Taman Margasatwa Ragunan Jaman Jigeum


Heiyaa! Akhirnya setelah sekian lama nggak main ke sini, hari Sabtu kemarin, kami sekeluarga minus si kakak, kembali mengunjungi Kebun Binatang Ragunan. 

Walau pun direncanakan, namun ide ke mari bukan murni dari keluarga kami. Ide ini muncul justru dari teman Ai yang ingin bermain badminton. Entah bagaimana, akhirnya ketiga ibu-ibu menyetujui ide ini. Ai, Ulfa dan Sefa sepakat untuk bermain badminton di Ragunan.

Sabtu pagi, kami berangkat dengan menggunakan motor dari rumah di daerah Condet, pukul 6.30. Targetnya, sampai di sana sebelum pukul 7 pagi. Alhamdulillah, jalanan lancar bersahabat.

Sampai di sana, ternyata mama Sefa sudah menunggu di depan gerbang. Kami segera menuju ke tempat parkir motor yang tersedia. Rupanya, saat ini, sistem pembayaran tiket sudah menggunakan cashless. Jadi saat di gerbang masuk, kami ditanya, apakah sudah memiliki JakCard atau belum. Karena memang belum punya, saya jawab saja belum. Nah, harga JakCard ini IDR 35rb, dengan saldo IDR 20rb di dalamnya. Ongkos parkir motor sebesar IDR 3rb langsung otomatis dipotong dari saldo JakCard. Nice banget :)


Untuk tarif masuk ke dalam sendiri, diterapkan tarif IDR 4rb untuk dewasa dan IDR 3rb untuk anak-anak. Kita tinggal men-tap kartu JakCard tadi sesuai dengan kriteria yang ada. Ai masuk melalui jalur anak-anak, saya tinggal tap kartunya agar dia bisa masuk, kemudian kami sendiri masuk melalui jalur dewasa, tap 2x dan masuklah kami ke dalam.


Di dalam, kami masih menunggu kedatangan mama Ulfa. Karena menurut informasi, masih jauh, kami pun berjalan menuju kolam Pelikan untuk melihat-lihat kondisinya sekarang. Setelah puas, kami beranjak pindah lokasi, menuju tanah lapang di dekat stasiun kereta keliling untuk bermain badminton. Kondisinya saat ini jauh berbeda dengan terakhir kali kami datang ke sini. Sekarang semuanya jauh lebih baik, tertata rapi, tempat sampah tersedia di mana-mana sehingga kebersihan area tetap terjaga. 


Di lapangan, anak-anak bermain badminton dengan gembira. Emang sih, belum pada jago, tapi yang penting mereka senang dan ceria. Tak berapa lama kemudian, mama Ulfa pun datang. Gantian mamanya yang bermain badminton sekarang. Setelah cukup bosan, kami berpindah lokasi lagi, kembali ke arah depan, menuju area taman bermain baby zoo. Lokasinya dekat kolam pelikan, jadi ya kami balik lagi deh ke depan.


Di area ini, tarifnya flat, IDR 2500 per orang. Kalo mau masuk, tinggal tap saja JakCardnya. Oya, pastikan kartunya masih ada saldo ya? Kalo pun sedikit, kita bisa top-up alias isi saldo di loket yang tersedia. Untuk area ini, isinya kebanyakan seperti taman bermain anak-anak pada umumnya. Ada ayunan, panjat-panjatan, prosotan, dan lain sebagainya. Setelah puas bermain, kami menuju ke bagian ujung area ini untuk melihat ikan raksasa Arapaima. 


Oya, di sini kalo kehausan, tersedia banyak vending machine yang menjual minuman secara mandiri. Tinggal tap kartu, pilih minuman, tap kartu lagi, dan minuman yang kita pilih pun meluncur ke rak di bagian bawah. Harganya mulai IDR 5000 hingga IDR 12000. Atau, tinggal cari kios yang menyediakan minuman jika kita ingin membayar secara tunai. Nggak seperti dulu, sekarang tukang kerak telor dan pecel sangat mudah ditemukan. Kelaparan bukan jadi masalah yang esensial selama kita masih pegang duit.


Oke, abis dari sini, kami menuju ke Pusat Primata Schmutzer. Gatau kenapa, saya kangen sama suara nyaring Siamang yang khas itu. Lokasinya cukup jauh karena relatif kami jalan dari depan lagi, sedangkan lokasi pusat primata ini ada di bagian belakang kawasan kebun binatang Ragunan.


Sebelum masuk ke Pusat Primata Schmutzer, ada loket lagi. Di sini tarifnya flat juga, IDR 7500 per orang. Agak sedikit mahal, tapi worth it. Sebelum masuk, tas bawaan kita akan diperiksa. Makanan dan minuman yang kita bawa, mesti dititipkan, kecuali air minum yang kita bawa sendiri dari rumah dalam botol minuman, bukan botol kemasan sekali pakai buang.


Di bagian depan, kita akan menaiki tangga yang cukup tinggi, sebelum menelusuri lorong kaca yang berisi informasi mengenai nama-nama gorila yang ada di sana. Di lorong ini, kita bisa melihat tempat tinggal gorila di bawahnya. Dan akhirnya, di bagian ujun sebelum tangga turun, saya melihat keriuhan sebuah kandang yang saya impikan. Suara khas Siamang!


Bercanda sejenak di kandang ini, sambil teriak-teriak ala mereka, bikin lupa sama stress. Hahaha.. 

Turun tangga, pada cari toilet. Alhamdulillah, lokasi toilet nggak susah ditemukan dan relatif bersih. Jadi kalian yang berencana untuk wisata ke sana, nggak perlu was-was bakalan susah cari tempat pipis.


Kami berkumpul di kandang Siamang, kali ini kami menonton mereka dari bawah. Sayang, suara mereka tak seberisik tadi, namun kami cukup terhibur dengan atraksi salah satu ekor Siamang yang sangat hiperaktif. Dari sini, kami beranjak menuju area Orangutan yang lokasinya mirip seperti goa. Ya, kami masuk ke dalam goa, menelusuri lorong yang ada, sambil melihat ke bagian kaca, siapa tahu ada orangutan yang bisa kita lihat aksinya. Alhamdulillah, anak-anak senang bisa melihat tingkah lucu mereka yang sedang santai seperti nggak punya beban hidup.


Lorong orangutan ini rupanya cukup jauh juga. Anak-anak mesti beberapa kali berhenti untuk rehat. Dan tak hanya kita saja, beberapa keluarga lain pun melakukan hal yang sama. Rehat sejenak di beberapa sudut lebar yang memungkinkan untuk sekadar meluruskan kaki yang mulai terasa pegal.


Setelah lelah mengitari area primata ini, kami keluar menuju stasiun kereta keliling. Anak-anak minta naik katanya. Tapi sebelum itu, jangan lupa untuk ambil kembali barang bawaan yang dititipkan ya?

Kami jalan kaki lagi menuju lokasi tempat stasiun kereta keliling berhenti. Lokasinya dekat lapangan tempat kami bermain badminton tadi. Ongkos naik kereta keliling IDR 10rb per orang. Yang naik hanya anak-anak + mama Ulfa. Sedangkan kami memilih untuk menunggu saja. Huft! Cuaca saat itu sudah mulai terik terasa.


Berhubung hari sudah mulai siang, tiba saat untuk mengakhiri wisata pada hari yang cerah ini. Bukan karena apa, tapi siangnya, saya juga harus mengantar si kakak untuk les bimbel sesuai jadwalnya. Alhamdulillah, rencana hari ini berjalan dengan lancar. Suatu hari nanti, si kakak mesti diajak juga ke mari karena olahraga di sini ternyata sangat menyenangkan.

Sampai jumpa lagi dan salam kompak persahabatan selalu..


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

Pengalaman Pribadi bersama Si Mungil Meizu M5c