Artikel Unggulan

Makna IP Rating pada Gawai

Kita sering menemukan istilah IP sekian-sekian ketika sedang membaca spesifikasi teknis sebuah gawai. Kode ini umumnya digunakan untuk meruj...

Inilah 10 Laptop ASUS Terbaik di Tahun 2017 versi Masekorner.com


Selama kurun waktu 2017 ini, ASUS telah begitu banyak meluncurkan beragam produk laptop yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan pengguna. Dan ini adalah sepuluh laptop ASUS Terbaik di tahun 2017 versi saya. Nomor urut bukan berarti lebih baik, semua yang masuk di dalam 10 besar ini adalah yang terbaik, dan tentunya dapat dipilih berdasarkan kebutuhan dan anggaran pengguna yang meminatinya.

Tahun Baru, Laptop Baru, Smartphone Baru?

Di masa menjelang pergantian tahun ini, beragam vendor dan produsen secara gencar dan masif memberikan promo-promo menarik dalam menawarkan produknya. Kita sebagai konsumen, tentu saja harus selektif dan taat pada anggaran yang sudah kita tentukan sebelumnya.

Kali ini, saya ingin berbagi informasi, khususnya bagi kalian yang sedang mencari laptop untuk mendukung aktifitas kalian sehari-hari,

Beberapa waktu lalu, sekitar awal bulan November 2017, ASUS telah bekerja sama dengan Microsoft untuk melengkapi seluruh lini produk laptop mereka dengan sistem operasi Windows 10. Hal ini tentu saja akan memudahkan pengguna untuk bisa segera memanfaatkan laptop yang baru saja mereka beli, dan yang pasti, Windows 10 yang tertanam di dalamnya asli. Mengenai harganya, sudah pasti laptop yang sudah berikut sistem operasi Windows 10 asli, akan lebih ekonomis dibandingkan dengan membelinya secara terpisah.


Untuk menyambut momen liburan di akhir tahun ini, ASUS memberikan total 100 unit ZenFone yang akan diundi, bagi setiap pembelian laptop ASUS yang sudah dilengkapi dengan Windows 10. Caranya tergolong mudah, khususnya bagi warganet jaman sekarang yang tidak asing dengan media sosial. Setiap pembelian unit laptop ASUS dalam periode bulan Desember 2017 hingga Februari 2018, bisa me-Like akun Facebook, serta follow Instagram dan Twitter ASUS Indonesia. Setelah itu, foto selfie bersama laptop yang baru saja dibeli selama periode tersebut, lalu unggah di Facebook Page ASUS Indonesia beserta alasan kenapa memilih untuk membeli laptop tersebut. Jangan lupa sertakan tagar berikut ini, #AsusIDXWindows #AsusGenuineWindows #ASUSID #LaptopbaruASUS, agar foto kalian di-notice para dewan juri. Yang mengunggah di Instagram, jangan lupa cangking akun Instagram ASUS Indonesia di @asusid ya?

Program promosi yang akan berakhir pada 28 Februari 2018 ini, setiap hari Kamis, akan diumumkan 10 orang pemenang. Bagi para pemenang yang beruntung, faktur pembelian laptop akan dikonfrmasikan bersama nomor seri laptop, sebagai bukti pembelian dilakukan dalam periode promosi, ketika mengklaim hadiahnya. 

Jadi, mumpung bener nih, kalo pas kalian lagi perlu laptop. Siapa tahu sedang bertuah, di tahun baru, laptop baru, eh dapet hadiah smartphone baru pula. Hadiahnya adalah ASUS Zenfone 3 Max (ZC553KL) senilai Rp. 2.799.000. 

Baca review ASUS Zenfone 3 Max

Yuk, Ciptakan Konten Yang Otentik dengan Software Original!


Beberapa waktu lalu, kami, para tekno blogger dan tekno youtuber, memperoleh kehormatan untuk menghadiri sebuah event blogger gathering bersama konten kreator ternama, Mas Ario @sheggario, di sebuah kafe nan cozy di bilangan Ahmad Dahlan. Dan pada event yang bertagar #MaluKalauPalsu ini juga disponsori oleh vendor komputer ternama, Dell Indonesia dan tentu saja Microsoft Indonesia, sebagai pengembang sistem operasi yang memiliki pengguna terbesar di dunia, yaitu Windows.


Seperti biasa, setelah registrasi, kami bercengkrama dengan rekan blogger dan youtuber lain yang juga hadir pada kesempatan ini. Memang, sesungguhnya setiap event yang mengundang kami ini, senantiasa jadi ajang silaturohim yang saling mempererat hubungan secara nyata. Maklum, biasanya kami lebih sering berkomunikasi via layanan pesan online atau grup diskusi di dunia maya. Sehingga kesempatan kopdar seperti ini sangat berharga untuk dilewatkan begitu saja, apalagi sambil santap malam bersama. Setiap obrolan jadi makin seru saja adanya.

Sesi pertama diisi dengan presentasi dari Dell Indonesia, Pak William Hartoyo, selaku Product Marketing Manager Dell Consumer Product. Beliau memaparkan posisi Dell sebagai pemain lama di industri teknologi komputasi. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa kombinasi hardware dari Dell dengan sistem operasi Windows 10 dari Microsoft, memastikan penggunanya tetap produktif dalam berkarya, dengan beragam fitur dan solusi yang ditawarkan oleh keduanya. 


Line up pertama yang dikenalkan oleh Pak William adalah seri XPS 13. Laptop seri ini merupakan yang tertipis dan termungil di dunia. Lebar layarnya hanya 13 inci saja, dengan spesifikasi yang tentu saja termutakhir saat ini, laptop ini sudah dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 original. Selain XPS 13 tipe konvensional, ada juga tipe 2-in-1 yang memiliki sedikit perbedaan, yaitu bisa ditekuk sehingga mirip tablet. 

Selain XPS ada juga lini Inspiron yang sedikit lebih tebal, namun ada versi 13 dan juga 15. Inspiron 13 2-in-1 ini sudah mengadopsi prosesor Intel Core generasi ke-8, dan wujudnya bisa ditekuk menjadi seperti tablet, sungguh kekinian sekali. Tak hanya ditujukan untuk produktifitas belaka, Dell juga memperhatikan kebutuhan para gamer dengan lini Inspiron Gaming-nya. 


Inspiron 15 Gaming ini telah diperkuat dengan prosesor Intel Core generasi ke-7 dengan kartu grafis Nvidia GTX 1060 dengan RAM 6GB. Untuk kenyamanan dan kecepatan prosesnya, disediakan dual drives SSD NVMe PCIe. Untuk meredam panas yang dihasilkan oleh laptop dengan spesifikasi monster ini, sistem pendingin pro-grade dengan kipas dan pipa pendingin ganda diterapkan di dalamnya. Selain berwujud laptop, Inspiron Gaming series ini juga tersedia dalam bentuk desktop lho. Cocok untuk gamer yang jarang bepergian dan fokus nge-gaming di rumah saja. Mengenai layanan purna jualnya, Dell kasih support layaknya pengguna korporat. Jadi, kita sebagai pengguna kasta consumer nggak perlu kuatir soal itu. Thumbs up Dell Indonesia!


Sesi kedua diisi oleh Mas Joni Lie dari Microsoft Indonesia, selaku Channel Executive MNA - CDS SEA, yang memaparkan mengenai manfaat penggunaan software asli. Selain manfaat, Mas Joni juga memberikan informasi mengenai cara mengetahui Windows pada komputer kita ini asli atau tidak, yaitu dengan melihat stiker hologram bernama Genuine Microsoft Label (GML). Stiker ini tidak bisa dilepas karena akan rusak, dan umumnya terdapat pada komputer atau laptop yang memiliki sistem operasi Windows secara pre-installed dari pabriknya. 


Dalam kesempatan ini juga Mas Joni menyampaikan bahwa Windows 10 ini akan menjadi seri windows terakhir, tidak ada lagi Windows 11, 12 dan seterusnya. Lalu, jika demikian, buat apa kita menggunakan Windows asli jika tidak dapat update lagi? Tenang! Windows 10 akan tetap memberikan update-nya, sesuai dengan hardware yang kita miliki. Sejauh ini Windows 10 sudah mengalami beberapa kali peningkatan, antara lain Anniversary Edition, Creators Edition dan yang baru ini adalah Fall Creators Update. Nah! Pada update kali ini, didemokan fitur terbaru yang namanya Windows Inking. Fitur ini memungkinkan kita untuk mencorat-coret layar apapun, baik browser maupun dokumen atau presentasi, lalu membaginya dengan orang lain yang kita inginkan. Kemudian ada lagi yang namanya Paint 3D, di mana obyek yang kita gambar tidak lagi berwujud 2 dimensi belaka, namun sekarang 3 dimensi. Dan gambar ini bisa kita letakkan pada konten yang sedang kita kerjakan. Ajib!


Sesi ketiga adalah sesi berbagi dengan Mas Ario yang punya akun media sosial @sheggario, seorang vlogger youtuber kreatif Indonesia. Beliau menjelaskan perbedaan makna original dengan otentik, melalui permainan sederhana yang dilakukan oleh 6 orang rekan blogger yang hadir. Alhasil, permainan ini mengundang gelak tawa para undangan lainnya, termasuk juga narasumber dari Dell dan Microsoft Indonesia. Original adalah sesuatu yang dilakukan pertama kali, di mana belum ada orang lain melakukan hal yang sama. Sedangkan otentik adalah sesuatu yang kita lakukan, yang mungkin saja dipengaruhi oleh hasil karya orang lain, namun tetap memiliki ciri khas kita di dalamnya. Kurang lebih seperti itu yang bisa saya tangkap dari penjelasan beliau.

Beliau juga menyarankan agar kita senantiasa menggunakan software asli dalam berkarya. Mengapa demikian? Alasannya tentu saja untuk ketenangan dan kenyamanan. Selain itu juga, kita bisa belajar untuk menghargai hasil karya intelektual orang lain, sehingga kita pun berharap, orang lain akan menghargai hasil karya intelektual kita. 


Dalam sesi berbaginya, Mas Ario juga memberikan petunjuk mengenai buku apa saja yang mempengaruhi beliau dalam berkarya, serta sebuah video pendek dari youtuber ternama, Gary Vee. Dalam video ini dikisahkan bahwa dalam kehidupan ini, tidak ada istilah tersesat. Yang ada hanyalah kita terlalu awal dalam prosesnya. Kita punya standar sendiri dalam melakukan suatu hal, bukan ditentukan oleh standar yang ditetapkan oleh orang lain. Semua ini adalah tentang mindset, tentang perspektif. Jadi, jika kelak ada yang mencela karya kita, itu bukan berarti karya kita tidak otentik. Namun setiap keberhasilan membutuhkan proses, dan kita sedang menuju ke sana.


Sesi terakhir adalah sesi tanya jawab yang ditujukan untuk ketiga narasumber kita pada hari itu. Ada 2 blogger yang mengajukan pertanyaan, yaitu Om Dian Kelana dan Bang Horas. Pertanyaannya bagus dan dalam, sehingga penjelasan yang diberikan oleh para narasumber juga cukup panjang. Dan ini yang membuat saya tidak sempat mencatat tau mengingatnya sedikitpun. Maaf ya.

Setelah sesi tanya jawab berakhir, maka rangkaian acara Blogger Gathering Dell dengan Microsoft yang bertagar #MaluKalauPalsu pun ikut berakhir. Ada beberapa poin penting yang perlu kita camkan dalam sanubari kita, yaitu :

  1. Gunakan selalu software asli untuk memperoleh layanan dukungan yang optimal;
  2. Membeli komputer atau laptop yang sudah pre-installed Windows 10, jauh lebih efisien daripada membeli dalam keadaan kosong/DOS lalu membeli Windows 10 secara terpisah;
  3. Seluruh jajaran komputer Dell, baik laptop maupun desktop, menggunakan Windows 10 original, untuk kenyamanan penggunanya.



Sedikit tips dari saya pribadi, sebisa mungkin usahakan menggunakan Windows yang asli. Software pendukung lainnya, hanya install yang kita perlukan saja. Jika belum mampu, gunakan aplikasi generik yang lisensinya freeware, untuk sementara waktu. Jadi, kelak software yang kita gunakan, lisensinya resmi semua.

Oke, itu saja tulisan saya kali ini, semoga kelak kita bisa menjadi blogger yang lebih baik, menghargai HAKI, dengan selalu menggunakan software original. Sampai jumpa lagi di tulisan saya berikutnya, salam kompak persahabatan selalu..

#MaluKalauPalsu


Good Doctor (2013 Drama Korea)


Beberapa waktu lalu, saya melihat potongan adegan film tentang seorang dokter yang sedang melakukan pertolongan pertama pada seorang anak kecil yang jadi korban kecelakaan di timeline Facebook. Merasa adegan itu menarik, saya pun mencari tahu mengenai judul film tersebut. Ternyata itu adalah adegan dari serial TV Korea alias drakor yang berjudul Good Doctor, yang tayang pada tahun 2013 lalu. Terlambat? Tidak! Saya lebih suka menonton serial yang sudah komplit daripada yang nanggung mesti nunggu tiap minggu. Dan inilah impresi saya setelah menonton drakor Good Doctor.


Serial ini mengisahkan tentang seorang dokter yang mengidap sindrom savant alias autisme, di mana pada serial ini, penderitanya memiliki kekurangan dalam hal komunikasi, namun memiliki kelebihan di saat mempelajari dan mengingat sesuatu. Park Shi On, adalah tokoh sentral dalam drama ini.

Diawali saat dirinya hendak menghadiri ujian kompetensi untuk bisa menjadi dokter jaga di sebuah Rumah Sakit yang dikelola Yayasan Pendidikan Universitas. Namun di tengah perjalanan, dia menemui kasus seorang anak kecil yang mengalami kecelakaan, ketiban papan iklan di sebuah terminal. Sontak Park Shi On melakukan pertolongan pertama, sembari memanfaatkan beberapa benda yang bisa didapatkan di sekitarnya. Sepintas mirip kisah Mac Gyver namun kali ini terjadi di dunia kedokteran.

Karena keterlambatannya, pihak Rumah Sakit awalnya tidak menyetujui untuk merekrut seorang dokter yang memiliki kebutuhan khusus, namun setelah semua kejadian tersebut jelas, pada akhirnya Rumah Sakit setuju untuk merekrut Park Shi On sebagai dokter baru di sana.

Sebagai seorang yang memiliki kebutuhan khusus, tentu saja terjadi pertentangan dan rasa tidak percaya, apakah Park Shi On mampu bersikap dan berlaku layaknya seorang dokter? Awalnya semua menunjukkan rasa tidak suka dan keraguan yang sangat jelas, apalagi dalam satu kasus tes operasi, Park Shi On gagal mengatasi kegugupannya sehingga dokter Kim Do Han yang menjadi ketua tim dokter operasi di mana Park Shi On berada, mengatakan dia tidak layak untuk menjadi seorang ahli bedah.

Beragam konflik terjadi selama serial berlangsung, baik antar sesama dokter yang berbeda departemen, maupun antara pihak Rumah Sakit dengan Manajemen Yayasan. Berbagai tokoh pendukung cerita dengan beragam latar belakang karakternya, diramu menjadi sebuah kisah yang menarik untuk ditonton setiap episodenya. Dan kehadiran Park Shi On yang lugu, lambat laun mampu mengubah atmosfer dan sikap orang-orang di sekitarnya, yang awalnya antipati terhadap dirinya, menjadi lebih ramah dan terbuka. Sungguh aura positif yang luar biasa. 

Masa kecil Park Shi On boleh dibilang kurang beruntung. Ayahnya yang pemarah, sering sekali menyiksa ibu dan dirinya. Selain karena memiliki kekurangan, makin menjadi pula sejak kakaknya tewas karena kecelakaan di gua bekas tambang. Sejak itu, dirinya hidup bersama seorang dokter di desa tersebut, dan diasuh hingga dirinya dewasa dan mampu menjadi dokter seutuhnya. Sedangkan kedua orangtuanya pergi entah kemana. Alasannya apa? Tonton saja dulu biar seru.

Sebagai seorang yang beranjak dewasa, walau dirinya memiliki kebutuhan khusus layaknya anak berusia 10 tahun, dirinya juga merasa ingin dicinta. Bukan sebagai adik, namun sebagai pasangan. Dilema antara rasa tak ingin menyakiti hati dan perasaan pasangannya, menjadikan dirinya memendam rasa sakit di hatinya. Biarlah aku menderita, asalkan dia bahagia, begitu mungkin pikir Park Shi On. Namun semua itu salah. Dalam cinta, ada pengorbanan yang mesti dilakukan, dan itu sangat worth it.

Di serial ini, kelak latar belakang setiap tokoh dan karakternya akan terbuka, mengapa mereka bersikap demikian. Dan itu menjadi sebuah jalinan cerita yang membuat kita bisa memaklumi dengan logika.

Ada dua karakter yang membuat saya kagum, bahkan sampai merasa jika mereka beneran menderita autisme, yaitu Park Shi On dewasa selaku tokoh utama, dan karakter Park Shi On kecil.


Akting mereka di serial ini benar-benar meyakinkan sekali. Dan hal seperti ini jarang/tidak pernah saya temui di shitnetron Indonesia, walau adaptasi dari drama populer di luar negeri sekali pun. Jika seandainya tidak ada adegan Shi On dalam kondisi normal seperti dalam imajinasi dokter Cha, mungkin saya akan menganggap serial ini benar-benar diperankan oleh pengidap autisme. Empat jempol untuk aktornya.

Menurut saya, walau ini serial tv lama, namun saya merekomendasikan untuk menontonnya karena memang benar-benar menarik untuk diikuti. Menurut informasi, drama seri ini juga diadaptasi untuk dibuatkan versi Amerikanya, namun bagi saya, yang original tentu saja lebih punya daya tarik tersendiri.


Sekian ulasan dari saya, sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Salam kompak persahabatan selalu.