akhirnya karena Kirito terpaksa melakukan Player Killing, dia pun terpaksa dikeluarkan dari guild. Demikian Asuna juga menemani Kirito dalam menjalani hari² di dalam dunia permainan ini.

Berbagai macam karakter ditemui oleh Kirito, dan banyak karakter wanita yang jatuh hati pada karakter ini. Kirito digambarkan sebagai sosok yang baik hati, suka menolong dan kadang nampak sedikit polos. Karena sifat ini pulalah, banyak wanita yang terpaksa patah hati karena Kirito telah memilih Asuna <3 

Dalam perjalanannya, mampukah Kirito mengalahkan boss terakhir di dunia SAO ini? Apakah Kirito berhasil mengembalikan Asuna ke dunia nyata? 

Pada serial ini, dunia permainan virtual seperti dibagi 2, yaitu SAO dan kemudian Alfheim. Di dalam dunia Alfheim, para pemain memiliki kemampuan terbang seperti peri/fairy. Di dunia ini juga, Kirito bertemu dengan karakter bernama Liefa, yang mengajarkannya beberapa perintah dasar dalam permainan. Tersebutlah sebuah World Tree yang sangat besar dan tinggi sebagai Grand Quest, di mana Kirito sangat berambisi untuk dapat menaklukannya demi sebuah alasan. Apakah alasan itu? Dapatkah Kirito mewujudkan ambisinya? Ada apa sebetulnya di puncak World Tree?

Sebagai penggemar anime, gw sangat menyarankan anime ini untuk tidak ditonton oleh mereka yang berusia di bawah 17 tahum karena ada beberapa scene yang tergolong ecchi. Namun demikian, anime ini ternyata memang sangat menarik, terlepas dari aksi yang ditampilkan sebagai anime bercerita tentang game-online, drama dan romantisme yang dihadirkan juga sangat mengena di hati. So? Tunggu apa lagi? Segera dapatkan serial ini di mana pun kalian bisa menontonnya :)

[Story] Cemonk's New Tyre

Pagi ini akhirnya gw bisa membawa Cemonk ke bengkel khusus ban untuk mengganti ban depannya yang botak. Ya! Semestinya urusan ini udah gw lakuin beberapa minggu yang lalu, namun apa daya, anak gw yang besar, si Khansa, terpaksa harus dirawat di rumah sakit karena kena demam berdarah. Jadi, kami mesti fokus dulu pada urusan kesehatan anak gw yang memang sudah semestinya jadi prioritas kami.

Syukur alhamdulillah, gaji udah masuk, walopun sedikit terlambat :p Setelah melakukan berbagai action untuk memindahkan asset, gw pun menyisihkan sebagian dana untuk merawat Cemonk. Langsung aja, sembari jalan ke kantor, gw mampir sejenak untuk mengganti ban depan Cemonk di sebuah bengkel berjudul 'Planet Ban' di jalan Condet Raya. Karena ini bengkel khusus ban, gw pikir koleksinya bakalan lengkap :p Awalnya gw berencana untuk ganti ban depan dengan merk dan tipe yang sama dengan ban belakang yang masih bagus kembangannya, ternyata nggak ada. Udah gitu, ukurannya beda pula. Ban depan gw yg botak ukurannya 90/80-18, karena gak ada stoknya, terpaksa geser ke 90/90-18. Yawda, mau gak mau, gak ada pilihan soal ukuran, merk pun hanya ada 2. Jadilah ganti, demi keselamatan kita juga tentunya.

Bengkel ini tergolong cukup canggih secara peralatan. Ban lawas dibuka dengan menggunakan mesin, jadi prosesnya juga terhitung cepat. Gak sampai 30 menit, proses melepas roda, lepas ban, pasang ban baru, isi angin (pake nitrogen x ini) sudah terpenuhi. Hanya pas masang balik roda ke motor gw, montirnya agak kesulitan karena dengan ban baru, tinggi profilnya membuat roda susah masuk, karena sebelum diganti aja, posisi ban depan, standar tengah dan ban belakang aja udah sejajar, rata dengan tanah :p Tapi semua itu bisa dilakukan dengan extra usaha :) Hehehe..

Dengan dibantu seorang rekannya yang berusaha dengan susah payah menekan bagian belakang si Cemonk supaya posisinya agak nanjak, akhirnya ban depan berhasil dipasang dengan sempurna. Berarti PR gw tinggal nyari spakbor depan buat si Cemonk, biar makin ganteng dan nggak iseng nyepretin kaki, badan dan muka gw lagi kalo pas berkendara saat hujan :p Mudah²an sih bisa sore ini juga ngelengkapinnya, supaya gw bisa fokus untuk merawat si Jojo, mobil yang biasa gw pake bersama keluarga, agar bisa tetap berbakti menemani kami kemana pun kami memerlukannya. PR Jojo cukup banyak, selain urusan servis oli mesin, kemarin sempet ada problem di roda belakangnya, ketika lagi jalan, tiba² rem-nya seperti mengunci. Padahal, tuas rem tangan nggak gw sentuh. Udah gitu, pajak-nya juga belon gw beresin karena mesti sekalian balik nama :( #hadeuh Tapi itu nanti, yg penting sekarang si Cemonk dulu aja.

Itu cerita gw hari ini, semoga menjadi awal yang membahagiakan sampai akhir hayat nanti :) Aamiin~

Cemonk dan ban barunya.

[Story] Cemonk Problem

Rabu malam yang lalu, gw pulang cukup larut. Dan seperti biasa, sebelon pulang, gw selalu berdoa demi keselamatan di perjalanan. Si cemonk pun gw pacu perlahan, melewati deretan kendaraan yang masih parkir di lahan kantor, sambil menyapa beberapa rekan yang masih bertahan di sana. Keluar dari areal kantor, cemonk pun gw pacu lebih kencang lagi.

Di traffic light perempatan blok S menuju Tendean, suara mesin cemonk masih terdengar wajar, gak ada keanehan di sana. Lalu gw pun segera menuju traffic light berikutnya, kolong jembatan layang Mampang. Di sini, gw udah mulai curiga, karena mendadak muncul suara 'klik-klik-klik' dari area blok mesin. Hmm.. Gw pikir, mungkin rante ketengnya sudah aus dan harus segera diganti. Dan gw pun memacu si cemonk kembali sedikit lebih kencang, dengan harapan tidak terjadi gangguan di sisa perjalanan gw pulang menuju rumah.

Di jembatan layang depan Plasa Kalibata, suaranya makin menggila. Gw sedikit panik dan memacunya lebih kencang lagi. Bad decision! Mesin cemonk jadi nggak stabil, langsamnya menghilang. Dan selama itu pula gw harus memainkan gas untuk mempertahankan kondisi mesin cemonk agar tidak mati, takutnya kalo keburu mati, susah buat diidupin lagi (pengalaman klep bengkok sekitar 1-2 tahun yang lalu).

Lepas dari traffic light jambul, menuju jalan condet raya, gw pacu si cemonk dengan sedikit santai dan pasrah. Pikir gw, kalo mogok di condet raya, sedorong²nya pun masih di kampung bini gw lah :p Tapi syukur alhamdulillah, cemonk tetap mampu bertahan sampai depan rumah, walopun suara mesinnya makin gak karuan. Yang awalmya hanya berbunyi 'klik-klik-klik' dengan samar, lalu 'klek-klek-klek' dan terakhir bunyinya 'KLAK-KLAK-KLAK' dengan kencang, sampai² gw pun takut klepnya pecah dan mesinnya meledak #lebay. Awalnya, malam itu kami berencana menginap di rumah bapak, karena Khansa sudah duluan pergi ke sana, namun karena gw kemaleman dan kondisi mesin cemonk yang menakutkan itu, akhirnya kami pun membatalkan niat tsb. Malam itu, gw tidur dengan suasana hati yang kelam, karena kebayang berapa besar dana yg harus gw sediakan jika cemonk harus turun mesin lagi.

Yamaha Jupeter :p
Besoknya, Ai dan mamanya berangkat duluan ke rumah bapak, sedangkan gw masih sedikit beresin rumah bagian belakang sebelum kemudian siap² berangkat kerja. Karena rencananya emang mo taro motor dulu di bengkel langganan, maka cemonk pun gw dorong ke rumah bapak. Ternyata bini gw nggak setuju kalo naro motor di bengkel nggak ditungguin, takutnya dikerjain lagi sama oknum montir yang nakal, padahal gw udah percaya sama montir langganan gw ini. Yawda, sementara cemonk nginep dulu di rumah bapak, sedangkan gw berangkat kantor pake si Jupe, motor adik ipar gw yg kebetulan sedang umroh #subhanallah.

Esok harinya masih sama, karena Jumat bengkel langganan gw selalu tutup, maka gw masih menggunakan Jupe untuk berangkat kerja. Praktis, gw hanya bisa merencanakan untuk membawa cemonk pada hari Sabtu atau Minggunya. Awalnya sih, Sabtu itu jadwal bawa Khansa kontrol ke dokter lagi pasca kena DBD beberapa waktu lalu, namun ternyata hari sabtu, Khansa ada ujian Pramuka di bumi perkemahan Ragunan. Terpaksa deh, kontrol diundur hari Senin #insyaAllah, sedangkan setelah gw anter Khansa ke sekolah, karena berangkatnya bareng² pake truk Angkatan, gw pun bergegas membawa cemonk ke bengkel langganan dengan cara mendorongnya, saking takutnya gw idupin tu motor.

Blok mesin cemonk :)
Dengan berbekal doa dan semangat, supaya cemonk cepat sehat dan tidak sampai turun mesin, gw ikhlas mendorong si cemonk sampai ke pelataran bengkel. Oya, nama bengkelnya Sumatra Motor. Lokasinya nggak jauh dari perempatan jalan Batu Ampar 1 yang menuju Kramat Jati, dengan jalan Batu Ampar 2 yang menuju jalan Budaya. Jika dari arah Batu Ampar 1 menuju Kramat Jati, di perempatan tsb belok kanan, gak jauh dari tukang gorengan, sebelah kiri jalan. Bengkel ini gw rekomendasikan karena servisnya OK punya, banyak juga rekan² sesama pengguna Tiger (Cemonk itu Honda Tiger edisi '96) yang menggunakan jasa bengkel ini untuk merawat tunggangannya. Alhamdulillah, cemonk dapet giliran ketiga, karena di saat gw datang, sudah ada 2 motor yang sedang ditangani. Untungnya gak lama, motor pertama kelar dan sang montir kepercayaan langsung menghandle si cemonk. Setelah dicoba untuk dihidupkan, montir langsung bilang, cek tonjokan tensioner, keteng dan klep dulu ya? Jadi nggak langsung dibongkar mesinnya :p Eh, bener juga. Setelah dibuka bagian tonjokan tensionernya, ternyata bagian yg mestinya bergerak/main, sama sekali mendem. Itu yang menyebabkan bunyi klep saling berbenturan, oblak semua dalemnya. Kemudian, bagian demi bagian dibongkar, alhasil diketahui bahwa bagian per yg berupa plat baja putus sehingga bagian yg mestinya menekan jadi letoy. Akhirnya bagian itu diperbaiki, diperkuat dengan peralatan yang ada di bengkel. Canggih! Dengan cara yang sederhana, LAT (itu nama sparepartnya) berfungsi lagi seperti sediakala, bahkan lebih ajib karena seperti baru! Kemudian montir memeriksa timing klep, karena pada umumnya jika keteng sempet kendor, maka timing klep akan  mengalami kekacauan. Dan benar! Timing sedikit 'lari' sehingga mesin jadi nggak langsam. Dengan cara membuka  katup bagian spool, sang montir melakukan adjustment supaya timingnya tepat, lalu kemudian memeriksa celah pada klep. Setelah semuanya dilakukan dengan cermat, semua peralatan dipasang kembali dan mesin coba dihidupkan. Voila! Mesin cemonk kembali halus dan normal. Alhamdulillah, nggak perlu sampai turun mesin. Hilang semua kegundahan dan kegalauan di hati mengenai biayanya :) Semoga cemonk masih bisa bertahan sampai 10 tahun ke depan mengisi cerita kehidupan kami yang sederhana ini, aamiin~

Keterangan sparepart yang diperbaiki :
LAT = Lifter Assembly Tensioner

[Share] Kreatifitas Tanpa Batas - Satu Karya Anak Bangsa

Hari ini gw dapet share link dari seorang kawan, yang isinya merupakan hasil mixing dari kompilasi perseteruan antara Eyang Subur vs mantan anak muridnya. Seorang komposer bernama Eka Gustiwana menciptakan sebuah karya yang hasilnya sungguh berbeda dengan hasil² mixing lainnya yang beredar di youtube. Komposisi aransemennya terdengar sangat megah, serius dan apik!

Halaman soundcloud sang komposer
Ya! Ketika teriakan kemarahan Arya Wiguna yang berasal dari lubuk hatinya ini menjadi bahan kreatifitas dalam menciptakan komposisi musik yang beranekaragam. Umumnya merupakan musik² beraliran dubstep, namun Eka Gustiwana memberikan warna yang sangat berbeda. Komposisinya terdengar sangat tragis, dramatis. Salut buat Eka, teruskan kreatifitasmu :)